cover
Contact Name
Hamid
Contact Email
numera@uinsaizu.ac.id
Phone
+628818762897
Journal Mail Official
numera@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No. 40 Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia Telp. 0281-635624 Fax. 0281-636553
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nusantara Raya
ISSN : -     EISSN : 29634970     DOI : 10.24090/jnr
Jurnal Nusantara Raya publishes articles with aim and scope: 1. Language teaching 2. Literature teaching 3. Learning Indonesian Language and Literature 4. Study of Indonesian, Archipelago, and Malay Languages 5. Study of Indonesian literature 6. Comparative Literature Study 7. Comparative Linguistics
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
Manusia Indonesia Mutakhir dalam Relasi “Timur dan Barat” (Kritik Postkolonial Pada Novel Critical Eleven Karya Ika Natassa) Efriyadi, Hendrik
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud efek relasi tidak seimbang Timur dan Barat dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif versi Bogdan dan Taylor. Data penelitian ini difokuskan pada permasalahan identitas dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa dengan menggunakan pendekatan postkolonial. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi teori. Data dianalisis dengan metode deskriptif dan teknik analisis isi (content). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para tokoh rekaan sebagai representasi Timur, berparadigma inferior di hadapan Barat dan ditemukannya fakta cerita bahwasannya masyarakat Indonesia sebagai salah satu negara bekas jajahan menjadi pengekor dan pemuja Barat akibat adanya kolonialisasi dan neokolonialisasi.
Mooi-Indie dalam Narasi-Narasi Perjalanan F.W. Junghuhn dan Buku Puisi Priangan si Jelita Karya Ramadhan K.H. Rabbani, Ilham
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6601

Abstract

Abstrak: Penelitian ini akan berusaha membahas bentuk-bentuk Mooi-Indie yang terepresentasikan dalam narasi-narasi perjalanan Junghuhn dan puisi-puisi karya Ramadhan. Narasi-narasi Junghuhn diambil dari buku Sunda Abad ke-19 karya Hawe Setiawan, sementara karya Ramadhan yang dipilih ialah Priangan si Jelita. Pisau analisis yang digunakan adalah teori intertekstual yang dikembangkan oleh Julia Kristeva. Metode yang dipilih ialah kualitatif-deskriptif. Adapun kesimpulan dari penelitian ini, bahwa bentuk-bentuk Mooi-Indie yang terepresentasikan dalam karya kedua penulis ialah, alam Sunda dalam narasi-narasi Junghuhn semata-mata dipaparkan secara polos dan lebih diarahkan sebagai “jalan” ke arah kontemplasi bertemu Sang Pencipta, sementara puisi-puisi Ramadhan mempergunakan unsur trinitas suci Mooi-Indie sebagai penyampai ironi atau suara lain mengenai gejala budaya dan gejala alam Sunda, yakni adanya pengacauan di tanah Sunda oleh gerombolan yang melabeli diri mereka sebagai kelompok Darul Islam.
Subjek Politik dalam Cerpen “Ode untuk Selembar KTP” Karya Martin Aleida Nugroho, Ari Prastyo
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribution of the sensible dan subjek politik yang diekspresikan dalam cerpen “Ode untuk Selembar KTP” karya Martin Aleida. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah distribution of the sensible dan subjek politik dari Jacques Ranciere. Distribution of the sensible merupakan sebuah sistem yang dikonstruksi untuk membagi setiap subjek dalam divisi-divisi tertentu yang hierarkis. Sementara itu, subjek politik adalah subjek yang menentang atau melintasi batas-batas pembagian untuk memperoleh kesetaraan. Metode analisisnya menggunakan subjectivation, yaitu menganalisis subjek tokoh yang melakukan verifikasi kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribution of the sensible dalam konteks Indonesia tahun 1960-an menempatkan dan membagi masyarakat dalam subjek dan peran yang hierarkis dan menindas. Pembagian itu secara garis besar berdasarkan paham komunisme yang disematkan kepada simpatisan PKI. Martin Aleida melalui tokohnya gagal menjadi subjek politik yang setara. Tokoh Iramani diekspresikan sebagai subjek yang justru menunda kesetaraan karena menyogok pegawai kelurahan untuk menghapus tanda eks-tapol di KTP-nya. Hal ini menunjukkan bahwa dominasi distribution of the sensible cukup kuat dengan apriori penyingkiran dan penindasan sehingga sulit bagi subjek untuk bertindak politik.
Dunia Melayu: Tantangan dan Prospeknya di Masa Depan Mahayana, Maman S
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6599

Abstract

Dunia Melayu dengan segala reputasinya di masa lalu dan tantangannya di masa depan sesungguhnya potensial merekatkan sentimen keserumpunan dalam lingkup wilayah yang sangat luas. Tetapi, di Indonesia, pandangan terhadap dunia Melayu, tidaklah seragam, mengingat Indonesia terbentuk dari keberagaman etnik, suku bangsa, dan bahasa. Tambahan lagi, dunia Melayu melintasi batas teritorial negara. Maka konsep keserumpunan itu sering kali disaputi persoalan politik negara bersangkutan. Jika sudah begitu, kepentingan nasional menjadi hal yang lebih utama dibandingkan persoalan dunia Melayu. Dalam konteks itu, penting artinya membuka peluang meningkatkan kesadaran keserumpunan melalui kesepakatan pemakaian bahasa resmi Asean. Itulah prospek dunia Melayu di masa depan yang implementasinya ternyata tidaklah sederhana. Penetapan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang diusulkan menjadi bahasa resmi Asean masih berupa wacana. Boleh jadi perlu wacana lain yang dapat disepakati bersama. Tulisan ini mencoba mengungkapkan kemungkinan disepakatinya bahasa resmi Asean.
Alternatif Pilihan Teknik Penilaian di Masa Pandemi Wicaksana, Muhlis Fajar; Muryati, Sri
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1) menjelaskan problematik teknik penilaian unjuk kerja; 2) memberikan gambaran rekomendasi teknik penilaian unjuk kerja di masa pandemi. Strategi metode penelitian melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui analisis kritis dokumen hasil penelitian. Data penelitian ini diperoleh dari kajian kritis artikel-artikel hasil penelitian tentang teknik penilaian di masa pandemi. Teknik Analisis data menggunakan triangulasi sumber data. Teknik analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) problematik teknik penilaian unjuk kerja di masa pandemi ini terdapat berbagai permasalahan. Mulai dari kurangnya materi yang diberikan oleh guru sehingga siswa harus mencarinya secara mandiri, kurangnya kesadaran siswa dalam menyelesaikan tugas, dan kurangnya penguasaaan teknologi terbarukan. 2) teknik penilaian unjuk kerja mendorong anak didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran berbasis praktik. Praktik yang didasarkan pada nilai-nilai karakter religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong,dan integritas. Dapat ditarik simpulan bahwa implementasi teknik penilaian unjuk keja dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui demonstrasi penampilan siswa. Selain itu, Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan melalui teman sejawat dengan mengacu pada pedoman penilaian yang ada. Sistem pelaporan akhir melalui Teknik penilaian unjuk kerja hendaknya lebih disederhanakan, tidak terlalu rumit, dan tidak terlalu banyak komponen penilaiannya.
Pendekatan Epistemologi Immanuel Kant dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di MI Ma’arif 02 Bajing Kulon Aditya Suryani, Dian; Hidayat, Fahri
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15476

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pola pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar yang bersifat hafalan dan belum menumbuhkan kemampuan berpikir reflektif serta kritis peserta didik. Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan epistemologis dalam proses pembentukan pengetahuan mengenai nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan epistemologi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di MI Ma’arif 02 Bajing Kulon serta mengkaji relevansinya dengan pemikiran Immanuel Kant. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan epistemologi diterapkan melalui tiga aspek utama, yaitu pengalaman empiris, penalaran rasional, dan refleksi moral. Peserta didik tidak hanya menerima materi secara verbal, tetapi dilatih mengamati fenomena nyata, menganalisis kasus, berdiskusi, serta merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini sejalan dengan epistemologi rasional-transendental Immanuel Kant yang menekankan keterpaduan antara pengalaman dan akal budi dalam membentuk pengetahuan dan kesadaran moral. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila berbasis epistemologi mampu mendorong terbentuknya peserta didik yang kritis, berkarakter, dan memiliki kesadaran moral yang lebih matang. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi guru dalam merancang pembelajaran Pancasila yang lebih reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pendidikan nilai yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Peran Ontologi dalam Pemahaman Sumber Pengetahuan pada Pembelajaran Modern Vidya Prastiwi, Destiana; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15521

Abstract

Artikel ini membahas peran ontologi dalam memahami sumber pengetahuan pada pembelajaran modern. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sumber pengetahuan kini semakin beragam dan kompleks. Melalui pendekatan ontologis, artikel ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi peran ontologi dalam memahami dan mengorganisasi sumber pengetahuan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran modern dan bagaimana penerapannya untuk mendukung pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan kontekstual. Melalui pendekatan studi pustaka, penulis melakukan pengkajian, pembelajaran dan pemahaman terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan objek yang sedang dikaji. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan ontologi dalam sistem pembelajaran modern mendukung integrasi multi-sumber informasi dan pengembangan pembelajaran adaptif. Dalam era pembelajaran modern, pentingnya sumber pengetahuan yang terorganisir semakin meningkat. Ontologi sebagai sistem klasifikasi pengetahuan berfungsi untuk mendefinisikan dan mengelompokkan informasi, sehingga memudahkan dalam pencarian dan penggunaan sumber pengetahuan yang relevan. Penerapan ontologi pada pembelajaran modern yaitu dengan fokus pada bagaimana struktur dan klasifikasi pengetahuan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Integrasi Filsafat Pendidikan dengan Delapan Dimensi Profil Lulusan Guna Mewujudkan Generasi Emas: - Rakhmat; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15522

Abstract

Artikel ini membahas integrasi filsafat pendidikan dengan delapan dimensi profil lulusan sebagai upaya strategis dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Filsafat pendidikan dipahami sebagai dasar konseptual yang memberikan arah, nilai, dan tujuan bagi praktik pendidikan, sebagaimana dipaparkan oleh tokoh-tokoh seperti John Dewey, Ki Hajar Dewantara, dan Al-Syaibani. Sementara itu, delapan dimensi profil lulusan—keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, berakhlak mulia, peduli lingkungan, dan komunikasi—menjadi kerangka karakter dan kompetensi yang perlu ditanamkan kepada peserta didik. Melalui kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menemukan bahwa setiap dimensi profil lulusan memiliki titik temu dengan prinsip-prinsip filsafat pendidikan, mulai dari etika, humanisme, hingga konstruktivisme. Integrasi keduanya dapat diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis nilai, pembelajaran berbasis proyek, kegiatan kokurikuler, serta peran guru sebagai philosophical practitioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan yang terintegrasi dengan nilai-nilai filosofis mampu memperkuat karakter, kecerdasan moral, dan kompetensi abad ke-21 peserta didik. Dengan demikian, integrasi filsafat pendidikan dan delapan dimensi profil lulusan merupakan langkah penting untuk membentuk sumber daya manusia yang berdaya saing, berkarakter Pancasila, serta siap menghadapi tantangan global menuju Generasi Emas 2045.
Optimalisasi Sudut Baca untuk Meningkatkan Literasi Bagi Siswa Sekolah Dasar Rakhmat; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana optimalisasi sudut baca mempengaruhi kemampuan literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa tingkat literasi membaca di Indonesia masih tergolong rendah. Fenomena ini menjadi perhatian serius, mengingat literasi membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Rendahnya kemampuan membaca tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpengaruh pada kemajuan sosial dan ekonomi negara secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan optimalisasi sudut baca dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara terhadap siswa dan guru, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan minat baca meningkat sebesar 40% dan skor tes literasi naik 15 poin, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 10% dan 3 poin. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan tersebut meliputi ketersediaan buku yang beragam, desain sudut baca yang nyaman, serta kegiatan interaktif seperti membaca bersama dan diskusi buku. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi sudut baca dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan membangun budaya membaca di sekolah dasar.
Nilai Aksiologis Babad Pasir Luhur Sebagai Media Pembelajaran Budaya Banyumasan Nurngaeni, Siti; Sarah, Siti
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i3.15492

Abstract

Cerita rakyat merupakan salah satu kekayaan intelektual suatu bangsa. Salah satu daerah yang mempunyai tradisi tulis berupa babad yakni di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Banyumas memiliki cerita rakyat tulis dalam babad Pasir Luhur yang menceritakan legenda dan asal usul leluhur masyarakat Banyumas. Dalam babad Pasir Luhur terkandung amanat dan nilai-nilai secara ekspisit dalam teks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat dalam Babad Pasir Luhur yang terdapat dalam materi budaya Banyumasan beserta sumber informasi dari hasil penelitian yang menunjukkan nilai-nilai dalam cerita Babad Pasir Luhur. Hasil penelitian menunjukkan Babad Pasir Luhur memiliki nilai-nilai aksiologis yang sangat penting untuk ditanamkan dalam pembelajaran budaya lokal. Cerita ini bukan hanya legenda sejarah tentang tokoh Kamandaka, tetapi juga sarana edukatif yang sarat dengan nilai moral, etika, estetika, dan karakter seperti tanggung jawab, kerja keras, kecerdasan, dan keteguhan hati.