cover
Contact Name
Dedy Arisjulyanto
Contact Email
dedyarisjulyanto@gmail.com
Phone
+6282359088338
Journal Mail Official
dedyarisjulyanto@gmail.com
Editorial Address
Jln. Padang Aziz, Perumahan Kuranji Larisa Blok A6, Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29866332     DOI : https://doi.org/10.1234/jkti.v1i2
Core Subject : Health,
1. biostatistics and epidemiology 2. health administration and policy Environmental health 3. occupational health and safety 4. health promotion, 5. maternal and child health 6. public health 7. nutrition 8. Environmental health 9.Mental health nursing 10. reproductive health 11. labor health 12. obstetric care.
Articles 68 Documents
Dampak Kebijakan KTR Terhadap Kejadian TB Paru pada Anak di Kabupaten Kepulauan Yapen Arisjulyanto, Dedy; Hendra Kusuma, Ardhanari; Parawangsa, M.
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2023): Juni
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v1i3.26

Abstract

Perilaku merokok di Indonesia merupakan masalah serius yang menjadi perioritaskan Pemerintah, terlebih permasalahan rokok pada usia remaja. Data hasil Survey Global Adult Tobacco Survey (GATS) yang dilakukan pada tahun 2011 dan tahun 2021 dengan melibatkan sebanyak 9.156 responden, data menunjukan terjadi peningkatan signifikan jumlah perokok di usia dewasa sebanyak 8,8 juta orang, yaitu dari 60,3 juta pada tahun 2011 menjadi 69,1 juta perokok pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Kebijakan KTR Terhadap Kejadian TB Paru pada Anak di Kabupaten Kepulauan Yapen. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang yang terdiri dari 4 informan pembuat kebijakan dan 2 informan penerima kebijakan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan content analysis dengan bantuan software Nvivo 12. Impikasi penelitian ini berupa pembuatan kebijakan terkait Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Kepulauan Yapen. Bentuk kebijakan tersebut dituangkan dalam PERDA yang mengatur tentang Kawasan tanpa rokok (KTR) dan sistem pengawasan dan penguatan sanksi. Selain itu, berimplikasi pada perluasan kawasan bebas asap rokok pada kawasan penting seperti di kawasan universitas dan sekolah serta tempat-tempat umum lainnya. Implikasi jangka panjangnya dapat berupa penurunan angka perokok dan larangan pemasangan iklan rokok di area public.
Analisis Yuridis Terhadap Suntik Filler Yang Dilakukan Oleh Tenaga Bukan Profesional Hakim, Rohman; Herlina, Berlian Aniek; Wirawan, Riki; Herryantoro, Yudy
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2023): Juni
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v1i3.27

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik penyuntikan filler yang dilakukan oleh tenaga non- profesional secara yuridis, dengan menggunakan studi kasus putusan Nomor 917/Pid.Sus/2021/PN Jkt Utr. Praktik suntik filler semakin populer di kalangan wanita sebagai cara instan untuk meningkatkan penampilan estetika wajah. Namun, praktik ini tidak terlepas dari risiko dan efek samping yang dapat timbul. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan masalah, mencakup lima pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan historis, pendekatan komparatif, dan pendekatan konseptual. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui penelusuran terhadap peraturan perundang- undangan, risalah resmi, putusan pengadilan, dan dokumen resmi negara. Setelah pengumpulan data, dilakukan analisis secara deskriptif dengan menggunakan metode interpretasi/penafsiran hukum. Hasil analisis menunjukkan bahwa putusan pengadilan dalam kasus ini sesuai dengan prinsip keadilan hukum, teori kemanfaatan hukum, dan teori kepastian hukum. Keadilan yang ingin dicapai oleh hukum harus dipahami dalam konteks kesamaan, dengan memberikan hak yang sesuai dengan proporsi dan menghindari diskriminasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa praktik penyuntikan filler oleh tenaga non-profesional melanggar peraturan yang berlaku, putusan pengadilan yang dijatuhkan sesuai dengan hukum yang berlaku. Untuk mencegah kasus serupa di masa depan, diperlukan kebijakan hukum pidana yang tepat, penegakan hukum yang lebih kuat, sosialisasi tentang ketaatan hukum, serta perlindungan, keadilan, dan kemanfaatan.
Analisis Yuridis Terhadap Pendelegasian Wewenang Dokter Kepada Perawat Sainun, Sainun; Hakim, Rohman; Yahman, Yahman; Hermawan, Hermawan
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2023): Juni
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v1i3.29

Abstract

Salah satu tujuan pengaturan keperawatan menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan adalah untuk memberikan pelindungan dan kepastian hukum kepada perawat dan klien serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat namun, dalam implementasinya perawat dalam melaksanakan tugas berdasarkan pelimpahan tindakan yang diperoleh dari pendelegasian wewenang, profesi perawat kurang justru kurang mendapat pelindungan dan kepastian hukum. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif yang meneliti tentang analisis yuridis terhadap pendelegasian wewenang dokter kepada perawat dalam perspektif Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dengan tipe penelitian kepustakaan.Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dalam pelaksannya memiliki ada beberapa faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pendelegasian wewenang dokter kepada perawat dalam perspektif Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yaitu faktor sumber daya manusia, pelayanan optimal kepada masyarakat dan juga ada kendala dalam aturanya hal ini tidak sesuai dengan tujuan hukum. Pelimpahan wewenang dapat diperoleh melalui 2 (dua) cara yaitu mandat dan delegasi
Analisis Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung RI Tentang Tindak Pidana Menjalankan Praktik Keperawatan Tanpa Surat Izin Praktik Prayoga, I Putu Artawan; Widodo, Heri; Hakim, Rohman; Hermawan, Hermawan
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2023): Juni
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v1i3.30

Abstract

Pendahuluan: Perawat sebagai tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik mandiri wajib memiliki izin dalam bentuk SIPP yang diatur dalam Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 dan Pasal 19 Undang-Undang No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan. Metode penelitian merupakan penelitian hukum yuridis normatif yang meneliti tentang analisis yuridis terhadap Putusan Pengadilan No. 109/Pid.Sus/2019/PN Kbu tentang tindak pidana menjalankan praktik keperawatan tanpa surat izin dengan menggunakan 4 (empat) pendekatan, yaitu pendekatan kasus (case approach), pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konsep (conseptual approach) dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Hasil penelitian izin praktik keperawatan telah diatur secara khusus dalam ketentuan Pasal 19 Undang-Undang No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan dan Hakim dalam memutus perkara No. 109/Pid.Sus/2019/PN Kbu tidak menjatuhkan sanksi pidana kepada terdakwa yang melakukan tindakan prmbedahan bisul yang berakibat kematian korban sebagaimana dakwaan Pasal 84 ayat (2) Undang-Undang No. 36 Tahun 2014, termasuk delik materiil yang harus ada hubungan kausalitas. Majelis hakim menilai tidak dilakukan autopsi terhadap korban menjadi kurangnya scientific evidence kasus ini sulit untuk dibuktikan. Kesimpulan Sehingga dari penelitian ini disarankan Dinas Kesehatan dan organisasi profesi lebih proaktif dalam melakukan pembinaan kepada perawat agar tidak berpraktik secara illegal dan Hakim dalam memutus perkara No. 109/Pid.Sus/2019/PN Kbu.
Analisis Faktor Risiko Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) Pada Penderita Tuberkolusis Di Kabupaten Biak Numfor Aswar, Sophian; Istyanto, Febry
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 4 (2023): September
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v1i4.32

Abstract

Tuberkulosis resisten obat adalah keadaan dimana kuman TB (Mycobacterium tubeculosis) telah kebal terhadap OAT (Obat Anti Tuberkulosis) yaitu Rifampicin-Resistant Tuberculosis (RR-TB: resisten terhadap RIF), Multidrug-resistant Tuberculosis (MDR-TB: resisten terhadap INH dan RIF) serta Extensively-resistant Tuberculosis (XDR) strain MDR yang resisten terhadap Quinolone dan salah satu obat grup A (Levofloksasin/ Moxifloksasin, Bedaquiline, Linezolid). Faktor risiko apakah yang mempengaruhi kejadian Multi Drug Resistance Tubercolusi (MDR-TB) pada penderita tubercolusis dikabupaten Biak Numfor. Penelitian Survei Analitik dengan desain Case Control Study dengan pendekatan retrospective. Variabel pekerjaan, Status Gizi, Pengawas Menelan Obat, Kepatuhan Minum Obat hasdil penelitian menunjukkan sangat-sangat signifikan nilai pValue: 0,000 (p<0,05). Hasil uji multivariat menunjukan bahwa variabel pengawasan menelan obat (PMO) merupakan faktor risiko yang paling berhubungan dengan kejadian MDR-TB dengan nilai ? sebesar 0,413 (41,3%).
Pengaruh Pemberdayaan PMBA Terhadap Sikap Keluarga Balita Stunting Di Kabupaten Lombok Tengah Arisjulyanto, Dedy; Puspita, Nanik
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 4 (2023): September
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v1i4.33

Abstract

Latar Belakang: Kejadian stunting pada tahun 2018 diketahui bahwa angka stunting di dunia yaitu 21,9% atau 149 juta pada anak usia di bawah lima tahun atau balita (bayi lima tahun), di wilayah Asia Tenggara tahun 2018 balita stunting mencapai angka 25%. Angka ini menduduki peringkat ke-5 tertinggi setelah wilayah Oseania, sedangkan di NTB tahun 2018 terdapat 82.812 balita stuting, Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Pengaruh PMBA Terhadap Sikap Keluarga Balita Stunting Di Kabupaten Lombok Tengah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Design. Penelitian ini akan melakukan observasi dua kali yaitu sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest), penelitian ini dilakukan di dengan jumlah sampel 23 keluarga balita stunting yang di ambil dengan teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan hasil analisis menggunakan paired t test menunjukan ada perbedaan nilai mean antara tingkat sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi, dan didapatkan nilai p value sikap 0,000 <?=0,05, tindakan 0,000 <?=0,05. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian diatas dapat di simpulkan ada pengaruh yang pemberian pmeberdayaan PMBA terhadap Sikap, keluarga balita stunting di Kabupaten Lombok Tengah.
Pengaruh Empowerment Community Dalam Upaya Mencegah Pernikahan Dini Pada Remaja Arisjulyanto, Dedy; Suweni, Korinus
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 4 (2023): September
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v1i4.41

Abstract

Pernikahan dini telah menjadi fenomena nasional di Indonesia yang berdampak signifikan terhadap pola kehidupan masyarakat, termasuk dalam konteks budaya dan praktik pernikahan itu sendiri. Fenomena ini menjangkau berbagai etnis, agama dan budaya yang menegaskan urgensi untuk memberikan perhatian serius pada permasalahan sebagai dampak dari pernikahan dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuan pengaruh empowerment community terhadap pencegahan pernikahan dini pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian Literatur Review. Tahapan pertama dengan mencari literatur terkait peer education dan Community Empowerment melalaui data base jurnal nasional maupun internasional berdasarkan kata kunci community empowerment, peer education, remaja, pernikahan dini yang menggunakan Google Schoolar, Scopus, Science Direct, PubMed dan Elsevier. Setelah terkumpul semua litertatur yang ada dilakukan analisis dan telaah guna mendapatkan intisari dari penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dismpulkan bahwa ada pengaruh empowerment community terhadap pencegahan pernikahan dini remaja di Indonesia. , perubahan pengetahuan dan perilaku remaja dalam mencegah terjadinya pernikahan dini karena remaja dilibatkan langsung sebagai agent perubahan yang memberikan edukasi langsung terhadap teman sebayanya, sehingga penyampaian pesan tentang kesehatan reproduksi dan bahaya perilaku seksual pranikah dapat diterima oleh remaja
Pemberian Rebusan Daun Kelor Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Kelurahan Kelapa Lima Distrik Merauke Hidayati, Laili Nur; Ruswadi
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i2.47

Abstract

Diabetes melitus merupakan kelainan metabolisme kronis ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena menurunnya sekresi insulin di pankreas. Penderita DM akan mengalami banyak komplikasi serius jangka panjang seperti penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan kematian, kerusakan di berbagai organ seperti retina, ginjal, saraf, dan penyakit neurodegenerative. Akibat banyaknya komplikasi yang ditimbulkan dan terjadi penurunan kualitasi hidup, maka banyak penderita diabetes berusaha mengontrol kadar gula darahnya menggunakan obat herbal atau bahan alam seperti daun kelor. Daun kelor memiliki aktivitas biologi mengandung flavonoid sebagai antidiabetic yang mampu melindungi sel dari kerusakan dengan cara meningkatkan antioksidan seluler sehingga meminimalkan kondisi hiperglikemik dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah. Metode yang digunakan adalah studi kasus bertujuan untuk melakukan pemberian air rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan wawancara, observasi dan pengukuran gula. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah selama 5 hari pemberian yaitu sebelum diberikan yaitu 505 mg/dl, setelah diberikan menjadi 459 mg/dl. Kesimpulan yang diperoleh adalah air rebusan daun kelor dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus.
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Panca Makmur Tariyati, Ni Luh; Muawanah, Siti; Purnomo, M. Zuhal
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i2.48

Abstract

Latar Belakang : Indonesia termasuk ke dalam peringkat 10 besar dari 184 negara dengan angka kejadian prematur yang tinggi yaitu 15,5 kelahiran prematur per 100 kelahiran hidup dengan jumlah bayi prematur sebesar 675.700”, maka dari itu sangat penting menjaga kualitas tidur ibu selama hamil. Selain kelahiran prematur, kurang tidur atau gangguan tidur dapat juga meningkatkan tekanan darah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Senam Hamil terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Panca Makmur.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah “One Group PreTest Post Test Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh Ibu Hamil 2 bulan terakhir di Desa Panca Makmur yang berjumlah 64 orang.Berdasarkan hitungan sampel didapatkan 18, untuk mengantisipasi drop out maka ditambahkan jumlah responden 10%, dan Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden yang diambil menggunakan teknik non probability sampling yakni purposive sampling. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji Wilcoxon sign rank test Hasil: Nilai mean kualitas tidur sebelum diberikan intervensi adalah 5.15 dan mengalami perubahan nilai mean setelah diberikan intervensi menjadi 1.75. hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon sign rank test diketahui nilai p value 0,000 <?=0,05 (C195%: 2,804-3,996). Kesimpulan: Hasil peneltiian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam hamil terhadap kualitas tidru ibu hamil timester III di Puskesmas Panca Makmur
Empiema Tuberkulosa Terlokulasi Pada Pasien Lansia dengan DM Tipe 2 Di RSUD Patut Patuh Patju Sahrun, Sahrun; Ariana, I Gede
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i2.49

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian didunia. TB disebabkan oleh patogen Mycobacterium tuberculosis (Mtb), 80% TB paru dan sisanya ekstra paru. Menurut WHO estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 600.000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus TBC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan Empiema Tuberkulosa Terlokulasi Pada Pasien Lansia dengan DM Tipe 2 Di RSUD Patut Patuh Patju. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus atau merupakan laporan kasus Seorang pasien laki-laki berusia 72 tahun datang ke IGD RSUD Patut Patuh Patju pada tanggal 28 Maret 2023 dengan keluhan utama batuk. Pasien mengeluhkan batuk sekitar 1 minggu yang lalu disertai dahak berwarna putih kekuningan, namun tidak disertai batuk darah. Telah dirawat pasien laki-laki usia 72 tahun dengan keluhan batuk, nyeri dada, dan sesak napas. Saat awal perawatan pasien dicurigai sebagai tumor paru namun setelah dilakukan work up diagnosis didapatkan diagnosis empiema yang disebabkan empiema tuberkulosa terlokulasi yang disertai CAP. Pasien memiliki beberapa komorbid meliputi DM tipe 2, usia lanjut, malnutrisi, dan perokok. Semua kondisi komorbid pasien secara sinergis menyebabkan penurunan respon imun sehingga pasien rentan mengalami infeksi. Tatalaksana empiema TB secara menyeluruh melibatkan drainase pus, pemberian obat anti tuberkulosis yang efektif, dan pemberian antibiotik empirik terhadap infeksi tambahan dan kondisi komorbid. Pemberian obat anti tuberkulosis yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko resistensi obat pada pasien. Kondisi komorbid pasien juga harus ditangani secara komprehensif sehingga dapat memperbaiki prognosis pasien.