cover
Contact Name
Purwaningtyas Kusumaningsih
Contact Email
paradharma.undhirabali@gmail.com
Phone
+628123982932
Journal Mail Official
paradharma.undhirabali@gmail.com
Editorial Address
Pengelola Jurnal Paradharma Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura Jl. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung-Bali ph. (0361) 426450/1
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
ISSN : 25497405     EISSN : 2775331X     DOI : -
Hasil – hasil pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
Program Kemitraan Masyarakat Desa Wisata Blimbingsari, Melaya, Jembrana, Bali Utama, I Gusti Bagus Rai; Junaedi, I Wayan Ruspendi
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.685 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.655

Abstract

Permasalahan warga Desa Wisata Blimbingsari yang menjadi prioritas untuk dipecahkan adalah minimnya pengetahuan tentang pentingnya hygiene dan sanitasi, serta rendahnya pengetahuan dan ketrampilan penataan hidangan. Masalah lainnya yang segera menjadi prioritas adalah rendahnya pengetahuan dan ketrampilan penataan kamar atau akomodasi yang telah dikelola oleh kelompok masyarakat di desa tersebut. Setelah menjadi menjadi Desa Wisata, banyak kendala yang dihadapi oleh desa tersebut khususnya yang berhubungan aspek pemasaran, penataan akomodasi, dan penataan kuliner. Kelompok usaha jasa akomodasi yang telah ada di desa tersebut sangat memerlukan adanya pendampingan terhadap manajemen tata graha berupa penataan akomodasi yang sesuai dengan harapan wisatawan, namun tetap bernuansa perdesaan serta sesuai dengan kemampuan penyediaan akomodasi kelompok usaha jasa akomodasi yang ada di Desa Wisata Blimbingsari. Hasil dari pendampingan pada kedua kelompok usaha tersebut adalah terjadinya peningkatan kinerja kelompok yang mampu menyediakan layanan akomodasi dan kuliner yang sesuai dengan harapan wisatawan, baik dari aspek hygiene, sanitasi, budaya setempat. Tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata tersebut semakin meningkat seiring mudahnya mendapatkan informasi tentang keunikan dan daya tarik desa, akomodasi, dan paket wisata yang disediakan oleh warga desa. Penelusuran tentang berbagai informasi dapat di lihat dari youtube, traveloka, booking, dan tentunya dari website/blog tentang Desa Wisata Blimbingsari.Kata kunci: desa wisata, akomodasi, kuliner, hygiene dan sanitasi, wisatawan, kelompok masyarakat.ABSTRACTThe problem of the Blimbingsari Tourism Village that was a priority in this project was the lack of knowledge about the hygiene and sanitation, as well as the knowledge and skills in plating and service of dishes. Another immediate priority issue was the increase level of knowledge and skills of arranging rooms or accommodation that has been managed by the community groups in the village. After being designated as a tourist village, Blimbingsari face many obstacles particularly related to aspects of marketing, accommodation arrangement, and culinary arrangement. The existing accommodation service business group in the village is in need of assistance to the management of accommodation arrangement in accordance with the expectations of tourists, but still the nuances of the village and in accordance with the ability of accommodation services in Blimbingsari Tourism Village. The result of the assistance in both units was the improvement of group performance that is able to provide accommodation and culinary services in accordance with the expectations of tourists, from aspects of hygiene, and sanitation. The level of tourist visits to the Tourism Village of Blimbingsari is increasing as it is easy to get information about the uniqueness and attractiveness of villages, accommodation, and tour packages provided by villagers. Search information about Tourism Village of Blimbingsari can be viewed from youtube, traveloka, booking, and of course from the website / blog as some resuts of solving of problem of the Blimbingsari Tourism Village.Keywords: Blimbingsari Tourism Village, accommodation, culinary, hygiene and sanitation, tourists, community groups
Pengembangan Kewirausahaan Peserta Didik Melalui Program Unit Produksi Biofarmasi di SMK Negeri 4 Negara, Jembrana Permatasari, A. A. Ayu Putri; Widhiantara, I Gede; Rosiana, I Wayan; Datya, Aulia Iefan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.377 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.656

Abstract

ABSTRAKSMK Negeri 4 Negara merupakan salah satu sekolah yang mendidik lulusannya untuk siap kerja di bidang kesehatan. Namun dalam prakteknya sering kali terdapat kesenjangan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan situasi kerja sesungguhnya. Karena sejauh ini tidak terdapat program yang dikembangkan oleh sekolah dalam melatih keterampilan kewirausahaan siswa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dititikberatkan pada pengembangan suasana belajar dan bekerja nyata melalui kegiatan praktek unit produksi biofarmasi di lingkungan SMK Negeri 4 Negara. Program pengabdian ini dilaksanakan selama 5 bulan di SMK Negeri 4 Negara Jembrana, Bali. Tujuan dari program ini yaitu 1. Mengembangkan fasilitas sekolah khususnya laboratorium sebagai unit produksi biofarmasi, 2. Menumbuhkan jiwa wirausaha para guru maupun siswa, 3. Menghasilkan produk biofarmasi berupa sabun mandi dan lulur herbal sehingga dapat dikomersilkan. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini berupa pendampingan dan pelatihan produksi produk biofarmasi, dan starting pemasaran secara online. Target dan luaran dari program pengabdian ini adalah 1). Meningkatkan pengetahuan warga SMK Negeri 4 Negara tentang unit produksi biofarmasi, 2). Meningkatkan keterampilan memproduksi produk biofarmasi seperti sabun dan lulur herbal, 3). Meningkatkan pemahaman serta keterampilan pemasaran produk secara digital. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini berupa peningkatan pemahaman peserta terhadap unit produksi produk biofarmasi serta pemasaran online rata-rata sebesar 41,66 % sedangkan keterampilan meningkat dari kategori kurang menjadi kategori baik.Kata kunci: Unit Produksi Biofarmasi, Pemasaran nonline, SMK N 4 NegaraABSTRACTThe State Vocational School 4 Negara in Jembrana Regency is one of the schools that prepare graduates to work in the health sector upon graduation. However, there is often a gap between what was thought in the school and the practical needs in the real work situation. This happens because the progress in the industry is not in line with the development in education. Therefore, Vocational Schools need to create and develop an atmosphere of practical learning and real work through laboratory activities on biopharmaceutical production units within the School. This service program was carried out for five months at State Vocational School 4 in Jembrana, Bali. The objectives of this program are 1. To develop the school facilities, especially laboratory as biopharmaceutica production unit, 2. To grow the entrepreneurial spirit of teachers and students, 3. To produce biopharmaceuticals product in the form of bath soaps and herbal scrubs for commercial purposes. The methods applied in this activity was as mentoring and training in the production of biopharmaceutical products, and starting online marketing. The target and output of this service program are 1). Increasing knowledge of stakeholders in State Vocational School 4 in Jembrana about biopharmaceutical production units, 2). Improving skills in producing biopharmaceutical products such as herbal soaps and scrubs, 3). Improving understanding and digital product marketing skills. The results achieved in this activity was increasing participants' understanding toward the production unit of biopharmaceutical products and online marketing an average of 41.66%, while production skills increased from less favorable to favorable.Keywords: Biopharmaceutical Production Unit, Online Marketing, sate Vocational School 4 Negara
Penerapan Nilai Budaya dan Teknologi dalam Pengembangan Usaha Mi Nyonyor di Desa Abianbase, Badung, Bali Waruwu, Dermawan; Darmawijaya, I Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.598 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.657

Abstract

ABSTRAKMi nyonyor di Desa Abianbase - Bali, awalnya kurang disukai oleh masyarakat, sehingga penjualannya relatif kecil sekitar Rp300.000/hari. Setelah tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Dhyana Pura memberikan pelatihan dan pendampingan, maka penjualan mi nyonyor meningkat. Ada 5 (lima) aspek yang dilakukan oleh tim PKM untuk menyelesaikan masalah mitra: (1) Pelatihan dan pendampingan tentang penyajian mi nyonyor agar sesuai budaya, agama, dan nilai etika; (2) Pelatihan dan pendampingan tentang manfaat penggunaan alat teknologi seperti mesin penggilingan daging ayam dan penghalusan cabai agar proses pembuatan mi nyonyor lebih cepat; (3) Pelatihan dan pendampingan tentang pemasaran mi nyonyor menggunakan internet (media sosial), sehingga masyarakat bisa memesan mi nyonyor secara online; (4) Pemberian bantuan mesin penghalusan daging dan sarung tangan plastik agar penyajian mi nyonyor tetap higienis; dan (5) Pelatihan dan pendampingan tentang manfaat penggunaan mesin kasir serta laptop/komputer agar laporan keuangan transparan dan akuntabel. Dampak pelatihan dan pendampingan ini mi nyonyor semakin disukai oleh masyarakat serta berpotensi meningkatkan pendapatan mitra. Penjualan mi nyonyor meningkat sekitar Rp510.000 sampai Rp540.000/hari atau Rp186.150.00 sampai Rp197.100.000/tahun (70% sampai 80%) dari penjualan sebelumnya. Dengan demikian, peningkatan pendapatan melalui usaha mi nyonyor ini memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk berwirausaha, sehingga meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat.Kata kunci: Mi nyonyor, manajemen, pemasaran, teknologi, budaya.ABSTRCTNyonyor Noodle Shop in Abianbase Village - Bali, was initially less favored by consumers, so the sales were relatively low around Rp. 300,000/day. After the Community Partnership Program (PKM) team from Dhyana Pura University provided training and mentoring, the sales of nyonyor noodles increased. There are 5 (five) aspects carried out by the PKM team to resolve partner problems: (1) training and mentoring on the presentation of noodles according to culture, religion and ethical values; (2) training and mentoring on the benefits of using technology tools such as chicken meat milling machines and chili refining to make the noodle making process faster; (3) training and mentoring on Nyonyor Noodle Shop marketing using the internet (social media), so that people can order noodles online; (4) providing help with meat smoothing machines and plastic gloves for hygienic presentation; and (5) training and mentoring on the benefits of using cashiers and laptops/computers so that financial statements are transparent and accountable. The impact of this training and mentoring on nyonyor noodles is increasingly favored by the community and has the potential to increase partner income. Nyonyor Noodle sales increased by around Rp.510,000 to Rp.540,000/day or Rp186,150.00 to Rp197,100,000/year (70% to 80%) from earlier sales. Thus, increasing revenue through the nyonyor noodle business provides inspiration to the younger generation for entrepreneurship, thereby increasing the economy and income of the community.Keywords: Nyonyor noodles, management, marketing, technology, culture
Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis IPTEK bagi Guru SD Terpencil di Kecamatan Sabbangparu Anita, Yetti; Karma, Rudi; Wahyuni, Sri; Rahmi, Nur
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.755 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.658

Abstract

ABSTRAKTujuan pelaksanaan program PKM ini adalah: (a) Membentuk kelompok kerja guru (KKG), (b) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, (c) melatih pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, (d) melatih dan mendampingi cara penggunaan media pembelajaran di kelas. Metode pelaksanaan kegiatan mengadopsi pola pelaksanaan penelitian tindakan meliputi empat tahap, yaitu: perencanaan program, pelaksanaan program, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil pelaksanaan program adalah (a) terbentuk 7 kelompok kerja guru dengan masing - masing anggota sebanyak 4 sampai 9 orang yang dibentuk berdasarkan lokasi daerah; (b) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran dengan pendekatan IPTEK terapan, dari kategori “cukup” menjadi “baik”; (c) dihasilkan media (alat peraga) untuk siswa SD, (d) kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran dalam di kelas berkualitas “baik”.Kata kunci: pembuatan media, SD terpencilABSTRACTThe objectives of this community partnership (PKM) program are: (a) To form teacher working group (KKG), (b) to improve teachers' knowledge and skill about making instructional media with applied science and technology approach, (c) to train the making of instructional media with applied science and technology approach, (d) to train and assist the use of instructional media in the classroom. The method of adopting the action research implementation includes four stages: program planning, program implementation, observation and evaluation, and reflection. The results of program implementation are (a) 7 teacher working groups with 4 to 9 members formed based on the location of the area; (b) the increased knowledge and skills of teachers on the making of instructional media with applied science and technology approach, from the "enough" to the "good" category; (c) generated media (props) for elementary students, (d) teachers' ability to use instructional media in "good" quality category.Keywords: educational media, remote elementary school
Pendampingan Kerajinan Songket di Desa Sangkar Agung Jembrana Dwipayani Lestari, Ni Kadek; Feoh, Gerson; Nugraha, I Gusti Manik
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.372 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.659

