cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Penerapan Konsep Arsitektur Modern pada Analisis Tapak Bengkulu Creative Hub Hidayah, Indi Nurul; Saputri, Dwi Oktavallyan; Ramawangsa, Panji Anom
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 3 (2023): Volume 7, No.3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i3.25087

Abstract

Berkembangnya ekonomi kreatif di Indonesia yang mengandalkan keahlian, penciptaan barang dan jasa serta kreativitas membuat pelaku usaha ekonomi kreatif juga meningkat. Pemerintah Bengkulu berupaya meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif pada 16 jenis subsektor ekonomi kreatif yang berkembang di Bengkulu. Namun pemerintah belum menyediakan wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan diri. Untuk mengembangkan kreativitas pada masyarakat perlu adanya sebuah sarana kreativitas sebagai wadah untuk mengembangkan serta menuangkan ide kreatif yang dapat menghasilkan keuntungan dan mengurangi pengangguran yang semakin banyak jumlahnya. Oleh karena itu, penerapan arsitektur modern pada tapak Bengkulu Creative Hub diharapkan dapat menjadi solusi desain yang lebih fungsional dan efisien dengan menyesuaikan kondisi tapak dan fungsi bangunan sebagai pusat kreativitas yang mewadahi ekonomi kreatif dalam bentuk infrastruktur fisik dan mendukung pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan ide serta mengurangi angka pengangguran di Kota Bengkulu. Dengan menggunakan metode pengumpulan data primer berupa observasi dan dokumentasi, serta data sekunder berupa studi literatur dan studi preseden akan menyampaikan konsep yang dapat menjadi solusi desain dan dapat diterapkan pada tapak Bengkulu Creative Hub. Penerapan arsitektur modern pada tapak Bengkulu Creative Hub memiliki beberapa prinsip-prinsip seperti menekankan fungsional dan efisiensi pada bangunan, menerapkan bentuk-bentuk geometri, penggunaan sistem grid pada kolom, penggunaan beton sebagai struktur utama, meminimalkan ornamen, penggunaan material terkini, penggunaan warna polos dan tidak ramai, dan menerapkan open space pada bangunan.
Evaluasi Kenyamanan Termal Perpustakaan Wilayah Provinsi Aceh Khatimah, Husnul; Irzaidi, Irzaidi; Zahriah, Zahriah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.30645

Abstract

Perpustakaan Wilayah Provinsi Aceh, sebagai salah satu perpustakaan terbesar di Aceh, memerlukan evaluasi kenyamanan termal. Pengguna cenderung menghindari untuk duduk di tempat yang dekat dengan dinding kaca terutama saat cuaca panas seperti waktu siang dan sore dan jumlah pengunjung pada ruang yang terkena panas terus berkurang saat keadaan termal semakin panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan termal Perpustakaan Wilayah Provinsi Aceh, membandingkannya dengan SNI 03-6572-2001 serta mengetahui persepsi penggunanya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode analisis data statistik-deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengukuran suhu udara, kelembaban, kecepatan angin, serta pengisian kuesioner persepsi kenyamanan termal oleh pengunjung. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kondisi termal perpustakaan ini secara umum belum memenuhi standar kenyamanan termal SNI 03-6572-2001, dengan rata-rata suhu dan kelembaban terlalu tinggi dan kecepatan angin terlalu rendah. Suhu rata-rata tertinggi yang diperoleh adalah 30,4 pada pojok literasi di waktu siang, sedangkan suhu rata-rata terendah adalah 27,14 pada ruang baca multimedia di waktu pagi. Kelembaban rata-rata tertinggi adalah 74,28% pada ruang pojok literasi di waktu pagi, dan kelembaban terendah adalah 64,1% pada ruang baca remaja di sore hari. Kecepatan angin sepanjang hari adalah 0 m/s. Data kuesioner menunjukkan bahwa responden merasa lebih nyaman pada pagi hari, namun merasa 'Panas' pada siang dan sore hari. Responden menginginkan suhu yang lebih sejuk sepanjang hari, serta menginginkan pergerakan angin yang lebih berangin pada siang dan sore hari.
Kajian Tipologi Rumah Tradisional Gayo Jannah, Miftahul; Edytia, Muhammad Heru Arie; Ridwan, Nasrullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26828

Abstract

Kebudayaan merupakan dasar yang mempengaruhi respon manusia terhadap dunia luarnya termasuk cara menanggapi kondisi geografis dan pola kehidupan. Kebudayaan suku Gayo merupakan kebudayaan yang berasal dari nenek moyang suku Gayo terdahulu. Dibalik keterbatasan teknologi, mereka mampu menghasilkan karya tradisional dalam bentuk arsitektur tradisional Gayo. Arsitektur tradisional Gayo yang masih dapat diamati sampai saat ini adalah wujud rumah umah pitu ruang. Wujud umah pitu ruang dapat ditemui pada umah edet reje baluntara dan umah kantur. Rumah tradisional Gayo sebagai identitas dan ciri khas suku Gayo perlu dikaji dan didokumentasi agar kebudayaan suku Gayo dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji karakteristik rumah tradisional Gayo berdasarkan sistem spasialnya yaitu, pola tata ruang, orientasi rumah, dan organisasi ruang, dan peninjauan ornamen yang akan memperdalam pemahaman mengenai hubungan rumah dengan kebudayaan. Metode penelitian pada penelitian ini berjenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tahap pengumpulan data primer, data sekunder, dan komputasi. Hasil studi yang diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan pengetahun masyarakat mengenai karakteristik rumah tradisional gayo dan menjadi acuan untuk melestarikan keberadaan rumah tradisional Gayo yang masih ada.
Analisis Permasalahan Kualitas, Kontinuitas dan Kuantitas Air Bersih di Kabupaten Aceh Besar Salni, Anisa Febri; Hasan, Zainuddin; Yusuf, Myna Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No.2, Mei 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i2.25418

Abstract

Berdasarkan data rekapitulasi tahunan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala tahun 2021, cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Aceh Besar masih sekitar 48,87% sedangkan target ideal yang harus dicapai adalah 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat permasalahan jaringan air bersih melalui 3 parameter yakni kualitas, kontinuitas dan kuantitas air bersih yang dihitung dengan menggunakan teknik skoring terhadap lima kecamatan pada wilayah pelayanan dari cabang produksi Siron. Melalui perhitungan metode skoring didapatkan hasil bahwa tingkat permasalahan terparah ada pada permasalahan kontinuitas dengan nilai jam operasi layanan hanya sekitar 66,6% saja sedangkan perameter kuantitas dan kualitas memiliki nilai persentase penyelesaian masalah yang sudah mencapai 74% dan 76% untuk masing-masing parameter. Berdasarkan hasil akumulasi dari perhitungan metode skoring diketahui bahwa Kecamatan Blang Bintang merupakan kecamatan dengan skor paling rendah atau merupakan wilayah paling bermasalah terhadap jaringan air bersih dibandingkan empat kecamatan lainnya.
Perancangan Convention Center di Banda Aceh dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Anwar, Shalshabila; Haiqal, Muhammad; Fuady, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.26508

Abstract

Convention Center adalah suatu tempat yang didalamnya terdapat berbagai kegiatan pertemuan seperti konferensi dan pameran. Convention merupakan salah satu kegiatan dalam industri pariwisata atau biasa disebut Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE). MICE dapat meningkatkan sektor pariwisata di Aceh yang akan mendatangkan wisatawan dari provinsi maupun negara. Perkembangan MICE di Kota Banda Aceh dengan sendirinya akan menunjukkan perkembangan yang signifikan termasuk hal-hal yang menyangkut dengan akomodasi dan transportasi selama kegiatan yang berkualitas dan memenuhi standar permintaan para stakeholder baik dalam skala regional, nasional, maupun internasional sehingga diharapkan dapat meningkatkan sektor parawisata Aceh. Salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan MICE di Banda Aceh adalah meningkatnya potensi wisatawan lokal dan mancanegara di Banda Aceh. Tentu dengan berkembangnya kegiatan MICE tersebut akan mendorong laju perekonomian Banda Aceh dan menciptakan kota metropolitan. Banyaknya konvensi yang digelar berskala besar dan tentunya membutuhkan ruang yang memadai, dimana saat ini Banda Aceh belum mempunyai bangunan yang dapat menampung semua kegiatan konvensi dengan skala internasional dan dengan daya tampung yang besar. Maka dari itu, Kota Banda Aceh memerlukan tempat yang dapat memadai semua kegiatan konvensi dengan kapasitas yang besar. Penerapan tema Arsitektur Kontemporer pada perancangan Convention ini diharapkan menjadi bangunan ikonik untuk menjadi daya tarik kota Banda Aceh.
Penerapan Arsitektur Hijau pada Perancangan Stadion Olahraga Bulu Tangkis di Kota Banda Aceh Maulidza, Putri Shanda; Munir, Abdul; Irzaidi, Irzaidi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No.2, Mei 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i2.27161

Abstract

Pemanasan global selalu menjadi isu hangat dantrendinguntuk di bahas di semua kalangan masyakarat dunia. Salah satu penyebab terjadinya pemanasan global adalah Urban Heat Island (UHI) (Guntara, 2016). Langkah-langkah dalam mengelola lingkungan perkotaan dengan lebih berkelanjutan sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, dengan pertumbuhan suhu global dan dampak negatifnya terhadap lingkungan seperti UHI, menerapkan tema Arsitektur Hijau dalam perancangan pembangunan bangunan termasuk pembangunan stadion olahraga bulu tangkis di Banda Aceh ini diharapkan dapat membantu mengurangi jejak karbon dan dampak lingkungan sambil menciptakan tempat yang nyaman bagi para penggemar dan atlet. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan menganalisis kondisi tapak baik secara makra dan mikro. Konsep Arsitektur Hijau yang digunakan pada perancangan yang berlokasi di Jl. Sultan Malikul Saleh, Lhong Raya, Banda Aceh ini adalah dengan memaksimalkan penggunaan pencahayaan alami, penerapan photovoltaic (PV) dan biofil septictank. Dari hasil rancangan yang telah dihasilkan dengan menghadirkan berbagai fasilitas seperti stadion, asrama atlet, galeri, mini market, caf, mushalla dan bangunan penunjang lainnya diharapkan dapat menjadi bangunan stadion olahraga bulu tangkis yang proaktif dalam mendukung keberlanjutan dan mengurangi konsumsi energi melalui pemanfaatan sumber daya alami, penggunaan material ramah lingkungan dan integrasi teknologi.
Identifikasi Kondisi Jalur Pedestrian dan Index Walkability di Kawasan Darussalam Kota Banda Aceh Pahlevi, Auzan; Agustina, Sylvia; Yusuf, Myna Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.25586

Abstract

Walkability Index adalah salah satu metode untuk menilai kualitas lingkungan aktivitas berjalan. Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh Tahun 2009-2029, Kawasan Darussalam termasuk salah satu kawasan dengan fungsi pendidikan dan perdagangan dengan skala pelayanan regional, kota, dan lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melihat kondisi jalur pedestrian di Kawasan Darussalam melalui inventarisasi dan skoring fasilitas serta hambatan di jalur pedestrian. Data penggunaan lahan dan jaringan jalan diturunkan menjadi walkability index yang terdiri dari connectivity index, entrophy index, Floor Area Ratio (FAR), dan kepadatan permukiman dengan menggunakan analisis spasial dengan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jalur pedestrian di Kawasan Darussalam memiliki 78% (50 segmen) dengan kondisi buruk dan 22% (14 segmen) dengan kondisi sedang. Skor walkability index antara -3.9 7,2. Klasifikasi tinggi berada pada urban area D, klasifikasi sedang berada pada urban area A, dan klasifikasi rendah berada pada urban area B, C, E, dan F. Hasil Overlay menunjukkan adanya kontradiksi hasil identifikasi kondisi jalur pedestrian dan hasil walkability index, bahwa pada urban area dengan skor walkability index tinggi dan sedang umumnya masih memiliki kondisi jalur pedestrian yang rendah, sehingga rekomendasi penelitian ini perlu dilakukannya penambahan ketersediaan dan kualitas jalur pedestrian di Kawasan Darussalam, terutama pada urban area yang memiliki nilai walkability index tinggi dan sedang.
Penerapan Tema Sustainable Architecture pada Perancangan Rumah Susun Sederhana Sewa di Banda Aceh Ula, Amalia Jumadil; Huda, Khairul; Muftiadi, Muftiadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 4 (2024): Volume 8, No.4, November 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i4.30953

