cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No. A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Law, Education and Business
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2988604X     EISSN : 29881242     DOI : https://doi.org/10.57235
Journal of Law, Education, and Business dengan nomor terdaftar E-ISSN 2988-1242 (online) dan P-ISSN 2988-604X (Cetak) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JLEB bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian tentang: 1. Hukum 2. Pendidikan dan Pembelajaran 3. Akuntansi 4. Ekonomi 5. Bisnis 6. Manajemen
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 626 Documents
Konvergensi Media Digital pada Program Masterchef Indonesia Claresta; Reihan Hendi Kurnianto; Nikita Belyana; Algi Lastiawan
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8806

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap media penyiaran, sehingga mendorong industri televisi untuk menerapkan strategi konvergensi media agar tetap mampu menjangkau audiens. Salah satu program yang menerapkan strategi tersebut adalah MasterChef Indonesia melalui pemanfaatan berbagai platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik konvergensi media pada MasterChef Indonesia, mengetahui cara audiens memanfaatkan media digital dalam mengakses konten, serta memahami persepsi audiens terhadap penerapan konvergensi media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap penggemar MasterChef Indonesia, observasi pada platform digital resmi, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MasterChef Indonesia telah menerapkan konvergensi media secara menyeluruh melalui integrasi televisi konvensional dengan berbagai platform digital, seperti YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, dan RCTI+. Audiens memanfaatkan platform tersebut secara fleksibel sesuai kebutuhan, dengan media sosial berperan sebagai pemicu untuk mengakses tayangan penuh melalui YouTube atau RCTI+. Selain itu, media digital juga dimanfaatkan sebagai ruang interaksi dan partisipasi aktif antarpenggemar. Penerapan konvergensi media dinilai memberikan kemudahan akses, meningkatkan keterlibatan audiens, serta memperluas jangkauan program. Namun, penyebaran cuplikan yang mengandung spoiler di media sosial menjadi salah satu tantangan yang dapat mengurangi pengalaman menonton sebagian audiens. Penelitian ini menunjukkan bahwa konvergensi media merupakan strategi yang efektif bagi industri penyiaran dalam mempertahankan relevansi di era digital, dengan tetap memperhatikan pengelolaan distribusi konten agar pengalaman audiens tetap optimal.
Ekologi dan Krisis Lingkungan Hidup: Penyebab, Dampak, dan Solusi Penanggulangan di Era Modern Kesi Situmorang; Martasya Angelia; Vedrina Br Kembaren
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8807

Abstract

Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dan lingkungan hidupnya. Tulisan ini membahas konsep dasar ekologi, ruang lingkupnya mulai dari individu hingga biosfer, serta komponen biotik dan abiotik yang membentuk ekosistem. Lebih jauh, tulisan ini mengkaji berbagai krisis lingkungan yang tengah dihadapi dunia saat ini, meliputi krisis air dan udara akibat polusi, kerusakan tanah dan hutan (deforestasi), serta ancaman kepunahan hewan yang mengganggu keseimbangan ekosistem. Sebagai respons terhadap krisis tersebut, sejumlah solusi berbasis teknologi dan kesadaran ekologis turut dipaparkan, seperti energi terbarukan, desalinasi air laut, dan penghijauan. Pemahaman mendalam terhadap ekologi menjadi landasan penting dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Implementasi Pembelajaran Teknik Servis Bola Voli Melalui Pendekatan Discovery Learning di SMPN 1 Sampoiniet Rafli Maulianda; Irfandi; Tawakal
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8812

Abstract

Penggunaan metode konvensional dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah mengakibatkan rendahnya keterlibatan aktif siswa, khususnya pada materi teknik servis bola voli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan discovery learning, mengetahui keterlibatan serta respons siswa, dan mengidentifikasi faktor pendukung maupun kendala dalam pelaksanaannya di SMP Negeri 1 Sampoiniet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian melibatkan satu orang guru PJOK dan 21 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian membuktikan bahwa implementasi pembelajaran teknik servis bola voli melalui pendekatan discovery learning telah dilaksanakan dengan baik sesuai tahapan sistematis yang meliputi stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization. Penerapan model ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan dan mendapatkan respons positif karena siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung. Faktor pendukung utama meliputi penggunaan media video pembelajaran dan ketersediaan sarana yang memadai, sementara kendala yang dihadapi adalah perbedaan kemampuan motorik siswa serta keterbatasan waktu pembelajaran.
Pengaruh Content Marketing dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Customer Engagement Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Customer Lentera Coffe & Space) Laeli Kirana Putri; Roby Setiadi; Andi Yulianto; Syariefful Ikhwan; Gian Fitralisma
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8814

Abstract

Ketatnya persaingan dalam industri kedai kopi menimbulkan tantangan bagi Lentera Coffee & Space dalam mempertahankan volume penjualan dan menarik minat beli konsumen di tengah fluktuasi loyalitas pelanggan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pemasaran digital dan pelayanan fisik yang krusial dalam memenangkan persaingan pasar kedai kopi saat ini. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui bagaimana content marketing dan kualitas pelayanan memengaruhi keputusan pembelian konsumen Lentera Coffee & Space, yang dimediasi oleh variabel customer engagement. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 224 sampel responden yang diambil secara purposive sampling melalui pengisian survei. Untuk analisis datanya, peneliti menerapkan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan program AMOS. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan adanya pengaruh yang positif dan signifikan dari content marketing serta kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian dan customer engagement. Lebih lanjut, variabel customer engagement tidak hanya berdampak positif dan signifikan secara langsung terhadap keputusan pembelian, tetapi juga terbukti mampu bertindak sebagai mediator dalam hubungan antara content marketing serta kualitas pelayanan dengan keputusan pembelian. Kesimpulannya, peningkatan kualitas konten pemasaran digital yang informatif dan pelayanan yang responsif terbukti efektif memperkuat keterlibatan pelanggan guna mendorong keputusan pembelian. Untuk penelitian di masa mendatang, disarankan adanya penambahan variabel-variabel relevan lainnya, seperti citra merek (brand image) maupun loyalitas pelanggan. Selain itu, perluasan ukuran dan ruang lingkup sampel pada bidang industri yang serupa juga sangat direkomendasikan agar temuan riset ini dapat digeneralisasi secara lebih luas.
Pengaruh Kekuatan Otot Lengan Dan Daya Ledak Otot Kaki Terhadap Kemampuan Smash Atlet Voli Raykhan M; Munzir; Tawakal
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8819

Abstract

Kemampuan smash yang dimiliki oleh siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 5 Banda Aceh masih belum optimal, yang dipengaruhi oleh rendahnya kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan smash pada siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 5 Banda Aceh. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain yang digunakan one-groups pretest-posttest design dengan perlakuan sebanyak 16 kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 5 Banda Aceh berjumlah 14 atlet. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, sehingga sampel berjumlah 14 atlet. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan smash. Teknik analisis data yang digunakan meliputi penghitungan nilai rata-rata (mean), standar deviasi, dan uji beda rata-rata (t-tes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kekuatan otot lengan dan daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan smash pada peserta ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 5 Banda Aceh. Hal ini diperkuat dengan hasil penghitungan nilai t-hitung sebesar 5,98 yang lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,78 pada taraf signifikasi α = 0,05 dengan derajat kebebasan 12.
Pengaruh Product Quality dan Self-Service Technology terhadap Kepuasan Konsumen dengan Price sebagai Variabel Moderasi Erni Zulaika; Tengku Firli Musfar; Dian Pratiwi
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8820

Abstract

Mie Gacoan Panam Pekanbaru menghadapi tantangan dalam mempertahankan kepuasan konsumen Generasi Z di tengah meningkatnya persaingan bisnis kuliner, sehingga diperlukan product quality dan penerapan self-service technology yang mampu memenuhi harapan konsumen dengan tetap mempertimbangkan persepsi harga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh product quality dan self-service technology terhadap kepuasan konsumen Generasi Z pada Mie Gacoan Panam Pekanbaru dengan price sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode ini dipilih karena mampu mengukur hubungan antarvariabel secara objektif serta menguji efek moderasi menggunakan analisis Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa product quality dan self-service technology terhadap kepuasan konsumen. Selain itu, harga terbukti memoderasi pengaruh product quality terhadap kepuasan konsumen, tetapi tidak memoderasi pengaruh self-service technology terhadap kepuasan konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan product quality dan penerapan self-service technology menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen Generasi Z, sedangkan price hanya memperkuat pengaruh product quality. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain, seperti nilai pelanggan atau pengalaman pelanggan, serta memperluas cakupan lokasi penelitian agar hasil penelitian lebih komprehensif dan dapat digeneralisasikan.
Peran Pengadilan Dalam Mengatasi Hambatan Balik Nama Akibat Perjanjian Jual Beli Tanah Tanpa Akta PPAT (Studi Kasus Putusan Nomor: 476/pdt.G/2024/Pn.Bdg.) Agnesia Putri Pangalinan; Lisma Lumentut; Priya Tandirerung
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8822

Abstract

Perjanjian jual beli tanah yang dilakukan tanpa Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sering menimbulkan hambatan dalam proses balik nama sertifikat karena tidak memenuhi persyaratan administratif sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengadilan dalam mengatasi hambatan balik nama sertifikat akibat perjanjian jual beli tanah tanpa Akta PPAT serta menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 476/Pdt.G/2024/PN Bdg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadilan berperan memberikan perlindungan dan kepastian hukum melalui pengesahan jual beli tanah yang dilakukan di bawah tangan apabila terbukti memenuhi syarat sah perjanjian, telah terjadi pembayaran, penyerahan objek, serta pembeli beritikad baik. Dalam putusan tersebut, hakim menyatakan sah perjanjian jual beli, menetapkan penggugat sebagai pemilik yang sah, memberikan kewenangan untuk menyelesaikan Akta Jual Beli, serta memerintahkan Kantor Pertanahan memproses balik nama sertifikat. Putusan tersebut menjadi dasar hukum bagi penyelesaian hambatan administrasi pertanahan yang tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme biasa karena penjual tidak diketahui keberadaannya. Dengan demikian, pengadilan berfungsi sebagai sarana penyelesaian sengketa sekaligus pemberi kepastian hukum dalam menjamin perlindungan hak pembeli yang beritikad baik.
Strategi Komunikasi Militer Amerika Serikat Melalui Sandi Navajo dan Relevansinya bagi Pertahanan Indonesia Suryo Febri Christiawan; Guntur Eko Saputro; Suwito
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8823

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi militer Amerika Serikat melalui penggunaan sandi bahasa Navajo pada Perang Dunia II di kawasan Pasifik serta relevansinya bagi penguatan sistem komunikasi pertahanan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus historis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, analisis dokumen historis, memoar Navajo Code Talkers, dan sumber arsip militer yang dianalisis secara tematik melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sandi Navajo memberikan keunggulan strategis bagi Amerika Serikat karena mampu menjaga kerahasiaan pesan, mempercepat transmisi informasi, dan mendukung efektivitas Command and Control dalam operasi militer. Keunggulan tersebut berkontribusi pada keberhasilan operasi Amerika Serikat di Teater Pasifik, termasuk Guadalcanal, Saipan, Iwo Jima, dan Okinawa. Penelitian ini juga menemukan bahwa prinsip penggunaan bahasa lokal sebagai lapisan keamanan komunikasi memiliki relevansi konseptual bagi Indonesia yang memiliki keragaman linguistik sangat tinggi. Namun, penerapannya tidak dapat dilakukan secara langsung, melainkan harus dikembangkan secara hati-hati sebagai model komunikasi pertahanan berlapis yang memadukan keamanan digital, resiliensi komunikasi, dan kearifan lokal. Artikel ini menawarkan konsep Hybrid Crypto-Linguistic Defense Communication sebagai kerangka awal untuk mengintegrasikan potensi linguistik lokal dengan kebutuhan komunikasi pertahanan modern.
Strategi TNI AD Dalam Pengembangan Patroli Terpadu Guna Penanganan Kejahatan Transnasional di Wilayah Perbatasan Darat Provinsi Kalimantan Barat Maskur Riyadi; Edy Saptono; Gunaryo
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8824

