cover
Contact Name
Muhammad Hatta
Contact Email
muhammad.hatta@unimal.ac.id
Phone
+6285277684276
Journal Mail Official
jurnalcendekia@lps2h.com
Editorial Address
Jln. Darussalam, No. 31, Desa Kampung Jawa Baru, Kec. Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kode Pos 24315
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Cendekia: Journal of Law, Social and Humanities
ISSN : -     EISSN : 29859174     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.8115579
Law, economics, politics, education, communication, Islamic law, government science, and other social science fields
Articles 108 Documents
Pola Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dalam Memahami Kebutuhan Emosional Remaja Nikite, Claudia Ayu; Subhani; Masriadi; Ainol Mardhiah; Anismar
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14286459

Abstract

Pola komunikasi interpersonal yang dipilih oleh orang tua akan berperan penting untuk mengatasi perbedaan persepsi yang terjadi antara orang tua dan anak remajanya. Orang tua yang mendengarkan dengan baik dan tidak mendominasi akan menjadikan seorang remaja lebih terbuka serta akan membuat remaja merasa dihargai sehingga akan sangat membantu remaja dalam mencapai kematangan emosional yang baik di mana akan mempengaruhi sikap dan perilaku remaja dalam bertindak. Pola komunikasi interpersonal diadik dan triadik yang dilakukan oleh orang tua di Kampung Simpang Layang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah adalah pola komunikasi membebaskan (permissive). Pola komunikasi interpersonal orang tua dalam memahami emosional remaja usia 13-17 tahun terjalin dengan cara mendekatkan diri atau mengakrabkan diri, menyempatkan dan meluangkan waktu disela kesibukan, memberikan pengertian dan perhatian baik secara verbal maupun non verbal, memberikan remaja kebebasan dalam mengekspresikan emosionalnya, memberikan kontrol berupa didikan atau contoh yang baik, menindak ketika melakukan kesalahan, serta memenuhi segala kebutuhan afeksi atau kasih sayang kepada remaja. Meskipun begitu, terdapat beberapa kendala semantik dan manusiawi seperti perbedaan pendapat, kurangnya waktu berkumpul, serta remaja sulit terbuka yang membuat komunikasi tidak berjalan dengan efektif sebagai mana mestinya.
Analisis Gaya Komunikasi Penjual Pada Akun Tiktok @Grosirshop_Stufff Zahratul Safina; Muhammad Ali; Masriadi; Subhani; Dwi Fitri
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14213855

Abstract

penelitian ini berjudul analisis gaya komunikasi penjual pada akun tiktok @grosirshop_stufff. penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyak konten yang di posting di akun @grosirshop_stufff dengan produk terbaru dan ditestimoni langsung untuk menyakinkan pelanggan dengan kualiatas produk dengan bermacam model rok, celana dan pakaian wanita. gaya komunikasi yang dilakukan pada akun tiktok @grosirshop_stufff yaitu dengan membujuk, merayu, mengajak dan menyapa penonton atau audiens untuk membeli barang yang mereka jual dan promosikan. selain konten, mereka juga melakukan live streaming tujuan untuk meningkatkan interaksi dengan followelrs julga melmuldahkan konsumen membeli barang yang sudah tersedia di keranjang kuning tiktok. untuk mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan pada 5 orang informan yang telah ditetapkan. pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan dengan mereduksi data, penyajian data serta menarik kesimpulan. penelitian ini diinterpretasikan menggunakan teori komunikasi persuasif dan dianalisis gaya komunikasi yang dipakai. adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melakukan penjualan di akun tiktok @grosirshop_stufff menggunakan 3 gaya komunikasi yaitu the equalitarian style, the controlling style dan the structuring style terbukti dari hasil wawancara yang telah dilakukan. selanjutnya @grosirshop_stufff tentu dengan menggunakan cara persuasif, @grosirshop_stulfff membujuk landing, merayu, meyakinkan bahwa barang yang mereka promosikan adalah barang kualitas yang terjamin. saat ini @grosirshop_stufff tetap mempertahankan ciri khas dalam gaya komunikasinya supaya toko tersebut semakin dikenal.
Strategi Komuikasi Hubungan Masyarakat Dalam Membangun Citra Positif Pada Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe Adinda Shakira, Salsa; Muhammad Fazil; Subhani; Kamaruddin; Zulfadli
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14213838

Abstract

Informasi dan pemberitaan yang tersebar secara langsung maupun melalui media sosial tentu membawa berbagai dampak positif dan negatif. Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe merupakan lembaga pemerintah yang memiliki peran penting dalam mengelola masalah keimigrasian di wilayahnya. Humas Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe memiliki berperan dalam menyampaikan informasi publik, merespon keluhan, isu permasalahan terkait program/kebijakan keimigrasian sangat diperlukan guna membangun citra positif Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi humas dalam membangun citra positif pada Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh humas kantor imigrasi dalam membangun citra positif tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini juga berfokus pada Komunikasi persuasif dan Image Building. Berdasarkan Model tersebut diperoleh hasil strategi komunikasi humas dalam membangun citra positif yaitu dengan pengembangan segala hal yang berkaitan dengan teknologi termasuk penguatan informasi dengan melakukan sosialisasi secara berkala dan terarah secara langsung, sedangkan melalui media humas kantor imigrasi juga mengembangkan konten-konten yang bersifat informatif dan menghibur masyarakat. Adapun hasil dari hambatan yang di hadapi oleh humas kantor imigrasi yaitu dalam proses penyampaian.
Efektivitas Pencegahan dan Penegakan Hukum Pidana Terhadap Politik Uang dalam Pemilu: Analisis Yuridis Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum Ricardo Farida, James; Yeti Kurniati; Hernawati RAS
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13984802

Abstract

Praktik politik uang dalam pemilihan umum di Indonesia tetap menjadi ancaman serius terhadap integritas demokrasi, meskipun Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum telah mengatur larangan dan sanksi terhadap pelakunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pencegahan dan penegakan hukum terhadap politik uang berdasarkan implementasi undang-undang tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif-empiris dengan analisis data dari wawancara dengan pejabat Bawaslu dan laporan resmi pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya koordinasi antar lembaga penegak hukum, keterbatasan sumber daya manusia, dan intervensi politik menghambat penegakan hukum yang efektif. Selain itu, penerimaan politik uang oleh masyarakat di wilayah pedesaan, akibat minimnya pendidikan politik, memperparah permasalahan. Penelitian ini menyarankan perlunya reformasi struktural dalam koordinasi antar lembaga, penguatan kapasitas Bawaslu, serta peningkatan pendidikan politik untuk masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya perbaikan penegakan hukum dan kesadaran masyarakat untuk menciptakan pemilu yang bersih dan adil.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Child Grooming Akibat Keingintahuan yang Salah dalam Penggunaan Media Sosial Salsabila Amilda; Yasmin Luthfiah Sutari; Muhammad Arief Aqil Audi; Annisa Hafizhah; Rosmalinda
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/cendekia.v3i1.173

Abstract

Abstrak: Dengan meningkatnya kasus child grooming, kebutuhan untuk melindungi anak di era digital menjadi semakin mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas UU Perlindungan Anak dan UU ITE dalam menangani kasus child grooming, serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasi hukum untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih baik. Dalam penelitian kami, digunakan pendekatan yuridis normatif digunakan dengan teknik analisis kualitatif terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan literatur terkait. Meskipun UU Perlindungan Anak dan UU ITE memberikan kerangka hukum yang memadai, kurangnya ketentuan spesifik tentang child grooming di dunia maya dan kelemahan dalam penegakan hukum menjadi hambatan utama. Kata Kunci: Perlindungan hukum, child grooming, media sosial, Abstract: With the increasing cases of child grooming, the need to protect children in the digital era is becoming increasingly urgent. This study aims to evaluate the effectiveness of the Child Protection Law and the ITE Law in dealing with child grooming cases, as well as to identify obstacles in the implementation of the law to provide better policy recommendations. In our study, a normative legal approach was used with qualitative analysis techniques on laws and regulations, official documents, and related literature. Although the Child Protection Law and the ITE Law provide an adequate legal framework, the lack of specific provisions on child grooming in cyberspace and weaknesses in law enforcement are major obstacles. Keywords: Legal protection, child grooming, social media
Strengthening of State Company on Strategic Commodities in Indonesia for Food Security Interest Under WTO Rules Adam, Bani; Teuku Yudi Afrizal
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/cendekia.v3i1.174

Abstract

Food sufficiency is a global matter which is being debated among global leaders. Unstable food prices result in people suffering obstacle to access on the commodity with affordable price. Some developing countries attempt to secure stockpile through procurement duty of state trading company. Meanwhile, the WTO provision prohibits domination of state-owned enterprise which lead to trade distortion. This article would like to observe pertaining to the role of state-owned enterprise to secure supply of food security. It aims to analyze improvements of state company to dominate in terms of protection of national security. This article uses doctrinal legal research methodology with primary sources originate from the rules of law, including library data as secondary sources. Principally, Article XVII of the GATT does not allow the members state to favor state-owned company to trade among the members, except for necessary circumstances. However, the MC13 concludes to overlook Art. XVII and Agreement on Agriculture (AoA) provisions to monopolize procurement and distribution as public stockholding. This measures may grant special privilege for state company to dominate in holding some commodities under national program. It has been carried out by Food Corporation of India (FCI) which secure national food security.
Analisis Kecantikan Perempuan Dalam Akun Youtube Tasya Farasya (Analisis Semiotika Roland Barthes) Julia Firdani; Cindenia Puspasari; Kamaruddin; Muhammad Fazil
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/cendekia.v3i1.180

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Kecantikan Perempuan Dalam Akun Youtube Tasya Farasya (Analisis Semiotika Roland Barthes). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana makna kecantikan perempuan dalam video make up tutorial di channel YouTube Tasya Farasya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Terdapat dua jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu; Data Primer yang dalam penelitian ini data primernya adalah pilihan scene pada video tutorial make up yang berjudul “Make Up Wisuda Gak Usah ke Salon” dan data sekunder baik itu jurnal, buku, ataupun literatur lainnya yang relevan dengan penelitian. Objek dalam penelitian ini adalah tujuh scene dalam video tutorial make up di channel Youtube Tasya Farasya. Tujuh scene itu dikaji menggunakan semiotika Roland Barthes dengan menganalisis makna penanda (signifier), pertanda (signified), denotatif dan konotatif. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada video yang berjudul “Make Up Wisuda Gak Usah ke Salon”. Dalam penelitian ini penanda dalam sebuah scene atau yang disebut dengan Signifier dapat berbentuk ekspresi atau juga disebut sebagai bentuk medium yang diambil dari sebuah tanda yang dapat berupa bunyi, gambar atau coretan yang dapat dimaknai. Sedangkan penanda dan pertanda kecantikan dalam video make up tutorial yakni ekspresi dari Tasya Farasya yang terdapat dalam setiap scene pilihan.
Efektifitas Kewenangan Pemerintah terhadap Pembaharuan Tugas Notaris dalam Hak Kekayaan Intelektual Raditya Feda Rifandhana; Zaneta Larissa Athalia; Lailatun Nur Kumala Sari; Bambang Angkoso Wahyono; Retno Sariwati; Indro Budiono; Marissa Sasha Amelia; Oktaviani Muliati; Anindita Purnama Ningtyas
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14550811

Abstract

Profesi merupakan suatu bidang yang bekerja dalam praktik-praktik hukum, sehingga praktik hukum biasanya berhubungan dengan efektifitasnya menjalankan profesi tersebut, profesi itu dikenal dengan profesi hukum, profesi hukum tidak terlepas dengan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai pelaksana tugas dari fungsi pemerintahan dalam hal ini menjalankan fungsi dari Kementerian baik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, bahkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, profesi hukum yang dikenal dengan Notaris masih berhubungan dengan Pemerintahan dalam hal ini adalah Menteri-Menteri, sehingga Praktik-praktik yang sering dilakukan adalah pembuatan akta-akta otentik yang bertujuan untuk melengkapi keinginan Masyarakat berkaitan kepemilikan suatu obyek. Kepemilikan suatu obyek diartikan, bahwa subyek mengajukan permohonan untuk membuat akta-akta kepada notaris yang merupakan kepanjangan tangan (Amanah) dari Pemerintah. Pada Penelitian ini, peneliti mencoba suatu gagasan baru terkait pembaharuan tugas notaris berkaitan dengan subyek mengajukan permohonan Hak Kekayaan Intelektual, yang merupakan pihak pelindung dari Hak Kekayaan Intelektual bagi Masyarakat. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Yuridis Normatif, dengan menganalisis Teori-Teori Hukum beserta Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dan relevan, untuk membantu menyelesaikan tulisan ini

Page 11 of 11 | Total Record : 108