cover
Contact Name
Oslida Martony
Contact Email
poltekkes_medan@yahoo.com
Phone
+62811611655
Journal Mail Official
herlynainggolan@yahoo.com
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan Jurusan Gizi Jl. Negara Simpang Tanjung Garbus Lubuk Pakam (20514)
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
NUTRIENT JURNAL GIZI
ISSN : -     EISSN : 27984796     DOI : -
Core Subject : Health,
NUTRIENT JURNAL GIZI adalah jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari disiplin ilmu Gizi, Pangan, Kesehatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Nutrient: Jurnal Gizi ini adalah hasil-hasil penelitian ilmiah asli , studi kasus, literatur Review di bidang gizi klinik dan dietetik, pangan, gizi masyarakat dan kesehatan. Terbit 2 kali setahun yaitu Juni dan Desember
Articles 42 Documents
Manajemen Anestesi Peritonitis Eksplorasi pada Anak Usia 5 Tahun Lailatut Toriqoh; Sharlene Sabrina Azzahra; Ari Wahyuni
NUTRIENT Vol. 2 No. 1 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i1.1327

Abstract

Peritonitis merupakan kegawatdaruratan bedah dengan etiologi yang bervariasi dengan angka kematian yang tinggi, terutama pada anak-anak. Penyebabnya terjadinya pertitonitis dapat berupa perforasi saluran usus, pankreatitis, penyakit panggul, tukak lambung, sirosis, atau apendix yang pecah.. Peritonitis salah satu penyebab kematian tersering pada penderita bedah dengan mortalitas sebesar 10-40%. Pada pembedahan laparatomi umumnya jenis anastesi yang digunakan adalah jenis anastesi umum inhalasi. Laparatomi merupakan salah satu prosedur definitif peritonitis yang bersifat mayor, dengan melakukan penyayatan pada lapisan-lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ abdomen yang mengalami masalah. Laparotomi ekspolrasi yang dilakukan pada pasien ini menggunakan teknik anestesi general dan membutuhkan pengawasan yang adekuat serta dosis yang tepat mengingat usia pasien. Anastesi umum adalah suatu keadaan tidak sadar yang bersifat sementara yang diikuti oleh hilangnya rasa nyeri di seluruh tubuh akibat pemberian obat anestesia. Laporan kasus ini membahas manajemen anestesi peritonitis eksplorasi pada anak usia 5 tahun dengan peritonitis
Antibiotik Profilaksis Perioperatif Pada Seksio Sesaria dan Histerektomi vioren; Sulyaman
NUTRIENT Vol. 2 No. 1 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i1.1339

Abstract

Hampir 80 juta prosedur bedah dilakukan di Amerika Serikat dengan komplikasi infeksi pasca operasi sebesar 1,9%. Tingkat infeksi pasca operasi baik pada seksio sesarea dan histerektomi berkisar sekitar 1% hingga 4% di Amerika Serikat. Antimikroba profilaksis dapat menurunkan tingkat infeksi pasca operasi yang mempersulit operasi perut tetapi bukan satu-satunya faktor dalam pencegahan infeksi ini. Organisme yang menginfeksi umum termasuk staphylococci dan enterococci tetapi infeksi juga dapat polymicrobial, biasanya mewakili flora saluran genital. Cefazolin adalah salah satu pilihan lini pertama yang direkomendasikan untuk seksio sesaria dan histerektomi. Cefazolin harus diberikan 60 menit sebelum insisi bedah dan dosis ulangan setiap 4 jam. Alternatif yang disarankan untuk pasien dengan alergi beta-laktam: untuk operasi caesar, kombinasi klindamisin dan gentamisin dan untuk histerektomi vagina atau abdominal: klindamisin atau vankomisin ditambah agen yang menargetkan organisme gram negatif seperti aminoglikosida, fluoroquinolone, atau aztreonam ATAU metronidazol plus aminoglikosida atau fluoroquinolone. Durasi terapi yang dianjurkan adalah <24 jam (dan untuk durasi prosedur). Artikel ulasan ini bertujuan untuk menjelaskan prinsip umum antibiotik pasca operasi pada seksio saesaria dan histerektomi.
Lama Menyusui Dan Tingkat Kemiskinan Keluarga Kaitannya Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita : Studi Literatur Lusyana Gloria Doloksaribu; Efendi S Nainggolan; Tiurlan Mariasima Doloksaribu
NUTRIENT Vol. 2 No. 1 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i1.1344

