cover
Contact Name
Adhyanti
Contact Email
adhymuna2@gmail.com
Phone
+6282348867406
Journal Mail Official
jurusangizipoltekkespalu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, No.19, Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Svasta Harena
ISSN : -     EISSN : 28075463     DOI : https://doi.org/10.33860/jpmsh
Core Subject : Health,
Focus Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena is a medium for academicians, government, private companies, and social institutions to communicate community empowerment activities. Each published article is expected to provide new insights and inspire activities elsewhere on related issues. Scope Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena receives articles from all public service activities in the field of health, food, and nutrition.
Articles 35 Documents
Pemanfaatan Tepung Biji Durian dan Tepung Ikan Duo Dalam Pembuatan Roti: Utilization of Durian Seed Flour and Duo Fish Meal in Making Bread Humaira, Huma; Ansar; Faisal, Elvyrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 2 No. 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v2i2.3419

Abstract

Pangan lokal di Indonesia perlu dibudidayakan melalui pemanfaatan pangan. Seperti melakukan pemanfaatan limbah biji durian dan ikan duo yang diolah menjadi tepung.Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui daya terima produk roti dengan pemanfaatan tepung biji durian dan tepung ikan duo berdasarkan parameter warna, aroma, tekstur dan rasa. Jenis kegiatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Panelis dalam kegiatan ini adalah panelis tidak terlatih berjumlah 40 mahasiswa aktif Jurusan Gizi Poltekkes Palu. Hasil penelitian untuk uji daya terima berdasarkan hedonik panelis menunjukkan dua formula yang diterima panelis berdasarkan parameter adalah formula 1 (persentase tekstur 70,0% dan persentase rasa 65%) formula 2 (persentase warna 52,5% dan persentase rasa 62,5%). Sedangkan hasil tingkat perbedaan berdasarkan hedonik panelis menunjukkan ketiga formula dari produk roti ini ialah dalam parameter warna dan rasa pada formula 1 dan 2 tidak memiliki perbedaan statistik (sama tapi tidak bermakna), dalam parameter aroma pada ketiga formula tidak memiliki perbedaan yang signifikan atau bermakna (nilai ρ ≥0,05). Sedangkan dalam parameter tekstur menunjukkan formula 2 dan 3 memiliki perbedaan statistik (sama tapi tidak bermakna). Kesimpulan kegiatan ini adalah bahwa produk roti penambahan tepung biji durian dan tepung ikan duo diterima namun hanya dari segi warna, tekstur dan rasa. Untuk kegiatan selanjutnya produk roti perlu dikembangkan agar dapat diterima dan dipromosikan di pasaran sebagai olahan menu yang membudidayakan pangan lokal.
Program Pendampingan Keluarga Anak Baduta stunting: Implementasi Interprofesional Collaboration (IPC) di Desa Beka, Marawola, Kabupaten Sigi: Family Assistance Program for Stunted Children: Implementation of Interprofessional Collaboration (IPC) in Beka Village, Marawola, Sigi District Hafid, Fahmi; Adhyanti, Adhyanti; Eka Cahyani, Yayuk; Faisal, Iskandar; Nasrul, Nasrul; Ramadhan, Kadar; Taqwin, Taqwin; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 3 No. 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v3i2.3804

Abstract

Stunting remains a serious public health issue in Indonesia. The Family Assistance Program for Stunted Children under two years old with the Implementation of Interprofessional Collaboration in Beka Village, Marawola, Sigi District aims to implement Family Assistance for Stunted Children within the context of Interprofessional Collaboration to reduce stunting prevalence in Beka Village, Sigi District. Partners in this community service initiative include the Beka Village Head, Posyandu Cadres, Midwives, Nutritionists, and Marawola Community Health Center Doctors. Community service methods involve collaboration among various healthcare professions Midwives, Nurses, Sanitarians, Nutritionists, Doctors and community members such as Cadres, PKK Mothers, and Village Officials. Implemented in Beka Village, Marawola District, Sigi District, from January 10-31, 2024. It began with a Focus Group Discussion between the Service Providers from the Health Polytechnic of the Ministry of Health in Palu and the Beka Village Head, followed by education for 20 mothers of stunted children and 10 Posyandu cadres, and a 15-day Family Assistance for Stunted Children. The Service Providers handed over 2 anthropometric measuring tools and healthy snack bars to the Beka Village Government. Results of community service showed increased knowledge and healthy behaviors among toddler families and a decrease in stunting rates in Sigi District. The conclusion of this program is that Interprofessional Collaboration can be an effective model in addressing stunting at the community level.
Edukasi Pola Makan Gizi Seimbang dan Pemberian PMT di Desa Lempe: Education on Balanced Nutrition Eating Patterns and Provision of Supplementary Feeding in Lempe Village Febrianti, Nuristha; Hardianti; Masufufah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 3 No. 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v3i2.3852

Abstract

Praktik pemberian makanan yang tidak tepat dapat mengakibatkan malnutrisi. Jenis Malnutrisi pada balita di Indonesia adalah perawakan pendek (stunted) dan sangat pendek (severely stunted). Dusun 5 Kambuno Desa Lempe Kabupaten Toli-Toli merupakan salah satu wilayah yang belum terbebas dari permasalahan balita stunting. Dari hasil observasi didapatkan beberapa pemicu terjadinya stunting ialah kurangnya pengetahuan ibu terkait pentingnya pola makan gizi seimbang serta jarangnya ibu membawa balitanya ke posyandu untuk memeriksakan kesehatan. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut tim pengabdian mengusulkan alternatif melalui kegiatan dengan topik edukasi pola makan gizi seimbang dan pemberian PMT. Tujuan pengabdian yaitu memberikan pengetahuan kepada ibu balita terkait pola makan gizi seimbang dan pentingnya pemberian PMT untuk pencegahan stunting. Metode pengabdian yaitu melalukan pretest, edukasi media leaflet, pos-test, dan pemberian PMT. Sasaran pengabdian adalah ibu yang memiliki balita. Dari hasil evaluasi didapatkan  didapatkan 9 ibu balita menjawab post-test dengan benar semua (100%).
Pengabdian Pendampingan Praktik Pemosisian Kepala Anak dalam Pengukuran Panjang Badan Anak Baduta di Kertajaya, Gubeng. Surabaya - Indonesia Hafid, Fahmi; Rusyadi, Luthfi; Taufiqurrahman; Mujayanto; Soesanti, Inne; Shofiya, Dian; Hatijah, Nur; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul; Intiyati, Ani; Nugroho, Riezky Faisal; Latifolia, Ergia; Ratnasari, Devi Eka; Halimah, Husnul; Wardana, Endra Tri Kusuma; Prionggo, Anang; Putri, Intan Maulina Alifia; Adhyanti; Sariman, Sarina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 3 No. 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v3i2.3895

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam pemosisian kepala dalam mengukur panjang badan anak di bawah dua tahun (baduta) di Posyandu Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Pengabdian dilakukan dengan menggabungkan teori dan praktik untuk meningkatkan akurasi pengukuran panjang badan. Kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya dan 30 Kader Surabaya Hebat (KSH) posyandu. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pengabdian, kader belum semuanya tepat ketika memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring dengan benar. Setelah mengikuti pengabdian, keterampilan kader memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring lebih baik. Penggunaan panduan pengukuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan demonstrasi langsung oleh dosen efektif dalam meningkatkan kompetensi kader. Temuan ini mendukung pentingnya pengabdian berkelanjutan untuk kader posyandu dalam rangka mendukung upaya penurunan prevalensi stunting dan peningkatan status gizi anak di Indonesia.
Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat melalui Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Kesehatan di Desa Kayutanyo, Kabupaten Banggai: Enhancing Community Health Literacy through Nutritional Education and Health Screenings in Kayutanyo Village, Banggai Regency Wijianto, Wijianto; Hasan, Sri Musriawati; Muhammad, Hana Yulianti; Dg. Mangemba; Adhyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 4 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v4i2.4128

Abstract

Kayutanyo Village, East Luwuk District, Banggai Regency, is an area with high potential risk for Non-Communicable Diseases (NCDs) triggered by unhealthy consumption patterns and lifestyles, and exacerbated by the characteristics of NCDs which are asymptomatic and have minimal clinical symptoms, so that they are often not recognized by the community. This community service activity aims to improve public health literacy through nutrition education, early detection of nutritional status and blood sugar level checks. The implementation method consists of anthropometric examinations, blood sugar level checks, and health education delivered interactively to the community. The results of the examination showed that 44.9% of participants had blood sugar levels above normal limits, while 39.2% of participants were overweight or obese. These findings indicate the need for sustainable community-based interventions in promotive and preventive efforts against NCDs. The education provided was responded to positively by the community and increased understanding of the importance of a balanced diet and regular health checks. This activity is expected to be an initial model that can be replicated in other areas with similar characteristics.

Page 4 of 4 | Total Record : 35