Abstract

ABSTRAKKetut Kamar dan Nengah Sulasih merupakan ketua kelompok pengrajin kain tenun songket di kelurahan Sangkar Agung yang telah dilakukan selama 10 tahun sampai saat ini namun belum ada perkembangan dari usaha yang dilakukan. Permasalahan yang dihadapi yaitu minimnya bahan baku yang lebih bervariasi dan belum dapat meningkatkan harga jual. Solusi dan metode yang dilakukan dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim PKM yaitu pengadaan bahan baku yang lebih variatif, Kedua pendampingan pengembangan kemasan produk. Luaran yang akan dihasilkan yaitu 1) Peningkatan produksi kain songket, 2) Produk songket dengan kemasan, 3) Publikasi dalam media masa 4) Publikasi berupa artikel ilmiah di Jurnal ber-ISSN.Kata Kunci : Songket, Sangkar Agung, Jembrana, TenunABSTRACTKetut Kamar and Nengah Sulasih are group leaders of traditional weaving artists (songket) in Sangkar Agung village. They have been in business for 10 years, but have yet to see any major development in their small businesses. The problems facing the two partners were the lack of varied raw materials and the inability to increase retail value of their products. The solutions, based on discussion between the partners and the community development team (PKM) included introducing new varieties of raw materials, and assistance in developing product packaging. The outputs of the activities included 1) increase of songket fabric production; 2) new packaging; 3) publication in mass media; and 4) publication in scientific journal with registered ISSN.Keywords: songket, Sangkar Agung, Jembrana, traditional woven fabric
Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Metode Pijat Endorphine dan Oksitosin Pada Pendamping Buteki dalam Upaya Peningkatan Produksi ASI Hanifah, Iis; Hidayati, Tutik
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.839 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.660

Abstract

ABSTRAKIbu nifas yang mengalami masalah dalam menyusui salah satunya di Desa Gading Kabupaten Probolinggo. Salah satu penyebabnya adalah semua pendamping tidak pernah menerapkan oksitosin massage dan endorphine massage. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bekerjasama dengan dua mitra yaitu di Dusun Bunut dan Dusun Krajan Desa Gading Kabupaten Probolinggo. Metode PKM yang dilakukan kepada mitra adalah pendamping buteki paham tentang metode pijat endorphine dan oksitosin. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu dan pendamping buteki tentang cara meningkatkan ASI secara alami. Terdapat peningkatan keterampilan pendamping buteki (ibu menyusui) dalam melakukan pijat endorphine dan oksitosin. Terdapat peningkatan motivasi ibu untuk memberikan ASI secara ekslusif. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan secara rutin dan berkelanjutan sehingga kegiatan ini dapat berjalan secara mandiri oleh masyarakat.Kata Kunci: metode pijat endorphine dan oksitosin, pendamping buteki, peningkatan produksi ASIABSTRACTPostpartum mothers who experience problems in breastfeeding are present in Gading Village, Probolinggo Regency. One of the causes was that assistance given never applied oxytocin masses and endorphin massage. In this Community Partnership Program (PKM), in collaboration with two partners in Bunus and Krajan communities in Gading Village, Probolinggo District, it is expected that those assisting breastfeeding mothers would have the knowledge about endorphin and oxytocin massage methods. The results of this project indicated an increase in the knowledge of mothers and companions of breastfeeding mothersabout how to naturallyincrease breast milk production. There was an increase in skills in doing endorphin and oxytocin massage.The motivation of mothers to breastfeed exclusively was also increased. This activity is expected to run routinely and sustainably. As such,this project can be run independently by the community.Keyword: endorphine and oxytocin Massage Methods, companion to breastfeeding mothers, increased breastmilk production.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP untuk Mengembangkan Perangkat Pembelajaran Berbasis Potensi Lokal di Kabupaten Wajo Nasir, Muhammad; Nurcaya, .; Arisa, .
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.87 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.661

