cover
Contact Name
Fitriana Ibrahim
Contact Email
fitrianaibrahim@gmail.com
Phone
+6281262845193
Journal Mail Official
jpkunkhair@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Jl. Bandara Sultan Baabullah, Kelurahan Akehuda Kec. Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU)
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 29882427     DOI : https://doi.org/10.33387/jpku.v2i2
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) merupakan jurnal peer-reviewed yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Khairun. JPKU terbit 2 kali dalam setahun, yakni Edisi Juni dan Desember. Jurnal ini berisi artikel-artikel ilmiah dari hasil penelitian di bidang pendidikan kimia dan Ilmu Kimia. Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) menerbitkan naskah manuskrip pada bidang kajian meliputi: - Kimia organik dan anorganik - Pembelajaran kimia - Kimia analitik - Kimia fisik - Biokimia dan terapan
Articles 112 Documents
Analisis Motivasi Belajar, Kemandirian Belajar Dan Hasil Belajar Kimia Di Sekolah SMA Negeri 6 Kota Ternate Seri, Serli Yani; Liestianty, Deasy; Sriwahyuni, Elsa; Zam, Zulkifli Zam
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v5i2.11234

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar, kemandirian belajar, dan hasil belajar kimia siswa di SMA Negeri 6 Kota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 6 Kota Ternate yang berjumlah 92 siswa, dengan sampel sebanyak 35 siswa yang terdiri dari 19 siswa kelas X, 7 siswa kelas XI, dan 9 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes hasil belajar dan angket motivasi serta kemandirian belajar siswa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kimia siswa kelas X berada pada kategori tinggi dari 12 siswa, Kelas XI berada pada kategori tinggi dari 4 siswa, Kelas XII berada pada kategori tinggi dari 7 siswa. Motivasi belajar siswa kelas X berada pada kategori tinggi dari 13 siswa, Kelas XI berada pada kategori tinggi dari 4 siswa, kelas XII berada pada kategori sedang dari 5. Kemandirian belajar siswa pada kelas X berada pada kategori tinggi dari 17 siswa, Kelas XI berada pada kategori tinggi dari 6 siswa, sementara kelas XII berada pada kategori sedang dari 5 siswaKata Kunci:                Motivasi Belajar, Kemandirian Belajar, Hasil Belajar Kimia, Analisis DeskriptifAbstractThis study aims to analyze the learning motivation, learning independence, and chemistry learning outcomes of students at SMA Negeri 6 Ternate City. The type of research used is quantitative descriptive research. The population in this study were all 92 students of SMA Negeri 6 Ternate City, with a sample of 35 students consisting of 19 students of class X, 7 students of class XI, and 9 students of class XII selected using purposive sampling technique. The research instruments used were learning achievement tests and questionnaires on motivation and student learning independence. Data analysis was carried out using descriptive analysis. The results showed that the chemistry learning outcomes of class X students were in the high category of 12 students, Class XI was in the high category of 4 students, Class XII was in the high category of 7 students. The learning motivation of class X students was in the high category of 3 students, Class XI was in the high category of 5 students, and Class XII was in the medium category of 5. The learning independence of class X students was in the high category of 17 students, Class XI was in the high category of 6 students, while class XII was in the medium category of 5 studentsKata Kunci:                Motivasi Belajar, Kemandirian Belajar, Hasil Belajar Kimia, Analisis Deskriptif
Analisis Hasil Belajar dan Minat Belajar Siswa Kelas XI SMA IT Albina Kota Ternate pada Materi Struktur Atom Tabona, Rufija Gay; Sugra, Nurfatimah; Baturanre, Nur Jannah; Mauraji, Ilham SW
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v5i2.11235

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar dan minat belajar siswa kelas XI SMA IT Albina Kota Ternate pada materi struktur atom. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik sampling jenuh, di mana seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 18 orang dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian terdiri atas tes esai sebanyak 10 soal untuk mengukur hasil belajar ranah kognitif dan angket sebanyak 20 pernyataan untuk mengukur minat belajar siswa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa secara individu tergolong rendah dengan nilai rata-rata sebesar 43,11, nilai tertinggi 66, dan nilai terendah 24. Berdasarkan kriteria hasil belajar, tidak terdapat siswa pada kategori sangat tinggi, sebanyak 1 siswa (5%) berada pada kategori tinggi, 9 siswa (50%) berada pada kategori sedang, dan 8 siswa (40%) berada pada kategori rendah. Berdasarkan analisis hasil belajar pada item gabungan tiap ranah kognitif, diperoleh persentase capaian ranah C2 (memahami) sebesar 15,38%, C3 (menerapkan) sebesar 14,64%, C4 (menganalisis) sebesar 15,74%, dan C6 (mencipta) sebesar 13,49%, yang seluruhnya berada pada kualifikasi sangat rendah. Hasil analisis minat belajar siswa menunjukkan bahwa aspek perhatian memperoleh persentase tertinggi sebesar 87% dengan kualifikasi sangat tinggi. Aspek perasaan senang dan ketertarikan masing-masing memperoleh persentase sebesar 61% dengan kualifikasi tinggi, sedangkan aspek keterlibatan siswa memperoleh persentase sebesar 72% dengan kualifikasi tinggi. Secara umum, minat belajar siswa terhadap materi struktur atom tergolong baik, namun belum diikuti oleh capaian hasil belajar yang optimal.Kata Kunci:                hasil belajar, minat belajar, struktur atom, pendidikan kimia. AbstractThis study aims to analyze the learning outcomes and learning interest of eleventh-grade students at SMA IT Albina, Ternate City, on atomic structure material. This research employed a descriptive approach with a saturated sampling technique, involving all 18 students of class XI as the research sample. The research instruments consisted of an essay test comprising 10 questions to measure students’ cognitive learning outcomes and a questionnaire consisting of 20 statements to measure students’ learning interest. Data were analyzed using descriptive analysis through percentage calculations. The results showed that students’ individual learning outcomes were classified in the low category, with an average score of 43.11, a highest score of 66, and a lowest score of 24. Based on the learning outcome criteria, no students were categorized as very high, 1 student (5%) was in the high category, 9 students (50%) were in the moderate category, and 8 students (40%) were in the low category. The analysis of combined items for each cognitive domain showed that the achievement percentages were 15.38% for C2 (understanding), 14.64% for C3 (applying), 15.74% for C4 (analyzing), and 13.49% for C6 (creating), all of which were classified as very low. The analysis of students’ learning interest indicated that the attention aspect obtained the highest percentage of 87% with a very high qualification. The aspects of enjoyment and interest each achieved 61% with a high qualification, while the aspect of student involvement reached 72% with a high qualification. Overall, students’ learning interest in atomic structure material was categorized as good; however, it was not followed by optimal learning outcomes.Keyword:earning outcomes, learning interest, atomic structure, chemistry education 
Pengembangan LKPD Berbasis Nature of Science pada Materi Sistem Koloid di SMA Sriwahyuni, Elsa
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v5i2.11233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)  berbasis Nature of Science (NOS) pada materi sistem koloid kelas XI SMA serta mengkaji tingkat validitas dan kepraktisannya. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development dengan menggunakan model Plomp yang meliputi tahap preliminary research, development or prototyping phase, dan assessment phase. Subjek penelitian meliputi validator ahli media dan ahli materi, praktisi (guru kimia), serta peserta didik kelas XI SMA Negeri 5 Kota Ternate. Instrumen penelitian berupa lembar validasi dan angket respon guru serta peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik persentase dan dikategorikan berdasarkan kriteria kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis NOS yang dikembangkan memperoleh nilai validasi ahli media sebesar 93% dan validasi ahli materi sebesar 92% dengan kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan menunjukkan respon guru sebesar 75% dan respon peserta didik sebesar 74,1% dengan kategori praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis NOS layak digunakan sebagai bahan ajar kimia pada materi sistem koloid. Dengan demikian, LKPD berbasis NOS yang dikembangkan dapat menjadi alternatif bahan ajar yang mendukung pembelajaran kimia yang bermakna serta berorientasi pada penguatan literasi sains peserta didik
Analisis kebutuhan LKM PBL Kontekstual Kasus Kabut Asap Untuk Pemahaman Hukum Gas Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Kimia Universitas Sriwijaya Zikri, rahmat; Sanjaya, Sanjaya; Sasqia Wardana, Fricila
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v5i2.10909

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan menganalisis kebutuhan bahan ajar berupa Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada mata kuliah Kimia Fisika I. Metode yang digunakan merujuk pada tahapan analyze model pengembangan ADDIE, melalui wawancara dengan dosen, kuesioner mahasiswa, dan analisis kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan 100% mahasiswa menyukai dan antusias mengikuti kuliah Kimia Fisika I, namun hanya 34,1% mampu memahami konsep hukum gas menggunakan bahan ajar yang ada. Sebanyak 78% mahasiswa mengalami kesulitan memahami bahasa bahan ajar, 65,9% menilai bahan ajar belum tersusun sistematis dan belum menerapkan pendekatan PBL, serta 75,6% mengalami kesulitan memahami Persamaan Keadaan Gas. Analisis kebutuhan menunjukkan perlunya pengembangan LKM berbasis PBL dengan konteks lokal, seperti kabut asap di Sumatera Selatan, untuk membelajarkan konsep hukum gas secara aplikatif sehingga mahasiswa dapat memahami konsep dengan lebih mudah dan relevan dengan fenomena nyata.
Analisis Prestasi Belajar Kimia Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Siswa Kelas IX Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Ternate Hasan, Juliana; Jayali, Ahmad Muchsin; Sugrah, Nurfatima; Mustafa, Linda Kurnia
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v5i2.11239

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis prestasi belajar kimia siswa serta mengetahui tanggapan mereka terhadap penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 88 siswa dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda 20 butir soal dan angket respons siswa sebanyak 15 pertanyaan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 81,63 pada kategori baik. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan siswa terhadap variasi metode pembelajaran sebesar 81,5% kategori sangat baik, variasi lokasi pembelajaran sebesar 79,4% kategori baik, dan diferensiasi proses sebesar 79,5% kategori baik, dengan rata-rata sebesar 77,5% kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dinyatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan prestasi belajar serta memberikan pengalaman belajar yang positif bagi siswa pada mata pelajaran kimia. Kata Kunci:                Pembelajaran berdiferensiasi, prestasi belajar kimia, kurikulum merdekaAbstractThis study aims to analyze students’ chemistry learning achievement and identify their responses toward the implementation of differentiated instruction within the Independent Curriculum. The research employed a survey method with a quantitative descriptive approach. The population consisted of 88 students, all of whom were selected using a saturated sampling technique. Data were collected through a 20-item multiple-choice test and a 15-item student response questionnaire. Data analysis was conducted using descriptive statistics. The results showed that the average student learning achievement score was 81.63, categorized as good. The questionnaire results indicated that students' satisfaction regarding the variation of teaching methods reached 81.5% (very good category), variation of learning locations reached 79.4% (good category), and process differentiation reached 79.5% (good category), with an overall average of 77.5% (good category). Based on these findings, it can be concluded that differentiated instruction can enhance learning achievement and provide a positive learning experience for students in chemistry.Keywords:differentiated instruction, chemistry learning achievement, Independent Curriculum
Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Halmahera Selatan Pada Materi Struktur Atom Fadel, Mirsagira; Limatahu, Nur Asbirayani; Merlin, Merlin; Khadijah, Khadijah
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v5i2.11232

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 3 Halmahera Selatan pada materi struktur atom serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas X (Fase E) berjumlah 15 orang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen tes hasil belajar dan angket. Tes digunakan untuk mengukur pemahaman konsep struktur atom, sedangkan angket digunakan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berkontribusi terhadap hasil belajar. Kategori hasil belajar ditentukan berdasarkan persentase pencapaian skor yang diperoleh siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil belajar siswa berada pada kategori rendah dengan persentase 100%. Kondisi ini mengindikasikan masih terbatasnya pemahaman siswa terhadap materi struktur atom. Berdasarkan hasil angket, faktor internal yang paling berpengaruh adalah sikap siswa (24,4%), sedangkan faktor eksternal yang paling berpengaruh adalah peran guru (20,8%).Kata Kunci:                hasil belajar, struktur atom, faktor internal, faktor eksternal.AbstractThis study aims to analyze the learning outcomes of Grade 10 students at SMA Negeri 3 South Halmahera on the topic of atomic structure and to identify the factors influencing these outcomes. The population as well as the sample consisted of all Grade 10 students (Phase E), totaling 15 students. The study employed a quantitative descriptive method using a learning achievement test and a questionnaire as instruments. The test was used to measure students’ understanding of atomic structure concepts, while the questionnaire was used to analyze internal and external factors contributing to learning outcomes. Learning outcome categories were determined based on the percentage of score achievement obtained by the students. The results showed that students’ learning outcomes were in the low category, with a percentage of 100%. This condition indicates that students’ understanding of atomic structure material remains limited. Based on the questionnaire results, the most influential internal factor was students’ attitude (24.4%), while the most influential external factor was the teacher’s role (20.8%).Keyword:learning outcomes, atomic structur, internal factors, external factors.
Aplikasi Elektrokoagulasi Berulang Pada Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu di Kota Bogor Annisa Ramadhanti; Sutanto; Muhammad Fathurrahman
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v6i1.11431

Abstract

Abstrak Berkembanganya industri tahu meningkatkan jumlah limbah cair yang berpotensi menurunkan kualitas perairan jika dibuang tanpa pengolahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengulangan pada proses elektrokoagulasi dalam menurunkan kadar pencemar hingga memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 Lampiran XVIII tentang Baku Mutu Air Limbah Pengolahan Kedelai. Air limbah tahu akan dilakukan elektrokoagulasi berulang dengan variasi tegangan (20V dan 30V), jarak plat elektroda 4 cm, dan variasi waktu (15, 30, 45, dan 60 menit). Air limbah tahu sebelumnya akan dilakukan karakteristik awal dan akhir setelah proses elektrokoagulasi. Tegangan dan waktu kontak terbaik yang dicapai pada penelitian ini yaitu pada tegangan 20 V selama 60 menit pada tahap pengolahan kedua. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya penurunan nilai COD, TSS dan DHL sedangkan nilai DO dan pH mengalami kenaikan. Pada penelitian ini nilai TSS sudah memenuhi baku mutu walaupun untuk parameter pH dan COD masih belum memenuhi baku mutu namun memberikan hasil yang menunjukkan bahwa kualitas air limbah semakin baik. kata kunci: Limbah Cair Tahu, Elektrokoagulasi Berulang, TSS Abstract The development of the tofu industry has increased the volume of liquid waste, which has the potential to degrade water quality if discharged without treatment. This study aims to determine the effect of repeated electrocoagulation processes in reducing pollutant concentrations to meet the quality standards stipulated in the Regulation of the Minister of Environment Number 5 of 2014, Appendix XVIII, concerning Wastewater Quality Standards for Soybean Processing Activities. Tofu wastewater was treated using repeated electrocoagulation with variations in voltage (20 V and 30 V), electrode plate spacing of 4 cm, and contact time variations (15, 30, 45, and 60 minutes). Initial and final characteristics of the tofu wastewater were analyzed before and after the electrocoagulation process. The optimal voltage and contact time achieved in this study were 20 V for 60 minutes during the second treatment stage. This condition resulted in reductions in COD, TSS, and electrical conductivity (EC), while DO and pH values increased. In this study, the TSS value met the applicable quality standards; although the pH and COD parameters had not yet met the standards, the results indicate an overall improvement in wastewater quality keyword: Tofu Wastewater, Repeated Electrocoagulation, TSS  
Konsep Kimia pada Makanan Tradisional Pado Khas Kabupaten Agam sebagai Sumber Pembelajaran Kimia di SMP MERY SHAFRINA; Lara Puspita; Citra; Meirita Sari
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v6i1.11771

Abstract

Abstrak Pembelajaran kimia di SMP sering dianggap abstrak dan sulit dipahami karena kurang dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi Pado, makanan fermentasi khas Kabupaten Agam, sebagai sumber belajar kimia berbasis kearifan lokal untuk menjembatani konsep abstrak dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses fermentasi Pado melibatkan aktivitas bakteri asam laktat yang menghasilkan asam organik, menyebabkan penurunan pH, serta transformasi protein dan lemak menjadi senyawa yang lebih sederhana sebagai contoh perubahan kimia. Biji simaung (Pangium edule) mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, glikosida, dan asam lemak yang berperan dalam aktivitas antimikroba, sedangkan ampas kelapa berfungsi sebagai substrat pendukung metabolisme mikroorganisme. Fenomena kimia tersebut relevan dengan materi IPA SMP pada topik perubahan fisika dan kimia, asam basa, reaksi kimia, peran mikroorganisme, dan bioteknologi sederhana. Dengan demikian, Pado berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual yang dapat meningkatkan kebermaknaan dan pemahaman konseptual siswa terhadap pembelajaran kimia Kata Kunci: Pado, Fermentasi, Kearifan Lokal, Pembelajaran Kontekstual, Kimia SMP   Abstract Chemistry learning at the junior high school level is often perceived as abstract and difficult to understand because it is not sufficiently connected to students’ real-life experiences. This study aims to examine the potential of Pado, a traditional fermented food from Agam Regency, as a local wisdom–based chemistry learning resource to bridge abstract concepts with everyday life contexts. This research employs a qualitative approach through a literature study using content analysis of relevant scientific sources. The results indicate that the fermentation process of Pado involves the activity of lactic acid bacteria that produce organic acids, leading to a decrease in pH and the transformation of proteins and fats into simpler compounds as an example of chemical change. Simaung seeds (Pangium edule) contain bioactive compounds such as phenolics, flavonoids, glycosides, and fatty acids that contribute to antimicrobial activity, while grated coconut residue functions as a substrate supporting microbial metabolism. These chemical phenomena are relevant to junior high school science topics, including physical and chemical changes, acids and bases, chemical reactions, the role of microorganisms, and simple biotechnology. Therefore, Pado has the potential to serve as a contextual learning resource that can enhance meaningful learning and students’ conceptual understanding of chemistry. Keyword: Pado, Fermentation, Local Wisdom, Contextual Learning, Junior High School Chemistry
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Phet Colorado Untuk meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi STRuktur Atom Hestiyana Usia; Nur Jannah Baturante; Linda Kurnia Mustafa
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v6i1.11923

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa kelas X di SMA 5 Tidore Kepulauan pada materi struktur atom. Penelitian ini menggunakan pendekatan Student-centered dan metode diskusi  dengan teknik purposive sampling, di mana seluruh 26 siswa kelas XE2 dipilih sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian terdiri atas angket sebanyak 25 butir untuk mengukur minat belajar siswa serta tes yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 5 soal esai untuk mengukur hasil belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa mengalami peningkatan signifikan 0.000 < 0,05 dengan  menujukkan rata-rata minat belajar meningkat sebesar 5,538. Sementara itu, hasil belajar siswa memperoleh nilai N-gain  sebesar 0,26 yang termasuk dalam kategori rendah. Kata Kunci: Minat Belajar,Hasil Belajar,Struktur Atom   Abstract This study aims to increase the learning interest and learning outcomes of tenth-grade students at SMA Negeri 5 Tidore Kepulauan on the topic of atomic structure. This research used a student-centered approach and a discussion method with a purposive sampling technique, in which all 26 students of class XE2 were selected as the research sample.The research instruments consisted of a questionnaire containing 25 items to measure students’ learning interest and a test consisting of 10 multiple-choice questions and 5 essay questions to measure students’ learning outcomes.The results of the study showed that students’ learning interest increased significantly with a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that the average learning interest increased by 5.538. Meanwhile, the students’ learning outcomes obtained an N-gain score of 0.26, which is categorized as low Keyword: Students’learning outcomes,Students’ learning interest, The topic of atomic structure
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Socio-Scientific Issue (Ssi) Pada Materi Asam Basa Fase F fitriana umasangaji; Sudir Umar; Ilham SW Mauraji; Nur Asbirayani Limatahu
Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair (JPKU) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Kimia Unkhair
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpku.v6i1.12175

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul Ajar berbasis Socio Scientific Issue (SSI) Pada Materi Asam Basa pada fase F SMA Negeri 6 Kepulauan sula yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D yang dibatasi sampai pada tahap develop. Subjek penelitian meliputi validator ahli media dan ahli materi, guru kimia, dan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Kepulauan Sula. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara pada tahap analisis kebutuhan, lembar angket validasi dari ahli materi dan media, dan angket kepraktisan modul. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu persentase kelayakan dan kepraktisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa modul ajar berbasis socio-scientific issue (SSI) pada materi asam basa memiliki rata-rata validasi ahli materi sebesar 83,1% dan validasi ahli media sebasar 83,92% dengan kategori sangat valid. Rata-rata respon guru sebesar 98,61% dengan kategori sangat praktis dan rata-rata respon siswa sebesar 80,28% dengan kategori praktis. Dengan demikian, Modul Ajar berbasis Socio-Scientific Issue (SSI) ini layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam pembelajaran asam basa. Kata Kunci: Modul Ajar berbasis Socio-Scientific Issue (SSI) Materi Asam Basa Abstract Thi study aims to develop a Socio-Scientific Issue (SSI)-based teaching module on acid-base material for phase F at SMA Negeri 6 Kepulauan Sula that is valid and practical. This study is a Research and Development (R&D) study using the 4D model limited to the develop stage. The research subjects included media grade XI students of SMA Negeri 6 Kepulauan Sula. Data were collected through interviws at the needs analysis stage, validation questionnaire sheets from material and media experts, and module practicality questionnaires. Data analysis used a quantitative descriptive approach in the form of feasibility and practicaliry percentages.The results showed that the Socio-Scientific Issue (SSI)-based teaching module on acid-base material obtained an average material expert validation score of 83.1% and a media expert validation score of 83.92%, both categorized as very valid. The average teacher response was 98.61% with a very practical category, and the average student response was 80,28% with a practical category. Therefore, the Socio-Scientific Issue (SSI)-based teaching module is fesible to be used as supporting teaching material in acid-base learning. Keyword:: Socio-Scientific Issue (SSI)-Based Teaching Module, Acid–Base  

Page 11 of 12 | Total Record : 112