cover
Contact Name
Muhammad Syahrul Rizal
Contact Email
sicedu@universitaspahlawan.ac.id
Phone
+6282172464416
Journal Mail Official
syahrul.rizal92@gmail.com
Editorial Address
https://sicedu.org/index.php/sicedu/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Science and Education Journal
ISSN : 2963928X     EISSN : 29629713     DOI : -
Science and Education Journal (SICEDU) menerbitkan artikel penelitian yang membahas tentang pendidikan: pembelajaran di PGSD, di Sekolah Dasar yang membahas kurikulum dan teknologi pembelajaran, manajemen sekolah, kebijakan pendidikan di sekolah, Sosial, humaniora, dll.
Articles 514 Documents
Analisis Faktor Penyebab Meningkatnya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) Di Media Sosial Dan Perlindungan Hukumnya Berdasarkan UU ITE Dini Meilina Asmara
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.817

Abstract

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) terus meningkat sejalan dengan meluasnya penggunaan media sosial di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor yang mendorong peningkatan KBGO serta bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi korban, dengan penekanan pada peran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dan pendekatan yuridis normatif terhadap peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan laporan lembaga terkait. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan KBGO dipengaruhi oleh empat kelompok faktor yang saling terkait, yaitu faktor teknologis (anonimitas dan kemudahan akses internet), sosial-budaya (norma patriarki dan budaya menyalahkan korban), psikologis (rendahnya empati pelaku), serta faktor hukum (kekosongan norma dan lemahnya penegakan). UU ITE, khususnya Pasal 27 ayat (1), masih menjadi instrumen utama penanganan KBGO, tetapi penerapannya berpotensi tumpang tindih dengan UU TPKS dan dapat menimbulkan risiko kriminalisasi terhadap korban. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi regulasi serta penguatan perlindungan hukum yang berorientasi pada pemulihan korban.
Perlindungan Hukum Terhadap PMI Yang Menjadi Korban TPPO Dalam Proses Rekrutmen Kerja Ilegal Ke Kamboja Inna Anbar Ramadhanti; Imam Budi Santoso; Taun Taun
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.830

Abstract

PMI yang berangkat ke Kamboja tanpa mengikuti prosedur resmi semakin berisiko menjadi korban TPPO, terutama melalui cara perekrutan kerja ilegal yang menggunakan media sosial dengan janji pekerjaan bergaji tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana perlindungan hukum bagi PMI yang terjebak dalam perdagangan orang akibat rekrutmen kerja secara ilegal ke Kamboja, berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup hukum primer, sekunder, dan tersier, lalu dianalisis secara deskriptif-analitis dengan bantuan teori Perlindungan Hukum dari Philipus M. Hadjon. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa negara telah memberikan perlindungan hukum preventif melalui aturan penempatan PMI dan kerja sama bilateral dengan Kamboja, serta perlindungan represif melalui sanksi terhadap pelaku dan pemenuhan hak-hak korban berupa rehabilitasi, restitusi, bantuan hukum, dan pemulangan. Namun, pelaksanaannya belum optimal disebabkan oleh kurangnya koordinasi antara lembaga, rendahnya pemahaman hukum dikalangan calon PMI, dan tantangan dalam mengawasi perekrutan ilegal yang menggunakan platform digital. Penelitian ini menunjukan adanya kesenjangan nyata antara hukum yang tertulis dan kondisi di lapangan, sehingga perlu adanya penguatan aturan, kolaborasi antar lembaga, dan penyempurnaan kerangka hukum yang lebih fleksibel mengikuti perkembangan modus TPPO di era digital.  
Pengaruh Pembelajaran Model Game-Based Literacy Learning Dan Game Edukasi Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Irma Irma; Yusmah Yusmah; Aswadi Aswadi; Jamaluddin Ahmad; Nuraini Kasman; Syamsu T
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Game-Based Literacy Learning (X1) dan game edukasi (X2) terhadap kemampuan membaca permulaan siswa (Y) kelas II SD Negeri 2 Rijang Panua. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik dan cenderung konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian terdiri dari 30 siswa kelas II yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi, serta angket respon, dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda dibantu program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model Game-Based Literacy Learning (X1) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05; (2) game edukasi (X2) juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05; dan (3) secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) serta nilai kontribusi R Square sebesar 77%. Model Game-Based Literacy Learning (X1) memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan game edukasi (X2). Dengan demikian, kedua variabel tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa.
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kompetensi Pegawai Dan Prosedur Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat Pada Pelayanan Publik Di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Mamik Mamik; Ahmad Husin; Dian Noor Citra Perdana
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.841

Abstract

Kepuasan masyarakat menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan penyelenggaraan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, kompetensi pegawai dan prosedur pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pada pelayanan publik di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo baik secara parsial maupun simultan serta menganalisis variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan masyarakat pada pelayanan publik di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Penelitian dilakukan di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memperoleh pelayanan di Kecamatan Weru selama 2 (dua) bulan terakhir. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 responden dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menyimpulkan bahwa hasil uji parsial variabel kualitas pelayanan diperoleh nilai thitung > ttabel  (3,073 > 1,987) artinya kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai signifikansi sebesar 0,003. Hasil uji parsial variabel kompetensi pegawai diperoleh nilai thitung > ttabel (4,563 > 1,987) artinya kompetensi pegawai berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil uji parsial variabel prosedur pelayanan diperoleh nilai thitung > ttabel (3,823 > 1,987) artinya prosedur pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai signifikansi 0,000.  Hasil uji secara simultan diperoleh hasil Fhitung> Ftabel  (36,759 > 2,71) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05  sehingga variabel kualitas pelayanan, kompetensi pegawai dan prosedur pelayanan berpengaruh simultan dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Hasil uji regresi linear berganda diperoleh persamaan regresi Y=0,918+0,363X1+0,592X2+0,411X3, sehingga variabel kompetensi pegawai adalah yang paling dominan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat pada pelayanan publik di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo dengan nilai koefisien regresi  b2 = 0,592. Koefisien determinasi Adjusted R Square sebesar  0,541 yang artinya bahwa variasi yang terjadi pada variabel Y (kepuasan masyarakat) adalah 54,1% ditentukan oleh variabel independen sementara 44,9% ditentukan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini