cover
Contact Name
Aji Jumiono
Contact Email
ajijumiono@unida.ac.id
Phone
+6281315212037
Journal Mail Official
mtp.unida@unida.ac.id
Editorial Address
Magister Teknologi Pangan - Universitas Djuanda Jl. Tol Jagorawi No.1, Ciawi, Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pangan Halal
ISSN : 27154874     EISSN : 30249988     DOI : https://doi.org/10.30997/jiph
Jurnal Ilmiah Pangan Halal (JIPH) or Journal of Halal Food Science focuses on publishing original and important research manuscripts or invited review manuscripts dealing with halal management of food, food science, food technology, food nutrition, and its application.
Articles 148 Documents
Karakteristik Kimia dan Sensori Kukis Berbahan Tepung Kedelai (Glycine max L.) dan Tepung Biji Bunga Matahari (Heliantus annus L.) Sebagai Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Apriliani, Renti; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Novidahlia, Noli
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.10919

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) adalah kegiatan pemberian makanan kepada peserta didik sekolah dasar dalam bentuk kudapan yang aman dan bergizi. Kukis memiliki tekstur serta rasa yang enak, cocok untuk dijadikan makanan selingan pada anak-anak sekolah. Penelitian ini bertujuan sebagai diversifikasi produk pangan lokal penunjang (PMT-AS). Penelitian ini disusun menggunakan (RAL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan dan 2 kali ulangan. Analisis produk meliputi uji kimia, sensori, hedonik. Analisis data penelitian menggunakan uji sidik ragam dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil kukis produk terpilih, kadar air 3,81%, kadar abu 0,12%, serat kasar 24,57%, lemak 14,17%, protein 10,96%, karbohidrat 70,92%. Mutu sensori berupa warna kuning kecoklatan, aroma tidak langu, rasa manis dan tidak langu, tekstur renyah serta memiliki penilaian hedonik kearah suka. Karakteristik mutu sensori, hedonik, dan kimia yang memenuhi persyaratan, sehingga kukis tepung kedelai dan biji bunga matahari dapat dijadikan sebagai alternatif PMT-AS dengan pemenuhan asupan gizi mencapai 91,01%.
Karakteristik Kimia dan Sensori Bakso Analog Berbahan Dasar Jamur Tiram dengan Penambahan Tepung Kacang Bogor Permatasari, Intan; Tiana, Tiana Fitrilia; Nurhalimah, Siti
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.10993

Abstract

Bakso analog adalah produk yang dibuat dari protein nabati yang berasal dari bahan bukan daging, tetapi memiliki sifat yang mirip daging asli. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kimia dan sensori bakso analog berbahan dasar jamur tiram dengan penambahan tepung kacang Bogor. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari tiga perlakuan dan dua ulangan yaitu 55 gram jamur tiram : 15 gram tepung kacang Bogor, 50 gram jamur tiram : 20 gram tepung kacang Bogor, dan 45 gram jamur tiram : 25 gram tepung kacang Bogor. Analisis produk meliputi uji sensori dan uji hedonik. Analisis kimia meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, kadar karbohidrat dan nilai kalori. Hasil uji sensori menunjukkan bahwa penambahan jamur tiram dan tepung kacang Bogor memberikan pengaruh terhadap parameter rasa khas jamur tiram, rasa khas kacang bogor, dan tekstur. Sementara hasil uji hedonik memberikan pengaruh terhadap rasa, aroma dan tekstur. Hasil analisis kimia terpilih yaitu pada perlakuan penambahan 45 gram jamur tiram dan 25 gram tepung kacang dengan nilai kadar air 66,05%, kadar abu 2,27%, kadar lemak 1,42%, kadar protein 8,67%, kadar karbohidrat 23,08%, kadar serat 3,42 %, dan nilai kalori 139,82 kkal.
Analisis Hubungan Literasi Halal Dengan Konsumsi Makanan Siap Saji Adawiyah, Yasfi Robiatul; Windayani, Neng; Nuryantini, Ade Yeti; Agustin , Tri Wahyu; Rochman, Chaerul
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.11579

