cover
Contact Name
Purwaningtyas Kusumaningsih
Contact Email
paradharma.undhirabali@gmail.com
Phone
+628123982932
Journal Mail Official
paradharma.undhirabali@gmail.com
Editorial Address
Pengelola Jurnal Paradharma Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura Jl. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung-Bali ph. (0361) 426450/1
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
ISSN : 25497405     EISSN : 2775331X     DOI : -
Hasil – hasil pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Kurang Mampu dengan Metode Sustainable Livelihoods Approach (SLA) di Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli Santoso, Pande Putu Agus; Agustino, Dedy Panji
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.487 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.559

Abstract

ABSTRAKMitra pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat kurang mampu atas nama I Wayan Ragia yang tinggal di Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Susut, Bangli. Profesi mitra adalah buruh tani harian lepas dimana pada saat tidak ada pekerjaan, beliau hanya menganggur. Padalah di sisi lain, mitra memiliki halaman luas yang belum termanfaatkan. Luas rumah mitra adalah 3 are, terdiri atas banguan seluas 1 are dan halaman seluas 2 are. Berdasarkan hasil obeservasi terungkap bahwa mitra memiliki keinginan yang kuat untuk bertani sayuran, khususnya labu siam di halaman rumahnya. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah (1) keterbatasan modal untuk pengadaan alat dan bahan (bibit serta pupuk) pertanian, dan (2) keterbatasan pengetahuan tentang teknik bertani labu siam. Upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat dengan The Sustainable Livelihoods Approach (SLA). SLA pada dasarnya merupakan upaya pelibatan masyarakat untuk belajar dan beraktivitas secara berkelanjutan dengan cara unik mereka menjalani hidup. Starting point dalam pemberdayaan masyarakat ini adalah potensi SDA, potensi SDM dan keinginan masyarakat mitra. Pemberdayaan masyarakat berbasis SLA ini terdiri atas tiga tahapan kegiatan. Tahap penyadaran (awareness) melalui sosialisasi. Tahap pendampingan (scaffolding) melalui (a) Transfer teknologi berupa alat dan bahan untuk membangun kebun labu siam, (b) Pemberian hibah bibit dan pupuk, serta (c) Pembangunan kebun serta pelatihan bertani labu siam. Tahapan pelembagaan (institutionalization) melalui Komunitas Taman Hati dan Pro Bali Ambassador Familly.Kata kunci : Masyarakat kurang mampu, SLA, Desa Penglumbaran, dan Labu Siam.ABSTRACTPartners in community service activities are the underprivileged people on behalf of I Wayan Ragia who live in Banjar Sribatu, Penglumbaran Village, Susut, Bangli. The partner profession is a freelance daily laborer where at no time work, he is only unemployed. On the other hand, partners have a large, untapped page. The width of the partner house is 3 acres, consisting of 1 acre house and 2 acre yard. Based on the results of obeservation revealed that partners have a strong desire to farm vegetables (especially squash) in the yard of his house. The main problems faced by partners are (1) limited capital for the procurement of tools and materials (seeds and fertilizers) agriculture, and (2) limited knowledge about farming techniques of pumpkin. Efforts to solve the problems that have been done is the empowerment of the community with the Sustainable Livelihoods Approach (SLA). SLA is basically an effort to involve the community to learn and move sustainably in their unique way of life. Starting point in the empowerment of this community is the potential of natural resources, potential human resources and the desire of the partner community. This SLA-based community empowerment consists of three stages of activity. Awareness stage through socialization. Scaffolding stage through (a) technology transfer in the form of tools and materials to build a squash gourd garden, (b) giving of seed and fertilizer grant, and (c) development of farming and training of farming of squash. Institutionalization stage through Komunitas Taman Hati and Pro Bali Ambassador Familly.Keywords: Poor People, SLA, Penglumbaran Village and Squash.
Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Matematika SMP di Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem melalui Pelatihan Program Aplikasi GeoGebra Suarsana, I Made; Mahayukti, Gusti Ayu; Pujawan, I Gusti Ngurah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.559 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.560

