cover
Contact Name
Ryan Taufika
Contact Email
pcejfkip@umsu.ac.id
Phone
+6285216814772
Journal Mail Official
ryantaufika@umsu.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II, Kec. Medan Tim., Kota Medan, Sumatera Utara 20238
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 29635187     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Pancasila and Citizenship Education Journal: Media Study of Pancasila and Citizenship Education is focused on the study of discourse and citizenship practices in the dimensions and perspectives of cultural diversity, equality, and social justice in the context of socio-economic, civic education and learning, related to issues of social and moral responsibility, community involvement and political literacy, as well as legal awareness. This journal publishes scientific and research-based articles on various Pancasila and civic education, and educational topics where conceptual issues of citizenship, local wisdom, political education, legal education, multiculturalism, and plurality issues are discussed. Pancasila and Citizenship Education Journal are very interested in scientific and professional studies in the discourse and practice of citizenship. We seek submissions of articles that cross the lines of scientific disciplines (interdisciplinary perspectives) that aim at the development of Pancasila and citizenship studies and citizenship education in the local, national, and global scope. Our particular attention is paid to works dealing with historical and contemporary questions of concern regarding other dimensions, meanings, and forms in relation to citizenship and contributing to education for citizenship. Each article published has gone through a peer-reviewed process by designated experts. They have experience in journal management and article publications in prestigious journals. The article published in Kewarganegaraan has met the requirements set by the Editorial Board of this journal.
Articles 92 Documents
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pengelolaan Pajak dan Pelayanan Publik melalui Program Trans Banten Adelia Agustiani; Andhilka Pratama; Rara Fesri Wandira; Arif Permana Putra
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (FEBRUARY 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPancasila is the ideology and philosophy of the Indonesian nation that guides the way of life of the nation and state. Actualizing its values is crucial to addressing the challenges of the times and moral degradation. One form of implementation is through public policy. The Banten Provincial Government, which has a high tax revenue ratio, has launched a new public transportation program called Trans Banten, funded by the regional budget (APBD). This program was initiated as an application of Pancasila values, particularly the second, fourth, and fifth principles, with the aim of providing a safer, more comfortable, integrated, and equitable transportation system. However, the introduction of Trans Banten has generated both pros and cons, particularly opposition from local public transportation drivers who have experienced a decline in income. This phenomenon demonstrates the dynamic between the need for transportation modernization and social justice for those operating in the old system. Therefore, this study aims to analyze how Pancasila values are applied in the management of the Trans Banten program and assess its impact on community welfare.Keywords: Pancasila Values, Tax Management, Public Services, Trans Banten, Social Justice ABSTRAKPancasila merupakan ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang memandu tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Aktualisasi nilai-nilainya menjadi penting untuk menghadapi tantangan zaman dan degradasi moral. Salah satu bentuk implementasinya adalah melalui kebijakan publik. Pemerintah Provinsi Banten, yang memiliki rasio penerimaan pajak tinggi, telah meluncurkan program transportasi publik baru bernama Trans Banten yang didanai oleh APBD. Program ini diinisiasi sebagai penerapan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, keempat, dan kelima, dengan tujuan menghadirkan sistem transportasi yang lebih aman, nyaman, terintegrasi, dan berkeadilan. Namun, kehadiran Trans Banten menimbulkan pro dan kontra, terutama penolakan dari sopir angkot lokal yang mengalami penurunan pendapatan. Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika antara kebutuhan modernisasi transportasi dan keadilan sosial bagi pelaku sistem lama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam pengelolaan program Trans Banten dan menilai seberapa besar dampaknya terhadap kesejahteraan Masyarakat.Kata Kunci: Nilai Pancasila, Pengelolaan Pajak, Pelayanan Publik, Trans Banten, Keadilan Sosial
The Influence of TikTok on the Political Perspectives of Civics Students of the Class of 2025, State University of Malang Annifatimah Safira; Devi Putri Azalina; Novita Handayani; Waffi Maulana Fatahillah; Salsabi Cahyani Limas Wari; Surya Desismansyah