Abstract

ABSTRAKPersoalan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dan ketidakmampuan membuat perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungan belajar serta lingkungan siswa. Kegiatan ini melibatkan tim pengabdi dan mitra yang merupakan kelompok guru mata pelajaran yang tergabung dalam MGMP IPA khususnya biologi di Kabupaten Wajo. Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah pada bulan Mei sampai dengan Juli 2018. Metode pelaksanan kegiatan adalah Model Pembelajaran Technology, Pedagogy, and Content Knowledge (TPACK) merupakan model yang diimplementasikan dalam workshop. Model tersebut mencakup 4 langkah yaitu: pemahaman (P), observasi-instruksi (O), latihan instruksi (L), refleksi (R). Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdi adalah 1) Workshop pengembangan RPP dan Silabus berbasis potensi lokal; 2) Pembuatan Lembar Kerja Siswa yang telah dikembangkan. Hasil kegitan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam pengembangan bahan ajar secara berbasis potensi lokal. Dihasilkannya perangkat pembelajaran berupa RPP, LKPD yang dapat digunakan siswa dalam mendukung perses pembalajaran.ABSTRACTOne problem faced by the partner in this projectwas the lack of the knowledge of to develop a learning device and lack of abilityto make devices of learning suitable for the students and learning environment.This project involvedthe community development team and the partner partner, which was group of subject teachers in MGMP IPA(Biology) in Wajo Regency.The project was conducted between May and July 2018. The project was carried out using technology, paedagogy , and content knowledge (TPACK) learning model, which was implemented in the workshop. The model comprised of four steps: understanding, observation-instruction, instructionexercise, and reflection. The solution offered by the community development team consisted of: 1 ) workshop on the development of lesson plans and syllabus based local potentials; 2 ) developingstudent worksheets. The outcome of the project was the increase in the knowledge and skills of teachers in the development of the teaching material based on local potentials.It produced a learning devicein the form of lesson plans andLKPD that can be used to support the process of learning.
Pengolahan dan Pengemasan Bandeng Cabut Duri sebagai Produk Unggulan Daerah Kabupaten Maros Abriana, Andi; Indrawati, Erni; Rahman, Rahmawati
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.914 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.662

Abstract

ABSTRAKKabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu kabupaten di wilayah Sulawesi Selatan yang menjadi sentra pengembangan usaha perikanan. Kabupaten Maros sebagai daerah pesisir pantai dan laut memiliki potensi pengembangan perikanan darat dan laut yang cukup besar terkhusus di Kecamatan Maros Baru. Dalam pelaksanaan kegiatan Program Produk Unggulan Daerah (PPPUD) terdapat 2 (dua) mitra yang telah didampingi di Desa Borimasunggu Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu UKM Tegar Mandiri dan Kelompok petambak H.M.Amir. Luaran dari kegiatan PPPUD pada Tahun 1 (pertama) ini, yaitu: (1) Peningkatan pemahaman tentang metode pengembangan usaha; (2) Peningkatan pemahaman tentang metode pengolahan dan pengemasan bandeng cabut duri; (3) Terjaminnya kontinuitas produksi, kualitas produk dan ketersediaan bahan baku; dan (4) Terciptanya pangsa pasar ke beberapa daerah. Hasil dari kegiatan PPPUD ini, adalah: (1) Produk bandeng cabut duri yang dihasilkan dengan kualitas yang sudah cukup baik serta warna yang tidak jauh berbeda dengan bandeng segarnya serta sudah tidak terdapat lagi duri; (2) Produk bandeng cabut duri yang dihasilkan sudah dikemas dalam kemasan vakum dengan desain yang lebih baik dan menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut; (3) Kualitas produk bandeng cabut duri telah memenuhi standar sehingga dapat dijadikan sebagai produk unggulan dari Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan; dan (4) Produk bandeng cabut duri telah dipasarkan pada Gedung Pusat Pemasaran Produk Unggulan milik Pemerintah Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan.Kata kunci: maros, produk unggulan, bandeng cabut duriABSTRACTMaros Regency of South Sulawesi province is one of the regencies in South Sulawesi that has become a center for enterprise development in fisheries. Maros with its the coastal beach and sea areas have the potential development of fresh and saltwater fisheries especially in the district of Maros Baru. In the implementation of the Regional Products (PPPUD) program, two partners in Borimasunggu Village, sub district of Maros Baru, Maros Regency, South Sulawesi province were assisted, namely UKM Tegar Mandiri and group of farmers H.M. Amir. The outcome of PPPUD in its first year included: (1) Increased in the understanding of the methods of enterprise development; (2) Increase in the understanding of the processing and packaging methods of tweeze milkfish thorns; (3) Provided the continuity of production, product quality and availability of raw materials; and (4) Creation of market share to some areas. The outpout of this PPPUD project included: (1) ‘cabut duri’ milkfish products with good appearance and colors that are not much different from the fresh milkfish, and already there is no longer any thorns; (2) ‘cabut duri’ milkfish products that have been packed in vacuum packaging for more appealing packaging design; (3) The quality of products that have met the standards so that it can be served as the flagship product of the Maros South Sulawesi province, and (4) The product has been marketed in the government-owned Centre of Local Flagship Products in Maros.Keywords: maros, superior product, ‘cabut duri’ milkfish
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Sekolah Dasar Desa Belatungan Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Putra, I Gusti Ngurah Anom Cahyadi; Adisanjaya, Nyoman Ngurah; Astuti, Ni Putu Widya
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.062 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.663

