cover
Contact Name
ASEF WILDAN
Contact Email
acheif90@gmail.com
Phone
+6285790241092
Journal Mail Official
ezrasciencebulletin@gmail.com
Editorial Address
Gogorante - Ngasem - Kediri Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Ezra Science Bulletin
Published by Kirana Publisher
ISSN : -     EISSN : 29881897     DOI : https://doi.org/10.58526/ez-sci-bin.v1i1.9
Ezra Science Bulletin is a open-access publication journal of research results, scientific research articles, conceptual articles, literature reviews, and/or ideas from various disciplines science. Ezra Science Bulletin is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about education written by researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world. Ezra Science Bulletin is a periodic scientific journal twice a year (January June and July December) published by Kirana Publisher.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 472 Documents
BODY IMAGE AND SELF-ESTEEM AS PSYCHOLOGICAL DETERMINANTS OF WOMEN’S REPRODUCTIVE HEALTH BEHAVIOR: A NARRATIVE REVIEW Siska Putri Belangi; Yessy Syahradesi Br Tambunan; Dina Andriani; Fika Lestari
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.555

Abstract

Women’s reproductive health behavior is influenced not only by biological and social factors but also by psychological determinants such as body image and self-esteem. This study aimed to synthesize scientific evidence on the role of body image and self-esteem as psychological determinants of women’s reproductive health behavior. A narrative review design was used, with a literature search conducted in PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar for articles published between 2014 and 2025. Studies were selected based on predefined criteria, including those involving women of reproductive age and examining the relationship between body image and/or self-esteem and reproductive or sexual health outcomes. The findings consistently indicated that positive body image and higher self-esteem were associated with better sexual function, greater sexual satisfaction, improved reproductive well-being, and healthier reproductive decision-making. Conversely, negative body image was linked to poorer psychological and sexual well-being. These results highlight the importance of integrating psychosocial interventions into reproductive health promotion to support women’s overall reproductive health outcomes.
PEMERANAN TOKOH CLOV DALAM NASKAH END GAME KARYA SAMUEL BECKETT TERJEMAHAN ASRUL SANI MENGGUNAKAN TEKNIK AKTING MEISNER Wahyu Andriansyah; Enrico Alamo; Firdaus
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.558

Abstract

Pemeranan tokoh CLOV dalam lakon End Game karya Samuel Beckett, terjemahan Asrul Sani menggunakan teknik akting Meisner merupakan penciptaan seni peran yang dilakukan pemeran untuk mewujudkan teknik persiapan emosional, improvisasi dan pengulangan sebagai formula untuk mewujudkan tokoh CLOV pada sebuah pertunjukan teater, sesuai dengan penafsiran pemeran terhadap tokoh yang telah dibuat. Penciptaan pemeranan tersebut diawali dengan analisis struktur dan tekstur tokoh CLOV. Bagian dari analisis struktur tokoh CLOV meliputi aspek fisiologi, psikologi dan sosiologi tokoh. Analisis tekstur tokoh meliputi dialog dan spektakel. Hasil dari analisis dan tafsir pemeran terhadap tokoh tersebut dijadikan pedoman dalam upaya proses penciptaan tokoh, dengan bertumpu pada pendekatan peran dan daya cipta melalui potensi dan kekayaan batin, yang secara akademik dimiliki oleh pemeran Penciptaan tokoh CLOV pada pertunjukan teater adalah satu upaya untuk memahami kembali pikiran-pikiran absurd yang tercermin berdasarkan perwujudan tokoh yang menunjukkan keadaan tragis dan juga komedi yang ditampilkan pada seluruh adegan, dalam pemeranan tokoh CLOV.  
ESTETIKA MUSIK TRADISI SYARAFAL ANAM PADA GRUP PERAMA DI KOTA BENGKULU Anissa Fadillah Dita; Nursyirwan; Irwan; Awerman
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.557

Abstract

Estetika dalam Syarafal Anam tercermin dari keselarasan syair yang sarat pujian kepada Nabi Muhammad SAW, ritme rebana yang dinamis dan ritmis, ekspresi vokal yang penuh penghayatan, serta suasana khusyuk yang terbangun selama pertunjukan. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan spiritual, tetapi juga ruang aktualisasi nilai nilai religius dan budaya yang diwariskan secara turun- temurun oleh masyarakat Lembak. Penelitian ini mengkaji estetika musik tradisional Syarafal Anam pada grup PERAMA (Perkumpulan Rebana Panorama) di Kota Bengkulu, yang merupakan bagian dari tradisi keagamaan masyarakat suku Lembak. Fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur musikal, makna, dan bentuk penyajian dalam pertunjukan Syarafal Anam, serta menelaah persepsi keindahan dari para pelaku dan masyarakat pendukungnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan analisis musikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan Syarafal Anam tidak hanya terletak pada aspek musikal, tetapi juga dalam nilai spiritual, kebersamaan, dan kekuatan tradisi yang terus dipertahankan hingga kini. Pertunjukan ini menjadi media dakwah, sarana pembelajaran sosial, serta penguat identitas budaya lokal yang melekat erat pada kehidupan masyarakat.
SYMPHONIC BLACK METAL OF TETAWAK Okta Azwanda; Ade syahputra; Hadaci Sidik
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.560

Abstract

Symphonic Black Metal Of Tetawak adalah komposisi musik yang garapannya berdasarkan ritme dan melodi dari tradisi Gendang Tetawak yang ada di Riau. Melodi dan ritme tersebut dikembangkan ke dalam bentuk musik fantasia dua bagian menggabungkan dengan genre Symphonic Black Metal menjadi format ansambel campuran. Konsep penciptaan pada komposisi ini yaitu kajian sumber penciptaan, rancangan komposisi, bentuk garapan. Metode penciptaan yang digunakan yaitu pencarian subjek penciptaan, terdiri dari observasi, wawancara, studi pustaka. Adapun tahap proses penciptaan terdiri dari: konsep dan bentuk karya, ekplorasi, eksperimentasi. Pengkarya memunculkan ritme yang rapat untuk memunculkan suasana yang energik. Komposisi musik ini digarap sebagai bentuk pelestraian tradisi agar lebih dikenal oleh orang banyak juga disukai oleh pemuda setempat. Hasil penciptaan komposisi yang berjudul Symphonic Black Metal Of tetawak ini berhasil dibuat pengkarya dengan format ansambel campuran dalam bentuk fantasia dua bagian. Komposisi ini dimainkan menggunakan tempo Alegretto dan Alegro dengan sukat ¾ dan 4/4.
FORTIFIKASI YOGHURT DAN EKSTRA HONJE SEBAGAI MINUMAN PENDUKUNG PENCEGAHAN ANEMIA PADA PEREMPUAN USIA SUBUR Dwi Yuliawati; Windi Alya Naafi’ah
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.563

Abstract

Anemia pada perempuan usia subur masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan inovasi pangan fungsional sebagai upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis formulasi yoghurt dengan fortifikasi ekstrak honje berdasarkan karakteristik organoleptik dan kandungan proksimat sebagai minuman pendukung pencegahan anemia. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorik dengan pendekatan kuantitatif post-test only design. Tiga formulasi diuji, yaitu T1 (100% yoghurt), T2 (70% yoghurt dan 30% ekstrak honje), dan T3 (50% yoghurt dan 50% ekstrak honje). Uji organoleptik dilakukan pada 10 panelis menggunakan metode hedonik, sedangkan uji proksimat meliputi kadar protein, lemak, dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi T3 memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada parameter aroma, warna, rasa, dan kekentalan. Hasil uji proksimat menunjukkan kadar protein sebesar 7,36%, lemak 0,285%, dan abu 4,995%. Fortifikasi yoghurt dan ekstrak honje berpotensi dikembangkan sebagai minuman probiotik berbasis pangan lokal pendukung pencegahan anemia pada perempuan usia subur.
POSITIVITY RATE SEBAGAI INDIKATOR MUTU TERSEMBUNYI PELAYANAN HIV: ANALISIS PROVIDER INITIATED TESTING AND COUNSELING (PITC) DALAM PERSPEKTIF KESELAMATAN PASIEN DI RS BHAYANGKARA TK II MEDAN Eva Hariani
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.564

Abstract

Pelaksanaan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) merupakan strategi penting dalam deteksi dini HIV di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, evaluasi program HIV selama ini masih cenderung berorientasi pada capaian administratif dan belum banyak menggunakan positivity rate sebagai indikator mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis positivity rate PITC sebagai indikator mutu tersembunyi pelayanan HIV dalam perspektif keselamatan pasien di RS Bhayangkara TK II Medan tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik retrospektif menggunakan data sekunder laporan bulanan PITC dan PMTCT periode Januari–Desember 2025. Variabel penelitian meliputi jumlah testing HIV dan jumlah hasil HIV positif. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan positivity rate bulanan dan interpretasi epidemiologis terhadap pola skrining HIV rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah testing HIV masih rendah dan fluktuatif, namun positivity rate pada beberapa bulan tergolong sangat tinggi, yaitu Januari 16,7%, Maret 50%, April 60%, Juli 50%, dan November 28,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa testing HIV kemungkinan masih dilakukan secara selektif pada pasien dengan probabilitas klinis tinggi sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan diagnosis HIV dan missed opportunity testing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa positivity rate dapat digunakan sebagai indikator mutu tersembunyi pelayanan HIV serta mencerminkan efektivitas deteksi dini HIV dalam sistem pelayanan rumah sakit.
GLOW, WELLNESS, DAN VAKSINASI: TRANSFORMASI ENSHA MEDIKA KLINIK BSD SEBAGAI ONE STOP URBAN HEALTHCARE SERVICE Putri Ashraf
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.565

Abstract

Transformasi pelayanan kesehatan modern menunjukkan terjadinya konvergensi antara aesthetic medicine, wellness, preventive healthcare, dan pelayanan medis primer dalam satu ekosistem pelayanan kesehatan urban. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pelayanan ENSHA MEDIKA KLINIK BSD sepanjang tahun 2025 sebagai bentuk perkembangan model one stop urban healthcare service. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain retrospective longitudinal study berbasis data pelayanan Januari–Desember 2025. Analisis dilakukan terhadap distribusi layanan, tren kunjungan, segmentasi usia pasien, serta perubahan pola pelayanan estetika, wellness, vaksinasi, dan konsultasi medis umum. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kunjungan yang signifikan dari 5 kunjungan pada Januari menjadi 248 kunjungan pada Desember 2025. Sebanyak 61,8% layanan didominasi tindakan estetika dan dermatologi, sedangkan 38,2% merupakan pelayanan medis umum dan preventive care. Pada semester kedua terjadi diversifikasi pelayanan berupa peningkatan tindakan laser, anti-aging, vaksinasi perjalanan, dan layanan wellness. Klinik juga memperlihatkan tingginya loyalitas pasien melalui dominasi kunjungan ulang serta berkembangnya pelayanan berbasis pengalaman pasien. Penelitian menyimpulkan bahwa ENSHA MEDIKA KLINIK BSD telah mengalami transformasi dari klinik estetika konvensional menuju hybrid lifestyle clinic yang mengintegrasikan estetika, preventive medicine, wellness, dan pelayanan kesehatan primer dalam satu sistem pelayanan kesehatan urban modern.
ANALISIS PRIORITAS PENINGKATAN MUTU PELAYANAN RAWAT INAP MENGGUNAKAN SERVQUAL DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Andi Firman; Anjar Budi Astoro
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.566

Abstract

Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menempatkan pengalaman pasien sebagai salah satu indikator penting dalam evaluasi mutu rumah sakit. Meskipun RSUD Tenriawaru telah memperoleh akreditasi paripurna, beberapa indikator pelayanan rawat inap masih belum mencapai target Standar Pelayanan Minimal, sehingga diperlukan penilaian yang lebih mendalam dari perspektif pasien. Penelitian ini menganalisis kesenjangan antara pelayanan yang diharapkan dan pelayanan yang dirasakan pasien serta mengidentifikasi atribut pelayanan yang perlu diprioritaskan dalam program peningkatan mutu. Studi menggunakan rancangan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 30 pasien rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran kualitas pelayanan dilakukan melalui metode SERVQUAL pada lima dimensi pelayanan, sedangkan penentuan prioritas perbaikan menggunakan Importance–Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukkan bahwa hampir seluruh atribut pelayanan menghasilkan nilai kesenjangan negatif dengan rata-rata gap sebesar -0,36, yang mengindikasikan bahwa pengalaman pelayanan pasien masih berada di bawah tingkat harapan mereka. Kesenjangan terbesar ditemukan pada kenyamanan ruang rawat inap, kelengkapan fasilitas pelayanan, ketepatan pelayanan petugas, kepastian waktu pelayanan, kemudahan menghubungi petugas, serta keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. Pemetaan IPA menempatkan atribut-atribut tersebut pada kategori prioritas utama karena memiliki tingkat kepentingan tinggi namun belum didukung oleh kinerja yang optimal. Temuan ini menegaskan bahwa perbaikan mutu pelayanan rawat inap perlu difokuskan pada peningkatan pengalaman pasien melalui penguatan kualitas interaksi pelayanan, kepastian proses layanan, kompetensi petugas, serta perbaikan lingkungan perawatan. Kombinasi SERVQUAL dan IPA terbukti memberikan dasar analitis yang kuat untuk menentukan prioritas peningkatan mutu pelayanan secara lebih terarah dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS LAWANG Ernestya Rizkiyah Laura Putri; Sheilla Tania Marcelina; Sri Rahayu; Heppy Rina Mardiana
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.568

Abstract

Mual dan muntah yang berlebihan pada trimester pertama kehamilan dapat menimbulkan berbagai bahaya, baik bagi ibu maupun janin. Pada ibu, kondisi ini membawa risiko dehidrasi berat, ketidakseimbangan elektrolit, penurunan berat badan lebih dari 5% dari berat awal, gangguan metabolik seperti ketosis, dan gangguan fungsi organ seperti hati dan ginjal. Selain itu, hiperemesis gravidarum juga dapat memicu gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Dampak pada janin meliputi risiko berat badan lahir rendah (BBLR), hambatan pertumbuhan janin dalam rahim (IUGR), kelahiran prematur, keguguran, dan kemungkinan malformasi jika terjadi kekurangan nutrisi pada awal kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan gejala hiperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Lawang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney, mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. N, usia 25 tahun, usia kehamilan 8–9 minggu, dengan skor PUQE 10 (kategori sedang), muntah >9 kali/hari, dan penurunan berat badan dari 55 kg menjadi 51 kg (sekitar 7,3%). Intervensi yang diberikan meliputi edukasi, modifikasi diet, istirahat, pemberian vitamin B6 dan antihistamin, serta dukungan psikologis. Evaluasi dilakukan selama 10 hari dengan memantau skor PUQE, berat badan, dan tanda-tanda dehidrasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan klinis, termasuk penurunan frekuensi muntah menjadi ≤3 kali/hari, penurunan skor PUQE menjadi 5 (kategori ringan), kenaikan berat badan sebesar 1,5 kg, dan urine bebas keton.
SENI SASTRA: LISAN REJUNG DALAM ACARA PERNIKAHAN SUKU SERAWAI, KABUPATEN SELUMA Anissa Apriani
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.570

Abstract

Rejung adalah salah satu jenis sastra lisan tradisional yang digunakan oleh penduduk Serawai di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Kesenian ini menggunakan pantun yang dilagukan untuk menyampaikan perasaan, nasihat, dan komunikasi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana pertunjukan Rejung berfungsi dalam acara pernikahan adat Serawai dan menjelaskan keberadaannya saat ini. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan penelitian pustaka tentang kesenian Rejung. Menurut hasil penelitian, Rejung muncul dalam berbagai upacara pernikahan adat setelah akad nikah dan termasuk dalam tarian Andun. Pesan sosial, ungkapan perasaan, harapan, dan nasihat dimasukkan ke dalam syair-syair yang dibawakan. Semuanya disampaikan dalam bentuk pantun berirama. Tokoh adat, masyarakat, dan kelompok seni tradisional adalah pelaku utama dalam Pertunjukan Rejung. Namun, minat generasi muda terhadap Rejung semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Faktor utama yang menyebabkan penurunan praktik kesenian ini adalah dominasi hiburan kontemporer dan penggunaan bahasa daerah yang semakin terbatas. Akibatnya, upaya pelestarian diperlukan agar Rejung tetap dikenal dan diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Serawai untuk generasi berikutnya.