cover
Contact Name
-
Contact Email
asghar@iainpekalongan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
asghar@iainpekalongan.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Asghar: Journal of Children Studies
ISSN : 27975630     EISSN : 28073479     DOI : https://doi.org/10.28918/asghar
Core Subject : Education,
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Articles 120 Documents
Efektivitas Penggunaan Media Pop Up Book Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Nur Afni Serliana
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i1.7465

Abstract

Abstrak Kemampuan membaca permulaan merupakan salah satu kemampuan yang menjadi dasar untuk tahap kemampuan membaca lanjut, karena itu kemampuan ini memerlukan perhatian dari pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pop up book terhadap kemampuan membaca permulaan pada anak usia 4-5 tahun di RAM NU Karangsari Karanganyar. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental semu dengan desain one group pre-test post-test design. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 anak yang berada pada ketegori usia 4-5 tahun. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sampel t-test, dan uji N-gain dengan bantuan program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemapuan membaca permulaan dengan skor total pre-test 395 dan rata-rata 13,16 yang masuk dalam kategori cukup. Pada kemampuan membaca permulaan post-test dengan skor total 606 dan rata-rata 20,2 yang masuk dalam kategori baik. Berdasarkan uji paired sampel t-test diketahui sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 dan uji N-gain sebesar 0.4887. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara sebelum dan sesudah penggunaan media pop up book pada anak usia 4-5 tahun di RAM NU Karangsari Karanganyar.
Implementasi Media Tutup Botol Bekas untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada Anak Usia Dini Nurul Hikmah; Ningsih Fadhilah; M. Sugeng Sholehuddin
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i1.7466

Abstract

Kemampuan kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir anak untuk mengolah, menemukan, dan memecahkan masalah dalam kemampuan logika matematika. Dalam hal tersebut, anak perlu penguasaan dari sejak dini untuk memberikan kesiapan pada tahap perkembangan berikutnya. Salah satu faktor yang menyebabkan perkembangan kognitif mengenal konsep bilangan belum mencapai tingkat perkembangan adalah kurang bervariasinya media yang digunakan oleh guru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di RA Masyithoh Kalisalak Limpung. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah anak kelompok B di RA Masyithoh Kalisalak Limpung yang berjumlah 12 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus rata-rata nilai, presentase ketuntasan belajar dan data observasi. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan metode tutup botol bekas dapat meningkatkan hasil belajar maningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan. Hal tersebut terlihat dari peningkatan rata-rata siswa dan perubahan keaktifan dalam mengikuti pembelajaran yang juga mengalami peningkatan. Di siklus pertama terjadi peningkatan 25% dalam kegiatan menggunting dan melipat kertas dilanjutkan di siklus kedua yang mendapatkan hasil signifikan meningkat 60%. Siklus ketiga dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal sehingga mendapatkan peningkatan 80%.
Meningkatkan Kemampuan Membilang 1-10 melalui Metode Bermain Kartu Angka pada RA Haqqul Yaqin Kecamatan Kota Kisaran Timur Ropiah Sitorus; Abdul Khobir; Santika Lya Diah Pramesti
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i1.7467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membilang angka 1–10 melalui metode bermain kartu angka pada anak kelompok B di RA Haqqul Yaqin Kec.Kota Kisaran Timur. Kemampuan membilang dalam penelitian ini adalah kemampuan anak dalam menyebutkan angka, mengurutkan angka dan menghubungkan angka. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok B yang berjumlah 25 anak, yang terdiri dari 15 anak perempuan, dan 10 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yakni panduan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membilang pada anak kelompok B di RA Haqqul Yaqin Kec.Kota Kisaran Timur dapat ditingkatkan melalui metode bermain dengan kartu angka. Hal ini dibuktikan dari hasil yang dicapai pada tindakan siklus 1, kemampuan membilang angka 1-5 rata-rata mencapai 5 anak (20,00%), kemampuan membilang angka 1-7 rata-rata mencapai 12 anak (48,00%), dan kemampuan membilang angka 1-10 rata-rata mencapai 8 anak (32,00%). Pada tindakan siklus 2, kemampuan membilang angka 1-7 (skor 2) rata-rata mencapai 4 anak (16,00%), dan kemampuan membilang angka 1-10 (skor 3) rata-rata mencapai 21 anak (84,00%).
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Sunda Anak Usia Dini Melalui Metode Permainan Tradisional di RA At-Taqwa Arcamanik Bandung Tati Hartati; Sopiah; Muchamad Fauyan
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i1.7468