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi kepada guru-guru matematika SMP di wilayah Kecamatan Kubu yang mengalami permasalahan dalam (a) mengkonstruksi representasi visual dari objek matematika yang sering dibutuhkan dalam penyusunan bahan ajar dan instrumen penilaian, dan (b) membuat media pembelajaran eksploratif sederhana berbasis komputer. Permasalahan yang ada diupayakan penanganannya melalui pelatihan pemanfaatan program aplikasi GeoGebra. Ketercapaian tujuan pengabdian ini diukur dengan evaluasi proses, hasil dan pemberian angket tanggapan. Berdasarkan observasi proses dan hasil diperoleh bahwa peserta pelatihan telah mampu mengkonstruksi representasi geometri dan membuat media pembelajaran eksploratif sederhana. Tanggapan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan berada pada kategori sangat positif.Kata kunci : GeoGebra, Geometri, Media Pembelajaran, Matematika, Kompetensi GuruABSTRACTThis community devotion aims to provide solutions to junior high school mathematics teachers in the Kubu district of both had problems in (1) constructing a visual representation of objects mathematics often needed in the preparation of teaching materials and instruments assessment, and (2) making computer based of simple explorative learning media. The existing problems should be done through training the use of application program GeoGebra. The success of this devotion is measured by evaluation process evaluation, product evaluation, and the participant response. Based on observation processes and product obtained that participants have been able to construct visual representation, and make simple explorative media learning. Participants responded to the event is very positive.Keywords : GeoGebra, Geometry, Learning Media, Mathematics, Teacher Competence
Pelatihan Evaluasi Program Pendidikan Nonformal Bagi Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Rizka, Muhammad Arief; Tamba, Wayan; Suharyani, .
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.635 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.561

Abstract

ABSTRAKTujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelola PKBM di Kecamatan Gunungsari dalam melakukan evaluasi program Pendidikan Nonformal. Hal ini didasarkan atas masih lemahnya kemampuan yang dimiliki oleh pengelola (Pimpinan, Staf, dan Tutor) PKBM dalam melakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas (tingkat keberhasilan) dari pelaksanaan program sebagai upaya dari penjaminan mutu program Pendidikan Nonformal yang berkelanjutan. Target khusus yang dicapai dari kegiatan ini adalah memberikan penguatan serta meningkatkan kecakapan pengelola PKBM dalam melakukan evaluasi program Pendidikan Nonformal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan (workshop) dan pendampingan yang bersifat partisipatif. Mahasiswa yang terlibat sebanyak 5 orang dari jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi pemberian materi mengenai konsep dan model-model evaluasi program yang relevan diaplikasikan pada program Pendidikan Nonformal. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penguatan kemampuan konseptual pengelola PKBM sebelum melakukan demonstrasi evaluasi program Pendidikan Nonformal yang dilaksanakan di PKBM. Setelah penguatan konseptual, kemudian melakukan pendampingan intensif dalam praktik evaluasi program dengan berdasar pada mekanisme evaluasi program yang terstandar mulai dari pemilihan program yang akan dievaluasi, formulasi tujuan, penentuan model evaluasi yang digunakan, pengembangan instrumen, pengumpula data, dan analisis data dari hasil evaluasi program. Untuk menjaga keberlanjutan hasil dari kegiatan ini, pendampingan informal terus dilakukan antara pengelola PKBM dengan Tim PkM sehingga tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat tercapai secara optimal.Kata kunci : Pelatihan, Evaluasi Program, Mutu, Pendidikan NonformalABSTRACTThe purpose of this community service activity is to increase knowledge and ability of Community Learning Center (CLC) managers in Gunungsari sub-district in evaluating Nonformal Education program. This is based on the low ability of the managers (leaders, staffs, and tutors) of the CLC to evaluate measurement on the effectiveness (success rate) of the program as an effort to ensure the quality of continuous non-formal education programs. Specific targets achieved from this activity are to provide strengthening and improve the skills of CLC managers in evaluating Nonformal Education programs. Methods used in this community service activity are training (workshops) and participative mentoring. Students involved as many as five people from the Nonformal Education Departement. The implementation of the community service activity involves the provision of materials on relevant program concepts and evaluation models applied to Nonformal Education programs. This is done as a form of strengthening the conceptual capabilities of CLC managers before performing a demonstration of the evaluation of Nonformal Education programs implemented in CLC. After the conceptual reinforcement, then perform intensive assistance in the program evaluation practice based on standardized program evaluation mechanisms ranging from selection of evaluated programs, objective formulation, determination of evaluation model used,instrument development, data collection and data analysis of program evaluation results. To maintain the sustainability of the results of this activity, informal counseling continues between CLC managers and teams in order that the goal of implementing the community service activity can be optimally achieved.Keywords : Training, Evaluating Program, Quality, Nonformal Education
Penerapan Hygiene Sanitasi Pada Proses Pembuatan/Pengolahan Jajanan Modern di SMK Wira Harapan Tegal Jaya Ordani Astuti, Ni Made Erpia; Suryanto, I Wayan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.888 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.562

