cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
GAMBARAN KUALITAS TIDUR DAN EXCESSIVE DAYTIME SLEEPINESS PADA SISWA SMAN 40 JAKARTA Pertiwa, Amanda Shabihizma; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32976

Abstract

Kualitas tidur didefinisikan sebagai suatu fenomena kompleks yang mencakup aspek tidur kuantitatif (yaitu durasi tidur, latensi tidur, dan jumlah terbangun) dan subjektif (yaitu kedalaman, ketenangan), yang bervariasi antar individu. Remaja mempunyai tingkat kantuk yang tinggi karena berbagai alasan, salah satunya adalah perubahan irama sirkadian yang terkait dengan pubertas serta penggunaan media elektronik sebelum tidur. Faktor ini dapat mengganggu pola tidur remaja dan memicu terjadinya Excessive Daytime Sleepiness (EDS), yakni kondisi kantuk berlebih di siang hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan kejadian EDS pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang. Sampel penelitian ini merupakan siswa kelas 10-12 SMAN 40 Jakarta Utara yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan merupakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Epsworth Sleepiness Scale for Children and Adolescents (ESS-CHAD). Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan SPSS Statistik. Jumlah total responden adalah 201 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 105 siswa (52,2%) memiliki kualitas tidur yang buruk, sementara 96 siswa lainnya (47,8%) memiliki kualitas tidur yang baik. Selain itu didapatkan 50 siswa (24,9%) mengalami EDS, dan 151 siswa (75,1%) lainnya tidak mengalami EDS. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan kejadian excessive daytime sleepiness dengan nila p=0,004 (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan peran penting kualitas tidur dalam mengurangi risiko EDS.
GAMBARAN KAPASITAS VITAL PAKSA PADA PASIEN PPOK RUMAH SAKIT SUMBER WARAS JAKARTA BARAT TAHUN 2023 Tambunan, Berly Riswandi; Hadisono
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32977

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik dalam penegakan diagnosisnya dapat melihat rasio Volume Ekspirasi Paksa dalam 1 detik (VEP1) / Kapasital Vital Paksa (KVP) yang diukur dengan spirometer. Kedua komponen tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan status gizi. Sampai saat ini penelitian sebelumnya kurang membahas peranan faktor terhadap variasi KVP, oleh karena itu pada penelitian ini akan meneliti karakteristik KVP pada pasien PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran KVP berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh. Terdapat 222 data spirometri pasien PPOK Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat tahun 2023 yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Variabel yang digunakan adalah usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh. Data pasien PPOK dari tahun 2023 dikumpulkan dengan teknik non-random sampling, setelah itu data diproses dan disertakan dalam bentuk tabel. Penelitian ini memiliki hasil KVP menurun seiring dengan bertambahnya kelompok usia. Pasien laki-laki memiliki rata-rata KVP lebih tinggi sebesar 2,09 L (0,629) dibandingkan dengan pasien perempuan. Selain itu, pasien dengan tinggi badan lebih dari 1,68 m menunjukkan KVP yang lebih tinggi, dengan rata-rata 2,32 L (0,60). Berat badan berkorelasi dengan peningkatan KVP, namun pada tiga kelompok berat badan terakhir terjadi penurunan KVP. IMT memiliki variasi nilai dan prediksi KVP. Variasi dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa adanya keterkaitan antara hasil nilai KVP berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA TERHADAP STATUS GIZI LANSIA Aisy, Tandra Dhofwatul; So, Ernawati
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32978

Abstract

Peran keluarga bagi kesehatan lansia sangatlah penting, terutama dalam menjaga pola makan mereka. Keluarga dapat berfungsi sebagai edukator dan motivator, mendorong lansia untuk menjaga pola makan yang sehat agar tetap dapat menjalankan aktivitas dengan optimal dan memiliki semangat hidup yang berkualitas. Selain itu, keluarga juga berperan sebagai fasilitator yang mendukung berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan, khususnya dalam hal pola makan dan kegiatan sehari-hari lansia. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki status gizi lansia melalui peningkatan peran keluarga sehingga lansia dapat hidup secara berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan consecutive non-random sampling. Dari 151 responden didapat bahwa terdapat peran keluarga yang baik sebanyak 140 dengan (92,7%) dan peran keluarga baik 11 (7,3%) dan IMT yang baik 128 (85,4%) dan yang kurang baik 22 (14,6%). Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dengan IMT pada lansia. Hasil analisis Fisher’s exact menunjukkan p-value 0,462 (>0,05) bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dengan status gizi lansia. PRR sebesar 1,35 yang artinya peran keluarga yang baik membuat gizi lansia menjadi baik sebesar 1,35 kali.
TANGGAPAN IBU MENGENAI MITOS AIR KELAPA SELAMA MASA KEHAMILAN Azzahra, De Silva Brigitta; Wijaya, Christian
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32980

Abstract

Konsumsi air kelapa secara rutin dilaporkan memberikan manfaat bagi ibu hamil, termasuk mengurangi rasa lelah (64,1%), meningkatkan produksi urin untuk mencegah infeksi saluran kemih (40,5%), dan meredakan mual akibat morning sickness (55,8%). Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat mengenai mitos air kelapa untuk ibu hamil, dampak penerapan mitos tersebut terhadap pola konsumsi, dan dampak kesehatan yang dirasakan. Penelitian dilakukan di wilayah RT/RW Pisangan pada bulan Mei hingga September 2024 dengan jumlah responden sebanyak 170 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (97,6%) mengetahui mitos air kelapa dari orang tua mereka dan 100% mempercayai mitos tersebut. Selain itu, 62,9% ibu mendapatkan informasi tambahan dari media sosial atau televisi dan mengikuti saran tersebut. Mitos mengenai air kelapa dipercaya memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu hamil dan berpotensi diwariskan ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, disarankan agar petugas kesehatan mempertimbangkan faktor budaya dalam mendidik ibu hamil agar dapat memadukan tradisi dengan informasi berbasis bukti ilmiah.
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD TERHADAP KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWA ANGKATAN 2023 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Pramesti, Iftita Adri; Moniaga, Catharina Sagita
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32992

Abstract

Acne vulgaris adalah kondisi kulit yang umum dialami oleh remaja dan dewasa muda, yang dapat berdampak negatif pada kepercayaan diri seseorang. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan kelenjar sebaseus, termasuk peningkatan produksi sebum. Fast food merupakan makanan cepat saji yang mengandung banyak gula, garam, olahan susu, lemak, bahan pengawet, dan pemanis, yang dapat berperan dalam pembentukan Acne vulgaris. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara konsumsi fast food dan kejadian Acne vulgaris, sementara penelitian lain tidak menemukan hubungan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi fast food dan kejadian Acne vulgaris pada mahasiswa angkatan tahun 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Data frekuensi konsumsi fast food dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire, dengan kategori “Jarang (tidak pernah hingga 2 kali/minggu)” dan “Sering (lebih dari 2 kali/minggu).” Penilaian Acne vulgaris dilakukan melalui pemeriksaan fisik wajah menggunakan skala Investigator Global Assessment of Acne, dengan derajat 0-4 (derajat 0: “Tidak menderita Acne vulgaris”; derajat 1-4: “Menderita Acne vulgaris”). Dari 128 responden, 91% menderita Acne vulgaris, sedangkan 9% tidak menderita. Responden yang jarang mengonsumsi fast food sebanyak 65 orang (51%), sementara yang sering mengonsumsi 63 orang (49%). Penelitian menemukan hubungan signifikan antara seringnya konsumsi fast food tertentu dan kejadian Acne vulgaris. Dengan demikian konsumsi fast food (burger, fried chicken, french fries, pizza, sandwich, atau es krim) lebih dari dua kali seminggu akan meningkatkan risiko Acne vulgaris.
HUBUNGAN ADIKSI INTERNET TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMAN 40 JAKARTA UTARA Tanzil, Keyko Jannika; Saputera, Monica Djaja; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32994

Abstract

Penggunaan internet sudah menjadi sangat umum di era ini sehingga terus terjadi peningkatan penggunaan internet seiring berjalannya waktu. Remaja sendiri rentan untuk menggunakan internet yang berlebihan, dimana penggunaan internet berlebihan dapat memunculkan masalah baru yaitu adiksi internet. Adiksi internet dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya mempengaruhi kualitas tidur individu. Sebaliknya, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan beberapa masalah seperti gangguan dalam aktivitas di sekolah atau pekerjaan, kelelahan berlebihan, serta terganggunya fungsi sosial. Penelitian ini dilakukan untuk melihat proporsi dari adiksi internet dan kualitas tidur serta melihat hubungan dari adiksi internet dan kualitas tidur, dengan menggunakan kuesioner Internet Addiction Test (IAT) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang dibagi menggunakan g-from. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain studi cross- sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 203 responden yang terdiri dari siswa kelas 10-12 SMAN 40 Jakarta Utara yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data akan diolah menggunakan SPSS dan dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 92 responden tidak mengalami adiksi internet (45,3%), 79 responden adiksi internet ringan (38,9%), dan 32 responden adiksi internet sedang (15,8%). Hasil lain juga didapatkan 107 responden memiliki kualitas tidur buruk (52,7%), dan 96 responden memiliki kualitas tidur baik (47,3%). Dari hasil uji statistik Chi-Square, terdapat hubungan signifikan antara adiksi internet dengan kualitas tidur, dimana p value = 0,006 (p < 0,05).
HUBUNGAN ADIKSI INTERNET DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMAN 1 KOBA Novella; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32997

Abstract

Internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, dengan 67,9% populasi dunia dan 215,6 juta penduduk Indonesia menggunakannya, terutama di kalangan remaja dengan tingkat penetrasi mencapai 98,20%. Bangka Belitung tercatat memiliki penetrasi internet tertinggi ketiga di Indonesia, namun penelitian mengenai dampak internet, khususnya terkait adiksi dan gangguan tidur pada remaja, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara adiksi internet dan kualitas tidur pada siswa SMAN 1 Koba, Kabupaten Bangka Tengah, melalui studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 737 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-square, dengan instrumen Internet Addiction Test (IAT) untuk mengukur adiksi internet dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Hasil analisis Chi-square menunjukkan nilai <0,001 (p<0,05), mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara adiksi internet dan kualitas tidur. Risk ratio (RR) sebesar 1,765 (95% CI: 1,505–2,069) mengungkapkan bahwa siswa dengan adiksi internet memiliki risiko 1,77 kali lebih besar mengalami kualitas tidur yang buruk dibandingkan siswa tanpa adiksi internet. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara adiksi internet dan kualitas tidur pada siswa SMAN 1 Koba.
EFEKTIVITAS TEAM BASED LEARNING TERHADAP MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Caroles, Michael Bernardo; Rebekah Malik
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.33369

Abstract

Team-Based Learning (TBL) merupakan metode pembelajaran aktif yang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang perlunya pengembangan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan kerja sama dan pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas TBL dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan data yang diperoleh melalui kuesioner yang mencakup lima aspek utama, yaitu motivasi, kerja tim, learning objectives, penerapan pengetahuan, dan fasilitas. Penelitian menunjukkan bahwa aspek learning objectives dan penerapan pengetahuan memperoleh skor tertinggi, masing-masing sebesar 3,16 (0,50) dan 3,17 (0,51), sementara aspek motivasi mencatat skor terendah sebesar 2,95 (0,65). TBL merupakan metode pembelajaran yang efektif, meskipun diperlukan peningkatan pada elemen motivasi untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa secara keseluruhan.
PENGARUH INDEKS MASSA TUBUH DENGAN DERAJAT SPONDILOLISTESIS BERDASARKAN DERAJAT MEYERDING DI RUMAH SAKIT SUMBER WARAS TAHUN 2024 Yogie, Giovanno Sebastian; Jeri; Santoso, Alexander Halim
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.33866

Abstract

Pendahuluan: Spondilolistesis merupakan suatu kelainan yang disebabkan oleh pergeseran tulang vertebra satu terhadap tulang vertebra lainnya. Walaupun spondilolistesis memiliki angka mortalitas yang rendah, namun morbiditas yang dihasilkan cukup tinggi. Beberapa penelitian menyatakan ada hubungan obesitas terhadap spondilolistesis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh IMT dengan derajat spondilolistesis berdasarkan derajat Meyerding. Lebih lanjut menilai perbedaan rerata IMT antar derajat spondilolistesis. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik retrospektif dengan desain potong-lintang. Responden penelitian ini adalah penderita spondilolistesis berdasarkan foto konvensional lumbal proyeksi lateral posisi erect selama tahun 2024 dan telah divalidasi oleh Dokter Spesialis Radiologi, berusia lebih dari 18 tahun, serta memenuhi kriteria inklusi. Data yang didapat dilakukan klasifikasi IMT berdasarkan Asia Pasifik dan Meyering untuk spondilolistesis. Analisis data menggunakan uji Anova bila sebaran data numerik diasumsikan normal, kemudian dilanjutkan dengan uji post hoc Boferroni. Hasil: Didapat 162 responden, 127 responden (78.4%) perempuan, 102 responden (63%) mengalami spondilolistesis derajat 2, 56 responden (34.6%) mengalami obesitas derajat 1. Rata-rata usia responden 62.79 tahun dan rata-rata IMT 25.05 kg/m2. Berdasarkan hasil uji analisis menggunakan one-way Anova yang dilanjutkan dengan uji post hoc Boferroni terdapat pengaruh IMT dengan derajat spondylolisthesis (p < 0.001). Didapat perbedaan rerata terbesar IMT antara derajat I dan III spondilolistesis, yaitu 7.61 kg/m2. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan antara obesitas dengan derajat spondilolistesis berdasarkan Meyerding. Disarankan untuk mengurangi berat badan dengan cara meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi kebiasaan sedantari, mengurangi asupan lemak dan kalori, meningkatkan asupan serat, menjaga durasi tidur dan mood yang baik, dan farmakologi bila diperlukan agar mencegah perkembangan spondilolistesis lebih lanjut.
HUBUNGAN ASUPAN CAIRAN, STATUS GIZI DENGAN STATUS HIDRASI PERAWAT DI RS X JAKARTA Theresia Budi Lestari; Lousiana, Maria; Dwi L
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34482

Abstract

Homeostasis atau keseimbangan cairan sangat penting bagi kehidupan karena perannya dalam proses metabolisme, transportasi, sirkulasi, dan pengaturan suhu. Tubuh telah mengatur keseimbangan cairan secara ketat, namun gangguan keseimbangan cairan seperti dehidrasi bisa saja terjadi. Dehidrasi dapat juga dialami oleh perawat dan memberikan dampak pada performa fisik yang menyebabkan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status hidrasi perawat dan hubungan asupan cairan, status gizi dengan status hidrasi pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sample sebanyak 71 perawat pada salah satu RS Swasta di Jakarta Barat. Data karakteristik responden diperoleh menggunakan kuesioner, asupan recall cairan dilakukan selama 1 x 24 jam, status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan status hidrasi diketahui melalui pemeriksaan berat jenis urin. Hasil penelitian ini menunjukkan 35,2 % responden berusia dewasa awal, sebanyak 52,1% kurang asupan cairan, 62 % berstatus gizi normal, dan 52,1 % dengan status hidrasi dehidrasi. Hasil analisis bivariat dengan uji Kendall’s tau c menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara asupan cairan dengan status hidrasi (p-value = 0,001) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan status hidrasi (p-value = 1,000). Kesimpulan dari penelitian ini asupan cairan sangat menentukan status hidrasi pada perawat. Saran untuk responden supaya dapat meningkatkan asupan cairan sehingga dapat mempertahankan homeostasis cairan.