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (FEBRUARY 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTikTok is currently the most influential social media platform in shaping public political opinion, including that of students. This study aims to analyze the impact of TikTok on the political views of students enrolled in the 2025 Pancasila and Citizenship Education undergraduate program at Malang State University and to identify the obstacles students face when expressing their political opinions on TikTok. This study uses a quantitative method with a random survey model using random sampling techniques. Data collection was conducted through Google Forms. This study produced 1) A clear picture of the extent to which TikTok social media influences the political awareness of PPKn students. 2) The obstacles encountered, particularly by TikTok users and PPKn students.Keywords: SocialMedia, TikTok, Political Opinions, PPKn Students ABSTRAKTikTok di era ini merupakan media sosial paling massif dalam membentuk opini politik masyarakat tak terkecuali opini politik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial TikTok terhadap cara pandang politik mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Angkatan 2025 Universitas Negeri Malang dan apa saja kendala yang ditemukan saat mahasiswa menyatakan opini politiknya melalui TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model survey secara acak menggunakan teknik random sampling. Adapun pengumpulan datanya melalui Google Form. Penelitian ini menghasilkan 1) Gambaran yang jelas mengenai sejauh mana pengaruh media sosial TikTok dalam membentuk kesadaran politik mahasiswa PPKn. 2) kendala yang ditemukan khususnya pengguna TikTok dan mahasiswa PPKn.Kata Kunci: Media Sosial, TikTok, Opini Politik, Mahasiswa PPKn
Internalisasi Nilai Moral dalam Pembelajaran PPKn sebagai Upaya Pembentukan Karakter Kewarganegaraan Siswa Sekolah Dasar Nur Afni; Nadia Nafisa Nuraqila; Nur Amna Febriani
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (FEBRUARY 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTEducation plays a vital role in shaping students’ character and morality as part of efforts to achieve national goals. In the Indonesian context, Pancasila serves as the primary foundation of character education that needs to be instilled from the elementary school level, as this stage marks the early formation of children’s personalities. This article examines the internalization of moral values, the role of Pancasila and Civic Education (PPKn) in cultivating moral values, and moral values relevant to elementary school students. The method employed is a literature review through the analysis of books, scholarly journals, and related educational documents. The findings indicate that PPKn learning contributes significantly to the development of students’ civic character, including honesty, responsibility, tolerance, and social awareness. The internalization of moral values is most effective when implemented in a planned and continuous manner through teacher role modeling, habituation activities, and contextual learning that is closely connected to students’ daily lives. Therefore, moral education in elementary schools not only focuses on value transmission but also functions as a fundamental strategy in preparing a generation that is well-characterized, has integrity, and can contribute positively to society.Keywords: Moral Education, Value Internalization, Pancasila and Civic Education (PPKn), Civic Character, Elementary School ABSTRAKPendidikan memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan moral peserta didik sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan nasional. Dalam konteks Indonesia, Pancasila menjadi dasar utama pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak sekolah dasar, karena pada tahap ini kepribadian anak mulai terbentuk. Artikel ini membahas internalisasi nilai moral, peran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam penanaman nilai moral, serta nilai-nilai moral yang relevan bagi peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui penelaahan buku, jurnal ilmiah, dan dokumen pendidikan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn berkontribusi signifikan dalam menumbuhkan karakter kewarganegaraan siswa yang jujur, bertanggung jawab, toleran, dan memiliki kepedulian sosial. Proses internalisasi nilai moral akan berjalan optimal apabila dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan melalui keteladanan guru, pembiasaan, serta pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan kehidupan siswa. Oleh karena itu, pendidikan moral di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada penanaman nilai, tetapi juga berfungsi sebagai strategi utama dalam menyiapkan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan mampu berperan positif dalam kehidupan bermasyarakat.Kata Kunci: Pendidikan Moral, Internalisasi Nilai, PPKn, Karakter Kewarganegaraan, Sekolah Dasar
