cover
Contact Name
Ilham Hariaji
Contact Email
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Gedung Kampus 1 UMSU Jalan Gedung Arca Nomor 53 Medan Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pandu Husada
ISSN : 27160254     EISSN : 27160254     DOI : https://doi.org/10.30596/jph.v4i1
Jurnal Pandu Husada merupakan jurnal yang di kelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Divisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pandu Husada Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun (Januari-April-Juli-Oktober) Meliputi Bidang Kesehatan, Kedokteran.
Articles 204 Documents
Kebiasaan Merokok Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia Haliza, Syarifa; Yunafri, Andri
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.23670

Abstract

Abstrak : Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah perokok terbanyak didunia. Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian berupa Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan bagi yang tidak merokok juga bisa terjadi dari lingkungan yang terpapar asap rokok, Salah satu penyakit ISPA dapat menyerang segala kelompok usia di seluruh dunia yaitu pneumonia,   memerlukan  perhatian  yang  besar  oleh  karena  Case Fatality Rate yang  tinggi  dan  pneumonia  merupakan  infeksi  yang  mempunyai  andil  besar  dalam  morbiditas  maupun mortalitas  di  negara  berkembang.  Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian pneumonia. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mempunyai kebiasaan merokok dan sudah ditegakkan diagnosa penyakit pneumonia, yang telah diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, pengambilan sampel ini dilakukan melalui teknik total sampling. Sampel yang didapatkan sebanyak 49 orang dan mengisi kuesioner kebiasaan merokok. Pada penelitian ini dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan Chi Square, namun karena dari uji Chi Square didapatkan hasil yang tidak memenuhi syarat maka digunakan uji alternatif yaitu uji Spearman. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji Spearman didapatkan hasil P value 0.024 ( 0.05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan pneumonia pada pasien di RSU Haji Medan dan RSUD Drs. H. Amri Tambunan. 
Penyakit Diabetes Melitus Berhubungan Dengan Kejadian Herpes Zoster Harahap, Habib Al Rasyid; Roslina, Ance
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.21003

Abstract

Abstrak : Diabetes melitus merupakan salah satu faktor risiko herpes zoster. Beberapa studi menunjukkan insiden herpes zoster meningkat pada penyandang DM tipe 2 dibanding kontrol. Sekitar 13% kasus herpes zoster terjadi pada penyandang DM tipe 2. Hal tersebut karena adanya penurunan sistem imun spesifik pada penyandang diabetes sehingga mencetuskan reaktivasi dari virus Varicella zoster. Prevalensi herpes zoster tidak dipengaruhi oleh ras, jenis kelamin, atau musim. Insiden penyakit ini meningkat sejalan dengan pertambahan usia dan jarang ditemukan pada anak-anak. Herpes zoster dapat terjadi pada anak yang memiliki riwayat infeksi primer intrauterin, kondisi imunokompromi, dan yang terinfeksi varisela pada tahun pertama kehidupannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penyakit diabetes melitus dengan kejadian herpes zoster. Jenis penelitian yang digunakan yakni observasional analitik dengan pendekatan case control. Setelah dilakukan analisis uji statistik menggunakan uji Fisher Exact, didapatkan P value 0,017 dengan α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara DM dengan Kejadian Herpes Zoster. Terdapat hubungan yang signifikan antara   Diabetes melitus dengan kejadian herpes zoster.
Pelayanan Pemeriksaan Tanda Vital Tubuh Dan Gula Darah Sewaktu Dengan Praktik Pembuatan Minuman Sehat Jahe Merah - Gula Merah Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Lubis, Irfan Darfika; Maharani, Vivia; Ansori, Fajar; Zaki, Hafidz; Dwi, Adinda; Khairina, Khairina
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.23428

Abstract

Abstrak: Pemeriksaan tanda vital, seperti pengukuran suhu, frekuensi pernapasan, frekuensi nadi, dan tekanan darah (tensi), merupakan langkah penting dalam menilai kesehatan individu secara keseluruhan. Suhu tubuh adalah indikator awal dari adanya infeksi atau penyakit inflamasi, sementara berat badan dan tinggi badan digunakan untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT) yang merupakan parameter penting dalam menilai status gizi. Pemeriksaan tekanan darah juga sangat krusial karena dapat membantu mendeteksi hipertensi atau hipotensi yang berhubungan dengan berbagai kondisi kardiovaskular. Di sisi lain, konsumsi minuman sehat dapat mendukung upaya pencegahan penyakit. Salah satu minuman sehat yang memiliki manfaat kesehatan adalah jahe merah dengan gula merah. Jahe merah diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan, yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta memperbaiki pencernaan. Penggunaan gula merah sebagai pemanis alami tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga memberikan kandungan mineral seperti zat besi dan kalsium, yang lebih sehat dibandingkan gula putih. Dengan kombinasi ini, minuman jahe merah dengan gula merah menjadi alternatif yang baik untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, terutama dalam menjaga imunitas tubuh. Tulisan ini merupakan laporan kegiatan masyarakat dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan Senin, 02 September 2024 di Dusun I Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru. 
Ansietas Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Sedang Menjalankan Hemodialisis Di RSUD DRS. H. Amri Tambunan Andrean, Dymas; Tambunan, Asri Ludin
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.23390

Abstract

Abstrak: Penyakit ginjal kronik juga merupakan suatu masalah, baik secara fisik spiritual serta psikososial yang akan memengaruhi kualitas hidup, menurunkan tingkat kelangsungan hidup dan juga menyebabkan pikiran menjadi negatif yang dapat mengakibatkan kecemasan akan kematian. Kualitas hidup merupakan konsep yang dimiliki setiap individu yang dipengaruhi oleh nilai serta budaya pada lingkungan individu tersebut, kualitas hidup juga merupakan suatu konsep untuk mendapatkan hidup yang normal tentang tujuan hidup, standar serta perhatian spesifik terhadap hidup yang dialami. Hemodialisis merupakan proses pertukaran zat terlarut dan produk sisa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis di RSUD Drs. H. Amri Tambunan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik yang melibatkan 29 subjek penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ansietas dengan kualitas hidup pasien tersebut, hal ini dibuktikan dengan pengujian menggunakan analisis spearman correlation yang diperoleh angka signifikansi (p-value) lebih kecil dari 0.05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara ansietas dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalankan hemodialisa di RSUD Drs. H. Amri Tambunan serta untuk kekuatan hubungannya ada pada kategori kuat.
Infeksi Soil Transmitted Helminth Tidak Berhubungan Dengan Status Gizi Murid SD Negeri 106856 Tanjung Beringin Serdang Bedagai Sumatera Utara Hidayati, Rofi; Murlina, Nelli; Rahmat, Said Munazar; Zahara, Iqrina Widya
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.23178

Abstract

Abstrak: Soil Transmitted Helminth (STH) istilah yang mengacu pada sekelompok penyakit parasit yang disatukan oleh cacing nematoda yang kemudian ditularkan ke manusia melalui kontaminasi feses-oral. Menurut ikhtisar Dinas Kesehatan Sumatera Utara status gizi di masing-masing kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara pada tahun 2017, Kabupaten Serdang Bedagai memiliki angka gizi buruk sebesar 9,3%, gizi buruk 17,4% dalam hal ini menempati posisi ke-8 di Sumatera Utara.21 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara infeksi STH dengan status gizi di SD Negeri 106856 Tanjung Beringin, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian,  dari 126 sampel yang terinfeksi STH, 37 anak positif terinfeksi STH dan 89 anak negatif STH. Perhitungan status gizi menggunakan kurva CDC-NCHS 2000 yang menunjukkan 16 siswa yang terinfeksi cacing kekurangan gizi, 15 siswa bergizi sedang, 3 siswa kelebihan berat badan dan 3 siswa mengalami obesitas. Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan yang signifikan antara infeksi STH dengan status gizi pada siswa SD Negeri 106856 Tanjung Beringin, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Pemakaian Tabir Surya Berhubungan Dengan Kerusakan Kulit Wajah Akibat Sinar Matahari Pada Mahasiswa/i FK UMSU Daulay, Muammar Khadafy; Erisyawanty, Dian
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.24479

Abstract

 Abstrak: Indonesia merupakan negara tropis yang penuh dengan limpahan sinar matahari sepanjang tahunnya. Matahari dapat memancarkan berbagai macam sinar baik yang dapat dilihat (visible) maupun yang tidak dapat dilihat. Sinar matahari yang dapat dilihat adalah sinar yang dipancarkan dalam gelombang lebih dari 400nm, sedangkan sinar matahari dengan panjang gelombang 10nm- 400nm yang disebut dengan sinar UV tidak dapat dilihat dengan mata. Paparan sinar matahari secara berlebihan atau dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan berbagai macam kelainan kulit. penggunaan tabir surya topikal secara teratur dan cukup, mampu mencegah kerusakan kulit serta kanker kulit. Tabir surya merupakan kosmetik pelindung yang dapat menyaring dan menahan sinar matahari terhadap kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemakaian tabir surya dengan kerusakan kulit wajah akibat sinar matahari pada mahasiswa/i FK UMSU. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik secara potong lintang (cross-sectional), Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa/i FK UMSU dengan sampel sebanyak 32 subjek. Analisis data menggunakan analisis univariat dan multivariat. Hasil dari penelitian mengungkapkan, dari 32 mahasiswa sebanyak 59,4% mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari dengan tingkat kerusakan sedang, kemudian 31,3% mahasiswa mengalami kerusakan kulit dengan tingkat kerusakan yang baik dan 9,4% mahasiswa mengalami tingkat kerusakan kulit dengan tingkat buruk, uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (P-Value) lebih kecil dari 0.05 yaitu sebesar 0.019, sehingga dapat dinyatakan  bahwa terdapat hubungan pemakaian tabir surya dengan kerusakan kulit wajah akibat sinar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami kerusakan kulit sedang akibat paparan sinar matahari.     
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Medan Mutiara, Putri Sekar; Suryani, Des; Sinaga, Nurcahaya; Nasution, Yulia Afrina
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.24446

Abstract

Abstrak: Gizi merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, yang erat kaitannya dengan kesehatan dan kecerdasan seorang anak. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan, prevalensi masalah gizi di Indonesia balita kurang gizi sebanyak 17,7% yang terbagi atas gizi buruk 3,9% serta gizi kurang 13,8%. Sedangkan prevalensi masalah gizi di kota Medan yaitu gizi kurang sebanyak 4% dengan berat badan tidak seimbang dengan usia. Berbagai Faktor mungkin mempengaruhi kondisi gizi ini seperti faktor sosioekonomi, tingkat pengetahuan dan tingkat religiusitas orangtua, namun faktor manakah yang paling dominan yang menjadi penyebab gizi kurang perlu dipastikan agar dapat dilakukan upaya penyelesaian malsalah berdasarkan data. Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Medan. Penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan study cross sectional ini dilakukan melalui survey kepada orangtua siswa–siswi di Sekolah Dasar Muhammadiyah 19 Kota Medan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan orang tua memiliki nilai signifikan 0,575 0,05 artinya tidak terdapat hubungan penghasilan orang tua dengan status gizi anak, tingkat pengetahuan memiliki nilai p value = 0,000 0,05 artinya memiliki hubungaln dengan status gizi anak, dan tingkat religiusitas memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 0,05 artinya memiliki hubungan dengan status gizi anak. Tidalk terdapat hubungan antara penghasilan orang tua dengan status gizi anak serta terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan religiusitas orang tua dengan status gizi anak di SD Muhammadiyah 19 Kota Medan.
Fungsi Keluarga Dan Self-Esteem Berhubungan Dengan Simtom Kecemasan Pada Siswa SMA Tingkat Akhir Maharani, Vivia; Nurhasanah, Nurhasanah; Nuralita, Nanda Sari; Suryani, Des
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.23529

Abstract

Abstrak : Kecemasan merupakan suatu perasaan gelisah dan tidak bahagia yang kerap kali muncul pada diri seseorang ketika menghadapi suatu situasi yang tidak menyenangkan. Simtom kecemasan sering terjadi pada remaja seiring pertumbuhan seperti, merasa gelisah, cemas, jantung berdebar, tremor, berkeringat, mual, karena terlalu khawatir terhadap berbagai hal, termasuk prestasi sekolah, hubungan sosial, atau ketidakpastian tentang masa depan. Faktor internal self-esteem dan faktor eksternal fungsi keluarga adalah dua faktor yang dapat menyebabkan kecemasan. Penelitian ini menganalisis hubungan fungsi keluarga dan self-esteem dengan simtom kecemasan pada siswa SMA tingkat akhir dengan penelitian analitik desain cross-sectional melalui kuesioner Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS), Family APGAR, dan Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI) pada sampel 164 siswa. Data penelitian ini menggunakan uji univariat dan bivariat uji Spearman. Uji normalitas didapatkan nilai signifikan 0,001 (p0,05). Hasil uji korelasi Spearman diperoleh p=0.001(p0.05) dan koefisien korelasi -0.629 serta hubungan antara self-esteem dengan simtom kecemasan diperoleh p=0.001(p0.05) dan koefisien korelasi -0.548. Terdapat hubungan fungsi keluarga dengan simtom kecemasan, yaitu jika fungsi keluarga meningkat maka kecemasan akan menurun. Selain itu, terdapat juga hubungan self-esteem dengan simtom kecemasan, yaitu jika self-esteem meningkat maka kecemasan akan menurun pada siswa SMA tingkat akhir.
Tingkat Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Yang Rendah Pada Pasien Hipertensi Dan Masalahnya Di Puskesmas Pasar Merah Siregar, Pinta Pudiyanti; Adani Ichsan, Muhammad Raisan; Gustiansyah, Evan; Fitria, Nurul; Sari, Nikita; Sauma, Yusnita Nur
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.26013

Abstract

Abstrak: Hipertensi sudah menjadi masalah global karena prevalensinya yang semakin meningkat, Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140/90 mmHg, Kegagalan pengobatan bisa disebabkan dari ketidakpatuhan oleh berbagai faktor, melibatkan sistem layanan kesehatan, terapi farmakologis, penyakit pasien, status ekonomi, kesibukan dalam bekerja, lupa dosis obat yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan masalah yang mereka hadapi. Penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif untuk menilai tingkat kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi dan masalah ketidakpatuhan minum obat, pengambilan sampel dilakukan dengan metode nonprobability sampling, jenis consecutive sampling, tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuisioner Morisky Modifikasi Adherence Scale-8(MMAS-8). Data penelitian ini menunjukkan tingkat kepatuhan pasien berdasarkan skor yang diperoleh dari jawaban kuisioner pada 50 pasien hipertensi dengan skor kepatuhan rendah 28 (56 %), skor kepatuhan sedang 13 (26 %) dan tinggi 9 (18%). Sebagian besar tingkat kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi masih rendah sebanyak 56% dan masalah lupa minum obat sebanyak 34 responden.
Efektivitas Uji Salep Ekstrak Daun Kitolod (Isotoma Longiflora (L.) C. Presl) Dengan Salep Mupirocin 2% Terhadap penyembuhan Luka Sayat Dengan Pertumbuhan Aeromonas Hydrophilia Pada Tikus Putih Jantan Mutia, Ihda; Hamdani, Irfan; Andila, Yossi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.16707

Abstract

Abstrak: Luka adalah diskontinuitas atau kerusakan jaringan kulit yang terjadi akibat trauma benda tajam atau tumpul, bahan kimia, sayatan, gigitan serangga dan sejenisnya. Banyaknya jenis dan bentuk luka disesuaikan dengan efek dari luka tersebut, salah satunya adalah luka sayatan akibat sayatan. Daun kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presl) mengandung senyawa kimia yaitu saponin dan flavonoid. Jenis penelitian ini adalah true eksperimental dengan desain post test controlled group design. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas salep antibiotik yaitu salep mupirocin 2% dan ekstrak etanol daun kitolod (kontrol positif) dan kelompok yang diberikan salep basa (kontrol negatif). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan yang diberikan etanol Ekstrak daun kitolod konsentrasi 10% b/b, ekstrak etanol daun kitolod konsentrasi 15% b/b, dan ekstrak etanol daun kitolod konsentrasi 20% b/b memberikan efek penyembuhan luka paling cepat. yaitu selama 7 hari. Dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak etanol daun kitolod konsentrasi 10% b/b, konsentrasi 15% b/b, dan konsentrasi 20% b/b menunjukkan kesembuhan pada luka sayatan tersebut.