cover
Contact Name
Imat Rochimat
Contact Email
imat.rochimat@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
+6285223467262
Journal Mail Official
jurnal.bmi@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gedung Direkorat Lt.2 Jl.Cilolohan No.35, Kel.Kahuripan, Kec.Tawang Kota Tasikmalaya 46115 INDONESIA
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Media Informasi
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : https://doi.org/10.37160/bmi.v19i1
Core Subject : Health,
Media informasi sebelumnya di OJS versi 2 dan mulai edisi Vol 18 No. 1 tahun 2022 beralih ke OJS Versi 3.. Sehingga perlu peubahan data/ update data. Media Informasi merupakan artikel kesehatan secara umum dengan sub bidang Keilmuan: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan, Keperawatan Gigi, Gizi, Farmasi, Rekam Medik, Informasi Kesehatan (RMIK) dan Kesehatan Masyarakat
Articles 136 Documents
Produksi Media Komik Sebagai Media Promosi Kesehatan dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue Pada Siswa Sekolah Dasar Sa’adah, Afifah Zahrotus; Salawati, Trixie; Dyah Larasaty, Nurina
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.620

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat endemisitas Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi. Kasus DBD terbanyak, salah satunya di kalangan anak-anak sekolah dasar. Minimnya pengetahuan anak-anak mengenai penularan dan pencegahan DBD dapat berkontribusi pada meningkatnya risiko terkena penyakit ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan komik sebagai media edukasi promosi kesehatan yang fokus pada penyampaian informasi mengenai DBD dan pencegahannya. Metode: Penelitian ini menggunakan model pengembangan media P-Process dari John Hopkins University. Uji coba media dilakukan dalam skala kecil pada 12 siswa SDN 02 Sendangmulyo melalui FGD. Hasil: Berdasarkan hasil uji kelayakan, komik pencegahan DBD dinyatakan layak untuk di uji coba dengan revisi. Uji coba skala kecil yang dilakukan pada siswa berusia 9-12 tahun menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah membaca komik tersebut. Siswa memberikan respons positif terhadap komik sebagai media edukasi, karena informasi disampaikan dengan cara yang menyenangkan melalui gambar-gambar yang menarik dan mudah dipahami. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan komik tentang pencegahan DBD layak digunakan untuk edukasi kepada siswa SD.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karang Gigi Di Poli Gigi RSUD Dr. H.M. Rabain Kabupaten Muara Enim Ambarita, Eka Novitasari; Lilia, Deli
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.621

Abstract

Pendahuluan: Karang gigi merupaka nendapan mineral, yang terjadi karena sisi makanan yang menempel pada plak yang terdapat pada enamel mahkota gigi yang tidak dibersihkan secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karang gigi di poli gigi RSUD dr. H.M Rabain Kabupaten Muara Enim. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan umur 17 tahun ke atas yang berobat ke poli gigi RSUD dr. H.M Rabain Kabupaten Muara Enim yang berjumlah 249 pasien dengan jumlah sampel sebesar 152 sampel. Uji statistik yang digunakan adalah uji chisquare. Hasil: Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil 59 responden (38,8%) yang mengalami karang gigi, terdapat 66 responden (43,4%) ada pengetahuan kurang baik, terdapat 73 responden (48%) yang melakukan frekuensi menyikat gigi kurang baik, terdapat 70 responden (46,1%) yang melakukan cara menyikat gigi kurang baik, terdapat 68 responden (44,7%) yang mengkonsumsi jenis makanan kurang baik untuk kesehatan gigi mulut dan terdapat 69 responden (45,4%) yang mempunyai kebiasaan mengunyah satu sisi. Hasil analisis bivariat diperoleh hasil variabel pengetahuan dengan p value 0,001, frekuensi menyikat gigi dengan p value 0,002, cara menyikat gigi dengan p value 0,002, jenis makanan dengan p value 0,007 dan kebiasaan mengunyah satu sisi dengan p value 0,000 Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, frekuensi menyikat gigi, cara menyikat gigi, jenis makanan dan kebiasaan mengunyah satu sisi dengan kejadian karang gigi di Poli Gigi RSUD dr. H.M Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun 2024.
Analisis Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)Bagi Petugas Kebersihan Jalan di Kecamatan Muara Enim Kalsum, Prasetyawati Any; Lilia, Deli
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.622

