cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Strategi Pengembangan Ekowisata Taman Hutan Kota Langsa Kamila, Cut Natasya; Zuraidi, Evalina; Yusuf, Myna Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 4 (2024): Volume 8, No.4, November 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i4.32034

Abstract

Kota Langsa yang terletak di Provinsi Aceh, telah mengembangkan sektor ekowisata hutan kota, khususnya di Kawasan Hutan Kota yang terletak di Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro. Kawasan ini memiliki luas 120 hektar, dengan 9,6 hektar yang ditetapkan sebagai kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, potensi dan permasalahan serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata hutan kota. Jenis penelitian ini menggabungkan metode penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara dan dokumentasi, menggunakan komponen pengembangan pariwisata 6A (daya tarik, aksesibilitas, fasilitas, akomodasi, aktivitas dan layanan tambahan) sebagai variabel penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan matriks IFAS EFAS yang dilanjutkan dengan analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan ekowisata hutan Kota Langsa. Hasil penelitian menunjukkan potensi pengembangan ekowisata hutan Kota Langsa, dengan analisis SWOT menempatkan strategi pengembangan pada kuadran I (Kekuatan-Peluang). Rekomendasi meliputi peningkatan aksesibilitas dan fasilitas pendukung, promosi yang lebih intensif, serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan promosi ekowisata untuk keberlanjutan dan peningkatan ekonomi lokal.
Persepsi Pengunjung terhadap Taman Kota Banda Aceh sebagai Ruang Publik Ramah Anak Fauzullana, Fauzullana; Arafah, Yunita; Sabila, Farisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 4 (2024): Volume 8, No.4, November 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i4.31994

Abstract

Pada tahun 2019-2023, Kota Banda Aceh dinobatkan sebagai Kota Layak Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENPPA) dengan peringkat kategori yang terus meningkat. Namun, berdasarkan penelitian terdahulu diketahui bahwa sarana dan prasarana yang disediakan oleh pemerintah Kota Banda Aceh dalam upaya pemenuhan hak anak memiliki kuantitas yang banyak dengan kualitas yang masih jauh dari kata layak, termasuk diantaranya adalah taman bermain anak dengan fasilitas bermain yang tidak terawat dan tidak layak pakai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap ruang publik di Kota Banda Aceh sebagai ruang publik ramah anak. Lokasi penelitian berada di tiga taman di Kota Banda Aceh yaitu Taman Hutan Kota Tibang, Taman Bustanussalatin, dan Taman Wisata Meuraxa. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan dianalisis dengan teknik skoring dan pembobotan skala likert. Data diperoleh dari hasil survey primer yaitu observasi dan pembagian kuesioner kepada pengunjung yang membawa anak ke taman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan dari persepsi pengunjung, Taman Hutan Kota Tibang mendapatkan penilaian yang paling tinggi dari pengunjung yaitu 68,7%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengunjung berpendapat Taman Hutan Kota Tibang sudah sesuai dengan kriteria ruang publik ramah anak dengan variabel yang paling menonjol adalah aspek keselamatan dan kesehatan dimana 72% pengunjung berpendapat kondisi keselamatan dan kesehatan di Taman ini sudah baik. Penelitian ini memberikan rekomendasi dalam peningkatan kualitas taman di Kota Banda Aceh sebagai ruang publik yang ramah anak.
Volume 8, No.3, Agustus 2024 Zuraidi, Evalina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.32866

Abstract

Kajian Partisipasi Masyarakat dalam Proses Perencanaan Ruang Terbuka Publik Rafli, Ahmad; Zuraidi, Evalina; Sabila, Farisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.31995

Abstract

Tanjungbalai Waterfront City terletak di Kota Tanjungbalai Provinsi Sumatera Utara. Saat ini, pelayanan yang tersedia di Tanjungbalai Waterfront City sudah tidak optimal karena kondisi fisik yang sudah buruk dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merencanakan revitalisasi kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan dan pelaksanaan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat partisipasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran, dengan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis tematik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara, dengan sampel yang terdiri dari 100 warga Kota Tanjungbalai dan lima informan kunci. Hasil dari wawancara dan kuesioner menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan berada pada tingkat partisipasi sedang, sedangkan pada tahap pelaksanaan pada tingkat partisipasi rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat serta kurangnya dukungan dari pihak pemerintah. Namun, terdapat beberapa faktor pendukung seperti kemauan dan keinginan masyarakat untuk berpartisipasi dan adanya potensi kerjasama antara masyarakat dan pemerintah. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk memperbaiki dan menyadari pentingnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Kota Tanjungbalai. Penelitian ini menyarankan agar upaya-upaya perbaikan di masa mendatang lebih difokuskan pada peningkatan keterlibatan proaktif masyarakat dalam proses perencanaan, dan memastikan kontribusi masyarakat tanpa membedakan tingkat pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin.
Evaluasi Pengelolaan Sampah di Pasar Rukoh dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Zariyana, Zariyana; Zahriah, Zahriah; Editya, Muhammad Heru Arie
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.24660