Implementasi Pendidikan Bela Negara dalam Meningkatkan Kesadaran Mahasiswa terhadap Nasionalisme pada Era Society 5.0 Alifiya Chairani; Ahmad Khoirur Rizqi; Rizal Marwin Utomo; Nafha Aisha; Auva Bima Ahada; Anastasia Emi Sartika
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (FEBRUARY 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the implementation of State Defense (Bela Negara) educatio in strengthening student nationalism in the Society 5.0 era. In this era, technology integration and human-centered society pose both opportunities and threats to national identity. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection through literature studies. The results indicate that adapting State Defense education through digital literacy and soft skills development is crucial. Students show increased awareness of nationalism not only physically but also through digital sovereignty. This research concludes that the contextualization of State Defense values is necessary to prepare students to face global challenges without losing their national identity.Keywords: State Defense, Nationalism, Society 5.0, StudentsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan Bela Negara dalam memperkuat nasionalisme mahasiswa di era Society 5.0. Pada era ini, integrasi teknologi dan masyarakat yang berpusat pada manusia membawa peluang sekaligus ancaman bagi identitas nasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi pendidikan Bela Negara melalui literasi digital dan pengembangan soft skills sangat krusial. Mahasiswa menunjukkan peningkatan kesadaran nasionalisme tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui kedaulatan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontekstualisasi nilai Bela Negara diperlukan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa.Kata Kunci: Bela Negara, Nasionalisme, Era 5.0, Mahasiswa
Pemanfaatan Media Piramida dalam Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Kesadaran Nilai-Nilai Pancasila Luvy Cahyani; Adib Nur Fakhrian; Pipit Hanifah; Deni Zein Tarsidi
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (FEBRUARY 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internalisasi Nilai Gotong Royong dalam Membangun Solidaritas Sosial untuk Mencapai Tujuan Bersama Cintya Ardinary; Siti Adawiyah Anwar; Lathifah Sandra Devi
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (JUNE 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Mutual cooperation (gotong royong) is a noble value of Indonesian society that plays an important role in building social solidarity and strengthening community cooperation. However, the development of modern life, characterized by increasing individualism, has become a challenge in maintaining this value. This study aims to analyze the process of internalizing the values of gotong royong in building social solidarity to achieve common goals. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the internalization of gotong royong values at Djojoredjo Pamulang Junior High School is carried out through habituation, role modeling, active participation, and the cultivation of collective awareness in school life. This process fosters attitudes of mutual assistance, shared responsibility, social concern, and trust among students, thereby strengthening social solidarity in achieving common goals. The study concludes that the internalization of gotong royong values at Djojoredjo Pamulang Junior High School is a strategic effort to maintain social cohesion amid the challenges of individualism. Therefore, the involvement of families, educational institutions, and the wider community is needed to continuously revitalize the values of gotong royong.Keywords: Internalization of Values, Mutual Cooperation, Social Solidarity, Common Goals, Society.Abstrak: Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang berperan penting dalam membangun solidaritas sosial dan memperkuat kerja sama masyarakat. Namun, perkembangan kehidupan modern yang ditandai dengan meningkatnya individualisme menjadi tantangan dalam mempertahankan nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai gotong royong dalam membangun solidaritas sosial guna mencapai tujuan bersama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai gotong royong di SMP Djojoredjo Pamulang dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, partisipasi aktif, serta penanaman kesadaran kolektif dalam kehidupan masyarakat. Proses tersebut membentuk sikap saling membantu, tanggung jawab bersama, kepedulian sosial, dan rasa percaya antarmasyarakat sehingga memperkuat solidaritas sosial dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai gotong royong di SMP Djojoredjo Pamulang menjadi upaya strategis dalam menjaga kohesi sosial di tengah tantangan individualisme, sehingga diperlukan peran keluarga, pendidikan, dan masyarakat dalam merevitalisasi nilai gotong royong secara berkelanjutan.Kata Kunci: Internalisasi Nilai, Gotong Royong, Solidaritas Sosial, Tujuan Bersama, Masyarakat.
Analisis Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset) pada Siswa SMA dalam Menyikapi Kegagalan Akademik Mata Pelajaran PPKn: Sebuah Pendekatan Fenomenologi Alda Anggraini; Wanda Fahira; Muhammad Rafli Ashari; Irma Amalia; Afranisha Afranisha
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini bertujuan untuk memetakan gambaran pola pikir berkembang (growth mindset) yang dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) saat mereka menghadapi ketidaktuntasan nilai atau kegagalan akademik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Menggunakan metode kualitatif berdesain fenomenologi, data dihimpun lewat wawancara secara mendalam serta kajian terhadap dokumen refleksi mandiri dari 20 peserta didik yang tersebar dari kelas X sampai XII. Hasil analisis fenomenologis berhasil merumuskan tiga kategori utama, yaitu: bentuk pemaknaan terhadap kegagalan, variasi jenis reaksi emosi beserta pola kausalitas (atribusi), serta perwujudan daya lenting (resiliensi) akademik dalam aktivitas belajar kewarganegaraan. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa yang condong pada pola pikir berkembang menganggap ketidaktuntasan sebagai indikator untuk berbenah, bukan pembatasan atas potensi intelektual mereka. Riset ini menyarankan adanya rekonstruksi dalam pemberian umpan balik oleh guru, penerapan bantuan belajar (scaffolding) yang adaptif, serta pembentukan iklim belajar yang memaklumi kesalahan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter warga negara secara kontinu. 
Melampaui Batas Kemampuan: Strategi Mengubah Fixed Mindset menjadi Growth Mindset di Ruang Kelas Fanny Puspasari Sianipar; Ema Linda Lumban Gaol; Syarifa Aini; Rahmadani Indah Nasution; Fazlan Ade Umri
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (FEBRUARY 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Education is the fundamental basis for character building and the development of students’ potential, especially for Generation Z who face complex global challenges. One of the key factors influencing academic success and psychological resilience is the growth mindset, the belief that intelligence can be developed through effort and learning from failure. This study aims to analyze strategies for implementing a failure-friendly classroom to foster a growth mindset among high school students. The research method employed is a qualitative literature study, reviewing scientific journals and reference books relevant to the topic. The findings indicate that mindset transformation requires shifting the focus from final results to the learning process, supported by social environments and teachers as adaptive role models in responding to technology and change. The conclusion highlights that by creating an emotionally safe educational ecosystem and embracing mistakes as part of the learning process, students can build stronger learning resilience and become persistent lifelong learners.Keywords: Growth Mindset, Fixed Mindset, Teacher RoleAbstrak: Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi siswa, khususnya Generasi Z yang menghadapi tantangan global yang kompleks. Salah satu faktor penentu keberhasilan akademik dan ketahanan psikologis siswa adalah pola pikir bertumbuh (growth mindset), yaitu keyakinan bahwa kecerdasan dapat dikembangkan melalui usaha dan pembelajaran dari kegagalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penerapan kelas ramah kegagalan dalam menumbuhkan pola pikir bertumbuh pada siswa SMA. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, menelaah berbagai sumber tertulis seperti jurnal ilmiah dan buku referensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi mindset membutuhkan pergeseran fokus dari hasil akhir ke proses pembelajaran, dukungan lingkungan sosial, serta peran guru sebagai model adaptif terhadap teknologi dan perubahan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa dengan menciptakan ekosistem pendidikan yang aman secara emosional dan menjadikan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, siswa dapat mengembangkan ketahanan belajar yang lebih kuat dan menjadi pembelajar seumur hidup yang gigih dan adaptif.Kata Kunci: Growth Mindset, Fixed Mindset, Peran Guru
Nepotisme di Segala Dimensi: Ketika Koneksi Mengalahkan Kompetensi Septiani Nurhafifah Nurhafifah; Radina Raulia Runy; Muhammad Haikal Haikal; Levina Levina Levina; Muhammad Taqiyudin Mubarok Ainun Najma; Jayisy Miftah Faridz; Dadi Mulyadi Nugraha
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (JUNE 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Nepotism is a form of abuse of power that remains prevalent in various sectors of life, including government, education, employment, law, and healthcare. This practice prioritizes personal relationships and kinship over competence, performance, and professionalism, thereby contradicting the principles of justice and meritocracy. This study aims to analyze the phenomenon of nepotism from social and legal perspectives and to examine its impacts on individuals and the social system. The research employs a qualitative method using a descriptive approach. Primary data were obtained through semi-structured interviews with victims of nepotism, while secondary data were collected through literature studies of laws, academic journals, and relevant theoretical frameworks. The findings indicate that nepotism causes social injustice, psychological harm to victims, a decline in public service quality, and a weakening of public trust in state institutions. Therefore, comprehensive efforts are required through strict law enforcement, bureaucratic transparency, and the strengthening of ethical and professional values to minimize nepotistic practices in Indonesia.Keywords: Nepotism, Social Justice, Meritocracy, Law, Public EthicsAbstrak: Nepotisme merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang masih marak terjadi di berbagai sektor kehidupan, mulai dari pemerintahan, pendidikan, dunia kerja, hukum, hingga kesehatan. Praktik ini menempatkan hubungan personal dan kekerabatan di atas kompetensi, prestasi, dan profesionalisme, sehingga bertentangan dengan prinsip keadilan dan meritokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena nepotisme dari berbgai dimensi sosial dan hukum serta mengkaji dampaknya terhadap individu dan sistem sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan wawancara terhadap korban nepotisme serta studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan dan teori hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nepotisme menimbulkan dampak negatif berupa ketidakadilan sosial, penurunan kualitas pelayanan publik, melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, serta kerugian psikologis bagi korban. Oleh karena itu, diperlukan upaya komprehensif melalui penegakan hukum yang tegas, transparansi birokrasi, serta penanaman nilai etika dan profesionalisme untuk meminimalisir praktik nepotisme di Indonesia.Kata Kunci: Nepotisme, Keadilan Sosial, Meritokrasi, Hukum, Etika Publik
Analisis Komparatif terhadap Tingkat Pemahaman Peserta Didik Terhadap Proses Pembelajaran Regina Pandia; Nova Purba; Ema Linda Lumban Gaol; Fanny Puspasari Br Sianipar; Rohana Rohana
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (FEBRUARY 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to analyze and compare student understanding during the learning process at SMA Negeri 1 Rantau Utara and SMA Negeri 1 Rantau Selatan. The study used an observational qualitative approach to obtain an in-depth picture of the level of student understanding during the learning process. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate differences in student understanding at the two schools. These differences are influenced by variations in learning methods applied by teachers, the level of student involvement in learning activities, and the availability and utilization of learning facilities. The novelty of this study lies in the comparative analysis conducted through direct observation of student understanding in two different school contexts. The research findings are expected to serve as evaluation material and considerations for schools in improving the quality of the learning process and student understanding.Keywords: Student Understanding, Learning Process, Comparative Study, Qualitative ResearchAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Rantau Utara dan SMA Negeri 1 Rantau Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif observatif untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai tingkat pemahaman peserta didik selama mengikuti pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pemahaman peserta didik pada kedua sekolah. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh variasi metode pembelajaran yang diterapkan guru, tingkat keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar, serta ketersediaan dan pemanfaatan fasilitas pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komparatif yang dilakukan melalui observasi langsung terhadap pemahaman peserta didik pada dua konteks sekolah yang berbeda. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta pemahaman peserta didik.Kata Kunci: Pemahaman Siswa, Proses Pembelajaran, Studi Perbandingan, Penelitian Kualitatif

Page 6 of 10 | Total Record : 92