Abstract

Alat pelindung diri harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti nyaman dipakai, tidak mengganggu pekerjaan, efektif melindungi terhadap berbagai jenis bahaya, dan memenuhi standar. Alat pelindung diri meliputi pelindung kepala, mata, wajah, telinga, pernafasan, tangan dan kaki. Penggunaan alat pelindung diri diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan Kesehatandan keselamatan kerja yang disetujui pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja. Tujuan dari peneilian ini adalah untuk mengetahui Faktor faktor Yang MempengaruhiKepatuhanpenggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi Petugas Kebersihan Jalan Di Kecamatan Muara EnimTahun 2024. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dan pengambilan data dengan survei observasi onalanalitik dan rancangan penelitian menggunakan desain potongl intang(crosssectional). Populasi dalam penelitian ini yaitu Petugas Kebersihan Jalan di Kecamatan Muara Enim berjumlah 92 orang Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Total Sampling. Berdasarkan analisis hasil univariat menujukan bahwa responden tidak patuh memakai alat perlindungan diri sebanyak 79 responden (8,58%), pengetahuan kurang 75 responden (81,6%), sikap negatif 73 responden (79,3%), pengawasan 76 responden 82,7%). Berdasarkan analisis bivariat. Berdasarkan hasil analisis bivariat. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan P Value 0,002, Ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan P Value 0,013, Ada hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan P Value 0,041, Ada hubungan yang bermakna antara pengawasan dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan P Value 0,002. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar petugas kebersihan jalan dan Unit Pelaksana Teknis Dinas Persampahan Kota Muara Enim melaksanakan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara rutin, memberikan arahan sebelum menjalankan tugas, meningkatkan pengawasan penggunaan Alat Pelindung diri selama bekerja, serta memperhatikan kelengkapan, ketersediaan dan perawatan Alat Pelindung diri secara berkala.
Pengembangan Aplikasi "ASANTI " (Antisipasi stunting pada kelompok Risiko Tinggi) sebagai Media Penurunan Stunting di Indonesia Yuliastuti, Santi; Diana, Helmi
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.624

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama. WHO mengestimasikan prevalensi balita stunting diseluruh dunia sebesar 22% atau 149,2 juta pada tahun 2020. Salah satu faktor penyebab stunting adalah banyaknya kasus kehamilan ibu risiko tinggi dengan kasuk KEK. Pada saat ini media yang paling banyak diakses oleh ibu-ibu adalah perangkat seluler atau handphone. Oleh karena itu aplikasi berbasis Android menjadi efektif sebagai upaya peningkatan pengetahuan. Tujuan: Membuat rancangan Aplikasi berbasis androdi “ASANTI" (Atisipasi Stunting pada kelompok Risiko Tinggi) " sebagai media edukasi pencegahan stunting pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) yang terdiri dari beberapa tahap yaitu, analisis potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian dan revisi produk. Hasil: Aplikasi ASANTI telah melakukan uji ahli materi dan ahli media serta telah melakukan uji kelayakan dan telah dinyatakan layak untuk digunakan. Penilaian ahli materi dengan nilai akhir sebesar 91 % termasuk dalam kategori sangat layak, penilaian ahli media diperoleh nilai akhir 94 % termasuk dalam kategori sangta layak. Hasil uji coba pada kelompok kecil diperoleh sebesar 91 % masuk dalam kategori sangat layak. Kesimpulan: Aplikasi ASANTI berbasis Android merupakan media edukasi kesehatan tentang  stunting, yang layak untuk digunakan
Studi Kelayakkan Video Animasi Jari Centini (Remaja Putri Cegah Stunting Sejak Dini) Sebagai Media Edukasi Pencegahan Stunting Diana, Helmi; Mintarsih P, Wiwin; Uma Ranita
Media Informasi Vol. 20 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i1.627

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama. Upaya pencegahan stunting dapat dimulai sejak masa remaja, karena merupakan calon orang tua di masa depan. Menyampaikan informasi kepada remaja dibutuhkan teknik yang menarik. Video animasi menjadi pilihan untuk menyampaikan edukasi pada remaja karena dapat diputar kapan saja dan dimana saja. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive Sampling dengan jumlah 43 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Dari penelitian dan pengembangan ini adalah media video animasi Jari Centini (Remaja Putri Cegah Stuntiing Sejak Dini) yang berisi tentang edukasi pencegahan stunting pada remaja. Penilaian ahli materi dengan nilai akhir 94%, termasuk kategori sangat layak. Penilaian ahli media dengan nilai akhir 94% terasuk kategori sangat layak. Hasil uji coba kelompok kecil didapat jumlah sebesar 92,5% termasuk kedalam kategori sangat layak. Hasil uji coba kelompok besar didapat hasil sebesar 86% termasuk kedalam kategori sangat layak. Kesimpulan: Dari uji coba kelompok besar terhadap kelayakan video animasi memperoleh hasil ukur sangat layak, artinya video animasi Jari Centini ini bisa dipakai untuk media edukasi pencegahan stunting pada remaja.
Pengaruh Media Video terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Peran Ayah dalam Keberhasilan Menyusui di Kabupaten Cirebon Nina Nirmaya Mariani; Suratmi; Lisnawati
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.631

Abstract

Latar Belakang : ASI   merupakan bentuk makanan ideal bayi selama 6 bulan pertama kehidupan karena ASI menyediakan zat-zat gizi penting bagi pertumbuhan  dan  perkembangan. Banyak faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan dalam pemberian ASI,  kurangnya pengetahuan dan dukungan dari orang disekitar atau terdekat ibu yaitu suami. Salah satu cara yang untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku atau peran ayah adalah pemberian pendidikan Kesehatan dengan metode dan media yang tepat agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Berbagai penelitian menyatakan bahwa video lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan peran (perilaku). Tujuan : untuk menganalisis pengaruh media video dalam meningkatkan pengetahuan dan peran ayah dalam pemberian ASI di Kabupaten Cirebon. Metode : Penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperimen,  rancangan one group pre and post design. Populasi adalah ayah yang memiliki bayi/balita usia 0-21 bulan. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisis univariate menggunakan nilai mean, median dan standar deviasi, analisis bivariate  menggunakan uji Wilcoxon (Pengetahuan) dan paired t test (Peran Ayah), dan. Hasil : Terdapat perbedaan nilai rata-rata baik pada pengetahuan dan peran ayah. Berdasarkan uji analisis terdapat pengaruh media video baik terhadap pengetahuan dengan P Value 0,001 dan peran ayah dengan P Value 0,001. Kesimpulan : Terdapat pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan dan peran ayah dalam keberhasilan menyusui. Penggunaan video dapat diterapkan dalam kelas ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan dan peran ayah ASI
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Dewasa Rawat Inap di RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidrap Hadiq, Shabran; Fitriana Bunyanis; Nur Astuti Wulandari; Widiya Basri
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.632

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit terbesar kedua setelah diare yang dapat menyebabkan kematian, dimana terjadi infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, sehingga membutuhkan terapi antibiotik. Namun, beberapa studi mengemukakan bahwa satu per tiga antibiotik diresepkan tanpa indikasi yang jelas, dan hanya 21% yang diresepkan secara rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene Mallomo tahun 2023. Penelitan ini menggunakan rancangan studi kuantitatif dan pengumpulan data secara retrospektif. Data yang didapatkan sebanyak 35 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan akan dievaluasi menggunakan metode gyssens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil penggunaan antibiotik untuk terapi tunggal yang paling banyak adalah Ceftriaxone sebanyak 18 (52,94%). Sedangkan untuk terapi kombinasi yang paling sering digunakan adalah Ceftriaxone+Levofloxacin sebanyak 3 (8,82%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan terdapat 37,5% penggunaan antibiotik rasional (Kategori 0), dan sebanyak 62,5% penggunaan antibiotik yang tidak rasional (Kategori IV-I). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik tersebut berdasarkan metode gyssens belum rasional. Perlu dilakukan penelitian lanjutan menggunakan metode evaluasi yang lain dan juga terkait faktor-faktor yang menyebabkan penggunaan antibiotik belum rasional.
Formulasi Dan Evaluasi Organoleptik Minyak Atsiri Jeruk Nipis Sebagai Sediaan Aromaterapi Rizqi, Januar; Amestiasih, Tia; Rahmadani, Irianti Fitri
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.634

Abstract

Latar belakang: Jeruk nipis secara ilmiah dikenal sebagai Citrus aurantifolia, telah diakui sebagai salah satu bahan yang potensial dalam aromaterapi berkat sifat terapeutiknya serta aroma segarnya yang khas. Minyak atsiri jeruk nipis dikenal karena komponen bioaktifnya seperti d-limonene yang memiliki sifat terapeutik dan aroma segar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi minyak atsiri jeruk nipis sebagai sediaan aromaterapi dengan fokus pada karakteristik organoleptik. Metode: Penelitian ini adalah experiment dengan rancangan penelitian post-test only without control group design. Dua formulasi minyak atsiri 5% dan 10% diuji dan dievaluasi menggunakan uji organoleptik terhadap aroma, warna, bentuk, rasa di kulit, serta pH. Hasil: menunjukkan bahwa formulasi dengan konsentrasi minyak atsiri lebih tinggi memiliki aroma yang lebih kuat dan disukai oleh mayoritas responden. Nilai pH berkisar antara 4 hingga 5, yang berada dalam batas aman untuk sediaan topikal. Sensasi dingin pada kulit disebabkan oleh kandungan menthol dalam setiap formulasi. Kesimpulan: Minyak atsiri jeruk nipis dengan konsentrasi 10% memberikan aroma yang lebih kuat, dengan pH 5 dan banyak disukai responden. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan produk aromaterapi yang efektif serta aman digunakan pada kulit. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri jeruk nipis dapat meningkatkan daya tarik sensorik produk aromaterapi.
Hubungan Efikasi Diri dengan Kesiapsiagaan Bencana pada Mahasiswa Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta Tia Amestiasih; Murdhiono, Wahyu Rochdiat; Herry Soetjipto, Sri Tanjung Saroyo
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.635

Abstract

Latar Belakang: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan terjadi bencana alam, diakibatkan karena adanya gunung berapi aktif serta beberapa daerah berbatasan dengan laut. Mahasiswa kesehatan Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), sebagai calon tenaga kesehatan yang menjadi role model di masyarakat serta bertanggungjawab mempersiapkan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi korban bencana, dituntut memiliki tingkat kesiapsiagaan bencana yang tinggi. Efikasi diri  merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan bencana pada individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa kesehatan UNRIYO. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non eksperimental dengan desain cross sectional, tipe correlation research. Sampel berjumlah 305 mahasiswa fakultas ilmu kesehatan UNRIYO yang diambil melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data diambil melalui pembagian kuisioner kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil dalam penelitian ini sebagaian besar reponden memiliki tingkat efikasi diri tinggi 92,5% dan kesiapsiagaan bencana dalam kategori siap 96,1%. Hasil pembacaan Fisher’s exact didapat p value = 0,226 (p value > 0,005). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kesiapsiagaan bencana mahasiswa kesehatan Universitas Respati Yogyakarta.
Efektivitas Kombinasi Terapi Benson dan Aromaterapi terhadap Penurunan Stres Akademik pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Respati Yogyakarta Widayati, Ririn Wahyu; Guterres, Joaninha Da Costa; Sucipto, Adi
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.636

Abstract

Latar Belakang: Stres akademik adalah stres yang disebabkan oleh ketidakmampuan siswa untuk menyesuaikan diri dengan persyaratan akademik yang dianggap wajib, dan ini dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman yang memicu ketegangan fisik dan psikologis serta perubahan perilaku. Manajemen stres akademik non farmakologi yang dapat dilakukan untuk menangani stres akademik adalah dengan kombinasi Terapi benson dan Aromaterapi. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 25 Januari 2023 pada Mahasiswa Keperawatan dengan cara membagikan kuesioner dan wawancara secara daring kepada 10 responden. Dari hasil kuesioner dan wawancara ditemukan 2 responden yang mengalami stres sangat tinggi, stres sedang 4 orang, stres rendah 4 orang. Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi Terapi Benson dan Aromaterapi terhadap penurunan stres akademik pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Respati Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan Quasi experimental with control. Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive sampling dan menggunakan kuesioner The Perception of Academic Scale (PASS), jumlah sampel 39 responden dibagi dua kelompok. Uji normalitas menggunakan Uji Shapiro Wilk. Analisa data uji bivariat menggunakan paired t test. Hasil: Skor stres akademik pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah kombinasi terapi benson dan aromaterapi didapatkan nilai Mean 52,00 dan 44,21 . Skor stres akademik sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol didapatkan nilai Mean 50,70 dan 50,65. Perbedaan stres akademik sebelum dan sesudah kelompok intervensi didapatkan nilai p 0,000 dan kelompok kontrol didapatkan nilai p value 0,744, dan Uji beda post-test antar kelompok didapatkan p-value adalah 0,008. Kesimpulan: Kombinasi terapi benson dan aromaterapi efektif dalam menurunkan  stres akademik pada mahasiswa keperawatan Universitas Respati Yogyakarta

Page 10 of 14 | Total Record : 136