cover
Contact Name
I Gusti Agung Rai Jayawangsa
Contact Email
Subasitasapbb@gmail.com
Phone
+6285739109934
Journal Mail Official
Subasitasapbb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pulau Menjangan, No. 27, Kelurahan Banyuning
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Subasita: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Aksara dan Sastra Daerah
ISSN : 27222446     EISSN : 27234274     DOI : https://doi.org/10.55115/subasita
Core Subject : Education,
Subasita : Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali adalah jurnal ilmiah merupakan media literasi yang memuat, hasil penelitian, studi mendalam, oleh para ahli dibidangnya yang berfokus pada masalah pendidikan,bahasa, aksara dan sastra daerah, yang kemudian diterbitkan oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja.
Articles 83 Documents
PENGARUH SATUA BALI BERBASIS E-COMIC TERHADAP KARAKTER HINDU ANAK USIA DINI Ni Luh Ika Windayani; Komang Teguh Hendra Putra
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v4i2.4407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh satua Bali berbasis e-comic terhadap pembentukan karakter Hindu pada anak usia dini. Dengan berkembangnya teknologi digital, penggunaan e-comic sebagai media pembelajaran telah menjadi semakin relevan. Penelitian ini melibatkan anak-anak usia dini sebagai responden yakni di Pratama Widya Pasraman (PWP) Kabupaten Buleleng, Bali, dengan mengamati dampak penggunaan satua Bali berbasis e-comic dalam meningkatkan pemahaman mereka terhadap karakter Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Responden dibagi menjadi dua kelompok, kelompok perlakuan diperkenalkan dengan satua Bali berbasis e-comic sementara kelompok kontrol tidak menerima intervensi tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan satua Bali berbasis e-comic memiliki pengaruh positif terhadap pembentukan karakter Hindu pada anak usia dini yang dianalisis menggunakan hal ini dapat dilihat dari uji statisti (uji t) menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 siesuai diengan dasar piengambilan kieputusan dalam Pairied Samplie t-tiest, maka dapat disimpulkan pula bahwa pienierapan satua bali bierbasis e-comic e-combierpiengaruh tierhadap pienanaman karaktier hindu pada anak usia dini. Anak-anak yang terlibat dalam intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai ajaran agama Hindu. Dalam kelompok perlakuan, terlihat peningkatan dalam pemahaman etika, moralitas, dan keterlibatan positif dalam aktivitas sehari-hari. Pentingnya identitas budaya dalam membentuk karakter anak juga terlihat melalui peningkatan rasa kebanggaan terhadap warisan budaya Bali. E-comic memberikan pengalaman yang interaktif dan menarik, memungkinkan anak-anak untuk terlibat langsung dalam cerita dan mendalami ajaran Hindu. Kata Kunci: Satua berbasis e-comic, Pembentukan karakter Hindu, Pendidikan anak usia dini, Pengembangan karakter, PWP Pratama Widya Pasraman.
LONTAR GAMA TIRTHA; PEMULIAAN AIR DALAM KONTEKS EKO-RELIGIUS I Gede Sudiarta; Reland Udayana Tangkas
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v3i1.2327

Abstract

Lontar Gama Tirtha is one of the Balinese literatures which has been inherited until now by Balinese people who believe in the position of water as a means of self-purification. Water has a very important position in the ecological system and is able to form ecosystems in the area of lakes, rivers, rice fields, and springs that are not only useful for daily needs but are also highly purified and functioned spiritually. Lontar Gama Tirtha explains the essence of water as a means of self-purification and a system of knowledge of water that is integrated with human beings. Lontar Gama Tirtha thoroughly explains the two water belief contexts that refer to the physical and spiritual aspects, namely "gama ning" and "gama cemer". The state of clear and cloudy water represents a state of self that is continuously purified from all impurities that are never separated from life. The context of the purification of water does not merely cleanse and purify the physical paradigm, but the strongest emphasis in that context is on the spiritual purification of the body, namely thoughts, words, and deeds.Keywords: Eco-Religious, water, Gama Tirtha
HAGEMONI KEKUASAAN PADA NOVEL BASUR: ANALISIS WACANA KRITIS FAIRCLOUGH Dewa Gede Bambang Erawan; Putu Devi Maharani; Ni Wayan Suwastini; Luh Putri Pramesti Artayani; I Komang Asmara Utama
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v4i2.4402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hagemoni kekuasaan yang terdapat pada novel “Basur” Karya Putu Yudiantara dengan teori hagemoni Antonio Gramsci dan dianalisis dengan pendektan analisis wacana kritis Fairclough. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga dimensi analisis wacana Fairclough yang meliputi: dimensi text (mikrostruktural), discourse practice (mesostruktural), dan sociocultural practice(makrostruktural). Dimensi mikrostruktural pada novel “Basur” karya Putu Yudiantara diketahui bahwa hagemoni kekuasaan yang terdapat pada novel tersebut digambarkan melalui diksi, frasa, kalimat, serta narasi yang digunakan penulis. Dimensi mesostruktural hasil analisisnya menunjukkan bahwa hagemoni kekuasaan yang terdapat pada novel ‘Basur” karya Putu Yudiantara secara jelas ditunjukkan oleh karakter tokoh Gede Basur sebagai orang kaya dan berilmu dan digunakan untuk menghagemoni warga desa agar hormat, segan kepadanya. Analisis dimensi makrostruktural menunjukkan hagemoni kekuasaan yang diwakili oleh kedua tokoh novel (Basur, dan Tigaron) menjelaskan bahwa kekuasaan muncul bersandarkan pada sejumlah pengetahuan, dan pengetahuan akan melahirkan sebuah kekuasaan. Novel ini juga berusaha mengedukasi pembaca bahwa ilmu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, dan sekaligus mampu menjerumuskan/mencelakai.
PROFESIONALISME GURU BAHASA BALI PADA MASA PANDEMI I Nyoman Suka Ardiyasa
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v3i1.2323

Abstract

This article analyzes the professionalism of Balinese language teachers during the pandemic. The analysis process is carried out by conducting relevant studies by adapting indicators of professional teachers in general and then adapting them to Balinese language teachers. This article takes pictures of professional Balinese teachers during the pandemic which is indeed a challenge for every subject teacher. The results of the analysis found that there were ten indicators of professional teachers covering aspects of language use, learning approaches, classroom management, mastery of materials, mastery of technology. Information and the ability of teachers to motivate students.keywords: professionalism, Balinese language teacher. 
FUNGSI DAN PERAN AGUNG RAI ART OF MUSEUM (ARMA) SEBAGAI KLUSTER INDUSTRI PARIWISATA BUDAYA DI DESA PELIATAN, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR, BALI Ida Ayu Karina Putri; Made Suardika Jaya
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v4i2.4408

Abstract

Fenomena masifnya perkembangan industri pariwisata budaya di Bali berdampak kepada motivasi masyarakat untuk melakukan konservasi budaya melalui pengelolaan sebuah museum. Penelitian ini dilakukan di Agung Rai Art of Museum (Arma) atau yang dikenal dengan Museum Arma. Museum Arma terletak di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud , Kabupaten Bali. Metode penelitan ini bersifat kualitatf. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawamcara dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan peran Museum Arma dalam Kluster Industri Pariwisata Budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Museum memiliki tiga fungsi yaitu 1) menggenalkan seni dan budaya Bali kepada wisatawan , 2) mampu membangun hubungan yang harmonis antar negara atau berkerjasama dengan lembaga-lembaga kebudayaan. 3) mampu menjadi wadah bagi wisatawan untuk dapat berpikir secara kreatif dan inovatif . Peran Museum Arma dalam kluster industri pariwisata budaya di Kecamatan Ubud adalah dapat meningkatkan perekonomian daerah dengan kegiatan kepariwisataan yamg ditawarkan dan mampu memberikan pemahaman lintas budaya antar masyarakat lokal dan wisatawan Kata Kunci : Museum, Pariwisata Budaya, Ubud, Bali.
CAMPUR KODE: BERBAURNYA RAGAM BAHASA DALAM KEUTUHAN KONTEKS DAN MAKNA Made Suardika Jaya
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v3i1.2328

Abstract

Code mixing is a common thing in various spoken languages. Through this process, speakers can convey an utterance consisting of two or more languages. Code mixing can be caused by several factors, mainly through the social aspect where one interacts with many people with different backgrounds. Code mixing has many benefits, especially it can make speakers understand and choose the right diction related to something, both in the realm of regional languages or foreign languages, which of course must be adapted to the situation and conditions when communication occurs. Keywords: code mixing, spoken language, social interaction, communication
REPRESENTASI EKOLEKSIKON DALAM TEMBANG SEKAR RARÉ DAN EKSISTENSINYA DI LINGKUNGAN ANAK-ANAK A.A. Pt. Suari
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v3i1.2318

Abstract

Sekar Raré is Balinese game folksongs for children. This paper discusses the forms of lexicons related to ecology in Sekar Raré folksongs. The object of this qualitative descriptive study is the text of Balinese kid’s folksongs which are grouped into three types, namely dolanan, gending jangér, and gending Sang Hyang. The data collection grouped and interpreted using the perspective of ecolinguistic theory. The results showed that the ecolexicon in Sekar Raré folksongs are (1) flora lexicons (tunjung, dapdap, poh,…) and fauna lexicons (meong, goak, bé,…); (2) derivative word forms (padi, mamula, durén-durén,…); (3) onomatopoeia (kung kék kék kung kék kong); and (4) nouns (dongkang), adjectives (miik), verbs (mencar). 50.4% of students grade 7 until 9 no longer sing Sekar Raré and only 49.5% of students still sing the songs for certain activities. Students are familiar with ecolexicons such as semut api, mencar, dungki, waluh, and alang-alang. However, while just a few are familiar with the sesapi putih, sowane, katilampo nguda, nunun, and pudak.Keywords: Balinese, Sekar Raré, Ecolinguistics
PEMBELAJAARAN MIARSA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD BERBANTUAN AUDIO LAGU POP BALI I Gusti Agung Rai Jayawangsa
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v4i2.4404

Abstract

Miarsa atau menyimak adalah salah satu keterampilan dalam berbahasa. Dalam pembelajaran Bahasa Bali miarsa amat penting kedudukanya. Untuk itu perlu sebuah model pembelajaran yang inovatif dalam proses pembelajaranya. Model pemelajaran Cooperative Learning Tipe STAD berbantuan audio adalah salah satu model pembelajaran yang inovatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif,. Data diperoleh dengan studi kepustakaan serta dilakukan triangulasi terhadap data yang diperoleh. Hasilnya terdapat 6 sintaks yang dapat dilakukan dengan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD, selanjutnya audio yang dipilih berupa lagu pop Bali.
PENGRUWATAN DALAM KALATATTWA Ni Made Ari Dwijayanthi
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v3i1.2324

Abstract

The Balinese tradition of meruwat is equated by restoring the state of objects, living things, or human beings. In addition to restore them, it means being free from all dirt, fatigue, or the like. Sometimes pengruwatan is believed to be a definition to get a better life, of course, through rituals that are carried out and believed in. Kalatattwa contains a narration that is narrated from the birth of Bhatara Kala to the gift he received from Lord Shiva. Wayang Sapuh Leger became a manifestation of religious ceremonies (rites) to emphasize the ritual. Palmer's hermeneutic theory is used to interpret the Kalatattwa, which emphasizes the rites of healing and Sapuh Leger.
CERPEN MALING KARYA KOMANG ADNYANA ANALISIS STRUKTUR NARATOLOGI GERARD GENETTE I Wayan Juliana
Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/subasita.v3i1.2329

Abstract

The short story Maling by Komang Adnyana is one of several short stories in the Metek Bintang short story collection. The themes raised in the collection of short stories by Metek Bintang are interesting and unexpected, because it is rare for themes such as transgender, LGBT, and even the theme of selling children to appear in modern Balinese literature. The themes that adorn modern Balinese literature are themes of teenage romance, social criticism, polemics on inter-caste marriages, love of Balinese Caucasians, and others. In this paper, we will examine a short story entitled Maling. The short story of Maling will be analyzed based on Gerard Genette's narrative theory which focuses on narrative order which refers to an attempt to tell an event. The result of this paper is to describe the plot chronologically and logically based on the main function in the short story.Keywords: Short story, Narrative, structure, narratology, modern Balinese literature