cover
Contact Name
A. Velahyati Baharuddin
Contact Email
andi.velahyati@atim.ac.id
Phone
+6285255799459
Journal Mail Official
uppm@atim.ac.id
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar Kampus Politeknik ATI Makassar, Jl. Sunu No. 220, Makassar 90211.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Teknik Industri
ISSN : 14107015     EISSN : 26228769     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Majalah Teknik Industri merupakan Jurnal Ilmiah Berkala yang diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik ATI Makassar. Majalah Teknik Industri ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Redaksi menerima karangan ilmiah tentang hasil Penelitian Aplikatif, Survey, dan Penelitian rekayasa yang erat hubungannya dengan Teknik Industri di bidang Otomasi Sistem Permesinan, Industri Manufaktur, Kimia Mineral, dan Industri Agro.
Articles 98 Documents
Peningkatan Efektivitas Mesin Roaster Dengan Metode OEE (Overall Equipment Effectiveness) Pada PT. Mars Indonesia Makassar Arminas; Andi Asri Tasqia Nafsi
Majalah Teknik Industri Vol 27 No 2 (2019): Majalah Teknik Industri Desember 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh PT. Mars Symbioscience Indonesia dalam melakukan produksi sesuai dengan target yang telah ditetapkan adalah Mesin Roaster yang tidak efektif dengan downtime yang paling tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisa lebih jauh penyebab terjadinya breakdown. Dengan melihat permasalahan yang ada, maka perlu dilakukan evaluasi dengan menerapkan Total Productive Maintenance. Metode yang digunakan adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk melakukan pengukuran tingkat efektivitas proses suatu mesin atau peralatan. Penggunaan perhitungan nilai OEE dan Six Big Losses mampu mengetahui besarnya nilai OEE dan faktor dominan yang menyebabkan rendahnya efektivitas suatu mesin atau peralatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai OEE untuk mesin Roaster, mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya efektivitas mesin dan memberikan usulan perbaikan agar dapat meningkatkan efektivitas mesin di PT. Mars Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness pada mesin Roaster di PT. Mars Indonesia sebesar 81,05% dengan nilai Availability rate sebesar 81,14%, Performance sebesar 99,98 % dan Quality sebesar 99.82%. Hal ini menunjukkan bahwa mesin Roaster tersebut belum efektif dan belum memenuhi standar internasional JIPM yaitu 85%. Faktor Six Big Losses yang menyebabkan nilai OEE tersebut belum memenuhi standar adalah Breakdown Losses.
Meningkatkan Kapasitas Produksi Menggunakan Konsep Lean Manufacturing Dan Waste Assessment Model Roberth Marshall Ratlalan
Majalah Teknik Industri Vol 27 No 2 (2019): Majalah Teknik Industri Desember 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perusahaan industri manufaktur nasional yang bergerak dalam pembuatan produk militer dengan produk yang dihasilkan adalah plastic box 260. Pada proses perakitan masih ditemukan beberapa waste yang terjadi. Untuk meminimize waste yang terjadi digunakan pendekatan Lean Manufacturing dengan dibantu oleh salah satu alat dalam konsep lean yaitu Value Stream Mapping yang bertujuan menggambarkan keseluruhan informasi dari aliran produk bahan baku sampai produk jadi. Identifikasi waste yang diawali dengan Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionnaire (WAQ) untuk mengetahui presentase waste terbesar. Hasil presentase WRM tertinggi sebesar 20 % untuk From Overproduction, inventory dengan nilai sebesar 15 % disimpulkan waste overprodcution dan waste inventory sangat memiliki pengaruh yang cukup besar ke waste yang lain. Sedangkan Hasil rekapitulasi WAQ waste yang mempunyai nilai terbesar dan sering terjadi yaitu waste inventory dengan nilai presentase sebesar 26,13 %, waste Overproduction 22,85 % dan waste motion 12,30 %.
Studi Penerapan Industri 4.0 Di Indonesia Suharman
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 1 (2020): Majalah Teknik Industri Juni 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai upaya mempercepat penerapan industri 4.0 di Indonesia telah disusun INDI 4.0 (Indonesian Industry Readiness Index 4.0). Hasil analisis menggunakan AHP (Analytical Hiearrchy Process) menunjukkan bahwa INDI 4.0 disusun dari 2 (dua) level analisis yaitu level pertama terdiri dari 5 fokus penilaian dan level kedua terdiri dari 17 indikator pengukuran. Penerapan industri 4.o merupakan kebutuhan industri untuk dapat survive dan memenangkan persaingan global. Berdasarkan sejarah panjang industrialisasi di Indonesia yang telah banyak mengalami pasang surut dengan melewati berbagai kondisi, maka penerapan industri 4.0 di Indonesia harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.
Integrasi Manajemen Risiko dalam Pengelolaan Sistem Manajemen K3 Pegawai di Industri Manufaktur Nur Khaerani Busri
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 1 (2020): Majalah Teknik Industri Juni 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan SMK3 pada PT. Manufaktur X masih sulit untuk dilakukan disebabkan pola kebiasaan dalam melakukan pekerjaan. Berbagai program yang telah diterapkan belum menjadi jaminan bagi keselamatan dan kesehatan pekerja jika tidak diikuti kesadaran dan kepedulian dari pekerja itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam pengelolaan SMK3 Pegawai untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam pengelolaan SMK3 Pegawai di PT. Manufaktur X dengan metode Delphi serta melakukan serangkaian upaya mitigasi dalam penanganan risiko yang mungkin terjadi. Beberapa faktor risiko yang diidentifikasi dari metode Delphi adalah beberapa pegawai tidak menggunakan wearpack pada saat bekerja, tidak menggunakan ear plug pada daerah yang tingkat kebisingannya cukup tinggi, tidak menggunakan kacamata pada aktifitas yang beresiko terhadap mata, tidak menggunakan helm kerja, tidak ada pengawasan K3 terhadap pekerja, posisi hindrant tidak strategis, tidak adanya jalur evakuasi jika terjadi kejadian yang tidak terduga seperti ledakan, kebakaran ataupun gempa bumi, serta kurang bersihnya sanitasi baik itu di WC maupun di kantin perusahaan. Adapun langkah mitigasi yang diusulkan adalah membuat aturan penggunaan APD yang lebih ketat, merekrut pengawas K3, membuat jalur evakuasi, serta membuat sistem sanitasi kerja yang baik sesuai standar kesehatan lingkungan.
Rancang Bangun Perangkat Virtual Reality (VR) Untuk Proses Commissioning Peralatan Workshop Manufaktur Yuriadi; Zuingli Santo Bandaso; Julianti Habibuddin
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 1 (2020): Majalah Teknik Industri Juni 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan lingkungan simulasi komputer. Teknologi VR umumnya digunakan dalam suatu bidang simulasi yang unik, seperti pada setiap bidang pekerjaan yang membutuhkan sikap kehati-hatian dalam bekerja atau pada proses commissioning peralatan industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak simulasi commissioning mesin pada workshop manufaktur. Perangkat keras dan lunak pada sistem ini terdiri dari atas perangkat headset atau headsetyang dibuat dengan menggunakan printer 3D. Hasil pembuatan perangkat keras dan lunak ini berupa peralatan virtual reality dengan konten visualisasi tiga dimensi dari bagian-bagian mesin yang ada pada workshop manufaktur, beserta petunjuk comissioning dan cara kerjanya. Proses ini diharapkan akan membantu operator pada workshop manufaktur dalam mengambil keputusan sebelum dilakukannya instalasi mesin untuk menghindari risiko kegagalan dan menjaga keamanan peralatan dan lingkungan workshop.
Identifikasi Cacat Kain pada Proses Pertenunan di Mesin Rapier Tipe GA747 PT. X Galuh Yuli Astrini; Hasna Khairunnisa; Mayesti Kurnianingtias; Dinarisni Purwanningrum
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 1 (2020): Majalah Teknik Industri Juni 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Rapier adalah salah satu jenis mesin yang digunakan dalam proses pembuatan kain tenun. Mesin tenun Rapier tidak menggunakan media teropong dalam peluncuran benang pakannya, tetapi menggunakan elemen yang fleksibel ataupun kaku yang disebut dengan gripper. Salah satu tahapan dalam proses pembuatan kain tenun adalah reaching atau pencucukan, yaitu sebuah proses memasukkan benang lusi ke dalam lubang dropper, mata gun, dan sisir tenun yang sesuai dengan rencana desain kain yang akan dibuat. Jenis mesin yang diamati dalam penelitian ini adalah mesin Rapier tipe GA747 yang terdapat di PT. X. Data jumlah cacat kain untuk setiap tipe cacat kain diambil sebagai data awal penelitian ini. Terdapat 5 jenis cacat kain yang ditemukan pada proses pertenunan di mesin Rapier, yaitu, putus pakan, putus lusi, pinggiran rusak, pakan tak sampai, dan pakan lompat. Berdasarkan pengamatan, jenis cacat kain yang banyak terjadi adalah putus lusi diantara gun dan kain. Sedangkan salah satu faktor yang berpengaruh adalah faktor mesin, yang disebabkan karena pita gripper aus, tegangan benang lusi yang tinggi, gripper kasar, sisir tajam, serta gripper race tajam. Solusi dari permasalahan ini adalah perawatan dan perbaikan mesin secara berkala pada mesin yang menjadi penyebab putus lusi, dan penggantian sparepart apabila diperlukan. Setelah dilakukan perbaikan pada mesin yang menyebabkan putus lusi antara gun dan kain, terjadi peningkatan efisiensi rata-rata sebesar 20%.
Implementasi Kaizen Dalam Meningkatkan 5S dan Menjaga Kualitas Hasil Praktik Pada Workshop Pertenunan di AK-Tekstil Solo Hendri Pujianto
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 1 (2020): Majalah Teknik Industri Juni 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta (AK-Tekstil Solo) adalah salah satu Perguruan Tinggi Negeri di bawah Kementerian Perindustrian yang menyelenggarakan Pendidikan level DII bidang Tekstil dan Produk Tekstil. AK-Tekstil Solo belum menerapkan kaizen dalam kegiatan organisasinya khususnya pada workshop. Jenis workshop yang diamati dalam penelitian ini adalah workshop pertenunan. Data observasi kondisi workshop diambil sebagai data awal penelitian ini. Terdapat 2 jenis masalah yang dapat diidentifikasi, yaitu tidak tersedianya tempat hasil praktik, suku cadang dan peralatan. Prioritas perbaikan yaitu masalah tidak tersedianya tempat hasil praktik. Solusi dari permasalahan ini adalah membuat tempat penyimpanan hasil praktik. Setelah dilakukan penerapan kaizen di workshop pertenunan dapat meningkatkan 5s pada area workshop dan membuat kualitas hasil praktik terjaga.
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Penilaian Kinerja Pemasok Kayu Dian Eko Hari Purnomo; Agung Ari Purwanto
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 1 (2020): Majalah Teknik Industri Juni 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian kinerja pemasok merupakan keputusan yang penting dalam suatu perusahaan, karena akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis yang sangat kompetitif. CV. Rimba Sentosa sedang melakukan pemilihan supplier yang akan memasok bahan baku kayu mahoni dengan lima pemasok, yaitu Manggala Jati, UD. Jati Mukti, Toko Kayu Jati”Mukti”, Gunung Hijau, dan Indah Sentosa. Dalam penelitian ini penilaian kinerja pemasok terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ini didasarkan pada konsep perbandingan berpasangan untuk setiap hirarki yang ada pada struktur hirarki yang ada. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan ini ada 3 kriteria dan 6 sub kriteria yang mendukung setiap kriteria. Kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk penilaian kinerja pemasok adalah waktu, kualitas, dan harga. Sub kriteria yang dapat digunakan dalam untuk penilaian kinerja pemasok adalah pengiriman tepat waktu, lead time, spesifikasi bahan baku, jumlah bahan baku, harga pembelian bahan baku, dan biaya transportasi. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode AHP, maka pemasok yang mempunyai nilai terbaik adalah pemasok “Indah Sentosa”, yang mana nilainya adalah 0,344 atau 34,420%.
Pengembangan Kincir Angin Sumbu Vertikal Tipe Sudu 90° Peri Pitriadi; Massriyady Massaguni
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 1 (2020): Majalah Teknik Industri Juni 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Merancang kincir angin sumbu vertikal yang mampu memanfaatkan energi angin yang merupakan sumber energi alternatif secara maksimal dari kincir angin sumbu vertikal kelengkungan 90° dengan memvariasikan jumlah sudu 2,3 dan 4. Dalam penelitian dilakukan pengujian dengan kecepatan angin yang berbeda untuk setiap jenis kincir yaitu dari 1,6 m/s sampai 4,2 m/s serta mengukur putaran poros kincir , arus dan tegangan keluaran generator DC untuk setiap kecepatan angin yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan tiga sudu kincir memiliki nilai koefisien power yang lebih baik dibandingkan dengan kincir angin savonius dan kincir angin American multiblade dimana kincir angin sumbu vertical tipe sudu 90° tiga sudu mampu mencapai koefisien power sekitar 0,4 diatas kincir angin savonius yang memiliki koefisien power sekitar 0,3. Selain dari perubahan bentuk sudu menjadi 90° desain dari kincir angin sumbu vertikal tipe sudu 90° dengan perbandingan aspek rasio (h/R) = 2,8 untuk kincir angin dengan 2 sudu mampu mencapai efisiensi yang baik pada kecepatan angin 3,4 m/s. Untuk kincir angin dengan 3 sudu mampu mencapai efisiensi yang baik pada kecepatan angin 2,2 m/s. untuk kincir angin dengan 4 sudu mampu mencapai efisiensi yang baik pada kecepatan angin 2,4 m/s.
Prototype Alat Deteksi Kebakaran Menggunakan Sensor Flame Dan Sensor MQ 2 dengan Notifikasi Seluler Sitti Wetenriajeng Sidehabi; St. Nurhayati Djabir; M. Hamka Kadir
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 1 (2020): Majalah Teknik Industri Juni 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran menjadi sebuah masalah yang biasa terjadi di mana saja. Keterlambatan dalam penanganan dapat mengakibatkan kerugian korban jiwa ataupun materi. Para penghuni bangunan harus mendapatkan informasi atau peringatan dini pada saat terjadi kebakaran agar dapat segera melakukan evakuasi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka pada penelitian ini dibu-at prototype alat deteksi kebakaran menggunakan sensor flame dan sensor MQ2 dengan notifikasi seluler. Sistem dilengkapi dengan modul GPS sebagai pendeteksi lokasi, modul SIM800L sebagai media pengirim data berupa SMS (Short Message Service) dan peringatan berupa panggilan telepon dan relay un-tuk mengaktifkan pompa air, serta Arduino Nano sebagai mikrokontroller. Penelitian ini berhasil membuat prototype alat deteksi kebakaran dengan indikator, yakni apabila sistem mendeteksi adanya api di bawah jarak 90 cm maka sistem akan mengirimkan SMS dan link lokasi serta akan mengaktifkan pompa air serta melakukan panggilan telepon. Sedangkan apabila sistem mendeteksi api di atas jarak 90 cm maka sistem tidak akan mengirimkan SMS dan link lokasi serta tidak mengaktifkan pompa air. Rata-rata kecepatan waktu pengiriman SMS dari modul SIM800L ke smartphone pengguna adalah 7,43 detik. Pada pengujian sensor asap di dapatkan rata-rata error sebesar 7,92 %. Pada pengujian modul GPS, rata-rata selisih jarak antara lokasi sensor saat mendeteksi objek dan lokasi pada google maps adalah 4,78 m.

Page 4 of 10 | Total Record : 98