cover
Contact Name
Sudana Fatahillah Pasaribu
Contact Email
sudanafatahillah@gmail.com
Phone
+6282276302084
Journal Mail Official
sudanafatahillah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Sumarsono No.107, Helvetia, Kec. Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia. kampus Institut Kesehatan Helvetia Kode Pos : 20124
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Media Gizi Ilmiah Indonesia
Published by Kabar Gizi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29864542     DOI : -
Core Subject : Health,
Media Gizi Ilmiah Indonesia (MGII) is a journal that was founded in 2022. MGII publishes various types of research such as research results and article reviews in the field of nutritional science. MGII publishes 2 times a year. MGII publishes the results of research and literature review in the scope of Clinical Nutrition, Molecular Nutrition, Community Nutrition, Sports Nutrition, Institutional Nutrition, Food Technology, Food Technology, Functional Food, Food Service Management, and Disaster Nutrition. MGII can be accessed openly online so that authors and researchers can easily access all research results that have been published by MGII.
Articles 48 Documents
Daya Terima dan Analisis Protein, Lemak, Karbohidrat Pada Brownies Ubi Ungu (Ipomea Batatas) dengan Substitusi Tepung Biji Labu Kuning (Cucurbita Moschata) sebagai Inovasi Pangan Fungsional Pencegahan Stunting Hamzah, Putri Nadila Anggraeni; Sukmawati; Tamrin, Abdullah
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.82

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (2023) mencatat prevalensi stunting nasional sebesar 21,5%. Ubi jalar ungu dan biji labu kuning memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional karena kandungan gizinya yang tinggi. Mengetahui daya terima dan kandungan protein, lemak, karbohidrat pada brownies ubi ungu dengan substitusi tepung biji labu kuning. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat formulasi: P0 (kontrol), P1 (18%), P2 (28%), dan P3 (38%) dengan substitusi tepung biji labu kuning). Uji daya terima dilakukan secara organoleptik menggunakan metode hedonik oleh 30 panelis agak terlatih. Kandungan gizi dianalisis di Laboratorium pada produk terbaik (P3). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata pada parameter aroma dan rasa (p>0,05), namun terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter warna dan tekstur (p<0,05). Formula P3 memperoleh skor tertinggi secara konsisten pada semua parameter sensori, terutama warna, rasa, dan tekstur. Hal ini menunjukkan bahwa P3 merupakan formula yang paling disukai oleh panelis. Hasil uji laboratorium formula P3 brownies ubi ungu dengan substitusi tepung biji labu kuning kandungan protein 6,93%, lemak 17,24%, dan karbohidrat 42,45%. Formula P3 (dengan substitusi 38% tepung biji labu kuning) memberikan daya terima terbaik serta kandungan gizi (protein, lemak, dan karbohidrat) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (P0). Oleh karena itu, formula ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai inovasi pangan fungsional dalam upaya pencegahan stunting pada balita.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Kalasan Naufal Luthfiyah; Dewi Rizzky Mutiarasari; Nor Eka Noviani
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.84

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu isu kesehatan utama berskala global yang prevalensinya tinggi di berbagai belahan dunia, serta termasuk dalam kategori penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap tingginya angka kematian dini secara global. Pengetahuan seseorang turut menentukan perilaku yang akan dilakukan, karena semakin tinggi tingkat pengetahuan maka individu akan semakin patuh dengan dietnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi di Puskesmas Kalasan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan cross sectional, populasi yang digunakan yaitu penderita hipertensi di Puskesmas Kalasan dan subjek yang digunakan sebanyak 75 responden dan teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrument yang digunakan untuk mengambil data yaitu kuesioner. Hasil ukur pada kuesioner tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet disajikan dalam bentuk skala likert. Penentuan besar sampel dalam studi ini menerapkan formula uji beda dua proporsi. Hasil analisis menunjukkan p-value (0,046) < (0,05) dengan odd ratio (2.74). Dapat disimpulkan bahwa individu dengan tinggi tingkat pengetahuan tinggi memiliki peluang 2,74x lebih besar untuk patuh terhadap diet dibandingkan dengan responden dengan pengetahuan rendah di Puskesmas Kalasan.
Hubungan Pekerjaan dan Penghasilan Orang Tua Terhadap Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tembelang Jombang Nadia Farah Diba; Alfi Rahmatillah Nur Fithriah; Zerly Agrisdian; Gilang Akbar Shobirin; Puput Safitri
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi yang baik pada masa balita sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pekerjaan dan penghasilan orang tua dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Tembelang, Jombang. Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap 58 balita usia 0–59 bulan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua dan pengukuran berat serta tinggi badan balita. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi baik (69%). Orang tua sebagian besar bekerja sebagai buruh dan memiliki penghasilan bulanan ≥Rp1.500.000. Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan (p=0,531) maupun penghasilan (p=0,223) dengan status gizi balita. Temuan ini menunjukkan bahwa pekerjaan dan penghasilan orang tua bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi status gizi. Faktor lain seperti pendidikan ibu, sanitasi lingkungan, dan pola asuh kemungkinan memiliki peran lebih besar. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih menyeluruh dalam upaya perbaikan gizi balita sangat diperlukan
Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Zariati; Dewi Rizzky Mutiarasari; Dittasari Putriana
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarapan memiliki peran penting dalam mendukung fungsi otak, termasuk konsentrasi belajar, namun masih banyak mahasiswa keperawatan yang cenderung melewatkannya akibat keterbatasan waktu, kebiasaan pribadi, atau kelelahan karena beban studi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dan tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, sebanyak 64 mahasiswa aktif dari semester 2, 4, dan 6 dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi mengenai kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan baik (54,68%) dan separuhnya memiliki tingkat konsentrasi tinggi (50%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar (p = 0,024), di mana responden dengan kebiasaan sarapan yang baik lebih cenderung memiliki konsentrasi belajar yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa sarapan dapat menjadi salah satu faktor pendukung penting dalam meningkatkan kesiapan kognitif dan performa akademik mahasiswa keperawatan
Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Obesitas pada Anak Remaja SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta Namirah Herlina; Nor Eka Noviani; Ibtidau Niamilah
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas di remaja merupakan salah satu persoalan kesehatan masyarakat yg terus semakin tinggi, terutama pada lingkungan sekolah. salah satu faktor yang bisa memengaruhi status gizi artinya kebiasaan sarapan. Sarapan yang teratur serta bergizi diketahui berperan krusial pada mengatur asupan tenaga serta menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Tujuan Penelitian ini bertujuan buat mengetahui hubungan antara norma sarapan dengan kejadian obesitas di peserta didik remaja di Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Metode Penelitian ini memakai desain kuantitatif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara convenience sampling asal siswa kelas VII dan VIII pada SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta yg memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui survey tertutup mengenai kebiasaan sarapan yang meliputi frekuensi, ketika, jenis makanan, dan peran orang tua. Pengukuran status gizi dilakukan melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) sesuai tinggi serta berat badan siswa memakai timbangan digital terkalibrasi. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square buat mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dan status obesitas. akibat menunjukkan bahwa ada hubungan yg signifikan antara kebiasaan sarapan serta obesitas (p < 0,05). Remaja menggunakan kebiasaan sarapan yg jelek mempunyai risiko obesitas lebih tinggi dibandingkan mereka yang mempunyai kebiasaan sarapan baik (PR = 6,15; 95% CI: dua,13-17,77). Kesimpulan kebiasaan sarapan yang tidak teratur dan kurang bergizi berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas di anak remaja. salah satu upaya yg dapat dilakukan adalah mengintegrasikan acara Sarapan Sehat di Sekolah, yang dapat dilaksanakan melalui kerja sama antara sekolah, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta dinas kesehatan setempat.