Abstract

Bahasa Sunda semakin ditinggalkan sebagai Bahasa Ibu. Sangat penting untuk terus melestarikan Bahasa Sunda, utamanya pada anak-anak usia dini. Cara mengenalkan Bahasa Sunda kepada anak dengan menyenangkan adalah dengan menggunakan permainan tradisional Kaulinan barudak oray-orayan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menambah kemampuan kosa kata bahasa sunda anak; 2) Memberikan pembelajaran yang menyenangkan melalui permainan tradisional untuk anak usia dini di RA At-Taqwa Arcamanik Bandung, dengan jumlah siswa kelas A sebanyak 18 anak. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentatif dan deskriptif aktivitas anak-anak didik. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa sunda yang dicapai siswa kelompok A RA At-Taqwa Bandung lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya dimana perkembangan berbahasa sunda anak hanya mencapai 5,5% namun setelah dilakukan praktek penelitian tindakan kelas melalui metode permainan tradisional “Kaulinan barudak oray-orayan”, pada siklus pertama peningkatan mencapai 38,8% maka dari itu dilakukan penelitian ulang sehingga pada siklus kedua mengalami peningkatan mencapai 66,6%, peneliti melakukan kembali parktek siklus ketiga dimana tingkat pencapaian pada siklus ketga ini mencapai 88,9% penelitian tersebut sudah memenuhi target penelitian yaitu 88,9%, begitu pula dengan guru lebih mudah dalam menyampaikan metode permainan tradisional, dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui metode permainan tradisional “kaulinan barudak oray-orayan” dapat dikatakan berhasil dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa sunda anak.
Studi Komparasi Penerapan Program Merdeka Belajar di TK Pertiwi Beji dan TK Mutiara Bangsa Pemalang Widya Azizah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i1.7473

Abstract

Seiring berjalannya waktu dibutuhkan kurikulum yang lebih membebaskan peseta didiknya untuk mengeksplorasi potensi dan kemampuan dirinya sendiri tanpa ada tekanan dari guru, sehingga dibentuklah program kurikulum merdeka belajar. Proses perwujudan program merdeka belajar ini haruslah diawali dari lembaga pendidikan awal atau yang dalam hal ini berarti harus dimulai dari lembaga pendidikan anak usia dini, di mana dengan adanya program ini nantinya perkembangan peserta didik akan dapat lebih dioptimalkan sesuai dengan bakat, minat, karakteristik dan potensi diri anak masing-masing serta penanaman karakter pada setiap individu juga akan lebih mudah. Dalam penelitian kali ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi penerapan program merdeka belajar di TK Pertiwi Beji. (2) mengidentifikasi penerapan program merdeka belajar di TK Mutiara Bangsa Beji. Serta (3) menganalisis perbedaan penerapan program tersebut di antara kedua lembaga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program merdeka belajar di TK Pertiwi Beji dan TK Mutiara Bangsa Beji terdapat beberapa perbedaan yaitu berkaitan dengan perubahan jam belajar, penggunaan kurikulum operasional sekolah, perbedaan yang ketiga terletak pada salah satu prinsip pembelajaran yang belum terpenuhi di kelompok B TK Mutiara Bangsa yaitu proses pembelajaran yang belum didasarkan pada lingkungan yang relevan dengan peserta didik melainkan lebih berfokus pada topik umum saja, berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran di TK Pertiwi Beji sudah terlaksana sesuai dengan prinsip pembelajaran berdasar karakteristik penerapan program merdeka belajar PAUD.
Pengaruh Media Pembelajaran APE Lapengka terhadap Kemampuan Mengenal Angka pada Kelompok A TK Cepoko Legokcule Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Sabrina Aulia Zahra; Triana Indrawati
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i1.7474

Abstract

Anak usia dini disebut sebagai usia emas karena pertumbuhan dan perkelmbangan moral, agama, sosial, emosional, kognitif, dan bahasa yang pesat pada usia dini. Mengenal angka merupakan salah satu aspek perkembangan kognitif. Pengenalan konsep angka dan simbol angka sangat penting untuk dikuasai oleh anak, karena ini akan menjadi dasar guna menguasai konsep matematika pada pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pemainan APE LAPENGKA membantu anak belajar mengenal dan anak berperan aktif dalam permainan ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apakah ada pengaruh APE Layar LAPENGKA terhadap kemampuan mengenal angka pada anak kelompok A di TK Cepoko Lego kcule? (2) Bagaimana pengaruh APE Layar Lapengka terhadap kemampuan mengenal angka pada anak kelompok A di TK Cepoko Legokcule? Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen (one group pretest-posttest design) dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 22 responden. Uji hipotesis dengan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS 22. Dari hasil pretest dan posttest penelitian yang dilakukan yaitu melalui media pembelajaran APE Layar Lapengka dapat mempengaruhi kemampuan mengenal angka kelompok A TK Cepoko Legokcule. Hasil ini sesuai uji paired sample t- test yaitu diperoleh nilai 0,000 < 0,05. Maka Ha diterima, artinya ada pengaruh signifikan media pembelajaran APE Lapengka terhadap kemampuan mengenal angka.
Pengenalan Literasi Pada Anak Usia Dini Menggunakan Metode Membaca Nyaring (Read Aloud) Tasya Sabila
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i2.8691

Abstract

Pada zaman sekarang dengan kemajuan zaman yang semakin maju tuntutan realitas pada anak sekolah dasar semakin kompleks. Anak pada usia sekolah dasar terutama dikelas-kelas awal seperti kelas I dan II anak sudah dituntut untuk memahami, membaca, menyimak, fokus dan penalaran terhadap materi pembelajaran di sekolah. Problematika pada anak-anak sekolah dasar ini meliputi kesulitan belajar seperti ketidakmampuan anak dalam mengenal uruf, tidak mampu fokus dan memahami serta kesulitan menyimak dan menalara materi pembelajaran sekolah. Anak sebelum sekolah dasar sejatinya sudah menempuh pra sekolah di lembaga pendidikan anak usia dini. Pada lembaga PAUD inilah perkembangan literasi dasar anak terutama literasi baca anak dipersiapkan untuk memasuki sekolah dasar. Fokus karya tulis ilmiah ini adalah pengenalan budaya literasi dengan membacakan buku pada anak secara nyaring ke lembaga pendidikan anak usia dini. Karya ilmiah ini menggunakan metode tinjauan pustaka dan penulisan deskriptif dengan menggunakan sumber sekunder dan primer. Hasil dari penelitian ini menunjukkan membacakan buku pada anak secara nyaring memiliki banyak manfaat dalam pengembangan literasi terutama pada kemampuan menyimak, memahami, mendengar, mengenal kata, memiliki rasa ingin tahu serta perbendaharaan kata anak yang banyak untuk kesiapan anak di sekolah dasar. Kesulitan belajar anak sekolah dasar pada pembelajaran dapat diatasi dengan membacakan buku pada anak secara nyaring yang melatih aspek-aspek literasi dasar anak seperti kemampuan memahami, menyimak, mengingat dan banyak manfaat lainnya yang menjadi modal dasar dalam kesiapan pembelajaran di tahap sekolah dasar.
Implikasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegence ) pada Proses Penerapan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Rosita; Naila Tamimi
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i2.8692

Abstract

Proses pembelajaran bisa menggunakan berbagai media untuk memudahkan prosesnya, yang bertujuan untuk mengembangkan aspek perkembangan serta kemampuan anak. Perkembangan media yang begitu pesat, seperti penggunaan AI (artificial intelegence) di berbagai bidang mulai marak. Sehingga tidak menutup kemunkinan, pendidik suatu saat akan dominan dibantu oleh AI (artificial intelegence). Namun penanaman karakter serta pembiasaan sikap baik pada anak usia dini membutuhkan penguatan dan role model yag kuat dari pembimbing atau guru yang tidak hanya menginstruksikan. Dan proses pendidikan karakter dan penanaman nilai ibadah melalui kecerdasan buatan ini sepatutnya menjadi hal yang layak diamati secara mendalam. Karena proses penanaman pendidikan karakter melalui kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) harus memiliki pedoman (guideline) yang tepat, khususnya pada pendidikan awal anak ( Anak Usia Dini/ TK/RA atau SD kelas awal). Penelitian ini menganalisa tentang dampak dari proses pembelajaran karakter anak usia dini dengan menggunakan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelegence). Adapun jenis penelitian ini adalah kualitatif.
Moderasi Beragama Pada Anak Usia Dini Melalui Lagu Kebangsaan dan Nasional Mukhlis Fathurrohman; Ngatmin Abbas; Alfian Eko Rochmawan
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i2.8693

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penanaman nilai-nilai moderasi beragama pada anak usia dini untuk membentuk generasi yang toleran, harmonis, dan cinta damai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektifitas lagu kebangsaan dan lagu nasional dalam mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama kepada anak-anak. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur terkait moderasi beragama, pendidikan anak usia dini, dan musik dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik, khususnya lagu kebangsaan dan lagu nasional, memiliki peran signifikan dalam perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Lagu-lagu dengan lirik yang bermakna seperti "Indonesia Raya", "Bagimu Negeri", dan "Garuda Pancasila" membantu anak-anak memahami konsep abstrak seperti persatuan, toleransi, dan cinta tanah air. Teori pembelajaran sosial Bandura mendukung penggunaan lagu-lagu ini sebagai alat pembelajaran, karena anak-anak belajar melalui pengamatan dan imitasi. Selain itu, teori Kecerdasan Ganda Gardner menunjukkan bahwa lagu-lagu ini dapat membantu mengembangkan kecerdasan musikal dan interpersonal anak, serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. Dengan demikian, pengajaran moderasi beragama melalui lagu kebangsaan dan lagu nasional dapat membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai penting yang membentuk sikap moderat dalam beragama. Pendekatan ini melibatkan peran aktif orang tua dan lingkungan pendidikan yang mendukung, menciptakan generasi yang siap menghargai perbedaan dan bekerja sama untuk kebaikan bersama.
Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini Melalui Kisah Para Nabi di Raudhatul Athfal Chairunnisa Sukoharjo Elina Intan Apriliani; Muhammad Jafar Nashir; Iffah Mukhlisah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i2.8695

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini untuk membentuk dasar moral yang kuat. Pendidikan karakter di usia dini menjadi krusial karena pada masa inilah anak-anak mulai membentuk kebiasaan, nilai-nilai, dan perilaku yang akan mereka bawa hingga dewasa. Raudhatul Athfal Chairunnisa Sukoharjo menggunakan kisah para nabi sebagai media pembelajaran karena kisah-kisah ini mengandung nilai-nilai moral yang mendalam dan universal. Kisah para nabi tidak hanya menawarkan cerita yang menarik, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang kuat seperti kejujuran, kesabaran, keberanian, dan kasih sayang. Pendekatan ini dipilih karena cerita adalah salah satu cara paling efektif untuk menarik perhatian anak-anak dan membantu mereka memahami konsep moral yang kompleks. Dengan mendengarkan kisah para nabi, anak-anak dapat melihat contoh nyata tentang perilaku positif yang dapat mereka teladani. Selain itu, kisah-kisah ini mampu menjangkau berbagai aspek perkembangan anak, termasuk kognitif, sosial, dan emosional, sehingga memberikan dampak yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pendidikan karakter melalui kisah para nabi pada anak usia dini di Raudhatul Athfal Chairunnisa Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah para nabi efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif pada anak usia dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, keberanian, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan kisah para nabi sebagai media pendidikan karakter adalah strategi yang efektif untuk mendukung perkembangan moral anak usia dini di Raudhatul Athfal Chairunnisa Sukoharjo. Dengan demikian, strategi ini bisa menjadi model bagi lembaga pendidikan lain yang ingin mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum mereka.

Page 10 of 12 | Total Record : 120