cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Penerapan Tema Arsitektur Perilaku pada Perancangan Hunian Lansia di Banda Aceh Amalia, Farah; Ivan, Teuku; Huda, Khairul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.26576

Abstract

Hunian lansia merupakan hunian yang terintegrasi dengan layanan wellness untuk kalangan lansia berupa apartemen maupun rumah tinggal yang dapat diperjual-belikan maupun disewakan, juga terdapat fasilitas untuk melakukan kegiatan baik didalam maupun diluar ruangan. Menghadirkan hunian lansia di Banda Aceh dapat menjadikannya sebagai jawaban atas belum adanya hunian lansia di Banda Aceh dengan konsep komunitas dan entertain, saat ini hanya terdapat hunian lansia berupa panti jompo yang disubsidi oleh pemerintah dengan karakter penghuni adalah lansia terlantar. Hunian lansia hanya dapat ditempati oleh para lansia yang sudah mencapai umur 55-60 tahun ke atas dengan fasilitas yang mendukung untuk kegiatan permberdayaan lansia. Hunian ini menuju pada Lansia dengan golongan ekonomi menengah hingga atas dengan latar belakang yang tidak jauh berbeda, dikarenakan sarana dan fasilitas yang diberikan lebih bergengsi dan layak dibandingkan dengan panti jompo. Partisipasi di hunian lansia dapat membuat lansia tetap aktif dan produktif karena mendapatkan kesempatan untuk melakukan ragam kegiatan. Oleh karena itu, hunian lansia ini dirancang dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Perilaku dengan tujuan agar hunian ini dapat benar-benar menyediakan apa yang dibutuhkan oleh penggunanya. Penerapan tema rancangan pada bangunan diaplikasikan pada penataan tapak, penataan massa bangunan, penggunaan material lantai yang bertekstur untuk mencegah lansia terjatuh, serta warna di bedakan untuk mempermudah lansia dalam memahami kondisi jalan atau ruang serta sebagai petunjuk arah.
Analisis Fenomena Kenyamanan Termal Dan Kepuasan Pengunjung Pada Area Gunongan Dan Kandang Sebagai Bangunan Bersejarah Salsabila, Salwa; Rauzi, Era Nopera; Taqiuddin, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 3 (2023): Volume 7, No.3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i3.25132

Abstract

Kandang merupakan bangunan bersejarah tertua di Kota Banda Aceh yang menarik perhatian pengunjung dan wisatawan asing. Namun, disayangkan bahwa kondisi area sekitarnya seringkali terasa panas dan kurang nyaman pada waktu dan lokasi tertentu Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kenyamanan berdasarkan persepsi pengunjung dan menganalisis kenyamanan termal menggunakan indeks PET (Physiologically Equivalent), SET (Standard Effective Temperature), and PMV (Predicted Mean Vote). Metode yang digunakan adalah metode campuran mixed method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dilakukan pada Juni 2022-Mei 2023, mempertimbangkan pengunjung terbanyak. Hasil kuesioner menunjukkan hanya 2 dari 6 titik lokasi yang nyaman di pagi dan sore hari. Indeks termal (PET, PMV, SET) menunjukkan kondisi termal Kandang tidak memenuhi standar kenyamanan ASHRAE-55. Optimalisasi kenyamanan termal dapat dilakukan di 2 lokasi dengan peneduh seperti kanopi agar pengunjung bisa tinggal lebih lama di sana.
Penerapan Tema Galeri Seni dan Industri Kreatif di Kota Banda Aceh dengan Pendekatan Arsitektur Ahari, Afdilla; Irwansyah, Mirza; Nasution, Burhan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26475

Abstract

Masa depan ekonomi Indonesia pasca pertumbuhan sektor agronomi, menghadirkan perkembangan industri kreatif yang sangat beragam dan mengesankan. Fenomena ini terjadi karena pertumbuhan yang luar biasa dari pelaku industri kreatif, baik skala kecil maupun besar, yang mampu menciptakan karya-karya unggul dalam berbagai bidang. Untuk mengekspresikan kreasi seni rupa dan mengembangkan kapasitas diri para seniman dibutuhkan fasilitas seperti ruang pamer, ruang pertunjukan, ruang pelatihan dan sebagainya. Galeri seni rupa di Kota Banda Aceh perlu dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi keperluan dariberbagai sudut, termasuk apresiasi seni, pendidikan, hiburan, sertakontribusi ekonomi dengan pendekatan arsitektur kontemporer yang ikonik tanpa meninggalkan esensi fungsi dan estetis sehinggamenumbuhkan atmosfer seni dan kreatifitas dari bangunan itu sendiri. Arsitektur kontemporer dianggap sesuai dengan realitas seni saat ini yang mencakup beragam aliran dan tipe. Oleh karena itu, dalam kontekskemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi, arsitektur kontemporermuncul sebagai pendekatan dalam merancang bangunan yang responsif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu Banda Aceh perlu memiliki galeri seni rupa dan tempat industri kreatif sesuai dengan bentuk arsitektur kontemporer.
Analisis Spasial Zonasi Sekolah Menengah Atas Negeri terhadap Permukiman di Kota Banda Aceh Awana, Ainun Azizah; Agussaini, Halis; Aulia, Fahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.26209

Abstract

Penelitian ini mengkaji zonasi fasilitas pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Kota Banda Aceh berdasarkan aspek keterjangkauan terhadap permukiman yang dinilai dari jarak dan pelayanan. Zonasi merupakan upaya pemerintah dalam perwujudan pemerataan pendidikan, namun dalam penerapannya sistem zonasi ini masih memiliki beberapa kendala yang membuat sistem ini belum berjalan optimal. Objek penelitian ini adalah seluruh SMA Negeri di Kota Banda Aceh yang menggunakan sistem zonasi untuk mengetahui bagaimana pemerataan pelayanan sarana pendidikan yang dikaji berdasarkan aspek permukiman dan keterjangkauan jarak tempuh pada penerapan zonasi fasilitas pendidikan SMA Negeri di Kota Banda Aceh, sehingga zonasi yang diterapkan menjadi zonasi yang optimal. Hasil penelitian ini adalah cakupan pelayanan SMA Negeri sudah mencapai 100%, namun keterjangkauan yang dapat diberikan mencapai 5-6 km. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi jauh dari kata ideal dan terjangkau.
Penerapan Arsitektur Futuristik pada Perancangan Museum Digital Seulawah Maulana, Arif; Muslimsyah, Muslimsyah; Edytia, Muhammad Heru Arie
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26596

Abstract

Lembah Seulawah merupakan salah satu daerah di Aceh yang mempunyai banyak potensi terhadap agrowisata. Di antara banyaknya tempat agrowisata di Lembah Seulawah, tidak ada bangunan yang berfungsi sebagai tempat wisata edukasi yang memberikan informasi menyeluruh terkait kekayaan alam, sejarah, budaya dan potensi bencana yang terkait dengan Gunung Seulawah Agam. Perancangan Museum Digital Seulawah yang menggunakan tema Arsitektur Futuristik diharapkan dapat menjadi solusi untuk menunjang fungsi rekreasi dan edukasi di Lembah Seulawah tersebut. Metode perancangan yang digunakan adalah analisis makro dan analisis mikro. Perancangan yang terletak di Lamtamot, Kec. Lembah Seulawah, Kab. Aceh Besar atau berdekatan dengan jalan tol Sibanceh ini menerapakan tema desain Arsitektur Futuristik seperti penggunaan teknologi terbaru, fleksibilitas desain dan prinsip keberlanjutan yang bertujuan agar rancangan dapat menjadi landmark dan mewakili identitas Seulawah dalam konteks masa depan. Hal ini diterapkan agar identitas Seulawah dapat diungkapkan atau diekspresikan ke dalam ide atau gagasan suatu bentuk tampilan yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Menghadirkan berbagai fasilitas area seperti pameran, penunjang, pengelola dan sebagainya dengan konsep tema Arsitektur Futuristik bertujuan agar kawasan Lembah Selawah ini dapat menjadi tujuan wisata bagi masyarakat setempat bahkan wisatawan dari luar kota sehingga pengguna dapat merasakan secara visual atau non-visual melalui pola penerapan Arsitektur Futuristik yang diterapkan.
Penerapan Tema Cultural Symbol pada Perancangan Museum Seni Rupa di Banda Aceh Luqyana, Ghina; Muslimsyah, Muslimsyah; Muftiadi, Muftiadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 3 (2023): Volume 7, No.3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i3.25923

Abstract

Seni rupa adalah cabang seni yang dapat dinikmati secara visual dan dapat dirasakan dengan rabaan sehingga perlu dikembangkan sebagai kekayaan negara. Aceh merupakan salah satu wilayah yang menghasilkan karya seni dan budaya dengan ciri khas berbeda. Banyaknya modifikasi seni rupa terindikasi kepunahan identitas. Budaya tradisional yang bersifat sosiokomunal-spiritual bersifat individualistik dan pragmatik, sehingga muncul arsitektur simbolisme yang merupakan subjek atau tema dari mahakarya arsitektur yang tidak hanya bertujuan dalam pemenuhan fungsi, tetapi menjaga citra atau pandangan dan makna. Perancangan Museum Seni Rupa di Kota Banda Aceh bertujuan untuk melestarikan karya seni dan budaya melalui koleksi historikal sekaligus wadah informasi, edukatif dan rekreatif untuk generasi mendatang dengan aplikasi tema Cultural Symbol. Metode perancangan yang digunakan terdiri dari: studi objek perancangan, studi lokasi, studi tema, analisis perancangan fungsional, dan konsep perancangan. Lokasi perancangan berada di Jalan Taman Sri Ratu Safiatuddin, yaitu jalan kolektor Kota Banda Aceh. Perancangan Museum Seni Rupa di Banda ini memperhatikan perspektif analogi Cultural Symbol kebudayaan Aceh yang diimplemetasikan kedalam bentuk bangunan. Tema Cultural Symbol digunakan dalam konsep perancangan agar menyampaikan citra/kesan dan makna pada objek pada bangunan tersebut sebagai identitas dan ciri budaya serta membuat masyarakat dengan mudah mengidentifikasi citra dan fungsi dari suatu bangunan.
Perancangan Ulang Stadion Sepak Bola Haji Syahadat Aceh Tenggara (Arsitektur Kontemporer) Sari, Intan Azura Ira; Nasution, Burhan; Putra, Riza Aulia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No.2, Mei 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i2.26394

Abstract

Di masa yang sudah modern ini, diperlukannya pembangunan dan perkembangan fasilitas-fasilitas kabupaten/kota yang menuntut berbagai kebutuhan dalam melaksanakan berbagai kegiatan daerah tersebut. Dengan terpenuhinya segala fasilitas di suatu daerah dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat. Stadion merupakan salah satu fasilitas kabupaten/kota yang harus memiliki fasilitas yang baik dan sesuai dengan standar. Stadion Haji Syahadat, merupakan stadion yang belum memenuhi standar untuk menunjang aktifitas dan antusias masyarakat oleh karena itu perancangan ulang dibutuhkan oleh stadion untuk dapat memenuhi standar kegiatan fungsional stadion. Stadion Haji Syahadat terletak di pinggiran Kota Kutacane dan berada di kawasan perkantoran dan fasilitas umum, sehingga setiap saat daerah ini terlihat ramai. Ditambah adanya pasar tradisional dikawasan ini. Lalu tata ruang stadion yang tidak teratur, parkiran yang menyatu dengan lapangan volli dan panggung. Kurangnya lahan parkiran dan aksesibilitas yang tidak baik. Selain menjadi pusat dari perlombaan dan pertandingan olahraga, Stadion Haji Syahadat sering di jadikan pusat Acara kesenian tahunan, yang dimana hal tersebut sering membuat macet jalan dikarenakan tidak tersedia lokasi parkir di sekitar stadion. Perancangan ulang ini perlu dilakukan agar Stadion Haji Syahadat memiliki fasilitas yang lebih baik daripada sebelumnya dan dapat memenuhi standar fungsional stadion yang dapat menunjang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.
Penerapan Tema Optimal Healing Environment Pada Perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Banda Aceh Shalehah, Shalehah; Zahriah, Zahriah; Mahmud, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.26982

Abstract

Pembangunan fasilitas kesehatan merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, berdasarkan presentase angka kematian ibu yang menjadi pertimbangan pelayanan kesehatan di aceh yang menunjukkan pergerakan fluktuatif dan kematian pada bayi yang terus meningkat. Kondisi ini memerlukan fasilitas kesehatan yang lebih maksimal dalam pelayanan dan penanganan terhadap pasien intensif ibu dan anak. Perancangan rumah sakit ini merupakan perancangan rumah sakit khusus kelas B dengan penerapan tema optimal healing environment, sehingga dapat membantu memberikan solusi terhadap penyembuhan pada pasien ibu dan anak. Penerapan tema optimal healing environment ini diterapkan pada ruang luar dan ruang dalam bangunan, serta mengaplikasikan unsur alam, indra dan psikologi pada bangunan dan lingkungannya. Diharapkan dengan penerapan tema optimal healing environment ini dapat menghadirkan kenyamanan dan rasa senang sehingga dapat membantu proses penyembuhan pasien ibu dan anak.
Karakteristik Pengguna Perjalanan di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh Zula, Zayyan Zuhra; Fuady, Zahrul; Yusuf, Myna Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No.2, Mei 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i2.26240

Abstract

Pemilihan moda transportasi berbeda-beda berdasarkan tingkat kepuasan yang difasilitasi oleh masing-masing moda transportasi. Trans Koetaradja merupakan salah satu angkutan umum yang menjadi pilihan masyarakat di Kota Banda Aceh. Keberadaan bus Trans Koetaradja yang kurang diminati pelaku pergerakan memicu meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. Kecenderungan yang terjadi dalam pemilihan moda transportasi, masyrakat lebih memilih pada kendaraan yang mampu meminimumkan waktu dengan biaya yang murah. Pemilihan moda juga dipengaruhi oleh karakteristik pengguna transportasi itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik pengguna perjalanan di Kecamatan Kuta Alam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pengguna perjalanan yang ada di Kecamatan Kuta Alam didominasi oleh mahasiswa yang memiliki pendapatan di bawah Rp.1.000.000 dengan rentang usia 15 24 tahun yang berjenis kelamin dominan perempuan. Adapun rentang waktu pergerakan yang dipilih oleh pengguna ialah pada jam06.00 08.00 WIB yang mana waktu tersebut merupakan jam yang digunakan untuk melakukan aktivitas ke kampus untuk berkualiah ataupun bekerja menuju ke kantor. Dari hasil tersebut diketahui hanya terdapat satu variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan moda, yaitu variabel Waktu Tempuh. Maka, didapatkan hasil bahwa probabilitas pemilihan moda sepeda motor sebesar 55%. Sedangkan pemilihan moda Trans Koetaradja sebesar 45%.
Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Pada Perancangan Wisata Pasar Pertanian Di Kota Pasuruan Rezkiyani, Atik; Bintarjo, Benny; Mufidah, Mufidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.24817

Abstract

Arsitektur Neo-Vernakular yang merupakan suatu pemahaman yang berdasarkan aliran post modern yang terlahir sebagai adanya respon dan kritik atas modernism yang mengutamakan nilai rasionalisme dan fungsionalisme yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi modern. Tidak hanya menerapkan aspek fisik pada penerapan bentuk bangunan modern tetapi juga menerapkan aspek non-fisik seperti mentalitas (pola pikir), religi, kebudayaan, kepercayaan, tata letak dan lain-lain. Arsitektur dengan pendekatan Neo-Vernakular bertujuan untuk melestarikan aspek-aspek tradisional yang telah terbentuk oleh adanya sebuah tradisi yang mengalami pembaharuan menuju suatu karya yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang telah ada.Pada Perancangan Wisata Pasar Pertanian di Kota Pasuruan ini menggunakan konsep tradisional dimana pembeli dan penjual bisa melakukan aksi tawar-menawar. Pendekatan arsitektur Neo-Vernakular yang menggunakan aspek fisik pada bangunan yaitu dengan analogi bentuk kearifan lokal budaya, dimana konsep tersebut akan membuat rancangan dengan bentuk-bentuk tradisional yang di kombinasikan dengan arsitektur modern. Bentuk tradisional tersebut adalah sebuah bentuk atap dari Rumah Adat Suku Tengger Kota Pasuruan yang dikombinasikan dengan material modern yaitu baja ringan dan dikombinasikan pula dengan bangunan yang memiliki fasad dengan ornamen batik khas Kota Pasuruan yaitu Batik Harmonie dengan gambar tugu yang dililitkan daun sirih yang melambangkan sebuah kesuburan dan kemakmuran yang dapat diartikan sebagai subur pertaniannya dan makmur ekonominya. Sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023 yang ingin meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi yang berbasis potensi lokal maka pembangunan Perancangan Wisata Pasar Pertanian di Kota Pasuruan membutuhkan sesuatu yang menawarkan konsep alam dan budaya yang dimiliki oleh Kota Pasuruan dengan harapan pembangunan ini akan menjadi icon wisata belanja di Kota Pasuruan yang menawarkan fasilitas pasar kebutuhan pokok, pasar oleh-oleh khas dan pasar kuliner.