cover
Contact Name
syamsir
Contact Email
ancyagri@gmail.com
Phone
+6282290398899
Journal Mail Official
ancyagri@gmail.com
Editorial Address
jalan ahmad nadjamuddin no 17 kota gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Agricultural Review
ISSN : 29859115     EISSN : 29859115     DOI : https://doi.org/10.37195/arview.v2i1.354
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ARVIEW (Agricultural Review) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo yang ditandai dengan SK Dekan Fakultas Pertanian nomor: 203/FP-UIG/XII/2022 Jurnal ARVIEW mengakomodir hasil pemikiran - pemikiran original maupun hasil penelitian pada bidang pertanian, dengan fokus kajian sosiologi pertanian, penyuluhan pertanian, agribisnis, teknologi hasil pertanian dan agroteknologi. ARVIEW terbit sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan November, dalam satu No/issue ARVIEW hanya menerbitkan 10 maksimal naskah dan demi menjaga kualitas naskah yang diterbitkan, maka naskah yang akan dilanjutkan kepada Reviewer hanya yang mengikuti aturan penulisan Jurnal ARVIEW.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024" : 6 Documents clear
Diversifikasi Sumber Pendapatan Rumah Tangga Pembudidaya Rumput Laut di Kelurahan Lembang Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng: Diversification of Household Income Sources for Seaweed Farmers in Lembang Village, Bantaeng District, Bantaeng Regency Sapoding, Ilham Nur; Arwati, Sitti; Hasriani, Hasriani
Jurnal : Agricultural Review Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v3i2.866

Abstract

Kemarau Panjang dan intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan pembudidaya  mengalami penurunan produksi sehingga pendapatan pembudidaya menurun dan pembudidaya mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Cara mengatasi faktor pembatas ini, yaitu diversifikasi usaha. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan aset penghidupan dan usaha diversifikasi apa yang dilakukan rumah tangga pembudidaya rumput laut di Kelurahan Lembang.Teknik penentuan informan dengan metode Purposive Sampling, dengan jumlah 10 orang pembudidaya rumput laut. Teknik analisis data yaitu secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset pengehidupan (1) modal manusia yaitu tingkat Pendidikan yang rendah dengan rata-rata lulusan SD mempengaruhi kurangnya pengetahun pembudidaya, namun dengan pengalaman cukup tinggi yaitu 10-20 tahun. dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam diversifikasi usaha. (2) Modal Finansial memanfaatkan pendapatan atau tabungan dari hasil budidaya rumput laut beserta usaha lainya dan pinjaman dari pedagang pengumpul. (3) Modal fisik pembudidaya yaitu perahu, kendaraan, rumah pribadi, dan peralatan pertanian. Diversifikasi sumber pendapatan yang dipilih oleh rumah tangga pembudidaya rumput laut di Kelurahan Lembang anatara lain sebagai petani sakap, buruh bangunan, tukang kayu, dan istri dan anak juga berkotribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangganya dengan bekerja sebagai tukang jahit, pembibit rumput laut, dan karyawan toko.
Studi Pembuatan Serabi Dengan Penambahan Tapai Ketan Putih Dan Tapai Ubi Kayu: Study on Manufacturing Serabi with the Addition of White Gutty Tapai and Cassava Tapai Askar, Askar Julianto; Rukmelia, Rukmelia; Salfiana, Salfiana
Jurnal : Agricultural Review Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v3i2.1014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tapai ketan putih dan tapai ubi kayu terhadap sifat organoleptik serabi, mengukur kadar serat yang dihasilkan, serta menentukan umur simpan serabi terbaik berdasarkan uji kimia, yang mencakup kadar rendemen, kadar air, dan kadar serat. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menilai kualitas serabi dengan penambahan tapai ketan putih dan tapai ubi kayu terbaik berdasarkan uji organoleptik.Penelitian dilakukan dengan tiga perlakuan dan tiga kali pengulangan. Perlakuan tersebut mencakup penambahan ketan putih dan tapai ubi kayu dengan proporsi sebagai berikut: A1 (tanpa penambahan) (100%:0%), A2 (65%:35%), dan A3 (85%:15%). Parameter yang dianalisis meliputi kadar rendemen, kadar air, kadar serat, dan uji organoleptik. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dan apabila terdapat perbedaan signifikan, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tapai ketan putih dan tapai ubi kayu memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air dan kadar serat. Kadar rendemen tertinggi ditemukan pada %, kadar air tertinggi pada A1 sebesar 14,54%, dan kadar serat tertinggi pada A2 sebesar 0,91%. Tingkat kesukaan tertinggi berdasarkan uji hedonik warna terdapat pada sampel C2 dengan nilai 5,43.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Pada Berbagai Sistem Olah Tanah dan Pemangkasan: Growth And Yield Of Cucumber (Cucumis Sativus L.) Plants In Various Tilling And Pruning Systems Nooyo, Irwan; Nusa, Sarip
Jurnal : Agricultural Review Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v3i2.1074

Abstract

Penyiapan tanah merupakan hal yang umum dilakukan para petani untuk menyiapkan lahan untuk bercocok tanam. Tujuannya meliputi pengendalian gulma dan meningkatkan kesuburan tanah. Namun, penyiapan tanah yang terus - menerus tanpa memperhatikan prinsip - prinsip konservasi dapat mempercepat degradasi lahan, sehingga lama kelamaan menjadi tidak produktif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh sistem pengolahan tanah dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan menggunakan perbandingan olah tanah sempurna, tanpa olah tanah, pemangkasan. Perlakuan sebanyak 4, dengan pengulangan 4 kali maka menjadi 16 unit penelitian. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan TP21. Selanjutnya jumlah daun terbanyak terdapat pada perlakuan TP22, Hasil pengamatan panjang buah terdapat pada perlakuan TP 22, Hasil pengamatan lingkar buah terbaik terdapat pada perlakuan TP 22. Hasil pengamatan diameter buah terbaik terdapat pada perlakuan TP21. Hasil pengamatan berat buah tertinggi terdapat pada pada perlakuan TP21, perbedaan hasil terlihat sangat jauh jika dibandingkan dengan perlakuan TP11, dan TP12. Sedangkan dengan perlakuan TP22 tidak terlalu berbeda jauh dengan perlakuan TP21
Analisis Sistem Agribisnis Pada Tanaman Kelapa Sawit Rakyat: Analysis Of Agribusiness Systems In Smallholder Palm Oil Plantations Muflihani, Andra Rizky; Mulyasari, Gita; Yuliarso , M Zulkarnain; Sulistyowati , Endang
Jurnal : Agricultural Review Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v3i2.1084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem agribisnis kelapa sawit rakyat dengan menggunakan metode literature review. Pendekatan ini mengkaji berbagai aspek agribisnis, mencakup subsistem input dan sarana produksi, subsistem produksi, pengolahan, pemasaran, serta subsistem penunjang yang mendukung keberlanjutan sistem agribisnis tersebut. Studi menunjukkan bahwa produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat sangat dipengaruhi oleh pemilihan bibit berkualitas, penggunaan pupuk dan pestisida yang sesuai, serta penerapan alat dan mesin pertanian secara efisien. Dalam subsistem produksi, manajemen penanaman, pemeliharaan, serta pemanenan yang sesuai standar menjadi faktor kunci dalam meningkatkan hasil panen. Subsistem pengolahan mencakup proses transformasi Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunan lainnya yang diolah oleh industri hilir. Pemasaran produk CPO dilakukan melalui distribusi domestik dan ekspor, dengan dukungan subsistem penunjang seperti penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas produk, serta akses ke lembaga keuangan guna mendukung pembiayaan usaha. Artikel ini menekankan pentingnya sinergi antar subsistem dan efektivitas manajerial di setiap tahap agribisnis kelapa sawit rakyat. Evaluasi berkala terhadap seluruh subsistem diperlukan untuk memastikan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha di tengah tantangan pasar global dan tuntutan lingkungan.
Biaya Transaksi Rumah Tangga Petani Cabai Rawit di Desa Huwongo Kecamatan Biluhu Kabupaten Gorontalo: Transaction Cost of Cayenne Pepper Farmer Households in Huwongo Village, Biluhu District, Gorontalo Regency Ashari, Ulfira; Dahar, Darmiati; Husain, Salma Suleman; Nur, Muh. Jabal
Jurnal : Agricultural Review Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v3i2.1090

Abstract

Cabai rawit (Capsicum Frutescens L) merupakan salah satu usaha yang diandalkan oleh penduduk Desa Huwongo Kecamatan Biluhu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tujuan penelitian ini meliputi: (1) untuk mengidentifikasi biaya transaksi petani cabai rawit di Desa Huwongo Kecamatan Biluhu Kabupaten Gorontalo dan (2) untuk menganalisis pengaruh biaya transaksi terhadap partisipasi rumah tangga petani dalam pemasaran cabai rawit di Desa Huwongo Kecamatan Biluhu. Penelitian ini menggunakan analisis model probit, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 112 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya transaksi pada petani cabai rawit di Desa Huwongo terbagi atas lama waktu yang dibutuhkan untuk mencari informasi (jam), harga terakhir transaksi yang diterima petani (Rp/Kg), lama waktu transaksi jual beli (jam), jarak lahan ke jalan raya (meter), jarak lahan ke tempat jual cabai rawit (meter), jarak rumah ke tempat jual cabai rawit (meter), jarak rumah ke lahan (meter), luas lahan (ha), lama pembayaran dari tengkulak (hari), pengalaman berbudidaya (tahun), pendapatan terakhir panen (Rp), dapat mengakses kredit (1= tidak, 0=ya). Hasil analisis menggunakan model probit menunjukkan bahwa biaya transaksi yang signifikan mempengaruhi keputusan petani dalam berpartisipasi pada budidaya cabai rawit saja yaitu: harga terakhir transaksi yang diterima petani, lama waktu transaksi jual beli, luas lahan, pengalaman berbudidaya cabai rawit, pendapatan terakhir panen cabai rawit.
Pertumbuhan Dan Hasil Produksi Tanaman Seledri (Apium Graveolens L.) Dengan Perbedaan Konsentrasi Dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair: Growth and Production Yield of Celery Plant (Apium Graveolens L.) with Different Concentrations and Time Intervals of Liquid Organic Fertilizer pertiwi, Erse Drawana; Nasrul, Muhammad; Astuti, Linda
Jurnal : Agricultural Review Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v3i2.1092

Abstract

Upaya untuk meningkatkan hasil pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dengan menggunakan pupuk organik cair dalam konsentrasi dan interval waktu yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan konsentrasi dan interval waktu pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman seledri, serta untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi dan interval waktu tersebut. Metode yang digunakan adalah percobaan faktorial dua faktor, dengan faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari tiga tingkatan, yaitu C1, C2, dan C3. Faktor kedua adalah interval waktu pemberian pupuk organik cair yang terdiri dari empat tingkatan, yaitu W1, W2, W3, dan W4. Penelitian ini mencakup total 12 kombinasi perlakuan yang diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi optimal pupuk organik cair untuk pertumbuhan tanaman seledri adalah 9 ml/L, dengan interval waktu pemberian yang tepat adalah setiap empat hari sekali.

Page 1 of 1 | Total Record : 6