Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengabdian Pendampingan Praktik Pemosisian Kepala Anak dalam Pengukuran Panjang Badan Anak Baduta di Kertajaya, Gubeng. Surabaya - Indonesia Hafid, Fahmi; Rusyadi, Luthfi; Taufiqurrahman; Mujayanto; Soesanti, Inne; Shofiya, Dian; Hatijah, Nur; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul; Intiyati, Ani; Nugroho, Riezky Faisal; Latifolia, Ergia; Ratnasari, Devi Eka; Halimah, Husnul; Wardana, Endra Tri Kusuma; Prionggo, Anang; Putri, Intan Maulina Alifia; Adhyanti; Sariman, Sarina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 3 No. 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v3i2.3895

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam pemosisian kepala dalam mengukur panjang badan anak di bawah dua tahun (baduta) di Posyandu Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Pengabdian dilakukan dengan menggabungkan teori dan praktik untuk meningkatkan akurasi pengukuran panjang badan. Kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya dan 30 Kader Surabaya Hebat (KSH) posyandu. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pengabdian, kader belum semuanya tepat ketika memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring dengan benar. Setelah mengikuti pengabdian, keterampilan kader memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring lebih baik. Penggunaan panduan pengukuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan demonstrasi langsung oleh dosen efektif dalam meningkatkan kompetensi kader. Temuan ini mendukung pentingnya pengabdian berkelanjutan untuk kader posyandu dalam rangka mendukung upaya penurunan prevalensi stunting dan peningkatan status gizi anak di Indonesia.
Hubungan ASI Eksklusif, Makanan Pendamping ASI, Penyakit Infeksi dengan Kejadian Wasting pada Balita: Cross-Sectional Study: Correlation between Exclusive Breastfeeding, Complementary Feeding, Infectious Disease with Wasting among Toddlers: a Cross-Sectional Study Intiyati, Ani; Putri, Rany Dwi Yuliana; Edi, Imam Sarwo; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Soesanti, Inne; Pengge, Nuning Marina; Shofiya, Dian
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2SP.2024.1-8

Abstract

Background: Wasting, an acute nutritional deficiency, is assessed using weight-for-height with a z-score of <-2SD from growth standards. The prevalence of wasting in Puskesmas Kendit is 14.31%, with Kukusan Village at 29%. Objectives: This study examined the correlation between exclusive breastfeeding, Complementary Feeding (CF), infectious diseases, and wasting in young children. Methods: Conducted with a cross-sectional design, the study sampled 51 toddlers through simple random sampling and analyzed the data using Spearman's correlation. Results: Findings revealed no significant correlation between exclusive breastfeeding and wasting (p-value=0.105). However, there was a significant correlation between CF and wasting (p-value=0.026). Nutrient intake, including energy (p-value<0.001), protein (p-value<0.001), fat (p-value=0.002), and carbohydrates (p-value=0.025), was significantly correlated with wasting, as was the presence of infectious diseases (p-value=0.001). Conclusions: While exclusive breastfeeding tends to reduce wasting, appropriate CF and adequate intake of energy, protein, fat, and carbohydrates are associated with a lower prevalence of wasting. Recommended actions include improving exclusive breastfeeding practices, enhancing the quality of CF, and increasing preventive measures for infectious diseases.
Program literasi, senam hipertensi, dan pemeriksaan kesehatan lansia di Posyandu Abiyoso Polkesbaya Christyaningsih, Juliana; Supriyatin, Endah; Rusyadi, Luthfi; Sumasto, Hery; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul; Rokhmalia, Fitri; Islaha, Maria; Sholikah, Mar'atus; Pebianti, Melania Rizerda
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i2.2549

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia dapat mengalami penurunan fungsi tubuh baik secara fisik maupun psikologis. Penurunan fungsi tersebut dapat menjadikan lansia lebih rentan terhadap penyakit seperti penderita hipertensi dan Diabetes Melitus. Aktivitas fisik seperti senam hipertensi merupakan upaya yang dapat berperan dalam mengelola tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung serta berperan dalam relaksasi bagi lansia, selain itu, budaya literasi juga dapat membantu lansia dalam meningkatkan daya ingat. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam kegiatan posyandu lansia dilaksanakan pada tanggal 3 Januari 2024 di gedung Poltekkes Kemenkes Surabaya dan diikuti oleh 50 lansia. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain tensimeter untuk mengukur tekanan darah serta menggunakan Point Care of Test (POCT) untuk mengukur glukosa darah. Pada kegiatan ini lansia diikuti dengan karakteristik 70% partisipan berjenis kelamin perempuan dengan 32% partisipan memiliki tekanan darah yang tinggi serta 10% partisipan memiliki kadar glukosa darah yang tinggi.
Pelayanan Home Care Pada Pasien Hipertensi Di Kelurahan Kertajaya Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sewu Kota Surabaya Nugroho, Riezky Faisal; Wardani, Erika Martining; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i3.9333

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Surabaya. Gaya hidup yang tidak sehat dan minimnya edukasi menjadi faktor risiko yang memperparah kondisi pasien hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien serta keluarga pasien hipertensi melalui pelayanan home care. Metode kegiatan meliputi pengukuran status gizi, penyuluhan gizi seimbang, konseling, serta pemberian makanan tambahan (PMT) kepada pasien di Kelurahan Kertajaya, Puskesmas Pucang Sewu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 94% dan peningkatan sikap sebesar 88%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku positif pasien dan keluarga pasien hipertensi.
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN MISI NUSANTARA SURAKARTA Juliana Christyaningsih; Puspitadewi, Teresia Retna; Alberta, Lembunai Tat; Pengge, Nuning Marina; Siagian, Hotmaida; Mutiarawati, Diah Titik; Rahayuningsih, Christ Kartika; Kurniawan, Dedi; Lestari, Indah; Sumasto, Hery; Endarini, Lully Hani; Kiaonarni OW; Ira Puspita Sari; Evi Yunita N; Suliati; Darjati; Nur Hatijah; Khambali; Hadi Suryono; Demes Nurmayanti; Tatarini Ika Pipitcahyani; Astuti Setiyani; Siti Alfiah; Dina Isfentiani; Bambang Hadi Sugito; Retno Sasongkowati; Yusianti Silviani; N. S. Widodo
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.553

Abstract

Permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat adalah kaum marjinal yang terpinggirkan seperti anak terlantar, anak jalanan, pengemis, dan sebagainya. Salah satu upaya mengatasi masalah kaum marjinal yaitu dengan didirikan lembaga sosial berupa panti asuhan anak. Sejak masa pandemi, anak di Panti Asuhan Misi Nusantara Surakarta jarang mendapat layanan kesehatan dan ada keterbatasan ruang gerak anak-anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu panti asuhan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan penghuni dan pengelola Panti Asuhan Misi Nusantara di Surakarta. Metoda pelaksanaan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak, Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan Status Gizi Anak, penyuluhan cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan pengelola panti asuhan serta pelatihan penanggulangan bencana. Hasil pemeriksaan Kesehatan pada penghuni dan pengelola panti didapatkan sebagian besar (52,6 persen) penghuni panti berjenis kelamin laki-laki, hampir setengahnya berusia rata-rata 21-60 tahun, Sebagian besar (68,4 persen) tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, Sebagian besar (73,1 persen) berstatus gizi normal, hampir seluruhnya (94,4 persen) glukosa darah kurang dari 126 m/dL dan asam urat kurang dari 8 mg/dL. Secara umum keadaan warga panti asuhan dalam keadaan baik Social problems that often occur in society are abandoned children, street children, beggars, disabled people, neglected elderly, poor families, families with social problems, and so on. Children and poor people should have their human rights fulfilled by the State of Indonesia. However, in reality there are many children whose needs are not met, such as parents who are unable to provide for the child's needs or the child does not have parents. One effort to overcome this is to establish social institutions in the form of orphanages. Since the pandemic, children at the Mission Nusantara Surakarta Orphanage rarely receive health services and there is limited space for children to move. Theless than purpose of this community service is to assist the orphanage in monitoring the growth and development of residents and managers of the Mission Nusantara Orphanage in Surakarta. The implementation method is in the form of examinations on child growth and development, Counseling on Clean and Healthy Living, checking on the Nutritional Status of Children, counseling on how to brush their teeth properly, health checks for orphanage managers and training on disaster management. 6 percent) of the residents of the orphanage are male, almost half of them are aged 21-60 years, most (68.4 percent) have blood pressure less than 140/90 mmHg, most (73.1 percent) have normal nutritional status, almost all (94.4 percent) blood glucose less than 126 m/dL and uric acid less than 8 mg/dl. Similar activities are needed to see general body health and must be monitored periodically, so that the residents of the orphanage can find out their health status, especially now that they are still in a pandemic condition Covid-19
Acceptability and Iron Content of a Moringa (Moringa oleifera) and Soy-Based Cereal (Keloreal) for Anemia Prevention in Adolescent Girls in Indonesia Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Intiyati, Ani; Hafid, Fahmi; Amsal, Amsal; Segaran Balan, Santhra; Nurdiana, Shafa; Edi, Imam Sarwo; Pengge, Nuning Marina
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.491