Abstract

ABSTRAKSekolah Dasar Negeri 1 Belatungan dan Sekolah Dasar Negeri 2 Belatungan merupakan dua sekolah dasar yang terletak di desa belatungan kecamatan pupuan kabupaten tabanan propinsi bali. Program Kemitraan Masyarakat ini menekankan tiga aspek yang dapat membantu keadaan sekolah menjadi lebih baik dan layak untuk proses belajar mengajar. Tiga aspek tersebut adalah pertama dari aspek teknologi, Kondisi perpustakaan yang masih manual sehingga dibutuhkan sistem informasi perpustakaan. Aspek kedua adalah dari sisi lingkungan dan kesehatan dimana sarana dan prasarana masih kurang, misal belum adanya pengelolaan sampah, belum ada sarana uks misanya tidak adanya kotak p3k, obat-obatan, alat timbang. Dan aspek ketiga adalah tentang kandungan gizi pada makanan di kantin sekolah yang belum memperhatikan kandungan gizi pada makanan, misal apakah makanan tersebut mengandung bahan kimia yang berbahaya. Hasil dari PKM ini adalah perbaikan terhadap ke tiga bidang tersebut antara lain terdapat sistem informasi perpustakaan pada perpustakaan masing-masing sekolah, terdapat tempat sampah yang terpisah berdasarkan jenis dan sarana pada UKS. Siswa-siswa mengetahui perbedaan sampah berdasarkan jenisnya. Pengetahuan gizi pada siswa-siswa sekolah dasar yang meningkat dan juga pengetahuan tentang kandungan kimia berbahaya pada makanan.Kata kunci: sistem informasi perpustakaan, uks, gizi dan zat kimia makananABSTRACT Sekolah Dasar Negeri 1 Belatungan dan Sekolah Dasar Negeri 2 Belatungan are two elementary schools located in the village of Belatungan, sub-district of Pupuan, Tabanan Regency, Bali Province. The Community Partnership Program emphasizes three aspects that can help improve the condition of the school and the teaching and learning process. The three aspects are first from the aspect of technology, the condition of the library is still manual so it requires a library information system. The second aspect is from the aspect of environment and health where facilities and infrastructure are still lacking, for example the absence of waste management, there is no means of construction, for example there are no first aid kits, medicines, weighing devices. And the third aspect is about the nutritional content of food in the school canteen that has not considered the nutritional content of food, for example whether these foods contain dangerous chemicals. The results of this PKM are improvements to the three fields, among others, there is a library information system in the library of each school, there are separate bins based on types and facilities in the UKS. Students know the difference in waste based on its type. Knowledge of nutrition in elementary school students is increasing and also knowledge about the harmful chemical content of food. Keywords: library information system, uks, nutrition and food chemicals
REDAKSI JURNAL JURNAL, REDAKSI
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.082 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.664

Abstract

REDAKSI JURNAL

Page 4 of 15 | Total Record : 147