cover
Contact Name
Sudana Fatahillah Pasaribu
Contact Email
sudanafatahillah@gmail.com
Phone
+6282276302084
Journal Mail Official
sudanafatahillah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Sumarsono No.107, Helvetia, Kec. Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia. kampus Institut Kesehatan Helvetia Kode Pos : 20124
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Media Gizi Ilmiah Indonesia
Published by Kabar Gizi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29864542     DOI : -
Core Subject : Health,
Media Gizi Ilmiah Indonesia (MGII) is a journal that was founded in 2022. MGII publishes various types of research such as research results and article reviews in the field of nutritional science. MGII publishes 2 times a year. MGII publishes the results of research and literature review in the scope of Clinical Nutrition, Molecular Nutrition, Community Nutrition, Sports Nutrition, Institutional Nutrition, Food Technology, Food Technology, Functional Food, Food Service Management, and Disaster Nutrition. MGII can be accessed openly online so that authors and researchers can easily access all research results that have been published by MGII.
Articles 88 Documents
Pengaruh Variasi Sari Jambu Biji Merah (Psidium guajava) dan Sari Wortel (Daucus carota) Terhadap Daya Terima dan Mutu Kimia Minuman Yogurt Theresia Dwi Putri Situmeang; Abdul Hairuddin Angkat
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.178

Abstract

Yogurt produk susu fermentasi dapat dikembangkan dengan bahan pangan fungsional. Penambahan sari jambu biji merah (Psidium guajava) dan sari wortel (Daucus carota) diharapkan meningkatkan mutu organoleptik dan kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi sari jambu biji merah terhadap daya terima yogurt dengan sari wortel tetap serta mutu kimia formulasi terbaik.  Penelitian  merupakan eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan dua kali pengulangan. Sari jambu biji merah divariasikan sebanyak 15 g, 20 g, dan 25 g. Uji daya terima dilakukan terhadap 50 panelis dengan parameter warna, konsistensi, rasa, dan aroma menggunakan skala hedonik 1–5. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Data mutu kimia disajikan secara deskriptif dan dibandingkan dengan persyaratan mutu yogurt berdasarkan SNI 2981:2009. Formulasi dengan nilai rata-rata daya terima tertinggi selanjutnya dianalisis secara kimia meliputi kadar air, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kalium. Hasil penelitian variasi sari jambu biji merah berpengaruh nyata terhadap daya terima yogurt (p<0,05). Perlakuan C (25 g jambu biji merah dan 5 g sari wortel) memperoleh nilai kesukaan tertinggi warna (4,04), konsistensi (4,16), dan rasa (4,17), sedangkan nilai kesukaan aroma tertinggi diperoleh pada perlakuan B sebesar 4,00. Berdasarkan rata-rata keseluruhan parameter organoleptik, perlakuan C memperoleh nilai tertinggi sebesar 4,06. Hasil analisis mutu kimia perlakuan C menunjukkan kadar air 84,73%, kadar abu 0,69%, kadar lemak 2,37%, kadar protein 2,77%, kadar karbohidrat 9,44%, dan kalium 159,485 mg/100 g. Perlakuan C 2(5 g  jambu biji merah dan 5 g  wortel) merupakan formulasi daya terima tertinggi.
Hubungan Profil Lipid dengan Rasio Albumin-Kreatinin pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Dian Tyas; Berliana Puspita
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.179

