cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
Pengetahuan Mahasiswa Kedokteran tentang Penyakit yang Berkaitan dengan Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Novendy, Novendy; Irawaty, Enny; Selvilla, Paulina; Butar Butar, Ananda Josua Triagus Pahala; Mosso, Justhina Ensly
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.29870

Abstract

Data Intergovermental Panel of Climate Change tahun 2018 menunjukkan pemanasan global yang terjadi sejak revolusi industri telah meningkatkan suhu bumi hingga 1oC, dan akan mencapai 1,5oC pada tahun 2030-2052. Salah satu ancaman dari pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah kesehatan pada masyarakat. Berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernafasan, kanker, penyakit jantung, gangguan tumbuh kembang anak, gangguan mental, demam berdarah, malaria, penyakit Covid-19 dapat dipengaruhi oleh adanya perubahan iklim. Mahasiswa kedokteran sebagai generasi muda menjadi salah satu penentu keberhasilan mencegah kenaikan suhu bumi maka memerlukan pengetahuan yang cukup mengenai persoalan yang dihadapi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait hal tersebut pada kalangan mahasiswa kedokteran sebagai generasi muda yang berkontribusi besar dalam penanganan pemanasan global dan perubahan iklim terhadap dampak masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan menggunakan teknik purposive nonrandom sampling. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur. Total sebanyak 376 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan <30% responden tidak mengetahui bahwa pemanasan global dan perubahan iklim memliki dampak terhadap penyakit jantung, kanker, gangguan mental, gangguan tumbuh kembang pada anak serta penyakit Covid-19. Maka perlu meningkatkan pengetahuan responden terkait pemanasan global dan perubahan iklim sehingga dapat meningkatkan kesadaran untuk ikut berperan dalam menanggulangi pemanasan global dan perubahan iklim yang berdampak terhadap masalah kesehatan pada masyarakat Indonesia.
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar di Posyandu Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Pambudi, Wiyarni; Lutfiansyah, Rifki
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.30984

Abstract

Imunisasi adalah usaha untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap penyakit tertentu sehingga saat terpapar, seseorang tidak akan sakit atau hanya mengalami gejala ringan. Ketidaklengkapan imunisasi dasar pada anak dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan meningkatkan angka kematian balita (AKB). Keberhasilan imunisasi dasar lengkap dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, keyakinan, nilai-nilai, tradisi, layanan kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Termasuk faktor keluarga keluarga,yaitu karakteristik ibu seperti usia, pendidikan, tingkat pendapatan, dan pekerjaan. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar anak di Posyandu Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, menggunakan analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Responden diminta mengisi kuesioner yang meliputi pertanyaan terstruktur tentang pengetahuan ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar dan melihat buku KIA. Pengambilan data dilakukan secara consecutive sampling dan diolah menggunakan statistik berupa analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik memiliki 0,845 kali tidak dapat berpengaruh daripada ibu yang memiliki pengetahuan kurang baik dan Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar anak di Posyandu Kecematan Cengkareng Jakarta Barat dengan nilai p = 0,718.
Gambaran Polifarmasi Pasien Lanjut Usia dengan Penyakit Metabolik di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat Martiana, Chalishah Shifa; Kosasih, Robert
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.31051

Abstract

Penggunaan obat dalam jumlah besar untuk efek klinik yang kurang sesuai dikenal sebagai polifarmasi. Jika hal ini terjadi, ada kemungkinan efek samping obat akan meningkat dan kondisi pasien akan lebih terbebani. Hal ini sangat penting bagi lansia karena penurunan fungsi fisiologis organ. Faktor risiko terbesar terhadap penyakit degeneratif pada orang tua adalah penyakit metabolik. Kriteria penyakit metabolik antara lain diabetes tipe 2, hipertensi, dislipidemia, dan obesitas. Karena faktor risiko tersebut berdampak terhadap ketepatan obat sesuai indikasi dan efek terapi yang dicapai, dilakukanlah penelitian kali ini untuk melihat gambaran polifarmasi dengan riwayat penyakit metabolik pada lansia. Pada studi kali ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan metode pengambilan data non-random sampling. Sampel diambil data rekam medis sebanyak 158 pasien lanjut usia dengan riwayat penyakit metabolik yang mendapat peresepan obat secara polifarmasi di RS Sumber Waras tahun 2020- 2023. Hasil studi menunjukkan berdasarkan derajat polifarmasi minor (2-4 obat) 51,9% dan derajat mayor (5 obat atau lebih) 48,1%. Jumlah diagnosis tertinggi dengan 2 diagnosis (51,8%) dengan sebaran penyakit metabolik tertinggi pada kategori diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi (22,8%). Obat penyakit metabolik yang sering dikonsumsi adalah obat antihipertensi 50,1%. Ketepatan indikasi penggunaan obat penyakit metabolik sebanyak 92,4%.
Gangguan Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Hipertensi di Kelurahan Karang Tengah Tangerang Putri, Adisty Rasendriya; Lumbantobing, Lamhot Asnir
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.31053

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 30% populasi orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi. Salah satu komplikasi hipertensi pada sistem saraf pusat, selain stroke, dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Mild cognitive impairment (MCI) atau gangguan kognitif ringan adalah tahap penurunan kognitif yang ditandai dengan gejala klinis berupa penurunan fungsi memori yang lebih buruk dibandingkan dengan lansia pada usianya, namun belum dapat dianggap sebagai demensia. Hal itu tentu saja dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka yang terkena dampaknya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross-sectional untuk menguji hubungan antara kejadian hipertensi dengan mild cognitive impairment (MCI) pada populasi lansia. Subjek penelitian ini adalah lansia di Kelurahan Karang Tengah Kota Tangerang Banten yang bersedia menjadi responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling dan pengolahan data dilakukan dengan metode chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa 80% kelompok usia lanjut (60-74 tahun), 77,65% diantaranya adalah perempuan, dan 89,5% menderita hipertensi. Penelitian ini menemukan bahwa 76,5% lansia dengan hipertensi mengalami mild cognitive impairment (MCI). Nilai p-value yang diperoleh sebesar 0,002 (p >0,05) dan risk ratio sebesar 3,05 (RR=>1). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara hipertensi dan mild cognitive impairment (MCI), dimana lansia dengan hipertensi mengalami peningkatan risiko mild cognitive impairment dibandingkan dengan responden yang tidak hipertensi.
Hubungan Penggunaan Gawai dengan Kualitas Tidur Siswa SMA Tri Ratna Kota Sibolga Periode Februari-Maret Pasaribu, Riris Marito; Mantu, Melani Rakhmi
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.31092

Abstract

Gawai adalah perangkat kecil yang memiliki banyak manfaat, mempermudah berbagai aktivitas banyak orang, dan menyediakan fungsi personal digital assistant (PDA). Namun, penggunaan gawai yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi remaja, terutama terkait kualitas tidur mereka. Studi ini meneliti hubungan antara penggunaan gawai dengan kualitas tidur siswa SMA Tri Ratna Sibolga periode Februari-Maret 2024. Dari 197 siswa yang menjadi responden, berdasarkan lama penggunaan gawai, 196 siswa (99,5%) memiliki perilaku penggunaan gawai yang buruk, sementara 1 siswa (0,5%) memiliki perilaku penggunaan gawai yang sedang. Berdasarkan kualitas tidur, 158 siswa (80,2%) memiliki kualitas tidur yang buruk dan 39 siswa (19,8%) memiliki kualitas tidur yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMA Tri Ratna Sibolga umumnya memiliki tingkat penggunaan gawai yang tinggi dan kualitas tidur yang buruk.
Kaitan Frekuensi Kunjungan Asuhan Antenatal dengan Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Persiapan dan Kegawat Daruratan Kehamilan Rusly, Ariel pricillia; Hidayat, Fadil
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.31413

Abstract

Latar belakang : kehamilan adalah periode dimana janin berkembang di dalam uterus. Dalam proses kehamilan dapat terjadi banyak sekali masalah. Kunjungan antenatal care adalah satu-satu nya cara dimana ibu hamil dapat mendapatkan informasi mengenai kesehatan janin dan ibu nya sendiri. Ketidak patuhan ibu dalam melakukan kunjungan antenatal dapat menyebabkan ibu untuk tidak mengetahui jika kehamilan nya dalam keadaan sehat atau tidak. Tujuan : untuk mengetahui apakah ada hubungan antara frekuensi kunjungan antenatal dengan pengetahuan ibu hamil trimester III mengenai persiapan persalinan dan kegawat daruratan. Metode : Penelitian analitik observasional dengan desain studi cross-sectional dilakukan pada ibu hamil trimester III klinik Adikusumah Karawang. Responden diminta untuk mengisi sebuah kuesioner. Analisa data diolah menggunakan uji analisa bivariat. Hasil : penelitian ini dilakukan kepada 109 responden dan sebanyak 61,5% (67) dari responden melakukan kunjungan ANC dengan baik. 48,6%(53) responden berpengetahuan baik dan hasil analisi ujiochi-square yang diperoleh hasil p value 0,001 (p< 0,05) yang artinya ada hubungan antara frekuensi kunjungan ANC dengan tingkat pengetahuan ibu tentang persiapan persalinan dan kegawat daruratan Kehamilan.  
HUBUNGAN STRES DENGAN SLEEP PARALYSIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Lay, Valleryano; Noer Saelan Tadjudin
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.28020

Abstract

Pendahuluan Seorang mahasiswa memang tidak terlepas dari stres dalam kegiatan belajarnya. Hal ini berdampak negatif terhadap kualitas tidur mahasiswa yang dapat menyebabkan berbagai gangguan tidur, termasuk sleep paralysis. Sleep paralysis merupakan keadaan seseorang yang mendapatkan kembali kesadaran saat tertidur tanpa kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh, dan biasanya disertai dengan halusinasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat adakah hubungan antara sleep paralysis dengan stres pada mahasiswa FK Universitas Tarumanagara. Metodologi pada penelitian dirancang secara cross-sectional untuk penelitian analitik, dan akan dilakukan pada 185 responden mahasiswa fakultas kedokteran dan diambil secara random sampling. Pada penelitian ini, Data akan dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji chi square. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa 7 pertanyaan terkait DASS 21, dan 8 pertanyaan mengenai sleep paralysis dari penelitian sebelumnya. Hasil pada penelitian ini didapatkan jumlah responden laki-laki sebanyak 46 responden, dan perempuan sebanyak 139 responden. Pada penelitian ini diperoleh sebanyak 104 (56,2%) responden mengalami stres, dan sebanyak 81 (43,8%) responden tidak mengalami stres. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 134 (72,4%) responden mengalami sleep paralysis, dan sebanyak 51 (27,6%) responden tidak mengalami sleep paralysis. Hasil penelitian ini mendapatkan adanya hubungan yang bermakna antara stres dengan sleep paralysis pada mahasiswa FK Universitas Tarumanagara, dengan hasil uji statistik diperoleh p value (0,001) < 0,05.
PROFIL PEMANFAATAN TEMULAWAK (CURCUMA ZANTHORRHIZA) UNTUK MENJAGA KESEHATAN LAMBUNG PADA MASYARAKAT DI CITRA RAYA 2023 Talentia, Jennifer; Yunita, Fenny
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.28112

Abstract

Temulawak adalah salah satu tanaman asli Indonesia dari genus Curcuma, famili Zingiberaceae yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di Indonesia, dan nama latinnya Curcuma zanthorrhiza. Kawasan Citra Raya terletak di Provinsi Banten, merupakan salah satu provinsi dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Banyak masyarakat telah mempercayai temulawak sebagai obat herbal karena berkhasiat bagi tubuh, diantaranya berupa zat antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan. Dikarenakan kehidupan masyarakat di daerah ini masih banyak yang berasal dari alam, seperti air yang digunakannya masih berasal dari sungai sehingga menjadi rentan untuk terinfeksi penyakit gastritis akibat bakteri Helicobacter pylori. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui jumlah masyarakat yang menggunakan temulawak terutama dalam mengatasi masalah kesehatan lambung. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilakukan dengan desain cross sectional dan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada masyarakat di kawasan Citra Raya dengan menggunakan kuesioner, karakteristik subjek terdiri dari 36 orang laki-laki dan 44 orang perempuan dengan usia mayoritas masyarakat berada di rentang 21-30 tahun. Temulawak digunakan masyarakat di kawasan Citra Raya dengan tingkat penggunaan untuk mengatasi masalah pencernaan (38,75%), mendukung sistem kekebalan tubuh (37,5%), meredakan nyeri (13,75%), masalah pada kulit (7,5%), dan peradangan (2,5%). Mayoritas masyarakat yaitu sebanyak 98,75% merekomendasikan temulawak kepada orang lain karena manfaatnya sebagai pengobatan ataupun nutrisi. Penting untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan instrumen penelitian yang lebih baik kualitasnya agar dapat mengetahui potensi temulawak sebagai obat herbal untuk kesehatan lambung.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2020 UNIVERSITAS TARUMANAGARA MENGENAI TEST PCR Annisa, Annisa Novia Hakiem; Linda Sulistiani Budiarso
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.28513

Abstract

Pendahuluan : Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) telah menjadi metode pemeriksaan yang dominan selama pandemi COVID-19, digunakan untuk mendiagnosis infeksi SARS- CoV-2 dan memastikan hasil tes serologi. Keputusan Menteri Kesehatan RI menetapkan COVID-19 sebagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan wabah, mengindikasikan urgensi pencegahan penularan. Namun, tantangan muncul dalam manajemen pengetahuan mengenai COVID-19, di mana informasi yang konsisten dan akurat tidak selalu terjamin, memicu perluasan pengetahuan. Metode : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 tentang efektivitas tes PCR dalam mendeteksi COVID-19. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang menilai pemahaman mahasiswa terhadap PCR dan penggunaannya dalam memutus rantai penyebaran virus. Hasil : Hasil survei menunjukkan sejumlah faktor yang mempengaruhi pemahaman mahasiswa, yaitu tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 tentang efektivitas test PCR dan ketepatan hasil tes. Meskipun demikian, ada keengganan di kalangan mahasiswa untuk menjalani tes PCR, terutama terkait biaya yang dianggap tinggi. Diskusi: Penelitian ini mencerminkan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap PCR dalam menghadapi pandemi COVID-19. Faktor-faktor Tingkat Pengetahuan tes PCR dan ketepatan hasil tes memiliki dampak positif. Namun, kendala finansial menjadi hambatan utama dalam partisipasi mahasiswa. Kesimpulan dari penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai perluasan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap tes PCR serta faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan mereka untuk mengikuti tes tersebut. Kesimpulan: Penelitian ini menggambarkan kompleksitas pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 terkait tes PCR dalam konteks pandemi COVID-19. Faktor-faktor tertentu mempengaruhi pemahaman dan partisipasi mahasiswa dan hasil ini dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan terkait tes PCR di masa mendatang.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Prestasi Akademik Siswa SDN Gedong 10 Pagi Jakarta Timur Periode Januari - April 2024 Asri, Deviana; Rakhmi Mantu, Melani
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.31061

Abstract

Status gizi adalah keseimbangan yang diperoleh dari asupan nutrisi dan kebutuhan nutrisi setiap individu untuk mempertahankan cadangan dan mengkompensasi kehilangan dalam tubuh. Status gizi setiap individu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor lingkungan dan tempat tinggal, asupan gizi dan infeksi penyakit. Nutrisi yang tidak memadai berdampak kepada status gizi kurang pada anak yang dimana dapat memperlambat perkembangan fisik dan neurokognitif, namun jika nutrisi yang didapatkan seorang anak memadai maka perkembangan yang didapatkan akan optimal. Berdasarkan penelitian pada tahun 2013, status gizi anak usia sekolah yaitu antara 5 hingga 12 tahun memiliki gambaran yang beragam. Terdapat 4,4% laki-laki dan 3,5% perempuan yang mengalami status gizi sangat kurus, 7,7% laki-laki dan 6,7% perempuan memiliki status gizi kurus, sedangkan 10,8% laki-laki dan 10,7% perempuan mengalami status gizi gemuk serta 9,7% laki-laki dan 6,6% perempuan mengalami status gizi obesitas. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara status gizi dengan prestasi akademik siswa. Sebanyak 295 siswa SDN Gedong 10 Pagi Jakarta Timur memenuhi kriteria yang diperlukan dalam penelitian ini dan mengikuti proses pengukuran berat badan serta tinggi badan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis chi-square dan didapatkan hasil tidak ditemukannya hubungan antara status gizi dengan prestasi akademik siswa baik pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (p = 0,437), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (p = 591), Bahasa Indonesia (p = 0,900) dan Matematika (p = 0,979). Penelitian ini perlu dilakukan lebih lanjut dengan mempertimbangkan penambahan variabel faktor internal dan eksternal lainnya yang dimana dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa.