cover
Contact Name
Nia Kania
Contact Email
niakania.edupedia@gmail.com
Phone
+6282214483006
Journal Mail Official
jcos.edupedia@gmail.com
Editorial Address
https://journals.eduped.org/index.php/jcos/about/editorialTeam
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Community Service (JCOS)
Published by Edupedia Publisher
ISSN : 29856701     EISSN : 2964853X     DOI : 10.56855
Focus and Scope Articles published in JCOS: Journal of Community Service based on research such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning, Community Development. Service activities are organized into activities aimed at improving the welfare of the community. The purpose of publishing this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of community service.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 4 no. 4 (2026)" : 6 Documents clear
Pendampingan Literasi Menulis melalui Media Roda Baca Tulis Interaktif bagi Siswa Sekolah Dasar Bening Sri Palupi; Dini Lutfi Afifah; Mutiara Yuniana Hafsyah
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v4i3.2407

Abstract

Kemampuan literasi baca tulis merupakan fondasi penting dalam keberhasilan belajar siswa di sekolah dasar. Namun, hasil observasi di kelas III SD Negeri Magersari 1 menunjukkan bahwa 4 dari 9 siswa (44%) masih kurang tepat dalam menuliskan kata dan 5 dari 9 siswa (56%) masih memerlukan bimbingan dalam memahami kalimat panjang. Program pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan media Roda Baca Tulis Interaktif serta menganalisis hasil penggunaannya dalam meningkatkan ketepatan menulis kata dan kemampuan memahami kalimat pada siswa kelas III. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Mei 2026 di SD Negeri Magersari 1 dengan 9 siswa sebagai subjek. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tiga tahap: persiapan, pelaksanaan kegiatan pada dua level, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui catatan lapangan, pertanyaan lisan tidak terstruktur, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa setelah diberikan bimbingan, seluruh 9 siswa (100%) berhasil membetulkan kesalahan penulisan kata (peningkatan 44%) dan mampu memahami kalimat panjang (peningkatan 56%). Media ini terbukti efektif meningkatkan keterlibatan aktif dan kemampuan literasi siswa secara terpadu.
Edukasi Mitigasi Bencana melalui Model Teams Games Tournament (TGT) bagi Siswa SD Negeri 1 Nyalindung Rani Sugiarni; Zuber; Muhamad Akhrom; Salsa Faoziah; Ikhsan Kintara; Risma Rahmadani; Aditya Hadi Nugraha; Rendy Kurniawan
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v4i4.2427

Abstract

Edukasi mitigasi bencana gempa bumi dan gunung meletus melalui model Teams Games Tournament (TGT) bagi siswa SD Negeri 1 Nyalindung merupakan salah satu program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi dan gunung meletus yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur. Rendahnya pemahaman mengenai tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah bencana dapat meningkatkan risiko keselamatan siswa. Oleh karena itu, diperlukan edukasi mitigasi bencana yang disampaikan secara menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang meliputi pembentukan kelompok, penyampaian materi, permainan atau kuis edukatif, turnamen antarkelompok, simulasi tanggap bencana, pemberian penghargaan, dan penguatan materi. Materi yang disampaikan mencakup pengertian bencana dan mitigasi, karakteristik gempa bumi dan gunung meletus, potensi risiko bencana, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. Simulasi dilakukan untuk memberikan pengalaman praktis kepada siswa dalam merespons situasi darurat dan mengikuti prosedur keselamatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa siswa antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Penerapan TGT yang dipadukan dengan simulasi mendorong siswa untuk bekerja sama, berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan, serta mempraktikkan tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi bencana. Kegiatan ini memberikan edukasi preventif kepada siswa dan mendukung peningkatan pengetahuan dasar serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Dengan demikian, model TGT yang dipadukan dengan simulasi bencana dapat menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang menarik dan aplikatif dalam edukasi mitigasi bencana di sekolah dasar.
Edukasi dan Penerapan Sistem Bioflok Hemat Air Guna Mengurangi Pencemaran Limbah Budidaya di Aceh Besar Abdullah Abdullah; Yuri Gagarin; Muhammad Rusdi; Hanif Raihan; Hendra Yulisman
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v4i4.2433

Abstract

Mitra pengabdian di Gampong Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar, menghadapi permasalahan lingkungan berupa borosnya penggunaan air dan pencemaran limbah amonia akibat sistem budidaya lele konvensional. Selain itu, fluktuasi kualitas air memicu tingginya angka kematian ikan dan rendahnya produktivitas kelompok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan transformasi sistem budidaya konvensional menjadi sistem bioflok yang hemat air dan ramah lingkungan guna meningkatkan kapasitas produksi mitra. Metode pelaksanaan yang diterapkan menggunakan pendekatan Pendidikan dan Pelatihan Partisipatif (Participatory Training and Learning) serta Pendampingan Teknis Langsung (On-the-Job Technical Mentoring) yang dilaksanakan selama 8 bulan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan intensif rekayasa bioflok, pembangunan 3 unit kolam percontohan (2 kolam produksi dan 1 kolam pembibitan), serta pendampingan manajemen kualitas air. Hasil pelaksanaan program menunjukkan keberhasilan penerapan teknologi tepat guna sistem bioflok yang mampu menghemat penggunaan air hingga lebih dari 90% tanpa pergantian air berkala. Selain itu, program ini berhasil meningkatkan kapasitas tebar benih sebesar 100%, dari kondisi awal 500 ekor/kolam menjadi 1.000 ekor/kolam dengan target kelangsungan hidup (Survival Rate) mencapai lebih dari 90%. Melalui program ini, limbah organik amonia berhasil dikonversi menjadi pakan alami (flok) sehingga mengeliminasi risiko pencemaran lingkungan lokal secara signifikan. Pengabdian ini berhasil menciptakan ekosistem budidaya perikanan yang bersih, efisien, dan berkelanjutan bagi generasi muda desa.
Penguatan Kapasitas Guru Sekolah Dasar dalam Penyusunan Modul Ajar dan Media Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial melalui Canva AI Evi Lasmaida Sihombing; Zhafira Khairunnisa; Rifan Priananda; Serly Marta Gustika; Alif Ramadhan; Hanifah Hanifah; Tyo Ewa Putra; Aaliyah Najwa A.; Naya Suci Ramadhani; Muhammad Sabili Kemal; Alman Mauluddin; Nanda Shafa Salsabila; Mulia Akbar Santoso
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v4i4.2464

Abstract

Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai mata pelajaran pilihan menuntut kesiapan guru sekolah dasar dalam memahami materi dan menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan kapasitas awal guru melalui pelatihan penyusunan modul ajar dan media pembelajaran KKA berbantuan Canva AI. Pelatihan tatap muka selama satu hari di UPT SDN 01 Solok Bio Bio melibatkan 12 guru kelas 5. Pendekatan partisipatif meliputi sosialisasi, pemaparan konsep KKA, demonstrasi Canva AI, praktik mandiri, pendampingan, dan evaluasi reflektif. Data dihimpun melalui observasi partisipatif, dokumentasi draf produk, dan tanggapan lisan peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya draf modul ajar dan/atau media yang dihasilkan selama praktik, peserta mulai mengenali alur penggunaan Canva AI serta pentingnya memeriksa dan menyunting keluaran AI, dan kebutuhan pendampingan berbeda antarpeserta. Tantangan utama berupa variasi literasi digital, keterbatasan pemahaman konseptual KKA, serta dukungan perangkat dan jaringan. Karena kegiatan tidak menggunakan pre-test dan post-test terstandar maupun rubrik penilaian produk, hasil dilaporkan sebagai capaian deskriptif dan tidak digunakan untuk menyatakan besaran peningkatan kompetensi. Temuan menegaskan perlunya pendampingan berkelanjutan dan kendali pedagogis guru terhadap keluaran AI.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Sampah Partisipatif untuk Mewujudkan Desa Besih dan Wisata Berkelanjutan Tarantang Iqbal Pahdulrahman; Hersefia Jenika; Nadia Hastika; Fitriani Sundari; Elvi Gusmita; Salma Hanifa; Zahira Khairunnisa"; Raisya Fitria Zahra; Raihanul Zaqi Pratama; M. Hasbi Al-Masyhuri; Haris Hardi Alim; Boy Try Gusvianda; Mulia Akbar Santoso
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v4i4.2475

Abstract

Waste management is one of the important challenges in rural environmental development, especially in areas with tourism potential. Increasing community activities and tourist visits can produce a volume of waste which, if not managed properly, has the potential to reduce environmental quality, disrupt community comfort, and reduce the attractiveness of tourist destinations. This community service activity aims to increase community awareness, knowledge, skills, and participation in participation-based waste management as part of efforts to create clean villages while supporting sustainable tourism development. Activities are carried out through a participatory approach which includes problem identification, coordination with partners, socialization, waste sorting education, waste management training, direct practice, mentoring, monitoring, and evaluation. The target of the activity is village communities, youth groups, environmental managers, and community groups that are related to tourism activities. The participatory approach places the community not only as beneficiaries, but as the main actor in the process of planning, implementing, and sustaining waste management. The results of the activity are directed at the formation of community understanding of waste management from sources, increasing participation in maintaining environmental cleanliness, and strengthening waste management practices that support the comfort and sustainability of tourist areas. This activity shows that participation-based community empowerment can be a relevant strategy to integrate environmental, social, and tourism development aspects in a sustainable manner.
Pengembangan Peta Potensi Desa melalui Pemetaan Partisipatif Berbasis Sistem Informasi Geografis di Desa Pulau Gadang, Kabupaten Kampar Fadhilah Annisa Fitri; Naufal Ghufron Thohal Arrobi; Fauzan Mubarok; Irga Srikandi; Jenny Fadila Nawawi; Lili Rahmawati; Aidil Syafitra; Rikiawan Rikiawan; Sarah Sawitri; Setio Joelda; Yori Maharani Putri; Salman Salman
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v4i4.2488

Abstract

Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, memiliki potensi fisik-lingkungan, ekonomi, sosial-budaya, infrastruktur, dan pariwisata yang belum terintegrasi dalam basis data spasial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan peta mengembangkan potensi desa berbasis Sistem Informasi Geografis sebagai pendukung informasi dan perencanaan pemerintah desa. Metode deskriptif-spasial partisipatif dilakukan melalui kompilasi data, observasi lapangan, pencatatan koordinatif, konfirmasi dengan pemangku kepentingan, digitasi, integrasi atribut, klasifikasi tematik, dan validasi bersama. Hasil kegiatan berupa basis data geospasial dan peta tematik dalam lima kategori: fisik-lingkungan, ekonomi, sosial-budaya, infrastruktur, dan pariwisata. Keterlibatan pihak desa membantu memverifikasi objek dan atribut. Luaran dapat mendukung pembahasan pembangunan desa, namun memerlukan pembaruan data secara berkala dan penguatan kapasitas pengelolaan Sistem Informasi Geografis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6