Abstract

Saat ini, pengolahan sampah di Pasar Rukoh Banda Aceh masih belum optimal, tempat sampah yang kelebihan muatan, dan belum adanya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Diantaranya adalah pengelolaan sampah untuk mengurangi produksi sampah serta memberikan rekomendasi pada pengelolaan sampah dengan pendekatan arsitektur. Untuk mengetahui Bagaimana sistem pengelolaan sampah Pasar Rukoh saat ini perlu di observasi untuk mengevaluasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem pengelolaan sampah Pasar Rukoh dan menevaluasi pengelolaan sampah Pasar Rukoh dengan pendekatan arsitektur ekologis. Metode pengambilan data lapangan menggunakan teknik observasi, studi literatur dan wawancara. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari pengelolaan sampah dan konsep pasar, indikator pengelolaan sampah terdiri dari proses pewadahan limbah, pengumpulan, pengangkutan, penampungan. Pada indikator konsep Pasar terdiri dari zoning dan sirkulasi. Hasil dari penelitian di dapatkan bahwa pengelolaan sampah Pasar Rukoh belum berjalan dengan seharusnya dan belum ada strategis pengelolaan sampah, terlebih belum adanya pemilahan sampah, pada sampah organik dan anorganik. Zonasi yang masih bercampur antara area basah dan area kering membuat sampah yang di hasilkan setiap los masih bercampur. Sirkulasi yang belum memenui standar karena masih ada pedagang yang masih meletakkan barang dagangan pada ruang sirkulasi yang menjadi penghambat dan ruang sirkulasi menjadi sempit. Peningkatan yang berkelanjutan yang di lakukan yaitu penerapan strategis pengelolaan, pemisahan zonasi antara area basah dan kering, pelebaran sirkulasi yang di lakukan sesuai standar yang telah di tetapkan.
Pengaruh Orientasi Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal Pada Bangunan Rumah Tinggal (Studi Kasus: Perumahan Gla Deyah, Aceh Besar) Aulia, Zahra; Irfandi, Irfandi; Mirza, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.31141

Abstract

Perumahan Gla Deyah memiliki layout bangunan dengan beragam orientasi sehingga kenyamanan termal pengguna rumah tidak dijadikan pertimbangan yang khusus dalam merancang perumahan. Penelitian ini mengkaji pengaruh orientasi pada suatu bangunan dalam menghadapi permasalahan kenyamanan serta kinerja kenyamanan termal pada rumah yang memiliki tipe yang sama dengan orientasi yang berbeda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif yaitu mengukur variabel termal seperti suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin pada objek penelitian. Pengukuran yang digunakan pada penelitian ini adalah pengukuran langsung serta hasil pengukuran ini akan memberikan data numerik yang dapat digunakan dalam analisis. Alat yang digunakan dalam pengukuran adalah Anemometer untuk mengukur kecepatan angin dan Termohygrometer untuk mengukur temperatur udara serta kelembaban udara. Jumlah total pengukuran pada 3 sampel dilakukan pada bulan maret, diukur setiap hari selama 7 hari. Pembagian waktu pada pengukuran dibagi menjadi 4 waktu yaitu pagi hari pada pukul 08.00-10.00 WIB, siang hari pukul 12.00-14.00 WIB, sore hari 15.00-17.00 WIB dan malam hari pukul 19.00-21.00 WIB. Pengukuran ditulis setiap 5 menit. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bangunan orientasi selatan merupakan orientasi paling nyaman disebabkan perolehan suhu rata-rata yang paling rendah dan orientasi timur adalah orientasi paling tidak nyaman dengan rata-rata nilai suhu yang paling tinggi. Hasil pengukuran temperatur pada perumahan Gla Deyah adalah 31C -34C, nilai kelembaban yaitu 63%-70% dan kecepatan angin adalah 0 m/s.
Penerapan Konsep Panopticon pada Perancangan Lembaga Pemasyarakatan Mirza, Mirza; Maulana, Rizaldi Arie; Ariatsyah, Ardian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.28656

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan dapat diartikan sebagai suatu wadah atau badan yang dibentuk bertujuan untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi narapidana sebelum mereka kembali bermasyarakat. Seiring berjalannya waktu, teknologi juga digunakan dalam sistem pengawasan penjara, termasuk penerapan arsitektur panopticon. Panopticon adalah salah satu jenis bangunan institusi yang dirancang pada akhir abad ke-18 oleh filsuf dan ahli teori sosial Inggris yaitu Jeremy Bentham. Desainnya terdiri dari struktur melingkar dengan pengawasan di tengahnya. Bentham sendiri menggambarkan panopticon sebagai "cara baru untuk melampaui pemikiran dan memperoleh kekuatanpemikiran". Penerapan konsep ini dilakukan dengan memaksimalkan sistem pengawasan namun dengan jumlah pengawas yang seminimal mungkin untuk memantau jumlah narapidana semaksimal mungkin. Penerapan tema ini juga menekankan pada disiplin mental narapidana, fokusnya adalah mengalihkan perhatian narapidana yang sedang berada didalam kamar sel, sehingga narapidana mungkin lupa bahwa mereka sedang diawasi oleh petugas lapas yang berjaga pada menara pengawas di tengah bangunan. Efek utama dari mekanisme panoptikon ini adalah menciptakan perasaan bahwa dia terus-menerus diawasi oleh petugas, sehingga narapidana tidak merencanakan untuk melarikan diri dari lapas. Kesadaran yang mengandung arti bahwa seseorang sedang mengendalikan dan mengawasi setiap tindakan dan gerak seseorang. Tata letak tapak juga menerapkan sistem terpusat, dimana masjid menjadi titik fokus bangunan dengan harapan para narapidana dapat semakin mendekatkan diri pada agama dan mampu bertaubat sebelum mereka berbaur kembali dengan masyarakat luar.
Volume 8, No.4, November 2024 Zuraidi, Evalina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 4 (2024): Volume 8, No.4, November 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i4.33734

Abstract

Penilaian Tingkat Efektivitas Fungsi Taman di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh Aryastiana, Putri; Hasan, Zainuddin; Sabila, Farisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2025): Volume 9, No.1, Februari 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v9i1.25914

Abstract

Taman adalah salah satu komponen yang terdapat dalam Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) yaitu taman. Taman sering digunakan sebagai tempat untuk melakukan berbagai kegiatan seperti rekreasi, wisata, kuliner, dan kegiatan pembelajaran maupun penelitian. Kecamatan Meuraxa saat ini memiliki luas RTH seluas 11,442 Ha yang dimanfaatkan untuk aktivitas rekreasi, wisata, kuliner, dan kegiatan lainnya. Kualitas sebuah taman dapat diketahui melalui keberlanjutan fungsi taman yang dapat diwujudkan melalui keberhasilan pemanfaatan fungsi taman yang telah ada. Dalam mengukur keberhasilan tersebut, dapat dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap efektivitas pemanfaatan taman di lokasi penelitian. Hal ini dapat menjadi acuan dalam upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana taman di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh berfungsi sebagai Ruang Terbuka Publik (RTP), dengan mengukur efektivitas fungsinya berdasarkan persepsi masyarakat melalui penggunaan kuesioner daring. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skoring menggunakan kategorisasi jenjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Taman Kuliner Ulee Lheue cukup efektif untuk semua fungsi taman, (2) Ulee Lheue Park cukup efektif untuk fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi sedangkan sangat efektif untuk fungsi estetika (3) Taman Pantai Cermin cukup efektif untuk fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi sedangkan sangat efektif untuk fungsi estetika, dan (4) Taman Wisata Meuraxa cukup efektif untuk fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi sedangkan sangat efektif untuk fungsi estetika
Penerapan Tema Arsitektur Hijau pada Perancangan Apartemen di Banda Aceh Qalbi, Zahwatun Haninul; Zahriah, Zahriah; Idawati, Dyah Erti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2025): Volume 9, No.1, Februari 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v9i1.32596

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di Banda Aceh, kebutuhan dan gaya hidup masyarakat diperkirakan akan mengalami perubahan yang signifikan. Dalam konteks ini, hunian horizontal menjadi kurang efisien, sehingga apartemen sebagai hunian vertikal muncul sebagai solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang terus meningkat. Hingga saat ini, Banda Aceh belum memiliki apartemen yang mewujudkan konsep hunian vertikal. Oleh karena itu, perancangan apartemen yang terintegrasi dengan pusat perbelanjaan dinilai sebagai opsi investasi yang relevan dan menarik untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup yang akan datang. Perancangan ini bertujuan untuk merancang bangunan apartemen bagi kalangan menengah ke atas di Banda Aceh yang mengusung tema arsitektur hijau. Desain apartemen ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan lahan, meningkatkan efisiensi energi, serta mendukung keberlanjutan lingkungan melalui penerapan tema Arsitektur Hijau. Metode yang digunakan ialah studi literatur, studi banding, dan analisis. Hasil akhir dari artikel ini adalah Perancangan Apartemen di Banda Aceh berdasarkan prinsip-prinsip tema Arsitektur Hijau, meliputi penggunaan kisi-kisi vertikal di balkon, dinding berwarna cerah, lampu solar LED bulb, sistem panen air hujan (PAH), jumlah bukaan yang optimal, minimalisasi area perkerasan, penggunaan grass block pada jalur sirkulasi, kaca Low-E, serta penyediaan balkon dan ruang terbuka hijau.