Abstract

Literasi halal menjadi kemampuan bagi konsumen yang akan menjadikan konsumen terlindungin dan terjamin secara Kesehatan dan finansial. Kemampuan ini berdasar atas kemampuan bagi seseorang dalam membedakan barang halal dan haram tergantung pada seberapa paham akan pengetahuan hukum islam itu sendiri  Konsumsi fast food di Indonesia, baik di perkotaan maupun pedesaan, mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi alternatif bagi orang-orang sibuk, konsumtif, malas memasak, dan mencari kemudahan. Meskipun fast food praktis, kecenderungan mengonsumsinya dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti kelebihan berat badan, risiko kanker, dan masalah kesehatan lainnya. . Di tengah maraknya jajanan fast food yang tersebar di sekitar lingkungan sekolah, penting untuk menjelajahi apakah tingkat literasi halal siswa memiliki korelasi dengan pola konsumsi jajanan fast food (cepat saji). Jenis penelitian ini digunakan untuk menjelaskan hasil survei terkait variabel independen dan dependen dengan menampilkan data dalam bentuk numerik dan menganalisisnya. Berdasarkan hasil pengujian korelasi dan regresi didapatkan hasil “Terdapat hubungan antara literasi hahal dan konsumi jajanan fast food” atau dengan kata lain “skor literasi halal mempengaruhi/ berpengaruh terhadap konsumsi makanan Fast food”.
Daya Terima Produk Inovasi Keripik Cireng dengan Penambahan Rempah Kencur Nurhalimah, Siti; Afiani, Nur; Sugandi, Sugandi; Azzahra, Azzahra; Nurlita, Nurlita; Arbayani, Arbayani; Harefa, Harefa
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.12154

Abstract

Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan salah satu tanaman Suku Zingiberaceae yang diketahui mengandung minyak atsiri yang dapat meningkatkan nilai rasa pada produk. Salah satu inovasi produk yang dapat memanfaatkan rempah kencur yaitu keripik cireng. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terpilih dari keripik cireng yang ditambahkan kencur (Kaempferia galanga L.) yang terdiri dari P1 kontrol (0%), P2 (9 %) dan P3 (12,5%). Pengujian yang dilakukan berupa uji mutu sensori (warna, aroma, rasa dan tekstur), uji hedonik (warna, aroma, rasa, tekstur dan overall (keseluruhan)), uji mutu kimia (proksimat) meliputi uji kadar air, kadar abu, kadar lemak, protein dan karbohidrat. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA dengan α 5%. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji sensori pengaruh penambahan kencur tidak perpengaruh nyata terhadap warna dan tekstur, tetapi perpengaruh nyata terhadap aroma dan rasa. Pada uji hedonik penambahan kencur tidak berpengaruh nyata terhadap parameter warna, aroma, rasa, tekstur dan overall (keseluruhan) keripik cireng kencur, namun pada parameter overall (keseluruhan) keripik cireng dengan perlakuan 2 memiliki nilai hedonik yang lebih tinggi dibanding perlakuan 1 dan 3. Hasil analisa mutu kimia produk keripik cireng terpilih yaitu kadar air 1,27%, kadar abu 0,48%, kadar lemak 6.57%, kadar protein 12,29% dan kadar karbohidrat 79,39%. Hasil analisa kimia produk keripik cireng kencur terpilih telah memenuhi SNI 01-6630 : 2002.
Perkembangan Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Produk Pangan Ropikoh, Siti; Widjayanti, Widjayanti; Idris, Muhammad; Nuh, Gifar Muhammad; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.12668

Abstract

Perkembangan penggunaan kemasan produk pangan sudah ada sejak zaman prasejarah. Perbedaan yang signifikan adalah tujuan penggunaan kemasan. Teknologi memiliki peranan penting dalam perkembangan kemasan produk pangan. Tren fungsional kemasan produk pangan saat ini adalah salah satunya ramah lingkungan. Hal ini disebabkan produk pangan memiliki sifat berkelanjutan, sehingga penting untuk mencari solusi ini. Biodegradable packaging bisa menjadi solusi dalam permasalahan ini. Sebab jenis kemasan ini dapat terurai di lingkungan atau bisa disebut juga sebagai kemasan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam review jurnal ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur. pendekatan kualitatif dipilih karena metode ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan detail mengenai fenomena yang diteliti. Penulis menggunakan studi literatur sebagai sumber data yang dapat diandalkan dan relevan untuk memperoleh informasi terkait produk pangan lokal. Menurut penelitian Biodegradable Packaging dapat menjadi solusi dalam permasalah “kemasan ramah lingkungan”, namun tetap harus dengan bergantung pada campuran bahan bio-nano komposit dan polimer, yang akan meningkatkan kinerjanya.
Identifikasi Boraks, Formalin dan Uji Cemaran Mikroba pada Bawang Putih Giling yang Dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Bogor Tengah Widyananda, Anisya; Rejeki Retna Pertiwi, Sri; Kusumaningrum, Intan
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.12847

