cover
Contact Name
Nanang Nabhar Fakhri Auliya
Contact Email
nanangnabhar@iainkudus.ac.id
Phone
+6282225404442
Journal Mail Official
embadajeid@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sugiharto No 90 RT/RW 05/03 Desa Tanggungharjo Kec/Kab Grobogan
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
JEID
ISSN : -     EISSN : 27984176     DOI : https://doi.org/10.55868/jeid.v3i1
Core Subject : Religion, Education,
JEID: Jurnal Integrasi dan Pengembangan Pendidikan mencakup pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Agama, Pendidikan Karakter, Pendidikan Bahasa dan Seni serta Media dan Teknologi Pendidikan.
Articles 105 Documents
Analysis of Students' Mathematical Reasoning Ability in Learning Realistic Mathematics Education in terms of self-regulation of quadrilateral material uswatun hasanah, uswatun; Wijayanti, Dyana; Kusmaryono, Imam
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i2.288

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan penalaran siswa kelas VII pada materi segiempat dengan pendekatan RME ditinjau dari self-regulation. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Terdapat 6 responden yang dijadikan subjek dalam penelitian. Dalam penelitian yang dilakukan, triangulasi (angket, tes dan wawancara) dipakai sebagai teknik pengumpulan data.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa dengan tingkat self-regulation tinggi mempunyai penalaran matematis tinggi yaitu siswa dapat mencapai semua indikator penalaran matematis (2) Siswa dengan tingkat self-regulation sedang mempunyai penalaran matematis sedang yaitu tidak semua siswa dapat memenuhi semua indikator. Untuk soal kedua siswa hanya dapat memenuhi kemampuan mengajukan dugaan (3) Siswa dengan tingkat self-regulation rendah memiliki penalaran matematis rendah yaitu siswa hanya dapat memenuhi beberapa indikator salah satunya siswa hanya memenuhi indikator melakukan dugaan untuk soal kedua. Bagi siswa yang mempunyai penalaran matematis sedang dan rendah agar lebih meningkatkan pemahaman terkait materi maupun soal. Hal ini bisa dilakukan dengan membiasakan mengaitkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Cooperative Learning Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist dalam Tinjauan Pembelajaran Abad 21 di MTs Salafiyah Tuban Rahmawati, Endris; Huda, Mualimul
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i3.289

Abstract

Several problems related to PAI learning in Indonesia are due to students' lack of confidence in asking questions; they are only passive and often silent in learning. This problem also comes from educators, who still focus on understanding the material without paying attention to the right strategy. This teaching and learning process still leads to cognitive aspects, such as approach teacher-centred or just talking. The purpose of carrying out this research is to understand the forms, supporting and inhibiting factors that educators face and to know the implications of implementing cooperative learning on Al-Qur'an Hadith-based subjectsSkills 21st century learning at MTs Salafiyah Jatirogo Tuban. This type of research study is descriptive qualitative. The results of this study prove that the form's implementation of cooperative learning in the Al-Qur'an Hadith subject at MTs Salafiyah Asy Syafi'iyah Jatirogo Tuban using the typeTeams Games Tournament, Numbered Head Together, jigsaw, and group discussion. There are three steps in implementing cooperative learning: planning, implementation and evaluation. Supporting factors in successful cooperative learning include the role of the principal, who is open to teacher innovation, enthusiastic students, and the willingness of teachers to develop their competencies. At the same time, the inhibiting factors that become obstacles are the lack of time allocation, inadequate teaching aids and media, and students who look ordinary so that they are less conducive to learning. There are implications of implementing cooperative learning, namely facilitating students in understanding the material, practising responsibility and tolerance, increasing friendships, increasing the courage of students in asking questions and communicating with teachers and friends and so on.
Pengaruh Video Interaktif Berbasis Masalah Terhadap Kemandirian Belajar Peserta Didik Nuhaya, Nailan; Asyhari, Andi
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i3.292

Abstract

This study aims to determine the application of problem-based interactive videos to students' learning independence, learning independence before using problem-based interactive video media and the effect of problem-based interactive videos on students' learning independence on the concept of the human reproductive system. This type of research is experimental research with a quasi-experimental method of nonequivalent control group design. The results of the study stated that the application of problem-based interactive videos obtained student responses in the sufficient category. Independent learning of students before learning in the control class in the high category and the experimental class in the high category. There is an effect of problem-based interactive video that is oriented towards learning independence of students as evidenced by a test using the Mann-Whitney formula with the result of Sig (2-tailed) of 0.000 with a probability of 0.05 proving that sig (2-tailed) is smaller than the probability value.  
Kegiatan Pembiasaan Melalui Bimbingan Kelas dalam Menanamkan Karakter Religius Siswa di Kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya Nor Afni, Nor Afni; Rahmad, Rahmad; Sulistyowati, Sulistyowati
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i4.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Mendeskripsikan kegiatan pembiasaan bimbingan kelas di kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya. 2) Mendeskripsikan penanaman karakter religius siswa di kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya. 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat kegiatan pembiasaan bimbingan kelas di kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu 9 orang siswa, guru kelas V, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kegiatan pembiasaan bimbingan kelas di kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya: Membaca doa belajar, membaca surah secara klasikal, menyetor hafalan, membacakan hafalan di depan siswa, dan memberikan nasehat. 2) Penanaman karakter religius siswa di kelas V: a) aspek cinta damai yaitu saling bekerjasama muraja’ah hafalan, menghargai teman membacakan hafalan di depan, sabar menunggu giliran dalam menyetorkan hafalan; b) aspek teguh pendirian yaitu rutin menyetorkan hafalan; c) aspek percaya diri yaitu berani membacakan hafalan di depan siswa dan tidak bergantung dalam menyelesaikan setoran hafalan. 3) Faktor pendukung kegiatan pembiasaan bimbingan kelas diantaranya kerjasama antara guru kelas dan guru lainnya, dukungan orang tua, kemampuan siswa, sarana prasarana. Faktor penghambat kurangnya waktu kegiatan pembiasaan bimbingan kelas, kurangnya bimbingan dan perhatian orang tua, lingkungan pergaulan serta kesadaran siswa.
Implementasi Model CTL Berbantuan Benda Konkret Untuk Membangun Higher Order Thinking Skills Sari, Lilik; Hasanah, Uswatun
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i2.297

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi salah satu keterampilan yang wajib dimiliki siswa abad 21. Kemampuan ini dapat dilatih melalui pembelajaran Matematika sebab siswa akan dilatih menyelesaikan permasalahan, dan berpikir secara kritis. Namun, sering kali pembelajaran yang terjadi saat ini masih bersifat transmisif (hanya transfer ilmu dari guru ke siswa). Oleh sebab itu, kondisi seperti ini guru dituntut untuk bisa merencanakan pembelajaran bermakna bisa dengan menggunakan model, metode, atau media yang sesuai materi. Salah satu model yang dapat diterapkan pada pembelajaran Matematika adalah model CTL karena pada model ini, pembelajaran akan dikaitkan secara langsung dengan kehidupan nyata. Penerapan model CTL bisa dilakukan dengan berbagai bantuan media baik berbasis ICT atau konvensional. Media konvensional salah satunya yaitu benda konkret, implementasi model CTL berbantuan benda konkret akan menciptakan pembelajaran Matematika yang semakin kontekstual. Penerapan model CTL berbantuan benda konkret diterapkan juga pada sekolah favorit di kabupaten Nganjuk yaitu MI Darul Muta’allimin. Oleh sebab itulah, peneliti tertarik untuk menggali data lebih dalam terkait implementasi model CTL berbantuan benda konkret dalam membangun HOTS siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini yakni penerapan model CTL dengan berbantuan benda konkret efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Studi Literatur: Analisis Kritis Sistem dan Perkembangan Kurikulum di Indonesia Shofiyah, Shofiyah; Ahid, Nur; Hasanah, Uswatun; Nurhidayati, Nurhidayati; Hamid, Fika Sirojul
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i4.300

Abstract

Madrasah tunduk pada hukum pendidikan yang berpedoman pada ajaran yang sesuai dengan ketentuan alam semesta Indonesia yang berusaha untuk mampu mengembangkan kemampuan internal perwakilan panti asuhan sehingga mempunyai kecakapan hidup dengan menggunakan kecerdasan spiritual, intelektual, emosional dan kebajikan yang mulia, beserta segala kecerdasan yang diterimanya sangat dibutuhkan oleh batin masyarakat, ibu dan alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi bagaimana rotasi kurikulum sekolah pada era pra-legitimasi terjadi pada era pasca-legitimasi. Jenis analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Teknik penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mendeteksi rotasi program studi madrasah di Indonesia belum tergerak sejak akar memori infiltrasi ajaran Islam berkembang dari masa pra relaksasi hingga saat ini. Dari segi skenario, program studi madrasah mempunyai kontras yang berbeda-beda, tergantung pada situasi dan kondisi yang lahir di berbagai tempat. Perbedaan yang kontras pada program studi yang terdaftar terbagi menjadi 3 periode, yaitu: 1). Kurikulum Madrasah hadir pada sepuluh dekade penjajahan Belanda, 2). Kurikulum Madrasah mempunyai kelonggaran sepuluh dekade, 3). Kurikulum Madrasah sudah ada pada masa Orde Baru, dan 4). Kurikulum Madrasah hadir pada masa reformasi. Kurikulum madrasah berbentuk program studi yang terorganisir, meskipun masih cukup sederhana, apalagi setelah adanya langkah modernisasi masif yang dibawa oleh sap-percha pencetus kewarganegaraan yang mencontoh Timur Tengah. Pasca keringanan, program studi madrasah secara civic mempunyai bentuk yang terstruktur dan berkembang dengan semangat keinginan dan perputaran zaman muncullah program studi yang serupa dengan saat ini.
Penggunaan Media Konkret untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI pada Mata Pelajaran Matematika Anggraini, Mila; Mahmudah, Istiyati
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i2.301

Abstract

Metematika adalah salah satu pelajaran yang sulit dipahami siswa. Hal ini memaksa guru untuk menggunakan banyak cara untuk membantu siswa memahami materi yang disampaikan, salah satunya adalah penggunaan media. Media sendiri merupakan salah satu cara yang digunakan guru dalam menyampaikan materi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran dengan media konkret menunjukkan peningkatan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mempertimbangkan penggunaan media konkret sebagai strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan efektivitas pengajaran Matematika di tingkat sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tertentu pada mata pelajaran Matematika terhadap hasil belajar siswa kelas VI MIS Miftahul Huda 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini subjeknya adalah siswa kelas VI dan guru matematika kelas VI. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi dan wawancara.
Representations of HOTS in English Reading Comprehension Exam Questions for Islamic Senior High Schools in Jepara Imanah, Nur; Al Hakim, Muhammad Arif
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i3.302

Abstract

Pemberlakuan kurikulum terbaru dalam sistem pendidikan Indonesia memerlukan penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, analisis pertanyaan sangat penting untuk mengetahui ketersediaan HOTS dalam instrumen penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi HOTS yang terdapat pada soal-soal ujian dan menjelaskan mengapa soal-soal tersebut dikategorikan sebagai soal HOTS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis isi. Sumber data yang digunakan adalah soal-soal ujian bahasa Inggris untuk SMA kelas 10, 11, dan 12 yang dikeluarkan oleh organisasi pendidikan Islam di Jepara untuk tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini dianalisis menggunakan Taksonomi Bloom Anderson dan Krathwohl dengan model tiga dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi soal HOTS berdasarkan ranah proses kognitif pada soal ujian kelas 10 sebesar 11,8%, kelas 11 sebesar 20%, dan kelas 12 sebesar 12,1%. Berdasarkan dimensi pengetahuan pada kelas 10, 11, dan 12, soal-soal ujian didominasi dengan kategori pengetahuan faktual dan konseptual, sedangkan soal prosedural dan metakognitif kurang terdistribusi. Berdasarkan hasil penelitian, representasi HOTS pada soal-soal ujian pemahaman membaca kelas 10, 11, dan 12 mempunyai distribusi yang lebih rendah dibandingkan Lower Order Thinking Skills (LOTS).
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Bentuk Aljabar Nada, Nabillah Qatrun; Erita, Selvia
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i2.303

Abstract

Salah satu bentuk pendidikan yang dilaksanakan pada lingkungan sekolah adalah pelajaran matematika. Dalam pembelajaran matematika, memahami konsep merupakan bagian terpenting. Sedangkan, pemahaman konsep adalah aspek kunci dari pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh kemampuan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika materi bentuk aljabar di kelas VIII E MTs Negeri 1 Kota Sungai Penuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dimana peneliti dilakukan pada Kelas VIII E yang terdiri dari 38 peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa tes. Instrumen tes pada penelitian ini yaitu berupa soal uraian tertulis yang terdiri dari 5 butir soal, pada tiap satu aspek indikator kemampuan pemahaman konsep memuat satu item soal. Dimana indikator pemahaman konsep terdiri dari 5 aspek. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VIII E MTs Negeri 1 Kota Sungai Penuh pada materi bentuk aljabar masih dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 62,4. Indikator menjelaskan Kembali sebuah konsep menjadi yang paling dominan dalam menunjukkan kemampuan pemahaman konsep siswa.
Analisis Evaluasi Pembelajaran pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Menggunakan Media Worldwall di MTs YASMIDA Ambarawa Muftil Ibad Azumar, Muhammad; Miftah, Muhammad; Zulfikar Sulkhi Aunillah, Muhammad
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v3i3.311

Abstract

Evaluasi dalam pembelajaran merupakan suatu alat yang dapat dijadikan sebagai barometer ketercapaian hasil belajar dari pembelajaran yang telah berlangsung selama kurun waktu tertentu. Model evaluasi dalam pembelajaran memiliki banyak ragam dan macamnya, seperti halnya dalam penelitian ini yang memfokuskan penelitiannya pada evaluasi pembelajaran dengan menggunakan website worldwall pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk dapat menganalisa pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan oleh pengajar di MTs YASMIDA serta untuk dapat mengetahui dampak setelah diterapkannya model evaluasi seperti itu kepada peserta didik. Aspek yang dianalisa dimulai dari hal yang mendasar seperti perencanaan, pelaksanaan, pengevaluasian mengenai hasil yang didapat setelah diadakannya model evaluasi menggunakan worldwall serta respon peserta didik dan bahkan pengajar yang lain setelah mengetahui dan mempraktekkannya. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini merujuk pada dampak setelah diadakannya evaluasi pembelajaran dengan menggunakan worldwall yaitu meningkatnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran khususnya ketika menghadapi evaluasi pembelajaran. Respon pengajar lain juga beragam, ada pengajar yang suka akan model evaluasi seperti itu dan ada yang penasaran dengan cara pembuatannya namun ada pula yang menganggapnya hal biasa dan tak perlu dibahas lebih mendalam.

Page 7 of 11 | Total Record : 105