cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Aplikasi Mulsa Organik dan Jarak Tanam pada Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Dika Pratama; Erita Hayati; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.768 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22650

Abstract

Abstrak. Gulma menjadi salah satu masalah yang harus diatasi dalam budidaya kedelai. Penggunaan mulsa organik dengan jarak tanam menjadi solusi terhadap permasalahan gulma, selain itu keduanya juga dapat meningkatkan kualitas produksi sesuai harapan. Tujuan penelitian untuk dapat mengetahui pengaruh mulsa organik serta jarak tanam, dan interaksi antara kedua faktor mengenai pertumbuhan serta hasil produksi kedelai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor peubah yang diteliti adalah mulsa organik dan jarak tanam. Faktor mulsa organik terdiri dari 3 taraf yaitu: kontrol, eceng gondok dan jerami padi. Jarak tanam yaitu 40 cm x 10 cm, 40 cm x 20 cm dan 40 cm x 30 cm dan 3 taraf menjadi faktornya. Peubah yang diamati yaitu laju tinggi tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman dan hasil biji kering. Hasil uji sidik ragam menyatakan bahwa mulsa organik berpengaruh terhadap laju tinggi tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman serta bobot biji kering. Penggunaan mulsa jerami padi dapat meningkatkan laju tinggi tanaman, bobot biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, serta hasil biji kering kedelai. Jarak tanam berpengaruh terhadap jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman dan bobot hasil biji kering. Peubah jumlah biji per tanaman, peubah bobot biji, dan peubah hasil biji kering dapat meningkat di perlakuan jarak tanam 40 cm x 30 cm. Tidak ada interaksi antar mulsa organik dan jarak tanam pada pertumbuhan dan hasil produksi kedelai.Application of plant space and organic mulch in soybean (Glycine max L.)Abstract. Weeds are one of the problems that must be overcome in soybean cultivation. The use of organic mulch with planting distance is a solution to the problem of weeds, besides that both can also improve the quality of production as expected. The purpose of the study was to determine the effect of organic mulch and plant spacing, and the interaction between the two factors regarding the growth and yield of soybean production. The design used was a 3 x 3 factorial pattern Randomized group design with 3 replications. The variables studied were organic mulch and plant spacing. The organic mulch factor consisted of 3 levels: control, water hyacinth and rice straw. The spacing is 40 cm x 10 cm, 40 cm x 20 cm and 40 cm x 30 cm and 3 levels are the factors. The observed variables were plant height rate, number of seeds per plant, seed weight per plant and dry seed yield. The results of the variance test stated that organic mulch affected the rate of plant height, number of seeds per plant, seed weight per plant and dry seed weight. The use of rice straw mulch can increase the rate of plant height, seed weight per plant, number of seeds per plant, and dry seed yield of soybean. Plant Spacing affects the number of seeds per plant, seed weight per plant and dry seed yield. The variable number of seeds per plant, the variable seed weight, and the variable dry seed yield can increase in the 40 cm x 30 cm spacing treatment. There is no interaction between organic mulch and plant spacing on soybean growth and yield.
Desain Mesin Pengupas Buah Pinang Kering Tipe Mata Pengupas Silinder Ulir Muhammad Raihan; Mustaqimah Mustaqimah; Ramayanty Bulan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.597 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21209

Abstract

Abstrak. Pinang ( Areca catechu L) merupakan salah satu komoditas pertanian yang tergolong jenis palma. Di Indonesia, pinang merupakan komoditas pertanian yang memiliki banyak manfaat, namun masih belum dilirik oleh masyarakat untuk dikembangkan. Salah satu penyebab masyarakat tidak mengembangkan tanaman pinang adalah karena belum adanya mekanisasi pertanian yang dapat membantu proses pasca panen buah pinang. Petani pinang di Indonesia pada umumnya dan di Aceh pada khususnya sering mengupas kulit pinang secara manual atau tradisional, dengan menggunakan benda tajam (pisau) yang dapat merusak buah pinang maka kualitas hasil buah pinang yang diperoleh akan kurang baik. , mempengaruhi kualitas buah pinang. lama pemakaian, dan dapat menyebabkan penurunan harga jual buah pinang, serta menghabiskan waktu yang lama dalam proses pengupasan buah pinang. Sementara itu, menggunakan mesin pengupas untuk skala industri dapat mempersingkat waktu kerja pengupasan buah pinang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder. Hasilnya, dilakukan proses perancangan mesin pengupas buah pinang kering dengan software solidworks sehingga menghasilkan desain 3D. Hasil perancangan mesin ini menggunakan sumber tenaga berupa mesin diesel dengan daya motor 3 HP berdasarkan analisa teknis, transmisi pulley-belt dan chain-sprocket.Abstract. Areca nut (Areca catechu L) is one of the agricultural commodities belonging to the type of palms. In Indonesia, areca nut is an agricultural commodity that has a lot of benefits, but is still not ogled by the community to be developed. One of the reasons the community does not develop areca nut crops is due to the lack of agricultural mechanization that can assist in the post-harvest process of betel nut. Areca nut farmers in Indonesia in general and in Aceh in particular, often peel the betel nut skin manually or traditionally, by using a sharp object (knife) that can damage the betel nut, the quality of the areca nut yields obtained will be less good, affecting the quality of the betel nut. long use, and can cause a decrease in the selling price of areca nut, and spend a long time in the process of peeling the betel nut. Meanwhile, using a peeler machine for an industrial scale can shorten the working time of betel nut peeling. This study uses qualitative methods with secondary data. As a result, the design process of the dried betel nut peeler machine was carried out with solidworks software to produce a 3D design. The result of this machine design is using a power source in the form of a diesel engine with a motor power of 3 HP based on technical analysis, pulley-belt transmission and chain-sprocket.
Pengaruh Biochar dan Pupuk Organik Cair Nasa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max L. Merril) Abdi Utama Lubis; Agus Halim; Nanda Mayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.838 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20888

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis biochar dan dosis pupuk organik cair Nasa, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2021 di Kebun Biochar Research Center, Sektor Timur, Universitas Syiah Kuala. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 2x3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis biochar yang terdiri dari 2 taraf (0  ton ha-1 dan 20 ton ha-1). Faktor kedua adalah konsentrasi POC Nasa yang terdiri dari 3 taraf (0 ml L-1, 10 ml L-1 dan 20 ml L-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis biochar 20 ton ha-1dan konsentrasi POC Nasa 10 ml L-1 dapat meningkatkan tinggi tanaman 30, 45 dan 60 HST, jumlah polong segar dan bobot polong segar. Kombinasi perlakuan dosis biochar 20 ton ha-1 dengan konsentrasi POC Nasa 0 ml L-1 merupakan kombinasi yang lebih efisien untuk mendapatkan produktivitas dan produksi tanaman kedelai edamame.The Effect of Biochar and Nasa Organic Liquid Fertilizer on Growth and Yield of Edamame Soybean (Glycine max L. Merril)Abstract. This study aimed to determine the effect of biochar dose and Nasa liquid organic fertilizer dose, as well as their interaction on the growth and yield of edamame soybeans. This research was carried out from January to June 2021 at the Biochar Research Center Plantation, East Sector, Syiah Kuala University. This research used was a 2x3 factorial randomized block design with 3 replications. The first factor is the dose of biochar which consisted of 2 levels (0 tons ha-1 and 20 tons ha-1). The second factor was the concentration of POC Nasa which consisted of 3 levels (0 ml L-1, 10 ml L-1 and 20 ml L-1). The results of research showed that the dose of biochar 20 tons ha-1 and the concentration of Nasa POC 10 ml L-1 could increased plant height by 30, 45 and 60 DAP, the number of fresh pods and the fresh pods weight. The combination of treatment with a dose of 20 tons ha-1 of biochar with a concentration of Nasa POC 0 ml L-1 is a more efficient combination to obtain productivity and production of edamame soybeans.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Konsentrasi Paclobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Al Dini; Jumini Jumini; Ainun Marliah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.155 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20166

