cover
Contact Name
Hamid
Contact Email
numera@uinsaizu.ac.id
Phone
+628818762897
Journal Mail Official
numera@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No. 40 Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia Telp. 0281-635624 Fax. 0281-636553
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nusantara Raya
ISSN : -     EISSN : 29634970     DOI : 10.24090/jnr
Jurnal Nusantara Raya publishes articles with aim and scope: 1. Language teaching 2. Literature teaching 3. Learning Indonesian Language and Literature 4. Study of Indonesian, Archipelago, and Malay Languages 5. Study of Indonesian literature 6. Comparative Literature Study 7. Comparative Linguistics
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Relevansi Pemikiran Paulo Freire Terhadap Pendidikan Pembebasan di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Karangklesem Sa'diyah, Halimatu; Suwito
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15507

Abstract

Pendidikan secara ideal berfungsi sebagai sarana pembebasan manusia dari penindasan, kebodohan, dan ketidakadilan, sehingga mampu melahirkan individu yang kritis, otonom, dan berdaya. Namun praktik pendidikan di Indonesia, termasuk pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), masih kerap terjebak dalam pola pendidikan gaya bank sebagaimana dikritik Paulo Freire. Model tersebut tidak hanya mereduksi peserta didik menjadi wadah kosong, tetapi juga mempertahankan relasi kuasa yang menghambat proses humanisasi. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana gagasan pendidikan pembebasan benar-benar diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar dikutip sebagai konsep normatif. Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi dan implementasi pendidikan pembebasan menurut perspektif Freire di MI Ma’arif NU Karangklesem. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi kelas, wawancara, dan studi pustaka. Pendekatan ini dipilih untuk menangkap praktik pedagogis secara empiris, sehingga analisis tidak berhenti pada penilaian teoritis yang dangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian guru telah menerapkan unsur pendidikan dialogis, misalnya membuka ruang diskusi, memberi kesempatan siswa mengemukakan pendapat, serta mengaitkan materi dengan pengalaman konkret. Namun, penerapan tersebut belum merata dan cenderung sporadis. Praktik pendidikan gaya bank masih tampak pada mata pelajaran yang berorientasi hafalan atau dianggap “pakem”, sehingga pembelajaran berjalan satu arah dan minim dialog. Kondisi ini mengindikasikan bahwa transformasi pedagogis belum sepenuhnya terinternalisasi, baik karena kultur sekolah yang hierarkis maupun keterbatasan kapasitas guru. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan komitmen dan kompetensi pedagogik untuk mendorong pembelajaran yang lebih humanistik dan membebaskan di MI.
Peran Filsafat Pendidikan dalam Kompetensi Profesional Guru: Suatu Tinjauan Literatur Handayani, Menik; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15523

Abstract

Tuntutan guru pada saat ini harus seimbang antara mengajar dan administrasi. Sehingga membuat guru kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya. Maka dari itu dibutuh adanya peran ilmu dasar yang bisa menjadi pedoman dalam menjalankan tugasnya secara profesional berupa peran filsafat pendidikan dan kompetensi profesional guru. Tujuan penelitian untuk menganalisis peran filsafat pendidikan dalam penguatan kompetensi profesional guru. Jenis penelitian yaitu kajian literatur. Metode penelitian tinjauan literature. Teknik pengumpulan data dengan mengambil data artikel, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian dari artikel. Objek kajian yaitu peran filsafat pendidikan dan kompetensi professional guru. Tipe data yang digunakan data artikel. Temuan diperoleh bahwa peran filsafat pendidikan sebagai dasar dalam pendidikan. Adanya dasar tersebut memerlukan kompetensi professional guru memberikan pembelajaran bermakna dan menyenangkan di dalam kelas sehingga anak mudah memahami inti materi yang disampaikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta mengaktualisasikan kemampuan dirinya untuk menghasilkan kepribadian yang baik. Implikasnya guru sudah mempersiapkan pembelajaran dan mengetahui dasar dari seorang guru dalam pendidikan sehingga mampu menerapkan dalam kelas, pengkondisian kelas, penyampaian materi, dan pengembangan kompetensi sesuai kualifikasi.
Membangun Karakter Epistemik Siswa SD Melalui Pendekatan Filsafat Ilmu: Studi Kasus Maharyati, Usri
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i3.15527

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam menilai keabsahan informasi masih lemah, terlihat dari kecenderungan menerima informasi tanpa verifikasi, ketidakmampuan membedakan fakta dan opini, serta rendahnya kesadaran akan dasar pembenaran suatu pengetahuan. Kondisi tersebut menunjukkan karakter epistemik yang belum terbentuk secara memadai. Penelitian ini bertujuan menjelaskan secara rinci bagaimana pendekatan Filsafat Ilmu dapat digunakan untuk membangun karakter epistemik siswa melalui studi kasus pada satu kelas IV di SD Negeri 2 Wlahar, Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran untuk menangkap praktik epistemik yang muncul di kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa untuk menelusuri proses refleksi dan perubahan pemahaman, serta analisis dokumen hasil kerja siswa guna memeriksa konsistensi pola penalaran mereka. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik melalui proses reduksi, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi konsep-konsep dasar Filsafat Ilmu dalam kegiatan inkuiri terbimbing mendorong perubahan konkret pada perilaku epistemik siswa. Temuan utama meliputi: peningkatan kemampuan melakukan verifikasi informasi sederhana; munculnya kebiasaan bertanya reflektif yang lebih terarah; kemampuan mengidentifikasi kesalahan penalaran pada contoh kasus; serta kesiapan merevisi keyakinan setelah menimbang bukti baru. Perubahan ini konsisten setelah guru menerapkan strategi pembelajaran berbasis argumen, dialog, dan refleksi. Implikasi penelitian menegaskan perlunya pelatihan guru untuk menguasai integrasi Filsafat Ilmu dalam pembelajaran, serta pentingnya memasukkan pengembangan karakter epistemik sebagai komponen eksplisit dalam kurikulum sekolah dasar.
Menumbuhkan Generasi Beradab: Sebuah Tinjauan Filosofis Terhadap Madrasah Ibtidaiyah Rodiyatun
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i3.15540

Abstract

Pada abad ke-21, arus digitalisasi yang semakin masif, dominasi nilai individualistik, dan meningkatnya polarisasi sosial telah memicu krisis moral yang mengancam fondasi kehidupan sosial dan lembaga pendidikan. Madrasah Ibtidaiyah (MI), sebagai institusi pendidikan dasar berbasis nilai Islam, menghadapi tantangan dalam memenuhi misi filosofisnya untuk membentuk Generasi Beradab yang berlandaskan Adab, Akhlak Karimah, dan Rabbaniyah. Penelitian ini bertujuan mengkaji landasan filosofis pendidikan Islam di MI sekaligus menelaah kesenjangan antara idealitas konseptual dan praktik pendidikan yang berlangsung di lapangan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis sumber primer dan sekunder terkait filsafat pendidikan Islam, integrasi kurikulum, peran guru, dan pembinaan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa dualisme kurikulum, dominasi pembelajaran kognitif, kurangnya pembinaan filosofis-spiritual guru, serta sistem evaluasi yang lebih menekankan aspek akademik telah menghambat internalisasi nilai moral dalam pendidikan MI. Temuan tersebut menegaskan perlunya model transformatif yang mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Adab, pembaruan filosofis dan profesionalitas guru, serta pembentukan Ekosistem Pendidikan Beradab yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa MI hanya dapat menunaikan mandat ilahinya apabila pendidikan moral dan spiritual menjadi orientasi utama yang dipraktikkan secara konsisten dalam seluruh aspek kurikulum, pedagogi, dan budaya kelembagaannya sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, berintegritas secara moral, dan tercerahkan secara spiritual.
Implementasi Filsafat Pendidikan dalam Pembentukan Karakter Murid di Sekolah Dasar: Studi Kualitatif di Kabupaten Purbalingga Nurlinawati, Wahyu
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i3.15544

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah dasar menjadi salah satu fokus utama dalam upaya membentuk generasi yang berakhlak dan berintegritas. Di Kabupaten Purbalingga, implementasi filsafat pendidikan sebagai landasan dalam pembentukan karakter murid sangat penting untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana filsafat pendidikan diimplementasikan dalam pembentukan karakter murid di sekolah dasar di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi filsafat pendidikan dalam pembentukan karakter murid di lima sekolah dasar di Kabupaten Purbalingga. Lima sekolah yang diteliti adalah SDN 1 Bajong, SDN 2 Bajong, SDN 3 Bajong, SDN 1 Majasem, dan SD Alam Perwira Purbalingga. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap sekolah memiliki pendekatan yang berbeda dalam menerapkan filsafat pendidikan, tetapi secara umum berfokus pada nilai-nilai karakter seperti disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Data menunjukkan bahwa 85% siswa di SDN 1,2 dan 3 Bajong menunjukkan peningkatan dalam sikap disiplin setelah penerapan program karakter. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum dan strategi pendidikan di sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua murid, serta observasi langsung di beberapa sekolah dasar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai-nilai filsafat pendidikan yang diterapkan, seperti nilai-nilai moral, etika, dan kebudayaan lokal yang berpengaruh terhadap karakter murid. Implementasi filsafat pendidikan dalam pembentukan karakter murid di sekolah dasar di Kabupaten Purbalingga menunjukkan hasil yang positif, meskipun masih terdapat tantangan dalam penerapannya.
Transformasi Digital dan Rasionalitas Ilmiah: Analisis Filosofis Terhadap Metode Pembelajaran Modern Mardhiyah Indah Sulistiyani, Inayatul; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15545

Abstract

Transformasi digital telah membawa dampak yang sangat signifikan dalam bidang pendidikan, memicu pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif, cepat, fleksibel, dan berorientasi pada teknologi. Namun, perubahan yang terjadi tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan yang cukup serius, baik dari segi epistemologis maupun etis. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis kritis terhadap dinamika perubahan tersebut dengan menggunakan pendekatan filsafat ilmu, yang akan menyoroti aspek-aspek seperti rasionalitas ilmiah, validitas pengetahuan, serta integrasi nilai-nilai dalam proses pembelajaran. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan metode studi pustaka (library research) untuk mengkaji kontribusi filsafat dalam memahami perkembangan paradigma keilmuan, yang dimulai dari era positivisme hingga menuju konstruktivisme digital. Selain itu, artikel ini juga mengeksplorasi cara-cara yang etis dan rasional dalam merancang metode pembelajaran yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sambil tetap menjaga keabsahan dan kebenaran ilmiah. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa banyak metode pembelajaran modern saat ini cenderung terjebak dalam pendekatan efisiensi instrumental, tanpa disertai dengan kedalaman reflektif yang diperlukan. Hal ini berisiko menyebabkan hilangnya orientasi nilai dan tujuan pendidikan yang seharusnya bersifat humanistik. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengadopsi pendekatan filosofis yang komprehensif guna menyeimbangkan antara aspek teknis dan etis dalam sistem pembelajaran yang berbasis digital. Artikel ini juga merekomendasikan perlunya adanya integrasi yang harmonis antara teknologi, rasionalitas ilmiah, dan tanggung jawab etis sebagai landasan untuk menciptakan transformasi pendidikan yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga bermakna. Dengan demikian, pendidikan dapat tetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan zaman, sekaligus mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan yang esensial.
Kajian Epistemologi tentang Pengaruh Gadget terhadap Perilaku Anak Usia Dini Hingga Remaja Jiamelatun; Usri Maharyati
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15550

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah cara anak-anak dan remaja berinteraksi dengan lingkungan sekitar mereka. Gadget  seperti smartphone, tablet, dan komputer kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas bermain, belajar, dan bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan gadget  terhadap perilaku anak usia dini hingga remaja berdasarkan studi pustaka dari berbagai penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka atau literatur review yaitu merivew dan menganalisa jurnal, artikel, serta laporan penelitiannya lainnya yang memiliki kesamaan tema. Dalam kajian epistemologi, penelitian ini juga menelaah bagaimana pengetahuan mengenai dampak gadget dibangun melalui metode penelitian dan temuan ilmiah pada studi sebelumnya. Hasil telaah menunjukkan bahwa penggunaan gadget memiliki dampak positif dan negatif tergantung pada durasi penggunaan, jenis konten, dan pengawasan orang tua. Dampak negatif yang ditemukan meliputi penurunan interaksi sosial, gangguan emosi, penurunan konsentrasi, serta kecanduan. Sebaliknya, jika digunakan dengan bijak, gadget dapat meningkatkan kemampuan kognitif, literasi digital, dan kreativitas anak. Studi ini merekomendasikan peran aktif orang tua dan pendidik dalam mengatur pola penggunaan gadget  untuk meminimalisir dampak negatif.
Relevansi Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Pembentukan Karakter Siswa Indonesia Abad Ke-21 Pamungkas, Apit; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15556

Abstract

Latar belakang kajian ini berangkat dari krisis moralitas siswa serta kesenjangan antara tujuan pendidikan karakter dalam kebijakan nasional dan praktik pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam pembentukan karakter siswa Indonesia pada abad ke-21. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis konten terhadap karya KHD, kebijakan nasional, dan literatur ilmiah tahun 2014–2024. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga nilai inti KHD keteladanan, pemberdayaan, dan pendampingan yang teroperasionalisasi dalam Trilogi Kepemimpinan, Tri Pusat Pendidikan, Tri Sakti Jiwa, dan konsep merdeka belajar. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki kompatibilitas tinggi dengan kompetensi abad ke-21, khususnya 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication), serta selaras dengan kerangka OECD Learning Compass 2030 dan teori pendidikan karakter global seperti Lickona dan UNESCO. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi hambatan berupa kapasitas guru, orientasi akademik kurikulum, dan lemahnya asesmen karakter. Kajian ini menghasilkan model konseptual integratif yang dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum dan strategi pedagogis berbasis nilai lokal. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya transformasi pedagogis, penguatan ekosistem pendidikan, dan penyediaan instrumen asesmen autentik untuk mewujudkan pendidikan karakter yang komprehensif dan berkelanjutan.
Penerapan Filsafat Pendidikan untuk Mengurangi Perilaku Bullying di Sekolah Dasar Ima Putra, Ade
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i3.15561

Abstract

Perilaku bullying di sekolah dasar terus menjadi persoalan krusial yang mengganggu proses tumbuh kembang sosial-emosional anak dan menghambat terciptanya iklim pembelajaran yang sehat. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan disipliner konvensional belum memadai untuk menangani akar persoalan yang bersifat relasional dan kultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penerapan filsafat pendidikan khususnya humanisme, konstruktivisme, dan pragmatism dapat digunakan sebagai kerangka konseptual dan praksis untuk mengurangi perilaku bullying di sekolah dasar. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa sekolah dasar negeri dan swasta di Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi proses pembelajaran, serta analisis dokumen kebijakan sekolah. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi prinsip humanism melalui penguatan empati dan relasi guru dan siswa mampu menurunkan eskalasi perilaku agresif. Pendekatan konstruktivisme terbukti efektif membangun kesadaran sosial siswa melalui pembelajaran kolaboratif, sedangkan pragmatisme mendorong penerapan aturan sekolah yang adaptif dan berbasis pengalaman nyata siswa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan filsafat pendidikan secara konsisten dapat mengubah kultur sekolah menjadi lebih inklusif, dialogis, dan responsif terhadap perbedaan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya pelatihan guru berbasis filsafat pendidikan, desain kurikulum yang menumbuhkan kepekaan moral, serta penguatan kebijakan sekolah yang mendukung pencegahan bullying secara berkelanjutan.
NU Online as a Space for the Production of Contemporary Religious Knowledge: A Study of Literacy, Education, and Harmony Among Ummah Based on Digital Media Imam Hidayat; Hamid Samiaji, Mukhamad; Hafidz, Nur
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i3.15563

Abstract

The development of digital technology has changed the way people access and produce religious knowledge. In the midst of a fast and complex flow of information, NU Online is present as a digital media platform that represents the moderate Islamic tradition based on Ahlussunnah wal Jamaah. This research aims to analyze how NU Online plays a role as a space for the production of contemporary religious knowledge through three main focuses: religious literacy, Islamic education (formal and non-formal), and the promotion of harmony between religious communities. This study uses a descriptive qualitative approach with a content analysis method for NU Online articles published in the 2020–2024 period. The data were analyzed thematically to identify the representation of values, religious discourse, and communication strategies used. The results of the study show that NU Online not only functions as a medium for disseminating information, but also as a cultural institution that maintains the heritage of traditional Islamic literacy, strengthens pesantren education in digital format, and mainstreams the narrative of tolerance and inclusivity between religions. These findings show that digital media based on Islamic organizations has strategic potential in preserving, modernizing, and democratizing religious knowledge. The implication is that NU Online can be used as a model for the development of moderate religious media in the digital era that is full of disruption.