Abstract

Wilayah perbatasan darat Kalimantan Barat, khususnya Entikong memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kejahatan transnasional seperti penyelundupan narkotika, barang ilegal, perdagangan manusia, dan pelintas batas ilegal. Patroli TNI Angkatan Darat melalui Satgas Pamtas yang dilaksanakan secara konvensional masih menghadapi keterbatasan personel, sarana prasarana, teknologi, serta koordinasi antarinstansi sehingga efektivitasnya belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi patroli TNI AD, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta merumuskan model strategi pengembangan patroli terpadu di perbatasan darat Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patroli TNI AD telah dilaksanakan secara rutin namun masih bersifat reaktif dan belum menjangkau seluruh titik rawan akibat keterbatasan jumlah personel (rasio 1:1 km), minimnya teknologi pengawasan (CCTV, drone, sensor), lemahnya koordinasi lintas instansi, serta tingginya ketergantungan masyarakat perbatasan pada aktivitas ilegal. Oleh karena itu, diperlukan model patroli terpadu yang mengintegrasikan sinergi antarinstansi (TNI, Polri, Bea Cukai, Imigrasi, BNPP), pemanfaatan teknologi dan sistem informasi terpadu, serta penguatan sistem komando dan pengendalian. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas SDM, alokasi anggaran memadai, serta perpanjangan masa tugas Satgas Pamtas guna mewujudkan pengamanan perbatasan yang adaptif, modern, dan berkelanjutan.
Strategi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Dalam Penyiapan dan Pembekalan Satgas Force Head Quarter Support Unit (FHQSU) pada Misi PBB UNIFIL Stevanus Piay; Haryo Mustoko; Jimmy Veni Tokio Tiwow
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8825

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang pasukan terbesar dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan sejak tahun 2008 secara konsisten mengirimkan Satuan Tugas Force Head Quarter Support Unit (FHQSU) sebagai unsur pendukung operasional Markas Besar UNIFIL di Naqoura, Lebanon Selatan. Kualitas penyiapan dan pembekalan personel oleh Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI) menjadi faktor penentu keberhasilan misi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi PMPP TNI dalam penyiapan dan pembekalan Satgas FHQSU serta mengevaluasi efektivitasnya, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap pejabat PMPP TNI, Komandan Satgas FHQSU, dan personel kunci yang diperkuat studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PMPP TNI mencakup seleksi personel berbasis kompetensi multidimensi meliputi kesehatan fisik dan psikologis, profesionalisme teknis, kemampuan bahasa, serta rekam jejak disiplin, yang kemudian dilanjutkan dengan Pre-Deployment Training (PDT) yang mengintegrasikan Core Pre-Deployment Training Material (CPTM) dan Specialized Technical Module (STM) mencakup hukum internasional, hak asasi manusia, kesadaran budaya lokal, latihan simulatif, dan komunikasi multinasional. Meskipun personel FHQSU mampu mempertahankan kinerja yang konsisten, terdapat kesenjangan antara standar ideal dan realitas lapangan pada aspek spesialisasi teknis, kemampuan bahasa, dan adaptasi budaya yang diatasi melalui pelatihan tambahan, pendampingan senior, dan mekanisme After Action Review (AAR). Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem pemetaan kompetensi berbasis teknologi informasi serta penguatan evaluasi kinerja yang adaptif guna meningkatkan efektivitas Satgas FHQSU pada misi mendatang.