cover
Contact Name
Ryan Taufika
Contact Email
pcejfkip@umsu.ac.id
Phone
+6285216814772
Journal Mail Official
ryantaufika@umsu.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II, Kec. Medan Tim., Kota Medan, Sumatera Utara 20238
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 29635187     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Pancasila and Citizenship Education Journal: Media Study of Pancasila and Citizenship Education is focused on the study of discourse and citizenship practices in the dimensions and perspectives of cultural diversity, equality, and social justice in the context of socio-economic, civic education and learning, related to issues of social and moral responsibility, community involvement and political literacy, as well as legal awareness. This journal publishes scientific and research-based articles on various Pancasila and civic education, and educational topics where conceptual issues of citizenship, local wisdom, political education, legal education, multiculturalism, and plurality issues are discussed. Pancasila and Citizenship Education Journal are very interested in scientific and professional studies in the discourse and practice of citizenship. We seek submissions of articles that cross the lines of scientific disciplines (interdisciplinary perspectives) that aim at the development of Pancasila and citizenship studies and citizenship education in the local, national, and global scope. Our particular attention is paid to works dealing with historical and contemporary questions of concern regarding other dimensions, meanings, and forms in relation to citizenship and contributing to education for citizenship. Each article published has gone through a peer-reviewed process by designated experts. They have experience in journal management and article publications in prestigious journals. The article published in Kewarganegaraan has met the requirements set by the Editorial Board of this journal.
Articles 92 Documents
Pancasila di Persimpangan Jalan: Menelaah Relevansi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sekolah bagi Gen-Z Rahmah Khairunisa; Alya Muhzur Anggraini Siregar; Zaenul Slam
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (JUNE 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the relevance of Pancasila values in school life for Generation Z amidst the development of digital technology and globalization. The study used a qualitative approach with a literature study method sourced from scientific journals, books, and relevant documents related to Pancasila, Generation Z, character education, and citizenship. Data were analyzed using content analysis techniques through the processes of identification, classification, interpretation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Pancasila values remain relevant in shaping three dimensions of Generation Z citizenship: civic knowledge, civic dispositions, and civic skills. In the cognitive dimension, Pancasila serves as a foundation for understanding national identity and responding critically to information. In the affective dimension, Pancasila plays a role in shaping tolerant, empathetic, and responsible characters. In the behavioral dimension, Pancasila values are realized through mutual cooperation, deliberation, and social participation in the school environment. Thus, Pancasila remains an important foundation in shaping young citizens with character and responsibility in the digital era.Keywords: Pancasila, Relevance, School, Gen-ZAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sekolah bagi Generasi Z di tengah perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan Pancasila, Generasi Z, pendidikan karakter, dan kewarganegaraan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam membentuk tiga dimensi kewarganegaraan Generasi Z, yaitu civic knowledge, civic dispositions, dan civic skills. Pada dimensi kognitif, Pancasila menjadi landasan dalam memahami identitas nasional dan menyikapi informasi secara kritis. Pada dimensi afektif, Pancasila berperan dalam membentuk karakter toleran, empatik, dan bertanggung jawab. Pada dimensi perilaku, nilai-nilai Pancasila diwujudkan melalui gotong royong, musyawarah, dan partisipasi sosial di lingkungan sekolah. Dengan demikian, Pancasila tetap menjadi fondasi penting dalam pembentukan warga negara muda yang berkarakter dan bertanggung jawab di era digital.Kata Kunci: Pancasila, Relevansi, Sekolah, Gen-Z
Transformasi dan Inovasi Pembelajaran dalam Kerangka Penjaminan Mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Sahputra Sahputra; Nurhayati Nurhayati; Suratmin Suratmin; Ely Agustina
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Quality assurance of education in schools is highly dependent on the quality of the learning process taking place in the classroom. In reality, monotonous, teacher-centered learning often results in student inactivity and suboptimal learning outcomes. This study aims to examine how learning innovations can support quality assurance of education in schools. This study used a qualitative approach with descriptive methods, through data collection in the form of observations, interviews, and documentation studies. The results show that the implementation of learning innovations, such as discussion-based learning, group work, and the use of digital media, can increase student participation and create a more effective learning environment. Furthermore, learning innovations also encourage teachers to continuously improve their teaching methods, thereby gradually improving the quality of education. However, their implementation still faces several obstacles, such as limited facilities and a lack of teacher training. Therefore, support from schools and related parties is needed so that learning innovations can be implemented consistently and sustainably.Keywords: Transformation, Learning Innovation, Education Quality, Schools, Learning QualityAbstrak: Penjaminan mutu pendidikan di sekolah sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Kenyataannya, pembelajaran yang masih bersifat monoton dan berpusat pada guru sering membuat siswa kurang aktif dan hasil belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana inovasi pembelajaran dapat mendukung penjaminan mutu pendidikan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan inovasi pembelajaran, seperti pembelajaran berbasis diskusi, kerja kelompok, dan penggunaan media digital, mampu meningkatkan partisipasi siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih efektif. Selain itu, inovasi pembelajaran juga mendorong guru untuk terus memperbaiki cara mengajar sehingga mutu pendidikan dapat meningkat secara bertahap. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan kurangnya pelatihan bagi guru. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari sekolah dan pihak terkait agar inovasi pembelajaran dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.Kata Kunci: Transformasi, Inovasi Pembelajaran, Mutu Pendidikan, Sekolah, Kualitas Belajar
Pengaruh Project-Based Learning untuk Mendalami Konsep Konstitusi: Studi Eksperimen pada Kelas X SMA Negeri 3 Rantau Utara Muhammad Rafli Ashari; Wanda Fahira; Afranisha Afranisha; Panggi Nur Adi
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (FEBRUARY 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dijalankan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dibandingkan dengan metode konvensional dalam memperdalam pemahaman mengenai konsep konstitusi pada murid kelas X SMA. Menggunakan pendekatan kuantitatif bermetode eksperimen semu (quasi-experiment) melalui pola pretest-posttest control group, instrumen pengumpulan data meliputi tes penalaran mendalam, lembar penilaian proyek, serta angket respons siswa. Ditemukan bahwa kelas yang menerapkan PjBL mengalami lonjakan nilai rata-rata yang signifikan dari 54,20 menjadi 86,50. Sebaliknya, kelas kontrol dengan metode konvensional hanya naik dari 53,80 menuju 72,10. Pengujian statistik menonjolkan nilai signifikansi sebesar 0,000 ( 0,05), yang menegaskan keunggulan mutlak model PjBL. Melalui PjBL, siswa tidak sekadar menghafal, tetapi terbukti mampu menganalisis, menyintesis, hingga mengevaluasi aturan-aturan konstitusional serta meresapi nilai-nilai penting kewarganegaraan secara konkret.
Penerapan Design Thinking dalam Merancang Kegiatan Ice Breaking untuk Meningkatkan Keterlibatan Peserta Didik di SMA Negeri 1 Rantau Utara Regina Pandia; Nova Purba; Cici Syaidatun Amalya; Nurlina Nurlina; Novi Novi
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of Design Thinking in designing ice breaking activities to enhance student engagement at SMA Negeri 1 Rantau Utara. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The ice breaking design process followed the Design Thinking stages, namely empathize, define, ideate, prototype, and test. The findings indicate that ice breaking activities designed based on students’ needs are able to improve behavioral, emotional, and cognitive engagement in learning. Students became more active, enthusiastic, and focused after participating in the ice breaking activities. In addition, student involvement in the design process increased their sense of ownership toward learning activities. These findings suggest that Design Thinking is an effective innovative approach for designing student-centered learning strategies. Therefore, this approach is recommended for developing more interactive and meaningful learning in secondary schools.Keywords: Design Thinking, Ice Breaking, Student Engagement, Learning Innovation, Qualitative StudyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Design Thinking dalam merancang kegiatan ice breaking guna meningkatkan keterlibatan peserta didik di SMA Negeri 1 Rantau Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Proses perancangan ice breaking mengikuti tahapan Design Thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ice breaking yang dirancang berdasarkan kebutuhan peserta didik mampu meningkatkan keterlibatan perilaku, emosional, dan kognitif dalam pembelajaran. Peserta didik menjadi lebih aktif, antusias, dan fokus setelah mengikuti kegiatan ice breaking. Selain itu, keterlibatan peserta didik dalam proses perancangan meningkatkan rasa memiliki terhadap aktivitas pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa Design Thinking efektif digunakan sebagai pendekatan inovatif dalam merancang strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pengembangan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna di sekolah menengah.Kata Kunci: Design Thinking, Ice Breaking, Keterlibatan Peserta Didik, Inovasi Pembelajaran, Studi Kualitatif
Refleksi Pembelajaran Berbasis UbD sebagai Solusi Tantangan Perancangan Asesmen dan Bahan Ajar bagi Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila Fazlan Ade Umri; Rahmadani Indah Nasution; Sarifa Aini; Panggih Nur Adi
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of reflective learning in the Teacher Professional Education Program (PPG) through a literature review approach. Reflective learning is an essential aspect of teacher professional development as it enables continuous evaluation and improvement of teaching practices. The method used in this study is a literature review by examining various relevant and recent scientific journal sources, which are then analyzed using content analysis techniques to identify key findings, research patterns, and existing research gaps. The results show that reflective learning plays a strategic role in improving pedagogical and professional competencies, as well as critical thinking skills of PPG students. The implementation of strategies such as case-based discussions and the Understanding by Design (UbD) has been proven to enhance active participation, reflective abilities, and students’ conceptual understanding. In addition, reflective learning helps students connect theoretical knowledge with real classroom practices. However, challenges remain in the development of instructional materials and the design of effective and systematic assessments. In conclusion, reflective learning needs to be integrated in a structured and continuous manner at every stage of the learning process to produce professional, adaptive, and responsive teachers capable of facing the challenges of modern education.Keywords: Reflective Learning, Teacher Competence, Understanding by DesignAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi refleksi pembelajaran dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui pendekatan studi literatur. Refleksi pembelajaran menjadi aspek penting dalam pengembangan profesional guru karena memungkinkan evaluasi dan perbaikan praktik pembelajaran secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan mengkaji berbagai sumber jurnal ilmiah yang relevan dan mutakhir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi temuan utama, pola penelitian, serta kesenjangan penelitian yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi pembelajaran memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa PPG. Penerapan strategi seperti diskusi berbasis studi kasus dan pendekatan Understanding by Design (UbD) mampu meningkatkan keterlibatan aktif, kemampuan reflektif, serta pemahaman konseptual mahasiswa. Selain itu, refleksi pembelajaran juga membantu mahasiswa dalam mengaitkan teori dengan praktik nyata di lapangan. Namun, masih ditemukan kendala dalam penyusunan bahan ajar dan perancangan asesmen yang efektif dan sistematis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa refleksi pembelajaran perlu diintegrasikan secara terstruktur dan berkelanjutan dalam setiap tahapan pembelajaran guna membentuk guru yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan di era modern.Kata Kunci: Refleksi Pembelajaran, Kompetensi Guru, Understanding by Design
Penguatan Karakter Kerja Sama melalui Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Upaya Pembentukan Warga Negara yang Demokratis Davina Salva Ferisa
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (JUNE 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the strengthening of cooperative character through Citizenship Education (PPKn) as an effort to form democratic citizens. The approach used was qualitative with a case study design in a secondary school environment. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that strengthening cooperative character is carried out through the integration of values in lesson planning, the implementation of collaborative learning models such as group discussions and problem-based learning, and the habituation of a school culture based on mutual cooperation. The findings also indicate that PPKn serves as a space for democratic practice that allows students to develop attitudes of tolerance, participation, and social responsibility. However, challenges remain in the form of inequality in student participation and a tendency towards individualism. Therefore, strengthening cooperative character requires a consistent learning strategy and a supportive school environment. In conclusion, PPKn has a strategic role in forming democratic citizens who are able to cooperate in social life.Keywords: Cooperation, Civic Education, Character, Democracy, Case StudyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan karakter kerja sama melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya pembentukan warga negara yang demokratis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus pada lingkungan sekolah menengah. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter kerja sama dilakukan melalui integrasi nilai dalam perencanaan pembelajaran, penerapan model pembelajaran kolaboratif seperti diskusi kelompok dan problem-based learning, serta pembiasaan budaya sekolah berbasis gotong royong. Temuan juga menunjukkan bahwa PPKn berperan sebagai ruang praktik demokrasi yang memungkinkan peserta didik mengembangkan sikap toleransi, partisipasi, dan tanggung jawab sosial. Namun demikian, masih ditemukan tantangan berupa ketimpangan partisipasi siswa dan kecenderungan individualisme. Oleh karena itu, penguatan karakter kerja sama membutuhkan strategi pembelajaran yang konsisten dan lingkungan sekolah yang suportif. Kesimpulannya, PPKn memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara demokratis yang mampu bekerja sama dalam kehidupan sosial.Kata Kunci: Kerja Sama, Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter, Demokrasi, Studi Kasus
Analisis Pendidikan Demokrasi terhadap Kesadaran Politik Generasi Muda di Era Modern Della Nurahma; Alya Nur Hasanah; Zaenul Slam
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (JUNE 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Democratic education plays a strategic role in fostering the political awareness of young people amid rapid technological advancements and the increasingly complex transformation of the digital public sphere. This study aims to analyze the influence of democratic education on the political awareness of young people in the modern era. The research employs a qualitative approach using a literature review method based on relevant journal articles, books, and scientific documents. The analysis was conducted through the identification, selection, and synthesis of various research findings related to democratic education, political awareness, and digital literacy. The findings indicate that democratic education contributes to enhancing young people's understanding of their rights and responsibilities as citizens, strengthening political participation, and developing critical thinking skills toward various social, political, and public policy issues. Furthermore, digital media serves as a platform that expands access to political information and opportunities for civic participation. However, low levels of digital literacy may increase the risk of misinformation and disinformation. Therefore, the integration of democratic education and digital literacy is essential to foster a generation of young citizens who are active, critical, participatory, and responsible in democratic life.Keywords: Democratic Education, Political Awareness, Young Generation, Modern Era, Digital Literacy. Abstrak: Pendidikan demokrasi memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran politik generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan transformasi ruang publik digital yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan demokrasi terhadap kesadaran politik generasi muda di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari berbagai artikel jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui identifikasi, seleksi, dan sintesis berbagai temuan penelitian terkait pendidikan demokrasi, kesadaran politik, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai hak dan kewajiban warga negara, memperkuat partisipasi politik, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai isu sosial, politik, dan kebijakan publik. Selain itu, media digital berfungsi sebagai sarana yang memperluas akses informasi politik dan ruang partisipasi warga negara. Namun, rendahnya literasi digital berpotensi meningkatkan risiko misinformasi dan disinformasi. Oleh karena itu, integrasi pendidikan demokrasi dan literasi digital diperlukan untuk membentuk generasi muda yang aktif, kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokratis.Kata Kunci: Pendidikan Demokrasi, Kesadaran Politik, Generasi Muda, Era Modern, Literasi Digital
Peran dan Strategi Guru dalam Pendidikan Nilai untuk Generasi Alpha Ahmad Arif; Cici Syaidatun Amalya; Rahmadani Indah Nasution; Amin Harahap
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The moral crisis among young people, especially Generation Alpha (born 2010–2024), is exacerbated by digital disruption, technological dependence, and low empathy. Teachers play a central role in value education but need adaptive strategies. This study uses a descriptive qualitative literature review, analyzing twelve relevant sources on teacher roles, strategies, and competencies in value education for Generation Alpha.  Generation Alpha has unique characteristics: digital natives, visual learners, critical thinkers, but vulnerable to digital addiction and low interpersonal empathy. Teachers perform three main roles: as educators (linking materials with values), as teachers (selecting appropriate learning models), and as trainers (providing direct examples). The most effective strategy is consistent teacher role modeling. The combination of transmission approaches (direct value inculcation through habituation) and construction approaches (value development through reflection, moral dilemmas) is essential. Required teacher competencies include pedagogical, professional, personality, and social competencies, shaped through formal education, non‑formal training, and teaching experience. Successful value education for Generation Alpha requires synergy among three pillars (family, school, community) and continuous teacher professional development. This study contributes an integrative model of teacher roles and strategies for character building in the digital era.Keywords: Value Education; Generation Alpha; Teacher Roles; Teacher Strategies; Character EducationAbstrak: Krisis moral di kalangan anak muda, khususnya Generasi Alpha (lahir 2010–2024), diperparah oleh disrupsi digital, ketergantungan teknologi, dan rendahnya empati. Guru memainkan peran sentral dalam pendidikan nilai tetapi membutuhkan strategi adaptif. Studi ini menggunakan tinjauan literatur kualitatif deskriptif, menganalisis dua belas sumber relevan tentang peran, strategi, dan kompetensi guru dalam pendidikan nilai untuk Generasi Alpha. Generasi Alpha memiliki karakteristik unik: penduduk asli digital, pembelajar visual, pemikir kritis, tetapi rentan terhadap kecanduan digital dan rendahnya empati interpersonal. Guru menjalankan tiga peran utama: sebagai pendidik (menghubungkan materi dengan nilai-nilai), sebagai pengajar (memilih model pembelajaran yang tepat), dan sebagai pelatih (memberikan contoh langsung). Strategi yang paling efektif adalah pemodelan peran guru yang konsisten. Kombinasi pendekatan transmisi (penanaman nilai langsung melalui pembiasaan) dan pendekatan konstruksi (pengembangan nilai melalui refleksi, dilema moral) sangat penting. Kompetensi guru yang dibutuhkan meliputi kompetensi pedagogis, profesional, kepribadian, dan sosial, yang dibentuk melalui pendidikan formal, pelatihan non-formal, dan pengalaman mengajar. Pendidikan nilai yang sukses untuk Generasi Alpha membutuhkan sinergi antara tiga pilar (keluarga, sekolah, masyarakat) dan pengembangan profesional guru yang berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi berupa model integratif peran dan strategi guru untuk pembentukan karakter di era digital.Kata Kunci: Pendidikan Nilai; Generasi Alpha; Peran Guru; Strategi Guru; Pendidikan Karakter