Abstract

The prevalence of anemia in Indonesian adolescent girls reaches 15.5%. Blood supplement tablets are still not accepted by young women. This study was conducted to evaluate the acceptability and iron content of Keloreal. An experimental method was applied, utilizing a hedonic scale to assess attributes of taste, aroma, color, and texture, and the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method to determine iron content in the best formula. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test, followed by the Mann-Whitney test. The MS0 formulation received the highest overall hedonic scores. However, among the two treatment formulations, MS2 was more acceptable to the panelists due to its milder bitterness and less prominent moringa flavor, leading to better acceptance compared to MS1.  Iron levels measured using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method were 0.0596 mg/g for the MS2 formulation and 0.0756 mg/g for the control (MS0). Despite the lower iron concentration, MS2 is considered a potential alternative snack due to its elevated levels of complementary micronutrients that play a synergistic role in supporting iron metabolism and erythropoiesis.
Enhancing Disaster Nutrition Training in Surabaya, Indonesia: Aligning with Indonesia Ministry of Health's Healthcare Workforce Transformation Program Rusyadi, Luthfi; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Hafid, Fahmi; Soesanti, Inne; Shofiya, Dian; Hatijah, Nur; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul; Mujayanto, Mujayanto; Intiyati, Ani; Nugroho, Riezky Faisal; Latifolia, Ergia; Ratnasari, Devi Eka; Halimah, Husnul; Wardana, Endra Tri Kusuma; Prionggo, Anang; Putri, Intan Maulina Alifia; Sariman, Sarina
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i2.257

Abstract

The aim of this community service is to train the readiness of the community and academic community of Poltekkes Kemenkes Surabaya in facing disasters in Indonesia. The implementation method took place on May 6, 2024, at the Nutrition Department of Poltekkes Kemenkes Surabaya, involving 100 participants, including lecturers, students, and local residents. The training utilized interactive methods such as discussions, role play, and disaster simulations to enhance participants' understanding and engagement. The outcomes showed a significant improvement in disaster nutrition management skills in the Surabaya region. Participants not only gained theoretical knowledge of disaster nutrition but also practical skills applicable in real-life situations. Recommendations from this initiative include enhancing the provision of more in-depth training materials, using advanced technology for simulations, and improving logistical support for smoother implementation of future activities. This community service significantly contributes to enhancing the readiness of Poltekkes Kemenkes Surabaya and strengthening community resilience to disasters in Indonesia. For future community service activities, it is recommended to conduct more comprehensive implementations and involve a wider range of participants.
The Potential of Kalelo Yogurt as Supplementary Foods to Prevent Stunting Pengge, Nuning Marina; Sayuningsih, Eny; Ratna Sari, Devi Eka; Hindaryani, Nurul; Mujayanto; Sariman, Sarina; Hafid, Fahmi; Taufiqurrahman
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3700

Abstract

This study aims to determine the potential of kalelo yogurt as supplementary feeding to prevent stunting. This type of research was pre-experimental with the Post-test only design method with the yogurt formula treatment. The statistical analysis used was Complete Randomized Design (CRD) 3 X 2 followed by Duncan test to see the difference in each formulation. And the organoleptic test of kalelo yogurt was processed using the Analysis Of Variant (ANOVA) test and Duncan test to see the level of difference significant at α level of 0.05. Results: The best formula of kalelo yogurt based on nutrient content was F1, which was consumed simultaneously with other foods to increase its nutritional value. While organoleptic tests showed F3 as the best product, with a rating level of (somewhat dislike-neutral). Based on the test results, the panelists still did not like kalelo yogurt very much, as it can be seen from the results of panelist evaluations ranging from somewhat dislike to neutral (4-5). This could be due to the aroma, taste and texture that were different from a solid yogurt. With increasing incubation time, microbial activity increases and the number of microbes increases, resulting in the pH of the medium decreasing. The best kalelo yogurt product from organoleptic and nutrient content was F3 and F1, respectively. The nutritional, energy and micronutrient content of the three formulas were not significantly different. To fulfill the nutritional needs of sufficient numbers requirements, pregnant women are advised to consume several times a day accompanied by other foods.
Pemberdayaan Kader dan Inovasi Posyandu Keliling untuk Optimalisasi Pemantauan Pertumbuhan Balita di Desa Batukorogan, Bangkalan: Cadre Empowerment and Mobile Posyandu Innovation to Optimize Toddler Growth Monitoring in Batukorogan Village, Bangkalan Soesanti, Inne; Husni, Ervi; Pengge, Nuning Marina
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.1002

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dan kesadaran ibu balita dalam pemantauan pertumbuhan anak sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Batukorogan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 17 kader posyandu dan 21 ibu balita melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan tindak lanjut. Pelatihan diberikan kepada kader posyandu mengenai teknik pengukuran antropometri, plotting hasil pada Kartu Menuju Sehat (KMS), dan interpretasi status pertumbuhan. Sementara itu, edukasi kepada ibu balita difokuskan pada pentingnya pemantauan pertumbuhan, pola pengasuhan, dan praktik pemberian makan bayi dan anak yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader sebesar 85% (p=0,03) dan keterampilan sebesar 92% (p=0,03). Pengetahuan ibu balita juga meningkat sebesar 80,1%, meskipun tidak signifikan secara statistik (p=0,32), namun berdampak positif terhadap perubahan perilaku. Implementasi posyandu keliling berhasil meningkatkan cakupan D/S dari 68% menjadi 85%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan kader melalui pelatihan terstruktur dan inovasi posyandu keliling efektif meningkatkan kualitas pemantauan pertumbuhan anak dan memperkuat upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat