cover
Contact Name
Ami Abdullah Fahmi
Contact Email
jazirah@stiabiru.ac.id
Phone
+6282334466664
Journal Mail Official
jazirah@stiabiru.ac.id
Editorial Address
Jl. Pesantren Condong, Setianagara, Kec. Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat 46196
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN
ISSN : 27164454     EISSN : 27743144     DOI : https://doi.org/10.51190/jazirah
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan publishes articles that can be accepted in this journal are History, Language, Literature, and Culture. Study in the field of scientific history, world history, the history of Indonesia, and the history of Islamic civilization. Scientific development studies discuss historical studies, theories, and assessments, historiography. The field of Language and Literature studies discusses the study of Literature, Language Studies, Language Learning (Educational Research), Theoretical Linguistics, Applied Linguistics, within the scope of Arabic, Indonesian and Local Languages. The Cultural Study complements various socio-cultural themes in Indonesia and the local region.
Articles 118 Documents
ISLAM BERGERAK DAN PERTARUNGAN GAGASAN: ANALISIS REDAKSI SEBAGAI RESPONS GERAKAN MISIONARIS DAN ZENDING DI SURAKARTA, 1917-1923 M 'Aini, Luthfah Eta; Maimunah , Siti
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.255

Abstract

The Missionary and Zending movements that occurred in Surakarta went hand in hand with Dutch colonization in Bumiputra. The establishment of the Church which oversees Christian schools, Christian hospitals, and the publication of Christian newspapers is proof that Missionary and Zending movements was carried out in a very planned manner. In 1917, the newspaper Islam Bergerak was born with the reason of responding to Missionary and Zending movements in Surakarta. The newspaper Islam Bergerak is very interesting to research, because apart from being a tabligh media on paper for Islamic religious groups, the Islam Bergerak newspaper is able to specifically fight against Missionary and Zending movements by publishing ideas of resistance in its editorial. This research uses a historical research method with four stages, namely, heuristics, verification, interpretation and historiography. This research applies the concept of resistance and the concept of Missionary and Zending movements. The approach used in this research is the hermeneutical approach according to Hans Goerge Gadamer. The approach and concept are used to reveal the fact that Missionary and Zending movements and Dutch colonialism are two things that cannot be separated, especially after the implementation of ethical politics in the Dutch East Indies. The development of the newspaper Islam Bergerak shows its dynamism as an Islamic newspaper in the era of movement by containing the idea of ​​resistance to the Missionary and Zending movements phenomenon. The idea of ​​resistance in Islam Bergerak can be categorized into three periods as in this research due to the practice of Missionary and Zending movements which is also experiencing development. Resistance efforts were also accompanied by the establishment of an Islamic religious group so that Surakarta natives would better understand Islamic law.
SEJARAH GERAKAN SOSIAL, POLITIK, DAN AGAMA DI KOTA TASIKMALAYA PADA TAHUN 1901–1940 Asep Achmad Hidayat; Usman Supendi; Hambaliana, Dandie
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.261

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika gerakan sosial, politik, dan keagamaan di Kota Tasikmalaya pada periode 1901 hingga 1940, sebuah era penting dalam sejarah kolonial Hindia Belanda yang ditandai oleh munculnya kesadaran nasional dan resistensi terhadap dominasi kolonial. Dengan menggunakan pendekatan historis dan metode kualitatif melalui studi pustaka dan analisis dokumen arsip, tulisan ini menelusuri keterlibatan masyarakat Tasikmalaya dalam berbagai bentuk pergerakan, baik yang bersifat modern maupun tradisional. Gerakan politik mulai tampak dengan masuknya Sarekat Islam dan tokoh-tokoh lokal yang memperjuangkan hak-hak rakyat melalui jalur organisasi. Di sisi lain, gerakan keagamaan tumbuh subur melalui peran pesantren dan ulama yang tidak hanya menyebarkan ajaran Islam, tetapi juga menjadi pusat perlawanan terhadap penjajahan. Interaksi antara gerakan sosial, politik, dan agama membentuk pola perlawanan yang khas di Tasikmalaya, di mana agama menjadi fondasi ideologis bagi perlawanan sosial-politik. Kajian ini menunjukkan bahwa gerakan di Tasikmalaya tidak dapat dipahami secara terpisah, melainkan sebagai bagian dari satu kesatuan dinamika sosial yang kompleks dalam konteks kolonial. Hasil penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai peran daerah dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia.
BENTENG AKIDAH: STRATEGI AL-MUQAWWAMAH MENANGKAL AHMADIYAH DI KAMPUNG KONGSI Triana, Aris; Fahmi, Ami Abdullah; Mulyana, Agus
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v5i02.157

Abstract

Al-Muqawwamah Islamic Boarding School is one of the Islamic boarding schools in Tasikmalaya Regency which was born in 1982, led by KH. Uoh Syarifudin until 2003, then the leadership was continued by his son KH. Dede Zaenal Abidin from 2003 until now. In this writing, the researcher aims to determine the role of the Al-Muqawwamah Islamic Boarding School in stemming Ahmadiyah ideology in Kongsi Village. Because one of the aims of establishing the Al-Muqawwamah Islamic Boarding School was to counter Ahmadiyah ideology in Kongsi Village, which was once one of the bases for the largest group of Ahmadiyah influence in Singaparna. This article will explain how the Al-Muqawwamah Islamic Boarding School plays a role in stemming Ahmadiyah ideology. In this research the author used a historical method using interview sources and several library sources. . The results of the author's research are that we can find out the development of the Al-Muqawwamah Islamic Boarding School from its inception to becoming one of the Islamic boarding schools that played a role in countering Ahmadiyah ideology in that place. KEYWORDS Ahmadiyah, Al-Muqawwamah Islamic Boarding School, Islamic Religion.
NAMUDHAJ AL-IKHTIBAROT AL-LUGHOWIYYAH AL ‘AROBIYYAH LI TANMIYATI AL- KAFAAH AL- LUGHOWIYYAH BI MARKAZ AL-LUGOH JAMIAH RIYADUL ‘ULUM: Model Test Bahasa Arab Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa (Studi Kasus Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Pesantren Riyadlul 'Ulum) Labib, Refa Mughni; Riyadi, Agus; Masruroh, Emas
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v5i02.163

Abstract

tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari desain ikhtibaarot lugowiyyah melalui TOAFL untuk mengembangkan kemampuan berbahasa arab bagi mahasiswa semester enam dan untuk mengetahui efektifitas dengan menganalis perbedaan pre- test dan post- test dari sebuah desain ikhtibarot lugowiyyah melalui TOAFL untuk mengembangkan kemampuan berbahasa arab bagi mahasiswa semester enam. peneliti menggunakan metode R&D (research amd development) atau disebut dengan metode penelitian dan pengembangan.dengan pendekatan metode kuantitatif , Dimana metode ini adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji ke efektifan produk tersebut.dengan populasi sample 27 mahasiswa semester 6. Dan peneliti menggunakan wawancara, tes, kuesioner, untuk pengumpulan data. Hasil daripada penelitian ini antara lain yang berhubungan dengan efektifitas produk ini adalah :1. Pemerolehan nilai yang signifikan dari desain produk ikhtibaarot lugowiyyah ini, Dimana nilai t-statistik 8,144 lebih besar dari nilai t-table 2,056. 2. Karakteristik pada desain iktibaarot lugowiyyah yaitu google form sebagai alat bantu teknologi atau fitur untuk membuat tes secara daring (online), terdapat audio listening native speaker pada bagian tes listening, terdapat 169 butir soal, dan ada alat bantu yaitu mote sebagai fitur untuk voice note yang terletak pada bagian tes speaking.
SENI TULIS ARAB DI NUSANTARA: PERKEMBANGAN KALIGRAFI ISLAM DI INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN (1945–1985) Ridwanuloh, Luki; Umam, Muhammad Mufti Najmul; Mulyana, Agus
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v5i02.164

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang sejarah serta perkembangan seni kaligrafi Islam, serta perkembangannya di Indonesia pasca kemerdekaan hingga tahun 1985. Bagaimana sejarah Kaligrafi? Bagaimana sejarah kaligrafi pada masa pra kemerdekaan? Bagaimana perkembangan kaligrafi pada tahun 1945-1985 perkembangan kebudayaan Islam berupa seni Islam yaitu kaligrafi. Penelitian ini akan menjelaskan perkembangan kaligrafi pasca kemerdekaan yang mengambil kasus Quran Pusaka, perlombaan kaligrafi pada ajang MTQ, serta lahirnya lembaga kaligrafi pertama di Indonesia, Metodologi yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah metodologi penelitian historis dan dalam penelitian ini, peneliti fokus pada sumber pustaka atau library research, yaitu penelitian yang mengungkap fakta lewat data pustaka. Adapun penelitian mengambil dua teori yang digunakan diantaranya, Teori Challenge and Response dari Arnold. J. Toynbee, Dan Teori Fungsionalism dari Bronislaw K. Malinowski. Hasil penelusuran dari berbagai kajian ilmiah mengungkapkan bahawa penulis Quran Pusaka Republik Indonesia adalah Prof. H.M Salim Fachry yang merupakan seorang kaligrafer, Quran Pusaka Republik Indonesia sendiri menjadi awal perkembangan kaligrafi di Indonesia pasca kemerdekaan. Dan yang mendirikan lembaga kaligrafi pertama di Indonesia adalah Drs. Didin Sirojuddin A.R. dengan nama Lembaga Kaligrafi Al-Quran (LEMKA)
KONTRIBUSI KERAJAAN MUGHAL TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM DI ANAK BENUA INDIA Nurcahya, Yan; Hambaliana, Dandie; Solehudin, Solehudin
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v5i02.165

Abstract

Consist The Mughal Empire, also known as the Moguls or Moghuls, was a state that ruled Afghanistan, Balochistan, and most of India between 1526 AD and 1857 AD. Mughal is the Indo-Aryan version of the word Mongol, as it was part of the Timurid dynasty from Central Asia. Officially the Mughal people were Muslims. In this period three great kings were formed: the Ottomans in Türkiye, the Shafavids in Persia, and the Mughals in India. The Mughals controlled the entire region, causing significant changes in the Islamic world. Babur was the first to establish an Islamic kingdom in India, and his son, Nashiruddin Humayun (1530-1539 AD), succeeded him. Muslims in India are considered a minority, and their influence is felt across various religions. Muslims were considered a minority within Islam, and their influence was further spread by Mughal rule. It was during this period that Islam spread and developed in the Indian Subcontinent. In terms of methodology, historical research is the study of various historical sources, both primary and secondary. From the paper presented, we can see the contribution of the Mughal Empire to the development of Islam in the Indian Subcontinent in various aspects at that time, including; Politics, Education, Science, Literature, Architecture, Technology and City Development.
BANI UMAYYAH (661-750M): PERISTIWA AMMUL JAMAAH (TAHUN PERDAMAIAN) SEBAGAI AWAL BERDIRI DINASTI BANI UMAYYAH Syah, Muhammad Kautsar Thariq; Hambaliana, Dandie; Sa’adah, Putri Lailatus
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v5i02.166

Abstract

The Umayyad Kingdom was founded in 41H/661 AD by Muawiyah bin Abu Sufyan and existed until 132H/750 AD. The original formation of the Umayyads occurred due to a dispute with Muawiyah (a governor from Syria). was in Damascus) when Ali bin Abu Talib became Caliph IV. previous caliphs in a different way. Abu Bakr ash-Siddiq was appointed caliph by general election. Umar bin Khaththab became caliph by being appointed directly by Abu Bakar asy-Siddiq before his death. Uthman bin Affan was appointed caliph by the Shura Council formed by Umar bin Khaththab. Meanwhile, Ali bin Abi Talib was proclaimed caliph by a section of the Muslim community with direct loyalty. After Ali's death, Hasan bin Ali's son took power. Several Muslims who supported Ali tried to stabilize the situation and conditions of Hasan's engagement as caliph. However, Mu'awiyah and his followers were not satisfied with the appointment of Hasan bin Ali and so they formed a force to wrest power from Hasan bin Ali. Mu'awiyah and his allies formed a force to stem the flow of Hasan bin Ali's followers, particularly the people of Kufa and Basra, who became his support base. In order to overcome the unrest and the political crisis, Hasan bin Ali apparently had no choice but to negotiate with Mu'awiyah to end the feud. The event of the transfer of power from Hasan bin Ali to Mu'awiyah, which took place in the city of Maskin, is called Ammul-Jama'ah (Year of Peace).
Gerakan Filantropi Pendidikan Dompet Dhuafa Tahun 1999-2011 Basthomi, Imam
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v5i02.168

Abstract

Salah satu topik yang menarik untuk dibahas di Indonesia adalah mengenai Filantropi Islam. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim yang besar memiliki banyak lembaga filantropi Islam. Lembaga filantropi Islam memiliki peran dalam mensejahterakan umat, termasuk dalam bidang pendidikan. Kualitas pendidikan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, tetapi harus ada beberapa pihak yang bekerja sama. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga filantropi Islam di Indonesia dapat berkontribusi dalam bidang pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan penjelasan deskriptif. Metode pengumpulan data dan cara menganalisis menggunakan metode sejarah (heuristik, kritik, interpretasi, historiografi). Penelitian ini menemukan bahwa Dompet Dhuafa memiliki peran vital dalam bidang pendidikan. Dompet Dhuafa dalam bidang pendidikan, memberdayakan dana filantropi untuk pemberian beasiswa dan pendirian lembaga pendidikan serta pengembangan mutu pendidikan.

Page 12 of 12 | Total Record : 118