cover
Contact Name
Ilham Hariaji
Contact Email
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Gedung Kampus 1 UMSU Jalan Gedung Arca Nomor 53 Medan Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pandu Husada
ISSN : 27160254     EISSN : 27160254     DOI : https://doi.org/10.30596/jph.v4i1
Jurnal Pandu Husada merupakan jurnal yang di kelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Divisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pandu Husada Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun (Januari-April-Juli-Oktober) Meliputi Bidang Kesehatan, Kedokteran.
Articles 204 Documents
Karakteristik Luka Akibat Kekerasan Fisik Yang Terjadi Di Dalam Rumah Tangga Yang Di Periksa Di RS. Bhayangkara TK Il MedanTahun 2017-2021 Sitorus, Rahma Aulia; Parinduri, Abdul Ghafar
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i2.21408

Abstract

Abstrak : Di Indonesia kekerasan pada perempuan di dalam rumah tangga masih di pandang biasa, dan masih di anggap sebuah dinamika kehidupan yang harus dijalani. Tidak semua perempuan rumah tangga yang berani melaporkan kekerasan yang dialaminya karena dianggap sebuah aib dalam keluarga yang tidak seharusnya diketahui orang lain. Adapun bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga, yakni: seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, penelantaran rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik akibat kekerasan fisik yang terjadi di dalam rumah tangga di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan Tahun 2017-2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif, menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis korban kekerasan dalam rumah tangga sebanyak 70 sampel. Kejadian kekerasan dalam rumah tangga yang terbanyak adalah tahun 2021 sebanyak 27 orang (38,6%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 64 orang (91,4%), usia korban paling banyak usia 31-40 tahun sebanyak 31 orang (44,3%), jenis luka terbanyak adalah luka tumpul sebanyak 67 orang (95,7%), lokasi luka terbanyak adalah pada mata sebanyak 31. Kesimpulan dari penelitian ini adalah korban kekerasan dalam rumah tangga yang di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan adalah perempuan berusia 31-40 tahun, jenis luka terbanyak adalah luka tumpul, lokasi luka terbanyak adalah pada mata.
Aktivitas Fisik Dan Kualitas Hidup Berhubungan Dengan Fungsi Kognitif Lansia Di Desa Dalu Sepuluh B Sihotang, Fildzah Atsil M; Surya, Anita
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.21789

Abstract

Abstrak: Kualitas hidup lansia berkaitan dengan kesehatan seperti fisik, mental, fungsi sosial, dan persepsi kesehatan. Aktivitas fisik dapat memengaruhi fungsi kognitif dan mengurangi risiko penurunan kognitif terkait usia. Tidak hanya secara fisik, lansia juga akan mengalami perubahan fungsi kognitif, mental, spiritual, dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup dengan fungsi kognitif pada lansia di Desa Dalu Sepuluh B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian analitik deskriptif dengan desain cross sectional di Dusun IV Desa B Dalu Sepuluh Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Hasil uji chi square diperoleh nilai P sebesar 0,015 (P 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif pada lansia di Desa Dulu Sepuluh B. Hasil uji tepat nelayan memperoleh nilai P sebesar 0,009 (P 0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kualitas hidup dan fungsi kognitif pada lansia di Dalu Sepuluh Desa B. Ada hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup pada fungsi kognitif lansia di Desa D Dalu Sepuluh B. 
Tingkat Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Berhubungan Terhadap Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu Pratiwi, Dea Destyamanda; Syafina, Ikhfana
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.22027

Abstract

Abstrak : Tuberkulosis (TB) ialah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan pada pasien penyakit tuberkulosis, yaitu dengan obat Anti-Tuberkulosis (OAT). Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting yang berpengaruh langsung terhadap kesembuhan pasien TB paru. Pengobatan TB paru membutuhkan durasi setidaknya 6 bulan, hal ini dapat mengakibatkan ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kepatuhan minum OAT terhadap kesembuhan pasien TB paru di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu dilakukan pada Oktober-Desember 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 31 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengolahan data menggunakan aplikasi statistika SPSS dengan menggunakan Chi-Square (p0,05). Hasil penelitian ini mayoritas pasien tingkat kepatuhan tinggi dinyatakan sembuh 26 orang (83,9%) pasien tingkat kepatuhan tinggi dinyatakan tidak sembuh 2 orang (6,5%), sedangkan tingkat kepatuhan sedang dinyatakan sembuh 1 orang (3,2%) pasien tingkat kepatuhan sedang dinyatakan tidak sembuh 2 orang (6,5%). Berdasarkan analisis data terdapat hasil yang signifikan (p=0,003) yang menunjukkan bahwa adanya hubungan tingkat kepatuhan minum OAT terhadap pasien TB paru di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. 
Konsumsi Allpukat (Perseal americana) Berpengaruh Terhadap Perubahan Gejala Mual Muntah Ibu Hamil Trimester I Dan II Hidayati, Nurul; Sinaga, Rahmanita
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i2.22355

Abstract

Abstrak: Mual dan muntah merupakan gejala yang umumnya sering terjadi dalam kehamilan, yaitu mempengaruhi 70-80% dari semua wanita yang hamil. Mual muntah merupakan masalah obstetrik yang umum terjadi sekitar 50-80% pada wanita hamil selama trimester pertama dan juga berlanjut hingga trimester II. Penyebab mual dan muntah pada ibu hamil masih belum diketahui secara jelas, namun faktor yang paling berperan adalah human Chorionic Gonadotropin (hCG). Sudah banyak penelitian yang menemukan bahwa vitamin B6 dapat membantu mengurangi gejalal mual dan muntah pada ibu hamil. Salah satu buah yang mengandung B6 aldalah alpukat (Perseal americana). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberialn alpukat terhadalp perubahan gejalal mual muntah pada ibu hamil trimester I dan II. Jenis penelitian ini menggunakan disain eksperimental dengan  pendekatan One Group Pre Test Post Test, analisis bivariat uji T berpasangan (uji dependent sample T test) yang mana data berdistribusi tidak normal (P 0,05) yang kemudian dilakukan uji Wilcoxon. Hasil analisis didapatkan nilai P-value sebesar 0.000 0.05. Maka dapat disimpulkan pada penelitian ini terdapat pengaruh konsumsi alpukat 135 gr terhadap derajat mual muntah pada ibu hamil trimester I dal II.
Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Terhadap Akses Menuju Puskesmas Lubuk Pakam Siregar, Pinta Pudiyanti; Bhuwana, Satya Candra; Toniara, Safriwan
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.22996

Abstract

ABSTRAK Keberadaan puskesmas sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh fasilitas kesehatan lainnya, seperti rumah sakit. Pemerataan pembangunan puskesmas dan distribusi tenaga kesehatan yang merata menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, kebijakan yang lebih baik terkait dengan pembangunan infrastruktur kesehatan, alokasi tenaga medis, serta peningkatan kualitas layanan puskesmas sangat diperlukan untuk meningkatkan akses masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang menghambat masyarakat dalam mengakses puskesmas, serta dampak dari keterbatasan akses tersebut terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan wawancara terbuka.    Penelitian ini memberikan pertanyaan kenpada sampel yang telah bersedia untuk dilakukan wawancaraa yang berssifat terbuka. Pengaruh perlakuan dilihat pada jawaban yang disampaikan oleh sampel terkait Faktor faktor yang mempengaruhi keterbatasan masyarakat terhadap akses menuju puskesmas Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lubuk PakamWaktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Analisa data dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari wawancara dan observasi dianalisis menggunakan analisis tematik . Hasil penelitian  disimpulkan bahwa keterbatasan masyarakat dalam mengakses transportasi menuju puskesmas dipengaruhi oleh berbagai factor yang saling terkait,antara lain factor geografis,ekonomi dan kebijakan pemerintah. Faktor geografis,seperti jarak yang jauh dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan utama. Meskipun puskesmas menyediakan layanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau, keterbatasan ekonomi, seperti biaya transportasi dan pengeluaran lainnya, turut memperburuk akses masyarakat. Di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam hal pemerataan pembangunan puskesmas dan distribusi tenaga medis berperan penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Ketersediaan puskesmas yang merata di seluruh wilayah,serta tenaga medis yang cukup dan berkualitas,sangat menentukan efektivitas pelayanan kesehatan ditingkat masyarakat.
Korelasi Ukuran Lingkar Penis Anak Usia 2-5 Tahun Dengan Berat Badan Menurut Tinggi Badan Lubis, Irfan Darfika; Wulandari, Ayu
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.22357

Abstract

Abstrak : Ukuran penis menjadi indeks penting untuk menunjukkan pertumbuhan seksual pada laki-laki yang ditentukan oleh hormon androgen, yaitu gonadotropin hipofisis. Ukuran lingkar penis cukup bervariasi berdasarkan usianya. Standar normatif untuk ukuran penis dapat berfungsi sebagai dasar untuk menentukan kelainan pada sistem genital atau endokrin dan untuk memulai pengobatan dini. Biasanya ukuran lingkar penis dihubungkan dengan berat badan atau tinggi badan seseorang, namun terdapat perbedaan pendapat dari pernyataan tersebut. Penis yang kecil juga menjadi masalah psikososial karena penis merupakan identitas jenis kelamin, posisi berkemih yang normal, serta untuk fungsi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Korelasi Ukuran Lingkar Penis Anak Usia 2-5 Tahun Dengan Berat Badan Menurut Tinggi Badan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional, sampel sebanyak 90 anak laki-laki usia 2-5 tahun berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji hipotesis didapatkan signifikansi  sebesar 0.485 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi ukuran lingkar penis dengan berat badan menurut tinggi badan. Selain itu, tidak adanya korelasi ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi senilai 0.075 yang hampir mendekati nol sehingga dapat dinyatakan tidak berkorelasi. Hal ini menunjukkan tidak adanya kecenderungan ukuran lingkar penis berdasarkan berat badan menurut tinggi badan. Penelitian dijumpai tidak ada korelasi ukuran lingkar penis anak usia 2-5 tahun dengan berat badan menurut tinggi badan. 
Olahraga Sebagai Intervensi Non-Farmakologis Pada Lansia Nasution, Sharlini Desfika; Rahmi, Rahmi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.23340

Abstract

Abstrak: Peningkatan populasi lansia global mengalami tantangan kesehatan, termasuk penurunan fungsi fisik, kognitif, dan kualitas hidup. Aktivitas fisik teratur, seperti functional training (FT) dan latihan aerobik, terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan kebugaran kardiorespirasi. Program ini mendukung kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari serta mengurangi risiko jatuh hingga 50%. Selain itu, latihan aerobik intensitas ringan hingga sedang dapat memperbaiki fungsi kognitif, termasuk daya ingat dan konsentrasi, serta menurunkan risiko gangguan kognitif. Olahraga juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental dengan mengurangi stres dan depresi melalui peningkatan aliran darah otak dan stabilitas emosional. Studi menunjukkan bahwa olahraga memiliki efektivitas yang sebanding dengan antidepresan pada lansia yang rentan. Dengan manfaat multidimensi ini, olahraga menjadi intervensi non-farmakologis yang penting untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental lansia serta kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Efektivitas Penggunaan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Primer Pada Mahasiswi Angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Akbar, Aidil; Sipahutar, Brigita Ramayanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.23350

Abstract

Abstrak: Nyeri menstruasi atau dismenore primer adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum dialami oleh wanita usia reproduksi, termasuk mahasiswi. Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Meskipun nyeri ini dianggap "normal," sebagian besar wanita merasa kesulitan mengatasinya tanpa penggunaan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan kompres hangat dalam menurunkan tingkat nyeri dismenore primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sebanyak 35 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah perlakuan kompres hangat. Mayoritas responden berusia 22 tahun (65,7%). Sebelum perlakuan, nyeri sangat berat dialami oleh 48,6% responden, sementara setelah perlakuan, nyeri ringan meningkat menjadi 40,0% dan nyeri sedang menjadi 42,9%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah perlakuan (Z = -4,621, p = 0,000). Penggunaan kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri dismenore primer. Intervensi ini dapat menjadi metode alternatif yang aman dan praktis bagi wanita yang ingin mengurangi keluhan nyeri menstruasi tanpa menggunakan obat-obatan
Perbandingan Tingkat Pengetahuan Siswa SMU Negeri 3 Medan Kelas XII Sebelum dan Sesudah Diberikan Edukasi Mengenai Seks Menyimpang Atau Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender Dan Resiko Penyakit Menular Seksual Sofyan, Nurul Aisyah; Suhaymi, Ery
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.23054

Abstract

Abstrak : (LGBT) merupakan perilaku penyimpangan seksual. Perilaku seksual Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender yang melakukan hubungan seksual dapat berisiko meningkatkan seseorang tertular atau menularkan penyakit infeksi menular seksual (PMS) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Berdasarkan estimasi Kemenkes tahun 2012, terdapat 1.095.970 homo atau gay yang di istilahkan LSL: lelaki seks dengan lelaki, baik yang tampak atau tidak. Lebih dari lima persennya atau sebanyak 66.180 mengidap HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata pengetahuan siswa SMA Negeri 3 Medan kelas XII mengenai seks menyimpang atau LGBT dan risiko penyakit menular sebelum dan sesudah diberi edukasi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional, menggunakan instrumen kuesioner. Pada hasil pengetahuan seks menyimpang atau LGBT dan risiko penyakit menular seksual didapatkan P-value 0,000 yang lebih kecil dari alfa level 0.05. Terdapatnya perbedaan yang signifikan untuk nilai rata-rata pengetahuan seks menyimpang atau LGBT dan risiko penyakit menular seksual sebelum dan sesudah diberi edukasi. 
Edukasi Memahami Secara Umum Penyakit Hipertensi Dan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas Lubis, Irfan Darfika; Nurmalinda, Nurmalinda; Khalil, Khairul Arkan; Izzah, Nurul; Richa, Putri; Putri, Nabila
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.22434

Abstract

Abstrak: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas normal dan penyebab kematian nomor satu di dunia dari tujuh juta penduduk setiap tahun. Kematian akibat penyakit hipertensi memang sering terjadi secara tiba- tiba dan sebagian masyarakat menyebutnya sebagai The Silent Killer ”Pembunuh diam- diam“. Di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2007, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas dan sebagai penyebab kematian nomor tiga setelah stroke dan tuberculosis. Beberapa penyakit saluran pernapasan seperti Infeksi saluran pernapasan atas melibatkan hidung, sinus, faring, laring, dan saluran pernapasan besar. Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam menggalakkan upaya pencegahan sangat diperlukan sehingga masyarakat sadar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan sosialisasi tentang gerakan masyarakat sehat di Balai Desa Dusun I Desa Lau Bakeri. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi. Dari hasil pemeriksaan yang telah  dilakukan terhadap 29 peserta di Dusun I, Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, diperoleh data bahwa mayoritas responden Hipertensi di Dusun I Desa Lau Bakeri relative tinggi dan sebagian besar responden berada pada kelompok usia 51-60 tahun yakni 20 orang (66,7%). Dapat disimpulakan bahwa (73,33%) memiliki tekanan darah tinggi diatas 120/90 mmHg, yang menunjukkan bahwa sebagian besar warga memiliki kontrol tekanan darah yang buruk sehingga risiko adanya penyakit hipertensi yang lebih serius pada warga.