Hubungan Pola Kebiasaan Sarapan dengan Status Gizi Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Minggir Devita Nur Fitria Herdaningtyas; Khoirun Nisa Alfitri; Ibtidau Niamilah
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi remaja terpengaruh oleh asupan makan, termasuk kebiasaan sarapan. Sarapan cukup dan bergizi penting mendukung pertumbuhan. Namun, banyak siswa melewatkan sarapan atau melaksanakannya secara tidak teratur, yang dapat berdampak pada status gizinya. Merujuk pada hasil riset nasional. oleh Litbangkes Kemenkes RI pada tahun 2020, hampir separuh anak-anak berusia 6-12 tahun  belum mengasup energi yang cukup dipagi hari. Kondisi ini menandakan perlunya intervensi gizi yang lebih baik melalui pembiasaan sarapan yang bernutrisi dan proporsional sejak dini. Mengetahui hubungan antara pola kebiasaan sarapan dengan status gizi siswa merujuk pada indikator IMT/U dan LiLA di SMP Muhammadiyah 1 Minggir. Riset ini memanfaatkan data pemantauan status gizi milik Puskesmas Minggir dengan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sampel riset ini adalah siswa aktif kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Minggir sebanyak 119 orang. Variabel bebas adalah pola kebiasaan sarapan (tidak sarapan, sarapan tidak teratur, sarapan teratur), sedangkan variabel terikat adalah status gizi merujuk pada IMT/U dan LiLA. Kriteria inklusi adalah siswa/siswi aktif kelas VII yang mempunyai data lengkap terkait pola kebiasaan sarapan dan status gizi termasuk berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas serta data pendukung seperti jenis kelamin dan tanggal lahir. Analisis data dikerjakan secara univariat dan bivariat memanfaatkan uji Fisher’s Exact Test. Mayoritas partisipan mempunyai kebiasaan sarapan tidak teratur (62,2%), status gizi baik merujuk pada IMT/U (67,2%) serta LiLA (53,8%). Hasil uji menampilkan hasil IMT/U (p = 0,476) dan LiLA (p = 0,057). Tidak dijumpai korelasi yang signifikan antara pola kebiasaan sarapan dengan status gizi
Hubungan Pemberian MPASI dengan Status Gizi Balita Usia 12-24 bulan di Puskesmas Gamping 2 Azzahra Nursalekhah; Khoirun Nisa Alfitri; Ririn Wahyu Hidayati
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa faktor dapat memengaruhi status gizi balita; salah satunya adalah penggunaan MPASI yang tidak sesuai dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita, Di antara puskesmas di Kabupaten Sleman, Puskesmas Gamping 2 memiliki jumlah balita yang kurang dari berat badan dengan 12,8%. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara status gizi balita berusia 12–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping 2. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pemberian MPASI dan variabel terikat pada penelitian ini adalah status gizi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Metode sampling pada penelitian ini menggunakan consecutive sampling dengan kriteria inklusi yakni ibu yang mengasuh balita berusia 12 hingga 24 bulan harus memberikan MPASI kepada balitanya, bersedia menjadi responden, dan memiliki kemampuan membaca dan menulis. Selain itu, balita yang memiliki penyakit jangka panjang seperti asma, diabetes melitus tipe 1, kelainan jantung, cerebral palsy, atau infeksi yang terjadi lebih dari dua minggu (ISPA, diare, flu, DBD, dan cacar air) tidak termasuk dalam sampel yang dikumpulkan, yang berjumlah 45 responden. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian MPASI dan status gizi balita yang berusia antara 12 dan 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping 2, saran dalam penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menyusun menu MPASI yang tepat untuk balita.
Hubungan Konsumsi Serat dengan Overweight pada Mahasiswa Putri Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah Yogyakarta Puja Febiola; Dewi Rizzky Mutiarasari; Agung Nugroho
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini Indonesia sedang menghadapi tiga masalah gizi atau triple burden of malnutrition, salah satunya adalah overweight. Overweight atau obesitas terjadi ketika Indeks Massa Tubuh (IMT) melebihi 25 kg/m². Asupan serat yang rendah sering dikaitkan dengan pola makan tinggi lemak dan kalori, yang mudah dicerna namun rendah kandungan serat. Serat memiliki peran penting dalam meningkatkan rasa kenyang dengan cara menahan air dalam saluran cerna, sehingga dapat membantu mengurangi asupan energi dan mencegah kenaikan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi serat dan kejadian overweight pada mahasiswa putri Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa putri Fakultas Ilmu Kesehatan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah sampel minimal 54 responden dan total responden sebanyak 66 orang. Pengumpulan data dilakukan secara primer menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam. Sebagian besar responden memiliki status gizi overweight (56.06%) dan memiliki asupan serat kurang (54.0%), data dianalisis menggunakan uji non-parametrik Chi Square. Hasil uji menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05) dengan nilai OR 8,22, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara konsumsi serat dan kejadian overweight pada mahasiswa putri Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Konsumsi serat terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan overweight pada mahasiswa putri Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah Yogyakarta