Implementasi Nilai Islam dalam Hak dan Kewajiban Warga Negara Syifa Aura Syaidah; Syamzaimar Syamzaimar
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (JUNE 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research discusses the implementation of Islamic values in the rights and obligations of citizens. The primary aim of this study is to examine how Islamic principles are applied within the context of human rights and citizens’ duties, as well as their impact on societal life. The methodology employed is a literature review of various academic sources, including books, journal articles, and relevant religious documents. The analysis reveals that Islamic values emphasize justice, honesty, and social responsibility, which can effectively reinforce citizens’ rights and foster moral obligations within society. This implementation contributes to the creation of a just and harmonious community in accordance with Islamic teachings. The findings highlight the importance of integrating Islamic values into the legal and cultural framework of the nation. This research affirms that applying Islamic values can support the sustainable balance of citizens’ rights and obligations, fostering harmony within national life.Keywords: Values, Islam, Rights, Obligations, CitizensAbstrak: Penelitian ini membahas implementasi nilai-nilai Islam dalam pembentukan hak dan kewajiban warga negara. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana prinsip-prinsip Islam diterapkan dalam konteks hak asasi manusia dan kewajiban warga negara, serta dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dari berbagai sumber akademik, termasuk buku, artikel jurnal, dan dokumen keagamaan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam menekankan keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial, yang secara efektif dapat memperkuat hak warga negara dan menanamkan kewajiban moral dalam masyarakat. Implementasi ini berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang adil dan harmonis sesuai ajaran Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kerangka hukum dan budaya nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dapat mendukung keberlanjutan hak dan kewajiban warga negara secara seimbang dan harmonis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Kata Kunci: Nilai, Islam, Hak, Kewajiban, Warga Negara
The Impact of Special Autonomy Funds on The Development of Cot Yang Village: Analysis of The Relationship Between Central and Regional Financial Putra Kaslin Hutabarat; Diva Ramadhani; Amilia Afriana; Samsuar Samsuar; Darlinawati Darlinawati
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (JUNE 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines the impact of Special Autonomy Funds (Otsus) on development in Cot Yang Village, Aceh Besar Regency, focusing on the financial relationship between the central and regional governments and the role of community participation in monitoring fund utilization. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in- depth interviews with hamlet heads and village officials, field observations, and documentation related to the management of the Special Autonomy Fund. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the main obstacles in the utilization of the Special Autonomy Fund are the lack of transparency and accountability in fund management, as well as the low level of community involvement in the planning and monitoring of development. Limited community participation has led to ineffective development and suboptimal benefits for village residents. This study concludes that improving transparency, accountability, and strengthening community participation are crucial to achieving sustainable development and enhancing community welfare at the village level. Recommendations are directed to the village government to improve fund governance and actively involve residents in every stage of development.Keywords: Special Autonomy Fund, Village Development, Participation, TransparencyAbstrak: Penelitian ini mengkaji dampak Dana Otonomi Khusus (Otsus) terhadap pembangunan di Desa Cot Yang, Kabupaten Aceh Besar, dengan fokus pada hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah serta peran partisipasi masyarakat dalam pengawasan penggunaan dana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala dusun dan perangkat desa, observasi lapangan, serta dokumentasi terkait pengelolaan Dana Otonomi Khusus. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam pemanfaatan Dana Otonomi Khusus adalah kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan. Partisipasi masyarakat yang masih terbatas berdampak pada ketidakefektifan pembangunan dan kurang optimalnya manfaat yang dirasakan oleh warga desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta penguatan partisipasi masyarakat sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. Rekomendasi diberikan kepada pemerintah desa untuk memperbaiki tata kelola Dana Otonomi Khusus dan melibatkan warga secara aktif dalam setiap tahap pembangunan.Kata Kunci: Dana Otonomi Khusus, Pembangunan Desa, Partisipasi Masyarakat, Transparansi

Page 8 of 10 | Total Record : 92