Abstract

Abstrak. Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) adalah tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi. Peminat tomat dipasar terus meningkat, Oleh karena itu perlu dikembangkan lebih lanjut prosedur budidaya tanaman, adapun strateginya yaitu dengan pemberian pupuk NPK dan memanfaatkan zpt Paclobutrazol dengan dosis dan konsentrasi yang tepat untuk membantu pertumbuhan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK, dan Konsentrasi Paclobutrazol, serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, yang telah berlangsung dari bulan Juni hingga September 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu faktor dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu 600, 800 dan 1.000 kg/ha. Faktor kedua yaitu konsentrasi Paclobutrazol terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa paclobutrazol, 50, 150, 300 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang lebih baik dijumpai pada perlakuan dosis pupuk NPK 1.000 kg/ha. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang lebih baik dijumpai pada Konsentrasi Paclobutrazol 300ppm. Pertumbuhan dan hasil tanaman tomat terbaik terdapat pada kombinasi antara perlakuan dosis pupuk NPK 1.000kg/ha dengan konsentrasi Paclobutrazol 300 ppm terhadap tinggi tanaman dan diameter batang 15, 30, 45HST, umur berbunga, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, diameter buah, dan potensi hasil.(Effect of NPK Fertilizer Dosage and Paclobutrazol Concentration on Growth and Yield of Tomato Plants (Lycopersicum esculentum Mill.))Abstract. Tomato (Lycopersicum esculentum Mill.) is one of the green yields with high monetary worth. The interest for tomatoes in the market keeps on expanding from one year to another. Hence, it is important to further develop plant development procedures, one of which is tomato development strategies, in particular by giving NPK manure and furthermore utilizing zpt Paclobutrazol with the right portion and focus to help ideal outcomes. This study means to decide the impact of the portion of NPK manure, and the grouping of Paclobutrazol, as well as the association between the two on the development and yield of tomato plants. This examination was led at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh, which occurred from June to September 2021. The plan utilized was a 4x3 factorial randomized block plan with 3 replications. The element contemplated was the portion of NPK manure which comprised of 3 levels, to be specific 600, 800 and 1,000 kg/ha. The subsequent component is the centralization of Paclobutrazol comprising of 4 levels, specifically without paclobutrazol, 50, 150, 300 ppm. The outcomes showed that the better development and yield of tomato plants was found at a portion of 1,000 kg/ha of NPK compost. The outcomes likewise showed that the better development and yield of tomato plants was found at the Paclobutrazol convergence of 300 ppm. The best development and yield of tomato plants was found in the blend of treatment with a portion of 1,000 kg/ha of NPK compost with a grouping of 300 ppm Paclobutrazol on plant tallness and stem width of 15, 30, 45 DAT, blossoming age, number of natural product planted, natural product weight planted, natural product distance across and yield potential.
Analisis Perubahan Garis Pantai Menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) di Pesisir Timur Kota Sabang Zikri Lazuardi; Abubakar Karim; Sugianto Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.251 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18872

Abstract

Abstrak. Garis pantai merupakan batas antara air laut dan daratan. Batas ini selalu berubah dengan sangat dinamis dan saling berintersaksi, perubahan secara sementara seperti adanya pasang surut maupun perubahan akibat abrasi dan akresi dalam kurun waktu yang lama. Perubahan garis pantai disebabkan oleh proses alami maupun aktivitas manusia dalam memanfaatkan kawasan pantai guna memenuhi kebutuhannya (Niya, et al., 2013). Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui terjadinya perubahan garis pantai, lebar perubahan garis pantai dan faktor penyebabnya. Analisis perubahan garis pantai diawali dengan pengumpulan data skunder, yaitu data citra landsat 5, 7 dan 8. Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan tools Digital Shoreline Analysis System  (DSAS). Hasil analisis menunjukan bahwa terjadi perubahan garis pantai dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Sebagian besar perubahan garis pantai mengalami abrasi dan hanya sebagian kecil yang mengalami akresi. Abrasi terjadi secara alami disebabkan oleh energi kinetik air laut sedangkan akresi terjadi di kawasan terbangun, yaitu pembangunan infrastruktur seperti di pelabuhan, dermaga dan kawasan-kawasan yang dibangun Seawall.Abstract. The coastline is the boundary between sea water and land. This boundary is always changing very dynamically and interacting with each other, temporary changes such as tides and changes due to abrasion and accretion over a long period of time. Changes in coastlines are caused by natural processes and human activities in utilizing coastal areas to meet their needs (Niya, et al., 2013). The purpose of this study is to determine the occurrence of shoreline changes, the width of shoreline changes and the factors causing it. The analysis of shoreline changes begins with the collection of secondary data, namely Landsat 5, 7 and 8 imagery. Then proceed with analysis using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) tools. The results of the analysis show that there has been a change in the coastline in the last 20 years. Most of the changes in the shoreline undergo abrasion and only a small part undergoes accretion. Abrasion occurs naturally due to the kinetic energy of seawater while accretion occurs in built-up areas, namely infrastructure development such as ports, docks and areas built by Seawall.
Prospek Pendirian Usaha Budidaya Jamur Tiram Ditinjau dari Aspek Finansial di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Akhsarul Habibi; Ryan Moulana; Bahlina Mohammad Nur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.425 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18333

Abstract

Jamur merupakan komoditi pertanian yang cukup diminati oleh masyarakat sebagai bahan pangan. Salah satu jenis jamur yang banyak dibudidayakan yaitu jamur tiram. Jamur tiram merupakan salah satu jamur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya jamur tiram di Kabupaten Aceh Barat Daya ditinjau dari aspek finansial. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis dilakukan dengan menghitung aspek finansial yaitu NPV, IRR, net B/C, dan payback period. Hasil analisis aspek finansial diperoleh nilai NPV pada tahun ke 5 sebesar Rp. 610.705.491, nilai IRR sebesar 52%, net (B/C) sebesar 2,8 dan PP selama 0,94 tahun.
Analisis Penerapan Intensifikasi Pada Tanaman Cabe Di Lahan Tanaman Kopi Masa Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Atu Lintang. Auvi Khaidad; Romano Romano; T. Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.816 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17593

Abstract

Planting of coffee crops will be a problem for farmers when coffee crops have not produced. Farmers will lose income for approximately two years before these main crops produce. Through the intensification program of chili and coffee crops are expected to increase and overcome the loss of income of farmers. This study aims to analyze the growth of coffee plants and productivity of intermittent plants, named chili. The method used in this study is Multi Purpose Project (case study). The results of this study showed that the income obtained by farmers in farming intensification of coffee and chili plants in Atu Lintang subdistrict is Rp 47.702.150 on average per farmer / growing season. Coffee and chili intensification farming is worth to run because the B/C Ratio obtained from coffee and chili farming is much greater than 1, which is 4. Production costs amounting to Rp 11.097.850 are only production costs in the first growing season, but farmers only need to spend Rp 10.412.433. Each village spends a different cost to conduct intensification activities of coffee and chili plants.
Faktor Penyebab Aktivitas Pembalakan Liar Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara Serlinta Bangun; Ryan Moulana; Ashabul Anhar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.956 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i4.15879

Abstract

Pembalakan liar adalah suatu kegiatan penebangan kayu yang dilakukan secara tidak sah tanpa ada izin otoritas setempat dan melanggar peraturan perundanng-undangan, yaitu berupa pencurian kayu didalam kawasan hutan Negara atau hutan Hak dan atau pemegang izin melakukan pembalakan lebih dari jatah yang telah ditetapkan dalam perizinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor aktivitas pembalakan liar di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan provinsi Sumatera Utara. Pengukuran faktor-faktor menurut responden dilaksanakan melalui wawancara menggunakan kuisioner dan observasi lapangan yang kemudian di deskripsikan. Adapun faktor yang tergolong tinggi terdapat pada faktor ekonomi. 
Uji Kecepatan Maju Pada Alat Kepras Tipe Mata Pisau Rotari Vertikal Bergerigi Pada Traktor Roda Dua Untuk Memotong Tunggul Tebu Muhammad Fajar; Ramayanty Bulan; Syafriandi Syafriandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.961 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13735

Abstract

Abstrak. Tanaman tebu (Saccharum offcinarum) merupakan tanaman penghasil gula, selain itu daun-daunya juga dapat gunakan untuk pakan ternak. Meningkatnya kebutuhan gula ini harus diimbangi dengan peningkatan produksi gula yaitu harus meningkatkan produksi tebu. Sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi tebu adalah meningkatkan bahan baku gula. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencukupi kebutuhan gula nasional maka dapat dilakukan dengan budidaya tebu kepras, dimana pengeprasan dapat dilakukan dengan cara manual dan juga dapat dilakukan dengan cara mekanis. Pengeprasan tebu merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya tebu ratoon. Penanganan pengeprasan tebu tentunya memerlukan penerapan teknologi mekasinasi yang tepat guna demi memperoleh hasil yang terbaik. Pengunaan alat kepras pada traktor roda dua diharapkan mampu meningkatakan hasil pertumbuhan tanaman tebu dari proses pengeprasan mengunakan traktor roda dua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hasil keprasan Tunggul tebu yang terbaik dari beberapa kombinasi perlakuan antara kecepatan maju 0,4 m/s, 0,5 m/s dan 0,6 m/s dengan menggunakan tenaga traktor roda dua. Pengamatan dilakukan  yaitu profil guudan, tunggul hasil keprasan dan pertumbuhan tunas selama 28 hari. Alat pengepras ini menggunakan mata pisau rotari vertikal bergerigi dengan diameter mata pisau 40 cm. Pengeprasan dilakukan dengan tiga kali pengulangan di setiap kecepatanya. Hasil tertinggi pertumbuhan tunas dari perlakuan adalah dengan kecepatan maju traktor 0,5 m/s menghasilkan kedalaman keprasan 10,01 cm dan lebar keprasan 40 cm, pertumbuhan tunas 85 tunas. Forward Speed Test on Serrated Vertical Rotary Blade  Tools with  Two Wheel Tractors to cut sugar cane stumpsAbstract. Sugarcane (Saccharum offcinarum) is a plant that can produce sugar, besides the leaves can also be used for animal feed. The increasing need for sugar must be balanced with an increase in sugar production which must increase the production of sugar cane. As an alternative to increase sugarcane production is to increase the raw material of sugar. Efforts that can be made to meet the needs of national sugar can be done with the cultivation of ratoon cane, where cutting the stumps can be done manually and can also be done by mechanical. Cutting sugar cane stumps is one of the keys to success in ratoon sugarcane cultivation. The handling of sugarcane shredding certainly requires the application of appropriate mechanization technology in order to obtain the best results. The use of a cutting sugarcane tools with two-wheeled tractor is expected to be able to increase the results of the growth of sugarcane from the cutting stumps process. This study aims to determine the best results of sugarcane stumps from a number of combinations of treatments between forward speed 0.4 m/s, 0.5 m/s and 0.6 m/s using two-wheeled tractor power. Observations were carried out, namely mound profile, stump results and growth of shoots for 28 days. This tool uses a vertical serrated rotary blade with a blade diameter of 40 cm. Cutting the sugar cane stump is done with three repetitions in each speed. The highest yield of shoot growth from the treatment was a tractor forward speed of 0.5 m/s resulting in a depth of 10.01 cm and a cutting width of 40 cm with 85 shoots growing. 
Efektivitas Minyak Cengkeh untuk Mengendalikan Patogen Terbawa Benih Secara In Vitro dan In Vivo pada Benih Tomat (Lycopersicum esculentum) Neza Puspita; Syamsuddin Syamsuddin; Tjut Chamzurni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.496 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10363

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan konsentrasi minyak cengkeh untuk mengendalikan patogen terbawa benih pada benih tomat secara in vitro dan in vivo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan November 2017 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang petama yaitu konsentrasi minyak cengkeh (C) yang terdiri atas 6 taraf yaitu 0,000%, 0,010%, 0,015%, 0,020%, 0,025%, 0,030%. Faktor kedua adalah jenis patogen (P) yang terdiri dari 2 taraf yaitu Fusarium oxysporum dan Pythium sp. Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga didapatkan 36 satuan percobaan. Adapun parameter in vitro yang diamati adalah diameter koloni dan daya hambat patogen lalu parameter in vivo yang diamati adalah pre emergence damping off, post emergence damping off, keparahan penyakit dan tinggi tanaman tomat.  Hasil penelitian menujukkan konsentrasi minyak cengkeh perpengaruh terhadap diameter koloni, daya hambat patogen, pre emergence damping off, post emergence damping off, keparahan penyakit dan tinggi tanaman tomat. Perbedaan jenis patogen yang digunakan berpengaruh terhadap diameter koloni, daya hambat patogen, keparahan penyakit dan tinggi tanaman, namun tidak berpengaruh nyata terhadap persentase pre emergence damping off dan persentase post emergence damping off. Konsentrasi minyak cengkeh yang terbaik untuk mengendalikan patogen terbawa benih baik secara in vitro maupun in vivo adalah 0,020%. Jenis patogen yang lebih dapat dikendalikan secara in vitro adalah F. oxysporum dan jenis patogen yang lebih dapat dikendalikan secara in vivo adalah Phytium sp.The Effectiveness Clove Oil to Control Seed Borne Pathogens In Vitro and In Vivo on Tomato Seeds (Lycopersicum esculentum)Abstrack. This study aims to determine the effect of clove oil concentration treatment to control seed borne pathogens on tomato seeds in vitro and in vivo. The research was conducted from August until November 2017 at the Technology and Seed Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The design used was Completely Randomized Design (RAL) factorial pattern consisting of two factors. The first factor is the concentration of clove oil (C) which consists of 6 levels, that were 0.000%, 0.010%, 0.015%, 0.020%, 0.025%, 0.030%. The second factor is the type of pathogen (P) which consists of 2 levels, that were Fusarium oxysporum and Pythium sp. There were 12 combinations of treatments with 3 replicated, so that obtained 36 units experiment. The in vitro observed variables were diameter of the colony, pathogen inhibitory activity and in vivo observed variables were pre emergence damping off, post emergence damping off, disease severity and tomato plants height. The results showed that the concentration of clove oil had a significant effect on diameter of the colony, pathogen inhibitory activity, pre emergence damping off, post emergence damping off, disease severity and tomato plants height. The difference type of pathogen had a significant effect on the diameter of the colony, pathogen inhibition, disease severity and tomato plant height, but had no significant effect on the percentage of pre emergence damping off and the percentage of post emergence damping off. The best concentration of clove oil to control seed borne pathogens both in vitro and in vivo is 0.020%. The type of pathogen that can be more controlled in vitro is F. oxysporum and the type of pathogen that can be more controlled in vivo is Phytium sp.

Page 68 of 103 | Total Record : 1028