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Banda Aceh menimbulkan adanya tekanan yang signifikan terhadap permintaan perumahan yang layak dan terjangkau. Urbanisasi yang tidak diimbangi dengan kapasitas tata ruang kota yang baik mengakibatkan ketidakteraturan dan keterbatasan lahan, serta peningkatan harga perumahan yang semakin sulit dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Fenomena ini memunculkan kesenjangan dalam akses terhadap hunian yang memenuhi standar kelayakan. Melihat dari kondisi perkembangan perumahan dan permukiman di Kota Banda Aceh, sampai saat ini masih banyak warga atau masyarakat golongan menengah kebawah yang memiliki keterbatasan akses terhadap perumahan yang terjangkau dan memenuhi standar kelayakan. Dalam konteks ini, perancangan hunian vertikal, seperti Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), menjadi solusi yang relevan dan efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan serta memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Perancangan ini dilakukan menggunakan metode studi lapangan, studi literatur, serta studi banding objek sejenis dan tema terkait. Konsep perancangan ini menerapkan tema Sustainable Architecture, dengan fokus pada penciptaan lingkungan hunian yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi model hunian vertikal yang tidak hanya fungsional tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah dan berwawasan lingkungan.
Penerapan Prinsip-Prinsip Healing Environment dalam Merancang Pusat Rehabilitasi Kesehatan Mental di Aceh Tarisza, Shubhan Zarkasya; Nursaniah, Cut; Zahriah, Zahriah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 4 (2024): Volume 8, No.4, November 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i4.32509

Abstract

Pada zaman ini, kesehatan mental merupakan salah satu permasalahan yang cukup signifikan di dunia, tak terkecuali di Aceh, Indonesia. Dalam 2 tahun terakhir (2021-2022), Dinas Kesehatan Aceh (2022) menyebutkan jika terjadinya peningkatan penderita gangguan jiwa dari 11.954 penderita (2021) menjadi 13.735 penderita (2022). Oleh karenanya, kesadaran serta pemahaman masyarakat tentang kesehatan mental penting untuk ditingkatkan agar dapat menghilangkan stigma negatif dan menciptakan akses layanan kesehatan mental yang baik. Perancangan Pusat Rehabilitasi Kesehatan Mental yang berlokasi di Jalan Sultan Malikul Saleh, Lhong Raya, Kec. Banda Raya, Banda Aceh, Aceh diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat edukasi dan pemahaman untuk mengurangi stigma dan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan kesehatan mental tersebut. Adapun metode yang dilakukan dalam perancangan ini adalah mengulas studi literatur terhadap objek sejenis dan tema sejenis. Dari ulasan yang didapat, maka munculah tema Healing Environment dengan mengusung 3 prinsip utama yaitu pendekatan alam, alat indera dan psikologis ini diharapkan dapat memastikan efektivitas serta keberlanjutan layanan dalam menyembuhkan penyakit mental melalui sesi terapi dan konseling rutin. Menghadirkan fasilitas penyembuhan secara lengkap baik melalui medis maupun non-medis adalah tujuan untuk memaksimalkan peran yang diharapkan dapat mendukung secara psikologis proses penyembuhan pasien dalam mengurangi stress dan trauma emosional yang dialami pasien baik sebelum dirawat, ketika sedang dirawat, dan sesudah dirawat.
Dampak Ekonomi dan Sosial dari Pembangunan Infrastruktur di Destinasi Pariwisata Kelas Dunia di Indonesia Hanifah, Winda; Al-Fath, Raja
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 4 (2024): Volume 8, No.4, November 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i4.33531

Abstract

Raja Ampat diakui secara global sebagai tujuan wisata bawah laut utama, yang menjadi rumah bagi 75% spesies terumbu karang dunia dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, memiliki potensi yang signifikan untuk wisata bahari dan darat. Namun, kawasan perkotaan Waisai masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini menganalisis dampak pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan pariwisata di Waisai, Raja Ampat. Pendekatan kuantitatif dengan model ekonometrika simultan digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi implikasi ekonomi dan sosial dari investasi infrastruktur. Hasilnya menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur secara signifikan meningkatkan kinerja pariwisata. Dampakekonominya mencakup peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan konsumsi rumah tangga, dan kontribusi positif padapertumbuhan ekonomi daerah. Secara sosial, pembangunan infrastrukturmendukung pengurangan kemiskinan, peningkatan indeks pembangunanmanusia, dan penurunan pengangguran. Penelitian ini menekankanpentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untukmemastikan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, ramahlingkungan, dan inklusif bagi masyarakat lokal. Rekomendasi yang diberikan bertujuan membantu pembuat kebijakan dalam mengoptimalkaninvestasi infrastruktur guna mendukung pengembangan pariwisata serta pemerataan pembangunan. Hasil studi ini memperkuat urgensipembangunan infrastruktur di wilayah prioritas seperti Waisai, tidak hanyauntuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkankesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.