cover
Contact Name
Rivaldo Kurniawan Iryanto
Contact Email
rivaldokurniawan54@gmail.com
Phone
+628975368282
Journal Mail Official
journalpustaka@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nilam IV, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50276
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JPNM : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 29872731     DOI : https://doi.org/10.59945/jpnm.v1i2.26
JPNM: Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin is an open access journal, and a peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from academics, researchers and practitioners in the fields of Humanities and social sciences, Contemporary political science, Education science, Religion and philosophy, engineering science, Business and economy, cooperative, technology, HR Development, Design and media arts
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,095 Documents
Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention (Studi pada Warehouse PT Bintang Graha Makmur) Nailah Sofiyah; Aslam Mei Nur Widigdo
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1502

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja terhadap turnover intention karyawan warehouse PT Bintang Graha Makmur. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya tingkat turnover karyawan dari 30% pada tahun 2023 menjadi 35% pada tahun 2025, sehingga diperlukan kajian terhadap faktor internal organisasi yang berpotensi menekan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan tetap warehouse PT Bintang Graha Makmur sebanyak 60 orang, dan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, lingkungan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, serta kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Nilai R-square sebesar 0,710 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan turnover intention sebesar 71%. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan motivasi, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja dalam menekan turnover intention karyawan.
Gap Analysis Penanganan dan Tindakan Hasil Uji di Luar Trend (Out of Trend) pada Salah Satu Industri Farmasi X di Bandung Jawa Barat Muh. Ilham; Dolih Gozali
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1557

Abstract

Out of Trend (OOT) merupakan kondisi ketika hasil pengujian masih memenuhi spesifikasi, tetapi menunjukkan penyimpangan terhadap pola historis sehingga memerlukan investigasi untuk mencegah berkembang menjadi Out of Specification (OOS). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian implementasi penanganan dan tindak lanjut OOT di Industri Farmasi X terhadap persyaratan CPOB 2024, ICH Q1E, dan ICH Q9. Penelitian menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan gap analysis melalui perbandingan antara prosedur yang diterapkan perusahaan dengan persyaratan regulatori dan pedoman internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa Industri Farmasi X telah memiliki prosedur tetap mengenai analisis tren dan penyelidikan hasil uji OOT sebagai bagian dari sistem pemastian mutu. Namun, masih ditemukan beberapa peluang penyempurnaan, antara lain belum dijelaskannya mekanisme penanganan hasil OOT secara rinci, belum ditetapkannya jumlah minimal data untuk analisis tren, belum dicantumkannya perangkat lunak analisis statistik, penggunaan parameter interpretasi yang masih terbatas pada 2 sigma, belum diaturnya mekanisme retesting, penyajian hasil analisis dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi, serta belum dijelaskannya tahapan identifikasi akar penyebab dan tindakan korektif. Secara umum, sistem yang diterapkan telah memenuhi sebagian besar persyaratan dasar, namun penyempurnaan terhadap isi prosedur diperlukan untuk meningkatkan efektivitas investigasi, konsistensi analisis tren, penerapan Quality Risk Management, serta kesesuaian terhadap CPOB 2024, ICH Q1E, dan ICH Q9 dalam mendukung pemastian mutu dan keselamatan pasien. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan terkait evaluasi kesesuaian sistem pengendalian perubahan di Indsutri Farmasi Indonesia.
Pengaruh Biaya Promosi dan Volume Penjualan terhadap Profitabilitas dengan Biaya Produksi sebagai Variabel Kontrol pada PT Mayora Indah Tbk Periode 2012-2024 Akmal Maulana Ibrahim; Nafisah Ruhana
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1560

Abstract

Riset ini menginvestigasi keterkaitan biaya promosi dan volume penjualan dengan profitabilitas PT Mayora Indah Tbk sepanjang 2012–2024, sembari menempatkan biaya produksi sebagai variabel pengendali. Profitabilitas direpresentasikan oleh Return on Assets (ROA). Sebanyak 13 data tahunan yang seluruhnya dijadikan sampel dianalisis melalui regresi linier berganda. Biaya promosi, volume penjualan, serta biaya produksi ditransformasikan ke logaritma natural, sedangkan ROA dipertahankan dalam bentuk rasio. Seluruh 13 observasi merupakan sampel jenuh. Model memenuhi asumsi normalitas residual, bebas autokorelasi, dan homoskedastisitas, melainkan evaluasi multikolinearitas memerlukan pemeriksaan lanjutan secara menyeluruh. Secara individual, biaya promosi memiliki koefisien negatif, tetapi tidak signifikan. Volume penjualan terbukti berhubungan positif dan signifikan dengan ROA, sedangkan biaya produksi menunjukkan hubungan negatif dan signifikan. Ketiga variabel secara kolektif memengaruhi ROA secara signifikan. Model menerangkan 60,10% variasi ROA, sementara 39,90% sisanya berkaitan dengan faktor di luar model. Temuan ini mengisyaratkan bahwa pertumbuhan penjualan perlu disertai pengendalian biaya produksi dan evaluasi efektivitas promosi agar penggunaan aset mampu menghasilkan laba secara lebih optimal.
Pengaruh Green Marketing dan Environmental Awareness terhadap Purchase Decision Produk The Body Shop di Mall Olympic Garden Kota Malang Azizah Faradila; Achmad Zaini; Ita Rifani Permatasari
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1561

Abstract

Environmental problems arising from packaging waste have encouraged cosmetic companies to implement Green Marketing strategies and strengthen consumers’ Environmental Awareness. The Body Shop has introduced recycled packaging, the Bring Back Our Bottles program, and refill stations, although consumers still frequently prioritize product quality in their purchasing considerations. This study examined the effects of Green Marketing and Environmental Awareness on the Purchase Decision of The Body Shop products at Mall Olympic Garden, Malang City. An explanatory quantitative design was applied. The population consisted of 13,200 consumers, and 100 respondents were selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through multiple linear regression, partial tests, a simultaneous test, and the coefficient of determination using SPSS version 26. Green Marketing had a positive and significant effect on Purchase Decision, with a coefficient of 0.488 and a t-value of 4.218. Environmental Awareness also had a positive and significant effect, with a coefficient of 0.775 and a t-value of 5.539. Together, both variables had a significant effect, as indicated by an F-value of 112.818. The Adjusted R Square value of 0.693 shows that the model explains 69.3% of the variation in Purchase Decision. Environmental Awareness was the more dominant predictor. The findings indicate that environmentally responsible purchasing is strengthened by consistent green marketing, acceptable pricing policies, and environmental education that encourages concrete consumer participation.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Discovery Learning di Kelas IV SD IT Insan Mulia Merangin Elza April Lia; Abdulah; Elvima Nofrianni
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1565

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Discovery Learning pada peserta didik kelas IV SD IT Insan Mulia Merangin. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 19 peserta didik, terdiri atas 10 laki-laki dan 9 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas pendidik dan peserta didik, lembar kerja peserta didik, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase keterlaksanaan dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran oleh pendidik meningkat dari 63% dan 73% pada siklus I menjadi 80% dan 85% pada siklus II. Proses belajar peserta didik meningkat dari 37% dan 53% menjadi 68% dan 79%. Ketuntasan evaluasi belajar juga meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 79% pada siklus II, melampaui KKTP 68. Penerapan Discovery Learning membantu peserta didik lebih aktif berdiskusi, bekerja sama, mengemukakan pendapat, dan mengaitkan nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari secara mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis penemuan menjadi alternatif untuk memperbaiki Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
Analisa Pengaruh Kemudahan Aplikasi Investasi Digital dan Literasi Keuangan terhadap Minat Investasi Generasi Z pada Pasar Modal di Jakarta Timur Ade Widiyawati; Lukman Hakim
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1566

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong kemudahan akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan, termasuk investasi di pasar modal. Generasi Z sebagai generasi yang akrab dengan teknologi memiliki potensi besar untuk menjadi investor aktif. Namun, minat investasi Generasi Z dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kemudahan penggunaan aplikasi investasi digital dan tingkat literasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kemudahan aplikasi investasi digital dan literasi keuangan terhadap minat investasi Generasi Z pada pasar modal di Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada responden Generasi Z di Jakarta Timur yang menggunakan aplikasi investasi digital. Data dianalisa menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan aplikasi investasi digital dan literasi keuangan secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi Generasi Z. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,612 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan minat investasi Generasi Z sebesar 61%, sedangkan sisanya sebesar 39% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Dengan Risiko Terjadinya Stroke Dan Perilaku Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Irma Setiyaningsih; Agung Widiastuti; Kresna Agung Yudhianto
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1567

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke. Kepatuhan minum obat antihipertensi berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah, menurunkan risiko stroke, serta meningkatkan perilaku kontrol tekanan darah. rendahnya kepatuhan pasien terhadap terapi antihipertensi masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan komplikasi. Menganalisis hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan risiko terjadinya stroke dan perilaku kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), risiko stroke menggunakan Stroke Risk Card, dan perilaku kontrol tekanan darah menggunakan Kuisioner Perilaku Kontrol Tekanan Darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki kepatuhan minum obat yang baik (53,8%), risiko stroke rendah (40,4%), dan perilaku kontrol tekanan darah yang baik (40,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan risiko terjadinya stroke (p<0,001) serta perilaku kontrol tekanan darah (p<0,001). Kepatuhan minum obat antihipertensi berhubungan signifikan dengan penurunan risiko stroke dan peningkatan perilaku kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Peningkatan edukasi dan pendampingan kepada pasien diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan terapi sehingga dapat mencegah komplikasi stroke.
Implementasi Teaching Factory untuk Peningkatan Kompetensi Murid Program Keahlian Farmasi SMK Muhammadiyah Mlonggo Yusrina Ilmi; M. Bakhrun Dahlan; Heru Raharjo
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1568

Abstract

Kesenjangan antara kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan tuntutan dunia kerja masih menjadi persoalan mendasar dalam pendidikan vokasi di Indonesia, termasuk pada Program Keahlian Farmasi yang menuntut ketelitian tinggi dan kepatuhan terhadap prosedur baku kefarmasian. Teaching Factory (TEFA) dikembangkan sebagai model pembelajaran berbasis produksi/jasa nyata untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses implementasi TEFA serta pengaruhnya terhadap peningkatan kompetensi murid Program Keahlian Farmasi di SMK Muhammadiyah Mlonggo. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan Desain Embedded Konkuren, memadukan data kuantitatif (uji kompetensi pre-test–post-test) dan data kualitatif (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi) dalam satu tahap pengumpulan data. Subjek penelitian meliputi murid kelas XI dan XII Program Keahlian Farmasi yang telah mengikuti siklus pembelajaran TEFA, guru produktif, serta pengelola unit produksi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji-t berpasangan, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kompetensi pada seluruh aspek yang diukur — perencanaan order, peracikan obat, penerapan K3 farmasi, pelayanan kefarmasian, dan dokumentasi — dengan kategori N-Gain bergerak dari sedang menuju tinggi seiring bertambahnya siklus pembelajaran, disertai tingkat kepuasan murid yang tergolong tinggi. Temuan kualitatif mengindikasikan bahwa keberhasilan TEFA ditopang oleh kesesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP) sekolah dengan standar apotek/industri, keterlibatan mitra Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI), dan kompetensi instruktur berpengalaman industri. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kerangka evaluasi TEFA berbasis kompetensi spesifik bidang farmasi, yang selama ini masih didominasi kajian pada bidang teknik, pariwisata, dan bisnis-manajemen.
Analisa Pengaruh Beban Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Jakarta Jihan Nabila Setiawan; Lukman Hakim
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1569

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, metode survei, dan desain kausal. Populasi berjumlah 65 pegawai, sedangkan sampel sebanyak 56 responden dipilih melalui simple random sampling dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan SPSS versi 25 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan t hitung 9,706 dan kontribusi parsial 56%. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan dengan t hitung 4,904 dan kontribusi parsial 19%. Secara simultan, beban kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan F hitung 79,195 dan R² sebesar 0,749 atau 75%. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan beban kerja yang sesuai kapasitas, disertai motivasi kerja yang kuat, mendukung peningkatan kinerja pegawai secara lebih optimal. Implikasinya, instansi perlu menjaga pembagian tugas yang proporsional, memperkuat dukungan, dan memberikan apresiasi agar produktivitas serta tanggung jawab berkelanjutan.
Human Resource Practices for Service Excellence in the Hospitality Industry: A Systematic Literature Review Jaya Purnama; Anita
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1570

Abstract

This systematic literature review synthesizes evidence on Human Resource Practices (HRPs) that support service excellence in the hospitality industry. The review organizes the source manuscript's evidence set of 20 retained studies through a PRISMA 2020-informed identification, screening, eligibility, and inclusion logic, followed by thematic synthesis using open, axial, and selective coding. The findings identify eight broad HR practice domains: recruitment and selection, training and development, performance management, leadership, employee empowerment, high-performance human resource practices, sustainable human resource management, and human capital development. Across the literature, psychological empowerment, employee engagement, job satisfaction, organizational commitment, service climate, and service-oriented behavior function as employee-related mechanisms linking HR systems with service outcomes. Service quality and service performance emerge as the most immediate outcomes, while customer satisfaction, organizational performance, and competitive advantage represent downstream consequences. The synthesis indicates that service excellence is more plausibly explained by an integrated HR architecture than by isolated practices. The review proposes a multistage pathway connecting HR practices, employee experience, service behavior, service excellence, and customer and organizational value. These findings position HRM as a service-enabling capability in hospitality organizations.