Abstract

Penyakit ginjal diabetik (PGD) merupakan komplikasi mikrovaskular yang sering terjadi pada diabetes melitus tipe 2. Dislipidemia dapat berkontribusi terhadap kerusakan ginjal melalui stres oksidatif, disfungsi endotel, dan inflamasi, tetapi bukti mengenai hubungannya dengan Rasio Albumin-Kreatinin (Albumin-to-Creatinine Ratio/ACR) pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) masih terbatas. Menganalisis hubungan antara parameter profil lipid dengan ACR pada peserta PROLANIS. Penelitian analitik observasional ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 31 peserta PROLANIS dengan data laboratorium lengkap diikutsertakan menggunakan teknik total sampling. Data sekunder diperoleh dari pemeriksaan laboratorium rutin di Klinik Pratama Jimbun Medika pada 3 Agustus 2025 yang dilakukan bekerja sama dengan Laboratorium Prodia. Kolesterol total, trigliserida, lipoprotein densitas tinggi (HDL), dan lipoprotein densitas rendah (LDL) dianalisis sebagai variabel independen, sedangkan ACR sebagai variabel dependen. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan 5%. Penelitian memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Akademi Gizi Karya Husada Kediri (No. 013/KEP/AKZI/KH/VII/2025). Rerata ACR adalah 231,54 ± 545,53 mg/g. LDL ≥100 mg/dL ditemukan pada 93,5% peserta dan kolesterol total ≥200 mg/dL pada 77,4%. Tidak terdapat hubungan bermakna antara kolesterol total (r=0,159; p=0,394), trigliserida (r=0,062; p=0,742), HDL (r=-0,123; p=0,511), maupun LDL (r=0,080; p=0,668) dengan ACR. Parameter profil lipid tidak berhubungan bermakna dengan ACR pada peserta PROLANIS. Meskipun proporsi albuminuria dan kadar lipid tidak optimal cukup tinggi, profil lipid saja belum dapat menggambarkan tingkat albuminuria. Penilaian risiko ginjal perlu mencakup pemeriksaan ginjal langsung serta faktor klinis dan metabolik lainnya secara komprehensif untuk mendukung deteksi dini dan pemantauan komplikasi ginjal diabetes berkelanjutan.
Asuhan Gizi pada Hipertensi Stadium II, Penyakit Jantung Hipertensi, Kolelitiasis, dan Perdarahan Uterus Abnormal Nyono Dedi Prabowo; Renita Maulidya Tarigan; Meintansari Manik; Reny Rahmawati; Nila Authoria; Ade Salma Yunia Rachmah
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.180

Abstract

Penatalaksanaan multimorbiditas pada pasien geriatri menghadirkan tantangan klinis yang kompleks akibat adanya kebutuhan diet terapeutik yang saling bertentangan. Laporan kasus ini mengevaluasi efektivitas terapi gizi medis terintegrasi pada seorang perempuan berusia 70 tahun yang didiagnosis dengan hipertensi stadium II, hypertensive heart disease (HHD), kolelitiasis, dan perdarahan uterus abnormal (PUA). Intervensi gizi yang diberikan menyelaraskan diet jantung dan diet DASH dengan restriksi natrium ketat (~1.500 mg/hari) serta prinsip rendah lemak (20% dari energi total) guna memitigasi beban hemodinamik dan stasis bilier, sembari memastikan asupan protein bernilai biologis tinggi yang adekuat (1,3 g/kg). Luaran setelah intervensi menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan dalam waktu 72 jam. Tekanan darah menurun secara drastis dari 160/90 mmHg menjadi 110/80 mmHg, dan kolik bilier mengalami resolusi total. Lebih lanjut, stabilitas hemodinamik tetap terjaga tanpa memperburuk risiko anemia meskipun terdapat perdarahan uterus aktif. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi diet terpersonalisasi yang terintegrasi dengan terapi medis dan multitarget mampu memutus rantai patofisiologis multimorbiditas degeneratif secara efektif, sekaligus menegaskan peran penting gizi klinis sebagai pendekatan terapeutik noninvasif utama bagi pasien lansia berisiko tinggi.
Dietary Fiber Content And Bulk Density In Analog Rice Formulation From Corn Flour With Tofu Dreg Substitution And Carrageenan Addition Ameilisa Hapsari; Noor Rohmah Mayasari
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.181

Abstract

Low dietary fiber intake remains a nutritional concern associated with an increased risk of constipation, colorectal cancer, and obesity. Developing analog rice from local food resources is a promising strategy to improve dietary fiber intake while supporting food diversification. This study aimed to evaluate the effects of tofu dregs flour substitution and carrageenan addition on the dietary fiber content and bulk density of corn-based analog rice and to identify the formulation with the highest dietary fiber content among the tested treatments. A 3×3 factorial randomized block design was applied using the ratio of corn flour to tofu dreg flour (C) (90:10, 80:20, 70:30) and carrageenan addition (K) (2%, 2.5%, and 3%) as the treatment factors. Dietary fiber content was analyzed with the enzymatic-gravimetric method, while bulk density was determined using the volumetric method. The results showed that tofu dregs flour substitution, carrageenan addition, and their interaction significantly affected soluble dietary fiber content (p<0.05), whereas no significant effect was observed on insoluble dietary fiber, total dietary fiber, and bulk density (p>0.05). The highest dietary fiber content (10.03%) was obtained from the formulation C3K3 (70% corn flour: 30% tofu dreg flour with 3% carrageenan), consisting of 2.20% soluble dietary fiber and 7.83% insoluble dietary fiber. Bulk density result ranged from 0.625 to 0.666 g/mL and didn’t differ significantly among treatments. C3K3 showed the highest total dietary fiber content among the tested formulations and potential for further development as a high-fiber analog rice product based on local food resources for future food diversification.
Pengaruh Edukasi Gizi dengan Media Smartbox terhadap Pengetahuan dan Kebiasaan Makan Remaja di SMP Nusantara Lubuk Pakam Marta Irma Manullang; Abdul Hairuddin Angkat
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.182

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan masalah gizi yang prevalensinya terus meningkat dan beresiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Rendahnya pengetahuan gizi dan kebiasaan makan yang kurang sehat menjadi faktor terjadinya obesitas. Edukasi gizi menggunakan media smartbox merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media smartbox terhadap pengetahuan dan kebiasaan makan remaja obesitas di SMP Nusantara Lubuk Pakam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment one group pretest-posttest pada 31 remaja obesitas di SMP Nusantara Lubuk Pakam yang dipilih dengan teknik total smapling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk pengetahuan dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk kebiasaan makan. Edukasi gizi menggunakan media smartbox diberikan 3 kali dengan interval 3 hari dan durasi 20 menit setiap pertemuan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk pengetahuan dan Paired Sample T-Test untuk kebiasaan makan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,68 menjadi 14,10 (p=0,000) peningkatannya sebesar 3,42. Sedangkan rata-rata skor kebiasaan makan menurun dari 224,19 menjadi 188,87 (p=0,032) penurunannya sebesar 35,32. Hasil uji menunjukkan terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media smartbox terhadap pengetahuan dan kebiasaan makan remaja obesitas. Disimpulkan bahwa edukasi gizi menggunakan media smartbox berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan perbaikan kebiasaan makan remaja obesitas.
Hubungan Asupan Zink, Vitamin D dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Felita Ainun Nabil; Zuhria Ismawanti
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.183

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Selain asupan makronutrien, mikronutrien seperti zink dan vitamin D berperan dalam metabolisme glukosa sehingga dapat memengaruhi pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zink, vitamin D, dan kadar glukosa darah puasa pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 33 peserta prolanis di Puskesmas Kedungmundu, Kota Semarang. Data asupan zink dan vitamin D diperoleh melalui metode 24 jam Food Recall dan dianalisis menggunakan NutriSurvey, sedangkan data glukosa darah puasa diperoleh dari rekam medis responden. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki asupan zink dan vitamin D yang kurang serta kadar glukosa darah puasa yang belum terkontrol. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zink dengan kadar glukosa darah puasa (p = 0.035, r = -0.667). Asupan vitamin D juga berhubungan signifikan dengan kadar glukosa darah puasa (p=0.000; r=-0.727). Disimpulkan bahwa asupan zink dan vitamin D berhubungan signifikan dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang terbatas (n = 33) dan penggunaan metode recall satu hari yang belum menggambarkan asupan harian jangka panjang. Edukasi gizi terkait ketercukupan mikronutrien ini relevan dipertimbangkan sebagai salah satu aspek pendukung dalam pengelolaan glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2
Hubungan Antara Program Pemberian Makanan Tambahan Dengan Status Gizi (Z-Score Menurut Indikator BB/TB Dan BB/U) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sedayu 2 Vina Azumi; Siti Fadhilatun Nashriyah
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.186

Abstract

Masalah gizi pada balita, khususnya wasting dan underweight, masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka gizi kurang adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT. Untuk mengetahui hubungan antara pemberian PMT dengan status gizi (z-score menurut indikator BB/TB dan BB/U) di wilayah kerja Puskesmas Sedayu 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain kohort retrospective. Populasi penelitian adalah balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sedayu 2, dengan jumlah sampel 175 balita. Data dikumpulkan pencatatan konsumsi PMT serta pengukuran berat badan dan tinggi badan balita untuk menentukan z-score status gizi balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxson Signed Ranks Test untuk melihat hubungan antara variabel bebas (pemberian PMT) dengan variabel terikat (status gizi balita). Hasil analisis menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada status gizi balita dengan z-score indikator BB/TB -2,11 sebelum intervensi dan -1,73 setelah intervensi (p value= 0.000). Namun, perubahan status gizi dengan z-score indikator BB/U -2,29 sebelum intervensi menjadi -2,26 tidak menunjukan peningkatan yang signifikan (p value= 0.080). Dapat disimpulkan bahwa PMT berperan penting dalam mendukung pemulihan kondisi balita dengan indikator BB/TB, tetapi belum cukup memberikan dampak yang signifikan terhadap perbaikan status gizi balita dengan indikator BB/U dalam periode intervensi yang lebih singkat.
Hubungan Keragaman Jenis Konsumsi Pangan Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Hipertensi Shella Mitasari; Zuhria Ismawanti
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.187

Abstract

Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kejadian penyakit tidak menular, salah satunya hipertensi. Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi serius yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penerapan konsumsi pangan yang beragam merupakan salah satu upaya penatalaksanaan gizi pada pasien hipertensi guna membantu memenuhi kebutuhan zat gizi secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keragaman jenis konsumsi pangan dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 33 pasien hipertensi di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data keragaman konsumsi pangan diperoleh menggunakan instrumen Dietary Diversity Score melalui metode food recall 24 jam, sedangkan data kualitas hidup diperoleh menggunakan 36-Item Short Form Health Survey (SF-36). Analisis hubungan antara keragaman konsumsi pangan dan kualitas hidup dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki keragaman konsumsi pangan dalam kategori sedang (72,7%) dan kualitas hidup dalam kategori tinggi (75,7%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara skor keragaman konsumsi pangan dengan skor kualitas hidup (r = 0,52; p = 0,003), yang menunjukkan bahwa semakin beragam konsumsi pangan, semakin baik kualitas hidup responden. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keragaman konsumsi pangan dan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang.
Efektifitas Ekstrak Cair Pemanis Alami Daun Stevia (Rebudiana Bertoni) Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Elfredo Halawa; Nivalayanti Gagu; Olga Lieke Paruntu; Mayangsari Ante Laudea; Romiza Arika
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, salah satunya dipicu oleh tingginya konsumsi gula sederhana. Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) merupakan pemanis alami rendah kalori yang berpotensi menjadi alternatif pengganti gula pasir. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas ekstrak cair stevia terhadap kadar gula darah sewaktu dibandingkan dengan gula pasir. Penelitian menggunakan desain crossover kuasi-eksperimental pada 88 mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik Kementerian Kesehatan Manado. Responden menerima intervensi berupa ekstrak cair stevia dan larutan gula pasir pada waktu yang berbeda. Konsumsi ekstrak cair stevia tidak menyebabkan perubahan signifikan kadar gula darah sewaktu dibandingkan kondisi sebelum intervensi (104,64 menjadi 102,98 mg/dL; p=0,129). Sebaliknya, konsumsi larutan gula pasir meningkatkan kadar gula darah sewaktu secara signifikan (95,90 menjadi 110,03 mg/dL; p<0,001). Kadar gula darah sewaktu setelah konsumsi stevia juga lebih rendah dibandingkan kadar gula darah sewaktu setelah konsumsi gula pasir. Sehingga disimpulkan bahwa ekstrak cair stevia tidak meningkatkan kadar gula darah sewaktu
Hubungan Pola Makan Tinggi Lemak dan Gula Serta Pola Tidur dengan Kejadian Obesitas pada Remaja di SMA N 1 Srandakan Ayyunda Dinni Nur Azizah; Rosmauli Jerimia Fitriani
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.189

Abstract

Obesitas merupakan kondisi akumulasi lemak tubuh berlebihan yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif kronis, meliputi hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, dan kanker. Permasalahan ini kian meresahkan, termasuk di kalangan remaja. Berdasarkan data terkini, prevalensi obesitas pada siswa di SMA Negeri 1 Srandakan mencapai 20%. Angka ini mengindikasikan bahwa satu dari lima siswa di sekolah tersebut mengalami obesitas, menyoroti urgensi untuk memahami faktor-faktor penyebab dan mengembangkan intervensi yang efektif untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat ini. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan tinggi lemak dan gula serta pola tidur dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Srandakan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 430 siswa, dengan jumlah sampel 250 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola makan tinggi lemak dan gula (p = 0,002), dan pola tidur  (p = 0,003) dengan kejadian obesitas pada remaja. Disimpulkan bahwa kejadian obesitas dipengaruhi oleh pola makan tinggi lemak dan gula serta pola tidur