Abstract

Bawang putih (Allium sativum) mengandung senyawa organosulfur bernama allicin yang mempunyai efek antibakteri. Bawang putih yang masih utuh belum memiliki kandungan allicin. Senyawa allicin dalam bawang putih baru akan terbentuk ketika bawang putih mentah mengalami proses penghancuran. Namun, allicin rentan terhadap kerusakan pada suhu ruang karena sifatnya yang tidak stabil. Bawang putih yang sudah digiling memuat allicin aktif karena sudah melewati tahap penghancuran. Namun, bumbu giling yang diperjualkan di pasar tradisional kerap kali disimpan tanpa penutup sehingga risiko kontaminasi fisik serta biologis dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan boraks, formalin, serta cemaran mikroba di bawang putih giling yang dijual di pasar tradisional di Kecamatan Bogor Tengah. Pengujian dilaksanakan memakai Rapid Test Kit merek Labstest untuk boraks dan formalin, serta metode Angka Lempeng Total (ALT) untuk cemaran mikroba. Sampel penelitian, sebanyak 23, dipilih dari Pasar Merdeka, Pasar Kebon Kembang, Pasar Bogor, serta Pasar Padasuka memakai metode purposive sampling. Hasil pengujian membuktikan bahwa boraks serta formalin tidak terdeteksi dalam sampel yang diuji. Namun, sebanyak 47,83% sampel tidak memenuhi batasan angka lempeng total mikroba sejalan dengan Peraturan Kepala BPOM No. 16 tahun 2016, yang menetapkan batasan 104 koloni/g untuk bumbu dan kondimen siap pakai pasta (basah).
Perbandingan Pengemasan Produk Pangan Olahan Semi Basah Iznilillah, Wilna; Jumiono, Aji; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.13036

Abstract

Pangan semi basah merupakan jenis makanan dengan campuran yang mengandung karbohidrat, lemak, protein dan komponen lain yang mengalami perubahan kimia. Produk pangan olahan semi basah tetap akan mudah mengalami kerusakan apabila tidak dikemas dengan baik. Pengemasan yang sesuai dapat menekan kerusakan produk selama waktu tertentu. Pengemasan pada bahan pangan merupakan suatu cara untuk mencegah kontaminasi dari lingkungan luar produk. Produk pangan olahan semi basah terdiri dari Dodol, Sale Pisang, Bika Ambon, Gethuk, Dendeng, Terasi dan Brownies. Setiap produk olahan pangan semi basah dapat dikemas menggunakan jenis kemasan yang berbeda, sesuai dengan karakteristik atau sifat dari pangan olahannya. Produk dodol dapat dikemas menggunakan kertas laminasi karena dapat mengurangi sifat lengket dibandingkan dengan menggunakan kertas lilin. Produk sale pisang dapat dikemas menggunakan kemasan vakum HDPE. Produk bika ambon dapat dikemas menggunakan kemasan plastik mika atau paper bag. Produk getuk dapat dikemas menggunakan kemasan plastik Polipropilen atau menggunakan plastik Polietilen. Produk dendeng dapat dikemas menggunakan plastik standing pouch, kemasan alumunium foil kombinasi plastik transparan, atau kemasan jar kaca. Produk terasi dapat dikemas menggunakan daun pisang, kemasan alumunium foil atau kemasan HDPE. Produk brownies dapat dikemas menggunakan plastik Polietilen. plastik yang kedap udara, atau menggunakan bahan kertas sehingga lebih ramah lingkungan.
Deteksi Cemaran Protein Babi Bakso Daging Sapi Pedagang Keliling Di Kota Bekasi Indriani, Loli; Hutami, Rosy; Amalia, Lia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.13136

Abstract

Bakso merupakan salah satu makanan populer di Indonesia berbahan baku daging yang sensitif kehalalannya. Proses penggilingan daging dan metode penyembelihan hewan menjadi titik kritis pembuatan bakso karena rentan terjadi kontaminasi dengan material non-halal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran protein babi dan menelusuri rantai pasok halal daging bahan baku bakso pedagang keliling di Kota Bekasi melalui pengujian metode Pork Detection Kit (PDK) dan juga wawancara. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 36 bakso keliling dari 12 kecamatan di Kota Bekasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel bakso tidak terdeteksi mengandung cemaran protein babi. Pada penelusuran rantai pasok halal, bahan baku daging yang dibeli di 7 dari 11 pasar diketahui bebas dari cemaran babi. Sedangkan daging yang dijual di 4 Pasar lainnya belum diketahui apakah bebas dari cemaran tersebut. Berdasarkan data 5 rumah potong hewan yang menjadi pemasok daging, seluruhnya belum memiliki sertifikat halal. Akan tetapi, satu rumah potong hewan sedang dalam pengurusan sertifikat halal.
Fermentasi Natural Yeast dari Kurma, Pisang dan Delima untuk Aplikasi Pembuatan Starter Sourdough Fuzawati, Fitri; Rohmayanti, Titi; Rifki, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.13153

Abstract

Tren roti sourdough telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Untuk menciptakan karakteristik yang khas pada produk roti sourdough, diperlukan natural yeast atau sourdough starter dengan karakteristik yang berbeda dan potensial untuk di jadikan adonan biang pada adonan roti sourdough. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan sumber natural yeast dan waktu fermentasi terhadap nilai pH, kadar  dan kadar alkohol, serta mempelajari pengaruh aplikasi natural yeast terpilih pada pembuatan sourdough starter terhadap nilai pH, jumlah bakteri asam laktat dan yeast. Perlakuan yang diterapkan menggunakan media pertumbuhan natural yeast dari buah kurma ajwa, pisang dan delima untuk mengetahui waktu fermentasi terbaik. Diketahui sampel kurma ajwa dengan waktu fermentasi 5 hari merupakan sampel terpilih untuk diaplikasikan terhadap sourdough starter berdasarkan parameter kimia dan mikrobiologi. Sampel natural yeast kurma ajwa dengan waktu fermentasi 5 hari memiliki nilai pH 3,80, kadar  sebesar 609 mg/L dan kadar alkohol 1,12 %. Hasil akhir uji kimia dan mikrobiologi sourdough starter dengan penambahan natural yeast kurma ajwa dengan fermentasi 5 hari memiliki nilai pH 3,7, kadar Bakteri Asam Laktat (BAL) dengan jumlah 5,8x dan kadar yeast (khamir) dengan jumlah 2,2x. 
Karakteristik Ekstrak Gulma Suruhan (Peperomia Pellucida L. Kunth) dan Jahe Emprit (Zingiber Officinale Var. Amarum) sebagai Minuman Fungsional Febriyanti, Siti; Puspasari, Erna; Rifqi, Muhammad; Jumiono, Aji
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i2.13398

Abstract

Minuman fungsional adalah salah satu jenis pangan fungsional yang dapat dikonsumsi dan memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Salah satu manfaatnya adalah untuk kesehatan. Tanaman yang memiliki manfaat untuk kesehatan yaitu gulma suruhan dan jahe emprit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perbandingan ekstrak gulma suruhan dan jahe emprit terhadap minuman fungsional. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan tiga taraf perlakuan yaitu A1 (60% : 40%), A2 (70% : 30%), A3 (80% : 20%) dengan dua kali pengulangan. Untuk analisa data yang digunakan adalah ANOVA dengan uji lanjut Duncan (α=0,05). Hasil percobaan menunjukkan bahwa produk terpilih adalah formulasi A3 dengan perbandingan 80% ekstrak gulma suruhan dan 20% jahe emprit yang kemudian akan dianalisis flavonoid dan tanin. Hasil analisis kimia produk terpilih menunjukkan kadar air 89,26%, kadar total gula 11,17%, pH 5,10 dan antioksidan IC50 145 ppm dalam kategori sedang. Hasil pengujian senyawa antioksidannflavonoid 12,77mg/100g dan tanin 0,0145%.

Page 8 of 15 | Total Record : 148