cover
Contact Name
-
Contact Email
asghar@iainpekalongan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
asghar@iainpekalongan.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Asghar: Journal of Children Studies
ISSN : 27975630     EISSN : 28073479     DOI : https://doi.org/10.28918/asghar
Core Subject : Education,
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Articles 120 Documents
Analisis Karakter Religius Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Desa Gaseu Aceh Barat Fitri Yani; Hayati, Zikra; Munawwarah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i2.8763

Abstract

Children's religious character can be analyzed by mentioning the name of their God and the religion they embrace, understanding that living things and their surroundings are God's creations and children can explain the existence of symbols that reflect their religious practices such as religious holidays, places of worship and others. The role of parents is very important in shaping the religious character of children aged 5-6 years. This study aims to determine the religious character of children aged 5-6 years in Gaseu Village, West Aceh. This study uses descriptive qualitative research with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The subjects of this study were 3 children in Gaseu Village aged 5-6 years, and 3 parents of children studied in Gaseu Village, West Aceh. The results of the study showed that one subject experienced development and two other subjects had not experienced development in mentioning the name of their God and the religion they embraced, in the second indicator one subject experienced development and two other subjects had not experienced development in knowing that living things and the surroundings are God's creations, while in the third indicator two subjects experienced development and one other subject had not experienced development in explaining the existence of symbols that reflect their religious practices.
Analisis Implementasi Program Pelibatan Orangtua di Taman Kanak-Kanak Berdasarkan Epstein Model of Parental Involvement Salianty, Syariah; Aulia Tazkia Kariim; Dede Dhiyaul Auliyah; Iklima; Miftah Fadhilah Rahmah; Nazwa Putri Rieuwpassa; Nur Aliza; Siti Nurmania Najwa
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i2.8770

Abstract

Pelibatan orang tua dalam PAUD memiliki manfaat dalam meningkatkan motivasi pada anak usia dini, selain itu keterlibatan orang tua juga sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran di sekolah, karena pihak sekolah juga akan membutuhkan dukungan dari para orang tua dalam mengembangkan dan melaksanakan berbagai kegiatan di sekolah. Orang tua berperan penting dalam membentuk karakter anak terutama dalam pengembangan kepribadian mereka. Seringkali, orang tua kurang menyadari betapa pentingnya peran mereka dalam pendidikan anak. Mereka seringkali menganggap bahwa tanggung jawab pendidikan sepenuhnya berada pada sekolah dan bahwa tugas mereka hanya terbatas pada pembayaran biaya pendidikan. Akibatnya, komunikasi dan kerjasama antara sekolah dan orang tua sering terputus, yang dapat menghambat perkembangan anak. keterlibatan orang tua berarti partisipasi mereka dalam pendidikan dan pengalaman anak. Unsur-unsur pendukung keterlibatan ini meliputi perhatian, waktu berkualitas, pemenuhan kebutuhan, kasih sayang, motivasi, dan pengembangan karakter anak. Oleh karena itu, peran orang tua dalam pendidikan anak sangat penting dan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada guru di sekolah. Orang tua berperan penting dalam membentuk karakter anak, terutama dalam pengembangan kepribadian mereka. Sebagai sarana pertama sosialisasi, keluarga sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anak. Tujuan dari keterlibatan orang tua adalah untuk membentuk pribadi anak menjadi individu yang baik dan berguna bagi masyarakat. Dengan menerapkan strategi yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul di era yang berkembang pesat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Karena pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data dan selanjutnya akan diubah menjadi penjelasan secara terperinci yang berfokus pada perumusan masalah yang mengarahkan peneliti untuk secara menyeluruh, luas, dan mendalam mengeksplorasi atau menggambarkan situasi sosial yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman kanak-kanak yang diteliti yaitu TK Negeri Pembina Cipocok telah mengimplementasikan beberapa dimensi model Epstein, terutama dalam hal communicating dan volunteering antara sekolah dan orang tua. Di sekolah TK Negeri Pembina Cipocok menunjukkan ada beberapa kegiatan bentuk pelibatan orang tua yang dilaksanakan seperti rapat sekolah, mendukung putting class, mendukung extra fooding, menghadiri seminar (sosialisasi), hadir dan ikut terlibat dalam pentas seni, dan pembagian rapor. Untuk meningkatkan efektivitas program, disarankan agar sekolah bekerja sama dengan orang tua dan pihak luar untuk merancang program yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan serta keterbatasan orang tua.
Pengaruh Media Flip Chart ABG (Angka Dan Bentuk Geometri) Terhadap Kemampuan Matematika Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Kastiyah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i2.9010

Abstract

Kemampuan matematika permulaan merupakan salah satu kemampuan yang perlu dikenalkan pada anak sejak dini, karena pembelajaran matematika bagi anak usia dini dapat menjadikan anak belajar dan mampu berfikir logis dan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media flip chart ABG (Angka dan Bentuk Geometri) terhadap kemampuan matematika permulaan anak usia 5-6 tahun di PAUD Lab School FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 9 anak yang berada pada kategori usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan dokumentasi. Teknik analisis data mencakup uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji paired sampel t-test dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS versi 25.0. Dari hasil analisis data yang diperoleh yaitu uji paired sampel t-test sebesar 0.000 < 0.05. sedangkan koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 0.743. artinya pengaruh media flip chart ABG terhadap kemampuan matematika permulaan anak usia 5-6 tahun sebesar 74,3%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media flip chart (Angka dan Bentuk Geometri) terhadap kemampuan matematika permulaan anak usia 5-6 tahun di PAUD Lab School FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Implementasi Pengenalan Makanan Sehat dan Bergizi Melalui Bekal Makanan pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Nusa Indah Randumuktiwaren Izha Aliefa
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v4i2.9140

Abstract

Pengenalan makanan sehat dan bergizi melalui bekal makanan pada anak usia dini merupakan suatu upaya agar anak memiliki pengetahuan yang baik ketika mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, selain itu merupakan suatu upaya agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengenalan makanan sehat dan bergizi melalui bekak makanan sehat di TK Nusa Indah Randumuktiwaren. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengenalan makanan sehat dan bergizi melalui bekal makanan pada anak usia 5-6 tahun di TK Nusa Indah Randumuktiwaren menunjukkan bahwa pengenalan makanan sehat melalui bekal menjadikan peserta didik memiliki pemahaman yang baik dan terbiasa untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, tidak mudah jajan di sembarang tempat, dan pertumbuhan peserta didik di setiap bulannya mengalami kenaikan. Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan implementasi pengenalan makanan sehat dan bergizi melalui bekal makanan pada anak usia 5-6 tahun di TK Nusa Indah Randumuktiwaren adalah hubungan yang baik dari guru dan orang tua, sarana dan prasarana yang mendukung dan pola asuh orang tua. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu tingkat ekonomi, waktu dan kesibukan orang tua, pengertahuan orang tua dan lingkungan.
Implementasi Penilaian Autentik dalam Kurikulum Merdeka di RA Darul Abror Kabupaten Brebes Indah Rahmawati; Riyadi, Ridho
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i1.8760

Abstract

This study aims to assess the implementation of authentic assessment within the Merdeka Curriculum at RA Darul Abror Brebes and analyze the supporting and inhibiting factors involved. The research employs a qualitative-descriptive method with primary data sources including observations, interviews, and documentation, as well as secondary data from RA Darul Abror's internal records. Data analysis is conducted using Miles and Huberman's model, which involves data reduction, data presentation, and verification. The findings indicate that RA Darul Abror has implemented authentic assessment in line with the Merdeka Curriculum, utilizing both formative and summative assessments. Formative assessment is employed to provide feedback and revise the learning process, while summative assessment is used at the end of a period to measure learning outcomes. Assessment instruments include anecdotal records, student work samples, and development checklists. Supporting factors for the implementation of authentic assessment include family support, adequate teacher understanding, cooperation between parents and teachers, and teacher discussions. However, challenges such as insufficient comprehensive understanding of authentic assessment among some teachers and a lack of socialization regarding authentic assessment within the Merdeka Curriculum also exist.
Increasing Religious Awareness in Early Childhood Through Religious Literacy Programs at Lukman Hakim Purwokerto Kindergarten Hamid Samiaji, Mukhamad; Prawening, Cesilia; Husnifah, Hikmatul
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i1.10389

Abstract

Religious awareness in early childhood is an important foundation in the formation of children's character and morals. At this stage, children are at a critical phase in their cognitive and emotional development, where basic values and moral principles begin to take shape. This research aims to find out how to improve the religious basics of early childhood through religious literacy programs. The research uses qualitative methods with observational data collection techniques, interviews, and documentation. The data analysis used is the Miles and Huberman model, namely data reduction, display, and verification. The results of this study show that Bntuk and the main components of the religious literacy program at Lukman Hakim Purwokerto Kindergarten, include: daily activities, religious stories or stories, worship practice activities, creative and artistic activities, celebration of religious holidays, strengthening spiritual and social values, and collaboration with parents. Efforts made to increase religious awareness through religious literacy programs at Lukman Hakim Purwokerto Kindergarten are by 1) Introducing and getting used to religious practices, 2) Introducing and getting used to honest, helpful, polite, respectful, and sportsmanlike behavior, 3) Introducing and getting used to personal hygiene and environmental cleanliness, 4) Introducing religious holidays, 5) Daily activities to teach religious values, and 6) Introduce and foster respect and tolerance for other religions.
Pelestarian Kesenian Tradisional Anggun (Angklung Gunung) dalam Menumbuhkan Karakter Cinta Tanah Air Anak Usia Dini Hidayatu Munawaroh; Agus Sriyanto; Dimas Setiaji Prabowo
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i1.10473

Abstract

Pelestarian kesenian tradisional Anggun (Angklung Gunung) memiliki peran penting dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air pada anak usia dini. Angklung Gunung sebagai warisan budaya tak benda bukan hanya sekadar alat musik, tetapi juga sarana edukasi yang mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, dan identitas budaya kepada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran berbasis seni tradisional dapat membentuk sikap nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya sendiri sejak dini. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji implementasi program pelestarian Angklung Gunung di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan komunitas seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif anak dalam bermain dan memahami filosofi Angklung Gunung dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap budaya nasional, memperkuat rasa kebersamaan, serta menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Dengan demikian, pelestarian Angklung Gunung sebagai bagian dari pendidikan seni budaya dapat menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air pada anak usia dini.
Microlearning in Higher Education: Student Challenges and Engagement Ilham, Muhammad; Sari, Dwhy Dinda
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i1.10476

Abstract

This study aims to explore microlearning in higher education, the challenges that may be faced by institutions and students as well as student involvement in the learning process. This study uses a qualitative approach with a literature study research method. Data collection techniques are carried out by looking for sources from books, journals and the like. The results of the research 1) The challenges found are in the application of microlearning, including the creation of quality content that can convey academic concepts in depth, limited access to technology in certain areas, and the potential for knowledge fragmentation; 2) Microlearning combined with self-regulated learning (SRL) is able to provide greater benefits by encouraging the development of self-learning skills and self-reflection
Pengembangan Media Evaluasi Harian Daring untuk Menstimulasi Sikap Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Laily Nur Aisiyah; Qori Azmil Maghfiroh; Nanik Yuliati; Sinta Maulida Hapsari
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i1.10638

Abstract

Abstrak Pendidikan anak usia dini merupakan tahap awal dan terpenting dalam proses pembelajaran dan perkembangan jangka panjang. Aspek penting yang perlu distimulasi pada anak usia dini antara lain aspek sosial emosional yang meliputi kesadaran diri, rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain, menaati peraturan, pengaturan diri, dan bertanggung jawab atas perilakunya demi kebaikan orang lain. Untuk mewujudkan sinergi antara guru dan orang tua dalam pendidikan anak usia dini, khususnya dalam proses stimulasi sikap tanggung jawab anak, maka dilakukan penelitian tentang Pengembangan Media Evaluasi Harian Daring untuk Menstimulasi Sikap Tanggung Jawab pada Anak Usia 5-6 Tahun yang sekaligus sebagai upaya untuk menyukseskan program Tujuh Kebiasaan Hebat Anak Indonesia yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tentang pengembangan media evaluasi harian daring untuk menstimulasi sikap tanggung jawab anak usia 5-6 tahun yang dioperasikan secara daring. Untuk menilai efektivitas media, dilakukan penilaian terhadap respon praktisi pendidik anak usia dini dari lembaga yang melaksanakan evaluasi harian aktivitas anak dan yang tidak melaksanakan evaluasi harian aktivitas anak. Berdasarkan analisis hasil penilaian praktisi terhadap media yang dikembangkan, maka Media Evaluasi Harian Daring untuk Menstimulasi Tanggung Jawab Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun layak digunakan dengan Tingkat Response sebesar 84,76%.
Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Permainan Edukatif Ramah Lingkungan Dina Pertiwi Ajie; Yetty Isna Wahyu Septiana; Safira Meida Putri
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i1.10644

Abstract

Meningkatkan ketrampilan dan kreativitas seorang anak, guru maupun orang tua harus memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka. Oleh karena itu, kreatifitas harus dikembangkan semaksimal mungkin. Pendidikan anak usia dini sangat penting untuk perkembangan dan pembentukan kepribadian anak karena mereka belajar sambil bermain. Permainan yang digunakan selama proses pembelajaran harus memiliki nilai pendidikan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Karena tidak semua permainan dapat digunakan untuk pembelajaran, maka permainan yang digunakan guru di sekolah harus diperhatikan sebaik mungkin agar dapat membantu perkembangan anak. Dalam setiap pembelajaran, guru anak usia dini harus menunjukkan kemampuan kreatifnya agar anak didiknya dapat menunjukkan kemampuan mereka sendiri. Permainan edukatif harus selalu dibuat baik di sekolah maupun di rumah karena mereka dapat membantu menumbuhkan kreatifitas seorang anak, khususnya dalam pendidikan anak usia dini, dan diharapkan dapat mendorong mereka untuk menjadi kreatif.

Page 11 of 12 | Total Record : 120