cover
Contact Name
Ami Abdullah Fahmi
Contact Email
jazirah@stiabiru.ac.id
Phone
+6282334466664
Journal Mail Official
jazirah@stiabiru.ac.id
Editorial Address
Jl. Pesantren Condong, Setianagara, Kec. Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat 46196
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN
ISSN : 27164454     EISSN : 27743144     DOI : https://doi.org/10.51190/jazirah
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan publishes articles that can be accepted in this journal are History, Language, Literature, and Culture. Study in the field of scientific history, world history, the history of Indonesia, and the history of Islamic civilization. Scientific development studies discuss historical studies, theories, and assessments, historiography. The field of Language and Literature studies discusses the study of Literature, Language Studies, Language Learning (Educational Research), Theoretical Linguistics, Applied Linguistics, within the scope of Arabic, Indonesian and Local Languages. The Cultural Study complements various socio-cultural themes in Indonesia and the local region.
Articles 118 Documents
BANI UMAYYAH (661-750M): PERISTIWA AMMUL JAMAAH (TAHUN PERDAMAIAN) SEBAGAI AWAL BERDIRI DINASTI BANI UMAYYAH Syah, Muhammad Kautsar Thariq; Hambaliana, Dandie; Sa’adah, Putri Lailatus
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v5i02.166

Abstract

The Umayyad Kingdom was founded in 41H/661 AD by Muawiyah bin Abu Sufyan and existed until 132H/750 AD. The original formation of the Umayyads occurred due to a dispute with Muawiyah (a governor from Syria). was in Damascus) when Ali bin Abu Talib became Caliph IV. previous caliphs in a different way. Abu Bakr ash-Siddiq was appointed caliph by general election. Umar bin Khaththab became caliph by being appointed directly by Abu Bakar asy-Siddiq before his death. Uthman bin Affan was appointed caliph by the Shura Council formed by Umar bin Khaththab. Meanwhile, Ali bin Abi Talib was proclaimed caliph by a section of the Muslim community with direct loyalty. After Ali's death, Hasan bin Ali's son took power. Several Muslims who supported Ali tried to stabilize the situation and conditions of Hasan's engagement as caliph. However, Mu'awiyah and his followers were not satisfied with the appointment of Hasan bin Ali and so they formed a force to wrest power from Hasan bin Ali. Mu'awiyah and his allies formed a force to stem the flow of Hasan bin Ali's followers, particularly the people of Kufa and Basra, who became his support base. In order to overcome the unrest and the political crisis, Hasan bin Ali apparently had no choice but to negotiate with Mu'awiyah to end the feud. The event of the transfer of power from Hasan bin Ali to Mu'awiyah, which took place in the city of Maskin, is called Ammul-Jama'ah (Year of Peace).
Gerakan Filantropi Pendidikan Dompet Dhuafa Tahun 1999-2011 Basthomi, Imam
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v5i02.168

Abstract

Salah satu topik yang menarik untuk dibahas di Indonesia adalah mengenai Filantropi Islam. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim yang besar memiliki banyak lembaga filantropi Islam. Lembaga filantropi Islam memiliki peran dalam mensejahterakan umat, termasuk dalam bidang pendidikan. Kualitas pendidikan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, tetapi harus ada beberapa pihak yang bekerja sama. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga filantropi Islam di Indonesia dapat berkontribusi dalam bidang pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan penjelasan deskriptif. Metode pengumpulan data dan cara menganalisis menggunakan metode sejarah (heuristik, kritik, interpretasi, historiografi). Penelitian ini menemukan bahwa Dompet Dhuafa memiliki peran vital dalam bidang pendidikan. Dompet Dhuafa dalam bidang pendidikan, memberdayakan dana filantropi untuk pemberian beasiswa dan pendirian lembaga pendidikan serta pengembangan mutu pendidikan.
INTEGRATING ISLAMIC CULTURAL VALUES IN MATHEMATICS: A HISTORICAL REFLECTION ON THE ISLAMIC GOLDEN AGE Kurniawan, Wakib; Ayuningsih, Resti Fatma; Al Ayyubi, Ibnu Imam; Putra, Ari Limay Trisno; binti Ab Rahman, Siti Fatinnah
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.215

Abstract

This study examines the implementation of Islamic cultural values in the development of mathematics during the Islamic Golden Age (8th to 13th centuries CE). A historical approach is employed to explore the contributions of Muslim scholars such as Al-Khawarizmi, Al-Battani, and Umar Khayyam in formulating mathematical theories that laid the foundation for modern science. The findings of the research indicate that Islamic cultural values, such as Tawhid (monotheism), Ijtihad (independent reasoning), balance, and responsibility, spurred the emergence of innovations and scientific ideas with universal significance. Institutions like Bayt al-Hikmah became centers of research that integrated spiritual values with the exploration of knowledge. Through these values, mathematics became not only a technical discipline but also one with profound philosophical meaning. This study emphasizes that the integration of Islamic cultural values in science significantly contributed to the advancement of Islamic civilization and the intellectual heritage of the world.
THE QUR'AN'S CONTRIBUTION TO THE DEVELOPMENT OF MATHEMATICS IN THE HISTORY OF ISLAMIC CIVILIZATION Andrianto, Dedi; Al Ayyubi, Ibnu Imam; Nawawi, M. Latif; Hilmansah, Deden; Bin Ahmad al-Jafari, Syed Muhammad Adib Termizi
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.216

Abstract

This study explores the contribution of the Qur'an to the development of mathematics in the history of Islamic civilization, particularly during the Golden Age of Islam (8th to 14th centuries CE). The Qur'an served as a source of inspiration for Muslim scholars in advancing mathematics through spiritual and philosophical values, such as hisab (calculation), mizan (balance), and the orderliness of nature. This research employs a historical-thematic approach by analyzing Qur'anic verses and the scientific works of prominent figures such as Al-Khwarizmi, Al-Biruni, and Ibn Sina. The findings reveal that the teachings of the Qur'an encouraged innovations and advancements in mathematics that were not only technical but also spiritually oriented. This contribution played a significant role in laying the foundation for modern mathematics and providing an intellectual legacy to global civilization.
KARIR VLADIMIR PUTIN DARI AGEN KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti) SAMPAI MENJADI PRESIDEN 1976-2000 M Kholilah, Laila; Fahmi, Ami Abdullah; Mulyana, Agus
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.225

Abstract

Vladimir Putin, lahir pada bulan Oktober 1952 di Saint Petersburg, Rusia, lahir dari keluarga sederhana yang dibentuk oleh sejarah keluarga yang sulit dan iklim sosial-politik Uni Soviet. Penelitian ini meneliti lintasan Putin dari kehidupan awal yang ditandai dengan hilangnya saudara kandung dan pendidikan yang sederhana, hingga pendidikan hukumnya di Universitas Negeri Saint Petersburg, tempat ia mengembangkan minat pada hukum internasional. Setelah lulus pada tahun 1975, Putin bergabung dengan KGB, menjalankan peran penting dalam operasi intelijen, termasuk penugasan penting di Jerman Timur selama akhir tahun 1980-an. Kenaikannya selanjutnya ke posisi politik yang menonjol dimulai di Saint Petersburg, tempat ia bermanuver melalui struktur birokrasi, yang akhirnya membawanya ke posisi kunci dalam pemerintahan Rusia. Studi ini menggunakan metodologi penelitian historis, dengan fokus pada sumber-sumber primer dan literatur untuk melacak tonggak-tonggak karier Putin, termasuk pengangkatannya sebagai Perdana Menteri pada tahun 1999 dan pemilihan berikutnya sebagai Presiden pada tahun 2000. Temuan-temuan tersebut menyoroti kompleksitas masa lalu Putin sebagai seorang perwira intelijen dan dampaknya terhadap pendakian politiknya, mengungkap persepsi ganda tentang dirinya sebagai sekutu potensial dan tokoh yang perlu diperhatikan dalam ranah demokrasi dan hubungan internasional.
MENYELUSURI KEARIFAN LOKAL: ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI PANTANGAN DI KAMPUNG NAGA Hamdani, Reza Renggana; Kumalasari, Dyah
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.232

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter yang dituangkan dalam tradisi lisan berupa larangan-larangan di Kampung Naga, yang terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi dengan desain kualitatif. Lokasi penelitian melibatkan Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, dengan partisipasi tokoh adat dan masyarakat sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik MB Miles dan AM Huberman (1984), meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Larangan-larangan yang terdapat di Kampung Naga mencakup berbagai aspek, seperti larangan menyebut “Singaparna,” larangan memasuki Bumi Ageung, larangan terkait perilaku, larangan pada hari-hari tertentu, larangan makanan, larangan pertunjukan wayang golek, larangan pembangunan rumah, larangan di hutan, dan larangan dalam pertanian. Temuan penelitian menunjukkan adanya nilai-nilai pendidikan karakter, termasuk nilai kepatuhan yang diabadikan dalam tradisi larangan di Kampung Naga.
KIPRAH KHALID BIN WALID DALAM PERLUASAN WILAYAH ISLAM DI JAZIRAH ARAB TAHUN 629 - 637M Putra, Rian Ananda; Prayoga, Dian; Mulyana, Agus
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.238

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang Kiprah Khalid bin Walid dalam perluasan wilayah Islam di Jazirah Arab yang mana masa itu merupakan awal mula benih-benih kejayaan Islam dan inti meluasnya agama Islam sampai kebelahan dunia. Pemilihan tema tersebut dianggap penting karna banyak ilmu-ilmu yang bisa kita bawa dari peranan Khalid bin Walid dan kejeniusannya dalam mengatur strategi-strategi perang. Skripsi ini akan menjelaskan latar belakang Khalid masuk Islam dan dijadikannya panglima perang, peranan Khalid dalam perluasan wilayah Islam serta bagaimana akhir jabatan Khalid pada masa Ummar bin Khattab RA, Metodologi yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah metodologi penelitian historis dan dalam penelitian ini, peneliti fokus pada sumber pustaka atau library research, yaitu penelitian yang mengungkap fakta lewat data pustaka. Adapun penelitian mengambil dua teori yang digunakan diantaranya, Teori kepemimpinan karismatik dari Stephen P. Robbins, Dan Teori startegi Perang dari Carl Phillip Gottfried von Clausewitz. Hasil penelusuran dari berbagai kajian ilmiah mengungkapkan bahawa Khalid bin Walid merupakan komandan pasukan Islam yang ahli dalam startegi perang hingga Khalid belum pernah mengalami kekalahan selama hidupnya, hingga pada akhirnya Khalid di turunkan sebagai panglima perang pada masa Khalifah Umar bin Khattab karena berbagai alasan. slot thailand
TRADISI POLITIK DAN CAKRAWALA BARU DALAM PERADABAN YANG MUNCUL PADA MASA PRESTISE MONGOL isna, Isna Juwita Sari; Lazuardi, Eka; Rumi, Rumi Magistra Pama
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.251

Abstract

The Mongol Prestige Period (13th to 14th centuries) was a period of great transformation in world politics and civilization. Under the leadership of Genghis Khan and his successors, the Mongol Empire and their dominance over various civilizations. the Mongol rule not only expanded its territory, but also established an innovative political system by adapting elements of the various cultures they conquered. In addition, the stability they created through Pax Mongolica, a vast trade network flourishing, allowed for the exchange of science, technology, and political ideology between East and West. This blend of political innovation and cultural interaction formed a new attraction in global civilization, influencing various kingdoms and countries later on. This article analyzes the influence of Mongol political traditions on the structure of government and how the inter-civilizational interactions of the time shaped the modern world. The political traditions developed by the Mongol empire had a long-term impact on the system of government in various regions, including the implementation of meritocratic systems, the centralization of government, as well as the policies of religious tolerance implemented in various post-Mongol empires such as the Ming Dynasty in China, the Ottoman Empire, and the Russian empire. The new horizons that opened up through cultural interaction and trade also accelerated the advancement of science in Europe and the Islamic world, which helped to the birth.
NARASI KERUSAKAN ALAM PERSPEKTIF EKOKRITIK GREG GARRARD Qoimah, Nisa Anisatin; Faisol, M; Fitriani, Laily
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.252

Abstract

Sejak dulu kerusakan alam menjadi permasalahan serius bagi seluruh makhluk hidup di bumi. Sumber daya alam dieksploitasi manusia tanpa adanya tanggung jawab. Melalui karya sastra khususnya novel, dapat menjadi jembatan untuk memberikan kesadaran dan kepedulian terhadap manusia dalam melestarikan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrpsikan konsep ekokritik Greg Garrard secara umum dan memaparkan narasi kerusakan alam dalam novel Nazif al-Hajr melalui konsep bencana (apocalypse) Greg Garrard. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekokritik Greg Garrard. Sumber data primer berupa novel Arab berjudul Nazif al-Hajr karya Ibrahim al-Kuni dengan mengambil latar gurun sebagai tempat tinggal masyarakat di sana. Sumber data sekunder berupa artikel ilmiah dan buku yang berkaitan. Teknik pengumpalan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjuukan adanya enam konsep utama ekokritik Greg Garrard yaitu polusi, hutan belantara, bencana, tempat tinggal, hewan dan bumi. Sedangkan narasi kerusakan alam dalam novel Nazif al-Hajr melalui konsep bencana (apocalypse) Greg Garrard disebabkan oleh faktor alam seperi kekeringan dan banjir, serta faktor manusia seperti eksploitasi alam berlebihan meliputi pengerukan minyak dan sumber daya bawah tanah hingga penembakan rusa secara kejam.
PEPATAH JAWA DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI: STUDI AKULTURASI BUDAYA LOKAL DAN NILAI ISLAM Widadi, M Husnu; Hazim, M; Jazuli, Ahmad Syukron; Fauriz, Mohammad Hamsa
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 01 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i01.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pepatah Jawa dan nilai-nilai keislaman yang tercermin dalam hadis Nabi Muhammad saw. Fokus penelitian ini adalah untuk menggali makna filosofis dan moral yang terkandung dalam pepatah Jawa yang sejalan dengan ajaran Islam, serta untuk memahami proses akulturasi budaya lokal dengan agama Islam di Jawa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan teknik analisis isi, penelitian ini menjelaskan bagaimana nilai-nilai Islam terintegrasi dalam kehidupan masyarakat melalui pepatah Jawa. Data diperoleh melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pepatah Jawa berperan tidak hanya sebagai ekspresi kearifan lokal tetapi juga sebagai media penyebaran nilai-nilai Islam khususnya yang bersumber dari hadis Nabi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman interdisipliner tentang harmoni nilai islam dan budaya lokal, serta menawarkan perspektif baru dalam kajian dakwah Islam.

Page 11 of 12 | Total Record : 118