Abstract

ABSTRAKPengetahuan tentang penerapan hygiene sanitasi penting diberikan sejak dini pada siswa SMK Pariwisata untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan makanan yang diproduksi serta kebersihan dan kesehatan pribadi. Penerapan Hygiene Sanitation (Kebersihan dan Kesehatan perorangan, peralatan dan lingkungan) merupakan aspek yang harus dipahami, diketahui, dan dimiliki mampu diterapkan pada proses pembuatan/pengolahan jajanan modern. Kegiatan PKM ini dilakukan di SMK Wira Harapan. Sasarannya adalah siswa kelas XII.JB.1 dan JB.2 SMK Wira Harapan. Kegiatan PKM dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, dilanjutkan dengan memberikan materi pelatihan teknik pembuatan jajanan modern kukus gula merah dan donat dengan metode demonstrasi dan pendampingan. Luaran dari kegiatan ini meliputi: lulusan SMK Wira Harapan kompeten dalam menerapkan hygiene sanitasi pada proses pembuatan jajanan modern, peningkatan kualitas produk jajanan modern seperti kukus gula merah dan donat. Penataan dan pengemasan produk yang menarik sehingga menambah nilai jual. Hasil kegiatan PKM ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang kebersihan dan kesehatan perorangan, peralatan dan lingkungan, memiliki kesadaran pentingnya Hygiene Sanitasi sebagai pedoman dalam aktifitas keseharian untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dengan melakukan kebugaran, terhindar dari kebiasaan buruk, menjaga penampilan dan kerapian dalam berinteraksi sosial untuk memberikan pelayanan prima. Kegiatan ini juga telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mempraktekkan secara langsung proses pembuatan atau pengolahan jajanan modern khususnya kukus gula merah dan donat, yang dilanjutkan dengan teknik penyajian dan pengkemasan jajanan Kukus Gula Merah dan Donat hingga siap dinikmati oleh tamu dengan berpatokan pada prinsip Hygiene Sanitasi.Kata kunci : Pelatihan dan pendampingan, Hygiene Sanitasi, jajanan modern.ABSTRACTIt is important to give earlier the knowledge of the application of sanitation hygiene to the students of Vocational High School of Tourism so that they can improve their personal cleanliness and health and the cleanliness and health of the foods they produce. The application of Sanitation Hygiene (personal and environmental cleanliness and health) is the aspect they should know, understand, acquire and can apply to the production of various types of the modern cakes. This social service ‘PKM’ entitled “The Application of the Sanitation Hygiene to the Process of the Production of Modern Cakes was conducted at Wira Harapan Vocational High School. The target students were those who belonged to class XII.JB.2. The methods used were lecturing, discussion and question and answer. Then the technique of producing the national cakes “Kukus Gula Merah” and “Donate” was introduced using the demonstration and supervision methods. One of the results of this social activity was that the graduates of Wira Harapan Vocational High School were competent enough in producing “Kukus Gula Merah” and “Donate”. In addition, the quality of the cakes they produced was better and how the cakes were arranged and packaged was interesting, meaning that the cakes could be sold at better prices. The other result was that this social activity could also improve the knowledge and understanding of the students of personal cleanliness and health, the cleanliness and health of the tools used, and the cleanliness and health of the environment. They were also made to beaware of the importance of Sanitation Hygiene in their daily activities. They were also taught what to do to be healthy, avoid bad habit and keep good and neat performance in the social interaction they make with others. In this way, they could serve others perfectly. As well, this social activity could also improve their knowledge of and skill in the process of the production of the modern cakes in general and “Kukus Gula’ and ‘Donate’ in particular. They were also made to know how to present and package them based on the principle of Sanitation Hygiene so that they were ready to be enjoyed by guests.Keywords: Training and supervision, Sanitation Hygiene, modern cakes
Percepatan Keaksaraan (Literacy Boost) Bagi Guru di SDN Nunhala dan SDN Baki Sonbay Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara Mauk, Vincentius; Kette, Elfira S. S.; Kolo, Yoanita D. R.
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.155 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.563

Abstract

ABSTRAKProgram percepatan keaksaraan (literacy boost) merupakan program yang didesain untuk membimbing sekolah khususnya para guru untuk mendukung perkembangan literasi/keaksaraan anak-anak dengan lebih baik. Salah satu komponen yang mendukung percepatan keaksaraan adalah pelatihan untuk guru. Pelatihan guru ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas guru yang terjadwal secara teratur, didesain untuk melengkapi guru untuk memusatkan pengajaran pada lima keterampilan inti dalam kerangka kurikulum yang sudah disyaratkan oleh pemerintah untuk terus diikuti. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas guru yang terjadwal teratur, didesain untuk melengkapi guru untuk memusatkan pengajaran pada lima keterampilan inti dalam kerangka kurikulum yang sudah disyaratkan oleh pemerintah untuk terus diikuti. Model yang digunakan dalam pelatihan ini adalah workshop dimana guru akan dibekali dengan materi dan latihan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Hasil yang telah diperoleh dari pelatihan guru ini adalah guru menguasai model pembelajaran aktif yang melekat pada proses pengajaran membaca dan meningkatnya keterampilan guru dalam menggunakan strategi percepatan keaksaraan melalui lima keterampilan dasar membaca.Kata kunci: pelatihan guru, percepatan keaksaraan.ABSTRACTThe literacy boost program is a program designed to guide school especially for the teachers to support the development of children’s literacy better. One of the components that support the literacy boost is training for teacher. The training for teacher aims to develop teacher’s capacity that scheduled regularly, designed to equip teachers to centralize teaching on five core skills within the curriculum design that required by the government to continue followed. The service for community aims to develop teacher’s capacity that scheduled regularly, designed to equip teacher to centralize teaching on five core skills within the curriculum framework that required by the government to continue followed. The model that used in this training is a workshop. The teachers will get the materials and exercises to improve the student’s reading ability. The results of this teacher training are teachers mastering the active learning model that attached on the process of reading teaching and increasing teacher skills in using strategy of literacy boost through five basic reading skills. Keywords: teacher training, literacy boost
Program Peningkatan Hygiene dan Sanitasi Pada Warung Makan Nasi Ayam Betutu di Banjar Cengkok, Desa Baha, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Bali Sumadewi, Ni Luh Utari; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.143 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.564

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pada mitra belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang hygiene penjamah makanan dan pentingnya sanitasi lingkungan disekitar warung makan serta kurangnya fasilitas sanitasi yang mereka miliki. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan dengan penyuluhan dan pendampingan tentang pentingnya hygiene penjamah makanan dan sanitasi lingkungan sekitar warung, pengetahuan mitra semakin bertambah dengan persentase sebesar 89,6% dan sanitasi pada lingkungan sekitar warung setelah dilengkapi fasilitas sanitasinya dengan persentase sebesar 74,3%.Kata kunci : sanitasi penjamah makanan, sanitasi lingkungan.ABSTRACTThe background of this devotion is partner does not have any knowledge about the importance of personal hygiene and environmental sanitation around food stalls and lack of sanitary facilities that they have. Based on the results of devotion done Based on the results of the service is done with guidance and mentoring on the importance of personal hygiene and environmental sanitation around the stall, knowledge partners increased with the percentage of 89.6% and sanitation on the environment around the stall after equipped facilities with the percentage of 74.3%.Keywords : personal hygiene, environmental sanitation
Penerapan Irigasi Tetes Bagi Masyarakat di Desa Oelami Kecamatan Bikomi Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Ledheng, Ludgardis; Lelang, Maria Afnita; Hutapea, Adeline Norawati
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.85 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.565

Abstract

ABSTRAKKehidupan masyarakat, Desa Oelami, Kabupaten Timor Tengah Utara sangat bergantung dari hasil tanaman sayur-sayuran. Untuk mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman, dibutuhkan ketersediaan air yang cukup. Embung merupakan sumber air satu-satunya yang ada di Dusun Beba dengan kapasitas tampung sebesar 18.000 m3. Ketersediaan embung bagi masyarakat tersebut belum dapat mencukupi kebutuhan usaha tani sebab pada musim kemarau debit embung mengalami penurunan. Akibatnya luas lahan usaha tani tidak bertambah terutama lahan tanaman cabai. Dampak bagi Kelompok Tani Cahaya Baru Mitra I adalah tidak dapat menghasilkan produksi yang maksimal. Mitra II Iptek bagi Masyarakat (IbM) adalah Kelompok Wanita Tani. Kelompok ini merupakan pengembangan dari Kelompok Cahaya Baru yang bertanggung jawab pada pemasaran hasil. Rata-rata pendidikan anggota wanita tani umumnya tamatan sekolah dasar. Dengan pengetahuan yang minim, mereka mengalami kesulitan dalam pemasaran menggunakan alat timbang sehingga cabai sering dijual dengan cara ditumpuk. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini yakni pendampingan teknis, penyuluhan dan pelatihan. Pendampingan teknis antara lain melalui pemasangan instalasi irigasi tetes dan pemasangan mulsa plastik. Penyuluhan yang diberikan adalah tentang analisa usaha tani. Pelatihan meliputi pengelolaan air dan keterampilan menggunakan alat timbang. Kebutuhan air sebelum irigasi tetes 15.000 liter. Setelah menggunakan irigasi tetes, kebutuhan air 8.800 liter. Terjadi penghematan air sebanyak 6.200 liter. Selain itu, dengan teknologi irigasi tetes pemanfaatan air lebih efektif baik tenaga maupun waktu penyiraman. Analisis usaha menunjukkan bahwa omzet finansial kelompok Mitra IbM meningkat setelah dilakukan perluasan lahan usaha dengan teknologi irigasi tetes. Penerapan teknik irigasi tetes pada lahan tanaman cabai menguntungkan kelompok mitra.Kata Kunci : Irigasi, tetes, cabai.ABSTRACTThe society life of Oelami village, North Central Timor Regency denpends on agricultural produce such as vegetables. To support crop result and growth, required by the availability of water. Embungis the only one source of water in Beba sub-village with capacities 18.000 m3, but it is still answered the demand of requirement of farming because in dry season the capcity is degradation. As a result the farming farm do not increase especially chilly crop farm. The affect for Cahaya Baru Mitra I groupcannot produce maximal production. Partner II activity of this IbM is woman farmer group. This group represents development from Cahaya Baru group that has responsibilty on marketing result of. Education of Woman Farmer groupis at elementary school. By having the minimum education,they have problems in measuring the the size of chilly. The method used in this activity is technical supervising, counselling and training. The technical supervising covers the drop irrigation installation and plastic mulsa installation while training covers management the water and skill to use weighed. The use of drop irrigation can economize water of 6.200 liters from previous total requirement namely 15.000 liters. Is alaso efective for the watering and time allocation. It is known that the results of marketing higher after the extent of Cahaya Baru Group.Keywords : Drop, Irigation, chilly
PKM Pelatihan Pembuatan APE PAUD di Desa Dauh Puri Kelod Denpasar Prima, Elizabeth; Lestari, Putu Indah; Rimpiati, Ni Luh
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.204 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.566

Abstract

ABSTRAKKehidupan anak selalu dekat dengan dunia bermain. Melalui bermain anak akan belajar mengenai kehidupan dan mendapatkan pengalaman yang membawa kesan menyenangkan bagi anak. Guru memiliki peranan penting dalam membantu anak agar dapat membangun konsep dengan baik, sehingga secara komprehensif dapat mengembangkan motivasi belajar anak usia dini. Salah satu alat permainan yang dapat dipergunakan adalah alat permainan edukatif (APE). Oleh karena itu, mitra yang tepat bekerja sama dalam PKM ini adalah PAUD Sari Kumara. Masalah yang dihadapi oleh mitra PAUD ini adalah berkurangnya motivasi guru dalam menyiapkan alat permainan yang edukatif, terbatasnya kreativitas guru dalam menyiapkan alat permainan edukatif, dan kurangnya media permainan edukatif yang dapat dimainkan di sekolah tersebut. Untuk itu, tim PKM menawarkan solusi dalam membantu guru-guru PAUD mengatasi masalah tersebut antara lain, memberikan pelatihan bagi guru cara pembuatan alat permainan edukatif, ToT bagi guru, memonitoring penyampaian kegunaan dan cara menggunakannya bagi peserta didik, serta menyediakan sarana alat permainan edukatif. Target luaran yang ingin dicapai dalam PKM ini adalah jurnal ilmiah ber-ISSN dan alat permainan edukatif (APE) hasil pelatihan yang dilakukan di PAUD Sari Kumara. Besar harapan bahwa pelatihan pembuatan alat permainan edukatif (APE) dapat menumbuhkan motivasi dari para guru untuk kreatif dan berkreasi.KataKunci : guru PAUD, alat permainan edukatif, bermain.ABSTRACTLife of children is always close to the fun world. The children will learn about life by playing and acquire experiences that cause pleasing impression to the children. Teachers have an important role in assisting the children to build well concept, consequently they can comprehensively develop motivation of early childhood. One of the game tools that can be used is Educational Game Tool (APE). Therefore, the appropriate partner to cooperate in this PKM is PAUD Sari Kumara. The difficulties faced by PAUD partners are the lack of teacher’s motivation in preparing educational games, limited creativity of teachers in preparing educational games, and the lack of educative game media that can be played in the school. Thus, the PKM team offers solutions to help PAUD teachers to solve the problem, namely, conducting teacher training of how to make educational games, ToT for teachers, monitoring the delivery of usefulness and how to use them for learners, and to provide educative game tools. The output targets to be achieved in this PKM are an ISSN scientific journal and educational game equipment (APE) result of training conducted at PAUD Sari Kumara. Expectantly the training of educational game making tools (APE) can stimulate the motivation of teachers to be creative and innovative.Keywords : teacher of early childhood education, educational game tool, playing.
Pelatihan Pemrograman dan Pembuatan Aplikasi Android Basic dengan Standar Google Bagi Siswa SMK Prshanti Nilayam Kuta Feoh, Gerson; Gunawan, Putu Wida; Raharja, Made Agung; Supriana, I Wayan; Putra, IGN Anom Cahyadi
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.651 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.567

Abstract

ABSTRAKGoogle bekerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi yang ada di Indonesia, memiliki program standarisasi untuk membuat standar pelatihan Android dengan 3 level yaitu basic, intermediate, dan advance. Program Studi Teknik Informatika Universitas Dhyana Pura sebagai salah satu program studi yang menerapkan kurikulum Android berstandar Google dalam mata kuliah Aplikasi Mobile, mewujudkan program dari Google sekaligus mengenalkan Program Studi Teknik Informatika melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk pelatihan pemrograman dan pembuatan aplikasi basic dengan standar Google melalui Udacity sebagai panduan training dan training langsung oleh dosen dan dibantu oleh mahasiswa-mahasiswi Program Studi Teknik Informatika yang sudah lulus dalam sertifikasi Indonesia Android Kejar. Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 (empat) kali dari tanggal 23 November 2017 sampai dengan 07 Desember 2018 dan diikuti oleh 44 orang siswa SMK Prshanti Nilayam Kuta. Software yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Android Studio 3.0 sebagai IDE paling terakhir dari Google. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah kemampuan dasar dalam programming dan pembuatan aplikasi sesuai keinginan peserta dimana peserta dapat melanjutkan ke dalam program lanjutan dari Google yaitu Indonesia Android Kejar.Kata kunci : Android, Indonesia Android Kejar, SMK Prshanti Nilayam Kuta, GoogleABSTRACTGoogle is working with higher education institutions in Indonesia, has a standardization program to create standard Android training with 3 levels of basic, intermediate, and advance. Informatics Engineering Study Program Dhyana Pura University as one of the study program that apply the Google Android standard curriculum in the Mobile Application course, realize the program from Google as well as introduce Informatics Engineering Study Program to Serve the Community in the form of training programming and making basic applications with Google standards through Udacity as a training guide and direct training by lecturers and assisted by students of Informatics Engineering Study Program which has passed the certification of Indonesia Android Kejar.Pelatihan conducted for 4 (four) times from 23 November 2017 until 07 December 2018 and followed by 44 students of SMK Prshanti Nilayam Kuta. The software used in this training is Android Studio 3.0 as the most recent IDE from Google. The result of this community service is the basic capability in programming and making the application as per the participants' wishes where the participants can proceed to the advanced program from Google that is Indonesia Android Kejar.Keywords : Android, Indonesia Chase Android, SMK Prshanti Nilayam Kuta, Google
PKM Sekolah Dasar Negeri 2 Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur dan Sekolah Dasar Negeri 1 Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan Karmini, Ni Nyoman; Antara, Anak Agung Purwa; Sukanta, Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.926 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.654

Abstract

ABSTRAKPKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini dilaksanakan dengan melibatkan dua mitra, yakni SDN 2 Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur dan SDN 1 Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Permasalahan yang dihadapi oleh kedua Mitra sangat banyak terkait sarana dan prasarana sekolah. Tim pengabdi bertujuan turut membantu memecahkan permasalahan kedua sekolah yang mungkin dilaksanakan dengan hasil nyata dan sesuai kemampuan dana. Tim pengabdi hanya memfokuskan pada tiga komponen kegiatan, yakni UKS, pembelajaran, dan perpustakaan. Solusi yang ditawarkan, yakni dengan memberi bantuan peralatan dan pengecatan ruang UKS. Untuk pembelajaran diberikan bantuan papan majalah dinding, alat-alat olah raga, peta, tempat sampah, dan papan dengan kartu huruf untuk kelas 1. Untuk meningkatkan kemampuan siswa diadakan pelatihan atau diklat menulis dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia serta diklat majalah dinding. Untuk perpustakaan diberikan bantuan rak buku, buku-buku cerita, dan pelatihan manajemen perpustakaan dengan magang di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan. Metode pelaksanaannya adalah dengan cara memberikan bantuan sarana dan prasarana sekolah serta mengadakan pelatihan yang melibatkan siswa kelas 4 dan 5 dengan mengundang narasumber. Target luaran PKM ini, selain bantuan nyata berupa sarana dan prasarana dan peningkatan kualitas SDM, luaran lainnya berupa karya ilmiah yang publish di jurnal Paradharma dan publish di media massa cetak Jawa Pos (Radar Bali).Kata kunci: PKM, SDN2 Bantas dan SDN1 Selemadeg, Kabupaten TabananABSTRACTThis Community Partnership Program involved two partners, namely SDN 2 Bantas in East Selemadeg District and SDN 1 Selemadeg in Selemadeg District, Tabanan Regency, Bali. The problems faced by both partners were very much related to school facilities and infrastructure. The community development team aimed to help solve the problems of the two schools that are possible to be implemented with tangible results and based on available funding. The team only focused on three components, namely UKS (School Clinic), learning, and library. The solutions offered included providing equipment and painting the UKS space. The learning portion was done through giving the help of magazine wall boards, sports equipment, maps, trash cans, and boards with letter cards for class 1. To improve the ability of students, training sessions on writing using English and Indonesian languages and training for student magazine writing were given. For the library, the team provided help in the form of bookshelves, story books, and training of library management with an apprenticeship in the Library Office and Archives of Tabanan Regency. The method of implementation was by providing assistance of school facilities and infrastructure and conduct training involving students of grade 4 and 5 by inviting speakers. The program’s outreach target, in addition to real assistance in the form of facilities and infrastructure and quality improvement of human resources, were other outputs of scientific papers as published in the journal Paradharma and publish in print media Jawa Pos (Radar Bali).Keywords: PKM, SDN2 Batang and SDN1 Selemadeg, Tabanan Distrit

Page 3 of 15 | Total Record : 147