Abstract

Background Stunting is one of the nutritional problems faced in today's world that many toddlers experience. Stunting is a condition where children under five have a length / height that is less when compared to age. The incidence of stunting arises from conditions such as poverty and inappropriate breastfeeding. The aim of the study was to determine the relationship between length of breastfeeding and the level of family poverty with the incidence of stunting in children under five in a literature study. The type of research used is a literature study with secondary data collection from scientific research articles from 2015-2020. Article selection is done by setting inclusion and exclusion criteria consisting of duplication, title, abstract and PICOS criteria. Search data using the online Google Scholar, DOAJ, PubMed and Garuda databases using the key words "long breastfeeding" AND toddler stunting, and family poverty level AND "toddler stunting". The articles obtained were 289 articles, but only 11 articles that matched the inclusion criteria. Selected articles are then evaluated. The results of this literature study found that 5 out of 11 articles that examined the relationship between poverty and stunting showed that 100% of the articles stated that there was a relationship. Children from poor families tend not to get good nutrition because they cannot provide food at the household level. . Likewise with the length of breastfeeding. 6 out of 11 articles that reviewed this subject, 100% showed that there was a relationship between the length of breastfeeding and the risk of stunting. The longer breastfeeding is given, the less stunting occurs. In conclusion, The family poverty rate and the length of breastfeeding are related to the incidence of stunting in children under five
Asupan zat gizi makro, vitamin B6, Vitamin C dan status Gizi penderita tuberculosis di puskesmas nagaswidak palembang tahun 2022 Anzelia Srizky; Afriyana Siregar; Mardiana Mardiana
NUTRIENT Vol. 2 No. 2 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i2.1347

Abstract

Abstrak Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit yang sudah menjadi perhatian global. Dengan berbagai upaya pengendalian yang dilakukan. Setelah kurang lebih 20 tahun dari deklarasi yang dilakukan WHO, TB adalah masa kesehatan masyarakat ditingkat dunia. India, China, dan Indonesia merupakan negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak(WHO, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi makro, vitamin B6, vitamin C, dan status gizi penderita tubekulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Nagaswidak Palembang 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitaif dan bersifat analitikyaitu mengamati suatu fenomena antara faktor risiko dengan faktor efek. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan metode total sampling dengan jumlah responden 35 orang. Hasil penelitian ini responden paling banyak dengan gender laki-laki 21 orang (60%),umur lebih dari 30 tahun sebanyak 8 orang (22,9%) dengan pekerjaan terbanyak sebagai buruh 23 orang (65,7%) dan tamatan SMA 18 orang (51,8%). Diharapkan kepada pihak puskesmas dapat memberikan edukasi kepada pasien tuberkulosis. Kata kunci:Tuberkulosis, Vitamin B6, Vitamin C. Abstract Tuberculosis is a disease that has become a global concern. With various control efforts carried out. After approximately 20 years from the declaration made by WHO, TB is a period of public health at the world level. India, China, and Indonesia are countries with the most tuberculosis sufferers(WHO, 2015).This study aims to describe the intake of macronutrients, vitamin B6, vitamin C, and nutritional status of tuberculosis patients in the Nagaswidak Health Center Palembang working area 2022. The type of research used is quantitative research and is analytical in nature, namely observing a phenomenon between risk factors and effect factors. The sampling technique in this study was the total sampling method with 35 respondents. The results of this study were most respondents with male gender 21 people (60%), aged more than 30 years as many as 8 people (22.9%) with the most work as laborers 23 people (65.7%) and 18 high school graduates. (51.8%). It is hoped that the puskesmas can provide education to tuberculosis patients. Keywords:Tuberculosis, Vitamin B6, Vitamin C.
Manajemen Nyeri Pasca Operasi : Tinjauan Pustaka Yuliana; Yona Arisena Magdalena Silitonga; Ari Wahyuni
NUTRIENT Vol. 2 No. 2 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i2.1352

Abstract

Nyeri pascaoperasi adalah pengalaman multifaktorial individu yang dipengaruhi oleh budaya pasien, psikologi, genetika, kejadian nyeri sebelumnya, keyakinan, suasana hati, dan kemampuan untuk mengatasinya, serta jenis prosedur yang dilakukan. Pengobatan nyeri pasca operasi yang tidak memadai terus terjadi, meskipun ada kemajuan dalam teknik analgesik, menempatkan pasien pada risiko kecacatan yang signifikan. Manajemen nyeri pasca operasi yang optimal dihasilkan dari penatalaksanaan yang tepat pada periode pra operasi, intraoperatif, dan pasca. Pemahaman tentang patofisiologi nyeri pasca operasi dan berbagai pilihan yang tersedia untuk analgesia sering menghasilkan pendekatan multimodal yang spesifik prosedur, mengoptimalkan penghilang rasa sakit, mengurangi efek samping, dan menciptakan pengalaman pasien yang lebih baik. Tinjauan pustaka ini membahas tentang manajemen nyeri pasca operasi dan metode apa yang dapat mendukung pengurangan terhadap nyeri.
Tindakan Anestesi pada Pandemi Covid-19 dan Keselamatan Petugas Kesehatan dalam Melakukan Tindakan : Tinjauan Pustaka Inocentia Gita Krisanti; Muhammad Bagus Nitei Ago; Ari Wahyuni
NUTRIENT Vol. 2 No. 2 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i2.1354

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19), yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus-2 (SARS-CoV-2), pertama kali dilaporkan di Wuhan, Hubei, China, dan telah menyebar ke lebih dari 200 negara lain di seluruh dunia. COVID-19 adalah penyakit yang sangat menular dengan penularan terus menerus dari manusia ke manusia. Asal usul virus tidak diketahui. Manipulasi jalan napas dan intubasi, yang umum selama prosedur anestesi dapat semakin mengekspos penyedia anestesi dan anggota tim unit perawatan intensif terhadap SARS-CoV-2. Pasien COVID-19 yang dicurigai atau dikonfirmasi menimbulkan tantangan bagi ahli anestesi karena penularannya dan implikasi sistemik penyakitnya. Oleh karena itu, pengetahuan yang baik tentang epidemiologi penyakit dan tindakan pencegahan pribadi sangat penting bagi ahli anestesi. Karena sifat virus yang sangat menular dan kurangnya obat terapeutik, tindakan pencegahan harus diambil untuk mencegah staf medis dari COVID-19. Tinjauan pustaka ini membahas tentang tindakan anestesi pada pandemi COVID-19 dan keselamatan petugas kesehatan dalam melakukan tindakan.
Perbedaan Pengetahuan Gizi, Pola Makan dan Status Gizi pada Mahasiswa Gizi dan Non Gizi Poltekkes Kemenkes Riau Azizah Rosasabila; Fitri Fitri; Dewi Rahayu
NUTRIENT Vol. 2 No. 2 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i2.1377

Abstract

Masalah gizi di Indonesia sangat beragam, selain di temukan adanya masalah kekurangan gizi terdapat juga masalah gizi lebih. Permasalah gizi lebih dan obesitas masih mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada periode ini mahasiswa memerlukan asupan gizi yang seimbang. Akan tetapi karena terpengaruh pola diet yang tidak memperhatikan kecukupan gizi menyebabkan periode tersebut rentan terhadap pembatasan asupan makan. Pengetahuan yang baik mengenai gizi dapat mempengaruhi asupan makan seseorangan sehingga akan berdampak pula terhadap status gizinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional yang dilakukan pada 66 mahasiswi tingkat 3 Poltekkes Kemenkes Riau, terdiri dari 33 mahasiswa gizi dan 33 mahasiswa keperawatan. Data yang diambil adalah data mengenai identitas diri dan kuesioner yang meliputi pengetahuan gizi, pola makan yang diperoleh dari food frequency questionnaire (FFQ), serta status gizi yg diperoleh dari berat badan dan tinggi badan. Analisa data menggunakan uji beda Mann Whitney antara kelompok mahasiswi gizi dan mahasiswi non gizi. Rerata skor pengetahuan gizi pada mahasiswi gizi sebesar 81.21, sedangkan non gizi sebesar 71.21. Sebesar 55,5% dari keseluruhan responden belum memiliki pola makan yang baik dan sebesar 68.2% dari keseluruhan responden memiliki status gizi yang baik. Uji beda: pengetahuan gizi (p=0.00), pola makan (p=0.621), dan status gizi (p=0.106). Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan gizi yang bermakna antara kelompok mahasiswi gizi dan non gizi. Sedangkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada pola makan dan status gizi.
Pengaruh Variasi Penambahan Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Mutu Fisik Mutu Kimia dan Mikrobiologi Nugget Erlina Nasution; Hoirun Nisa; Widiya Wulandari Lubis; Ismed Ismed
NUTRIENT Vol. 2 No. 2 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i2.1389

Abstract

Nuget Nugget udang ronggeng dan daun kelor adalah produk untuk meningkatkan kandungan gizi nugget. Nugget dengan penambahan udang ronggeng (Harpiosquilla raphidea) dan daun kelor (Moringa oleifera) merupakan inovasi baru dalam pembuatan makanan yang mampu menambah kualitas nugget yang dihasilkan baik rasa, aroma, tekstur dan warna.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi penambahan udang ronggeng (Harpiosquilla raphidea) dan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap mutu fisik mutu kimia dan mikrobiologi nugget. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Percobaan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan dua pengulangan. Jenis panelis adalah panelis tidak terlatih. Jumlah panelis yang dibutuhkan sebanyak 20 orang, panelis merupakan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan Jurusan Gizi Lubuk Pakam. Jenis data adalah data primer. Data yang diperoleh diolah menggunakan anova dan uji Duncan.Hasil uji organeleptik meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan perlakuan yang paling disukai yaitu perlakuan A dengan hasil p = 0,000<0,05 yaitu artinya terdapat pengaruh variasi penambahan udang ronggeng dan daun kelor terhadap mutu fisik nugget. Sedangkan pada hasil uji mutu kimia dan mikrobiologi didapatkan hasil zat gizi meliputi Protein 13,1 gram, Kalsium (ca) 269,8 mg/kg dan E.Coli <3 APM/g.Hal ini dapat disimpulkan bahwa udang ronggeng dan daun kelor sangat berpengaruh terhadap penerimaan, kadar protein, kalsium, dan dapat menambah daya simpan nugget.
Efek Samping Perlakuan Anestesi pada Anak : Tinjauan Pustaka Maula Al Farisi; Nurul Fitri Insani; Ari Wahyuni
NUTRIENT Vol. 2 No. 2 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i2.1508

Abstract

Efek samping anetesi telah dilaporkan pada hewan setelah terpapar semua agen anestesi umum yang umum digunakan. Otak mungkin sangat rentan terhadap toksisitas anestesi selama sinaptogenesis puncak (pada kehamilan dan masa bayi). Studi pada manusia tentang hasil perkembangan saraf jangka panjang setelah anestesi umum pada anak usia dini melaporkan temuan yang kontradiktif. Masih belum jelas apakah data hewan dapat diekstrapolasi ke manusia. Studi observasional pada manusia telah menunjukkan hasil yang beragam terkait dengan fungsi kognitif pada anak-anak yang menjalani anestesi. Dalam beberapa penelitian, hasil klinis yang positif ditunjukkan dengan tidak adanya perbedaan fungsi kognitif antara anak-anak yang terpajan dan tidak terpajan anestesi. Tinjauan pustaka ini membahas efek yang ditimbulkan obat – obatan pada anestesi pada anak.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN GIZI DENGAN MEDIA KARTU PACU TUMBUH IBU HAMIL TERHADAP ASUPAN PROTEIN, Fe, VITAMIN B9, KADAR Hb DAN BERAT BADAN PADA IBU HAMIL Taqiyya Andini; Haripin Togap Sinaga
NUTRIENT Vol. 3 No. 1 (2023): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v3i1.1547

Abstract

Masalah kesehatan yang sering dihadapi ibu hamil diantaranya morning sickness dan hiperemesis yang berhubungan dengan proses fisiologi, yang sering sebagai penyebab Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia gizi. Penyebabnya karena masih rendahnya pengetahuan gizi ibu hamil tentang pertumbuhan janin dalam kandungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan gizi dengan media kartu pacu tumbuh ibu hamil terhadap asupan protein, zat besi, asam folat, kadar Hb dan kenaikan berat badan pada ibu hamil trimester 2 dan 3. Desain penelitian ini bersifat Quasi Experimental dengan rancangan pre and post test. Sampel dibedakan menjadi 2 kelompok pemberian intervensi dengan dan tanpa penyuluhan dengan menggunakan kartu pacu tumbuh ibu hamil dengan jumlah 12 orang pada kelompok kontrol dan 11 orang pada kelompok intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji wilcoxon dengan data berdistribusi normal. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukkan pada indikator asupan protein (p= 0,045), zat besi (p = 0,573), asam folat (p= 0,328), kadar Hb (p= 0,007) dan kenaikan berat badan (p= 0,033). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada pengaruh pemberian pendidikan gizi dengan menggunakan kartu pacu tumbuh ibu hamil terhadap asupan protein, kadar Hb dan kenaikan berat badan pada kelompok intervensi. Pemberian pendidikan gizi dengan media kartu pacu tumbuh ibu hamil (kelompok intervensi) sebanyak 2 kali selama 30 menit dalam seminggu, didapati ibu hamil dengan asupan protein kurang berubah dari 91% menjadi 55%, pada indikator anemia berubah dari 64% menjadi 9% dan pada indikator kenaikan berat badan kurang dari 45% menjadi 18%.