cover
Contact Name
Iswandi
Contact Email
wandii291@gmail.com
Phone
+6281363828971
Journal Mail Official
wandii291@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bundo Kanduang No. 142 Simpang Empat Pasaman Barat
Location
Kab. pasaman barat,
Sumatera barat
INDONESIA
At Tasyri'i Jurnal Prodi Perbankan Syariah
ISSN : 26153432     EISSN : 27150011     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal At TAsyrii adalah jurnal program studi Perbankan Syariah STAI YAPTIP Pasaman Barat yang mengkaji tentang ekonomi, Ekonomi ISlam dan Perbankan syariah, terbit dua kali dalam setahun (Januari Juni dan Juli Desember) yang dikelola oleh Program Studi Perbankan syariah STAI YAPTIP Pasaman Barat
Articles 65 Documents
Persepsi Generasi Z terhadap Efektivitas Mobile Banking Syariah dalam Transaksi Digital Ika Putri Nur Rizki
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v8i1.618

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam industri perbankan, termasuk pada sektor perbankan syariah. Mobile banking syariah hadir sebagai inovasi layanan digital yang memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam melakukan transaksi keuangan. Generasi Z sebagai generasi digital native menjadi kelompok yang memiliki peran penting dalam penggunaan layanan digital perbankan syariah karena memiliki tingkat adaptasi teknologi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi Generasi Z terhadap efektivitas mobile banking syariah dalam transaksi digital serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, artikel penelitian, dan laporan resmi yang diterbitkan pada rentang tahun 2021–2026. Proses penelitian dilakukan melalui tahapan identifikasi topik, penelusuran literatur, seleksi artikel, analisis data, dan sintesis hasil penelitian berdasarkan tema-tema yang relevan dengan mobile banking syariah dan perilaku Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi Generasi Z terhadap efektivitas mobile banking syariah cenderung positif. Faktor utama yang memengaruhi persepsi tersebut meliputi kemudahan penggunaan (ease of use), keamanan sistem, kualitas layanan digital, efisiensi transaksi, serta penerapan prinsip-prinsip syariah. Kemudahan akses layanan dan kualitas fitur aplikasi menjadi aspek yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan pengguna. Selain itu, keamanan data dan perlindungan transaksi digital juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan Generasi Z terhadap mobile banking syariah. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai syariah seperti transparansi dan bebas riba menjadi nilai tambah yang memperkuat minat penggunaan layanan perbankan syariah berbasis digital. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mobile banking syariah memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai layanan transaksi digital yang efektif, modern, dan sesuai dengan kebutuhan Generasi Z. Oleh karena itu, perbankan syariah perlu terus meningkatkan inovasi teknologi, kualitas layanan digital, dan sistem keamanan agar mampu meningkatkan kepuasan serta loyalitas nasabah di era transformasi digital.
Konsep Keseimbangan Pasar dan Mekanisme Harga dalam Ekonomi Islam Novi Susanti; Dina Aulia
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2024
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keseimbangan pasar barang dalam ekonomi Islam didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan kepatuhan terhadap hukum syariah. Dalam perspektif ini, pasar tidak hanya dilihat sebagai mekanisme penyeimbang antara penawaran dan permintaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memastikan distribusi kekayaan yang adil dan menjaga kesejahteraan sosial. Artikel ini menjelaskan konsep keseimbangan pasar dalam Islam, yang berbeda dari sistem ekonomi konvensional dengan menekankan pada etika bisnis, larangan riba, gharar (spekulasi), serta praktik monopoli. Selain itu, intervensi pemerintah dalam ekonomi Islam bertujuan untuk mencegah distorsi pasar dan melindungi hak-hak konsumen serta produsen. Studi ini juga membahas peran lembaga pengawasan seperti hisbah dalam menjaga integritas pasar. Melalui analisis ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana keseimbangan pasar barang diterapkan dalam kerangka ekonomi Islam, serta relevansinya dalam sistem ekonomi modern.
Analisis Perkembangan Sistem Keuangan Syariah di Indonesia Fawza Rahmat
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2024
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah sistem yang mengelola uang sedemikian rupa supaya terarah dan terorganisir dinamakan dengan sistem keuangan. Hal ini bertujuan untuk menjadikan fungsi dari uang sesuai dengan teorinya. Uang menjadi faktor penentu dalam kesejahteraan sosial (social walfare) dan juga merupakan jawaban dari tujuan sistem keuangan syariah.Masyarakat yang tidak sejahtera atau miskin tidaklah sepenuhnya diartikan sebagai pihak yang malas. Namun, pihak yang tidak mendapat akses untuk kehidupan yang lebih baik. Sistem keuangan Islam adalah sistem keuangan paling cocok untuk mengentaskan kemiskinan di dunia. Tak hanya warga muslim, sistem keuangan syariah ini juga bisa dimanfaatkan non Muslim di seluruh dunia.Sistem keuangan syariah tidak bertujuan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, tapi bagaimana kehidupan lebih baik bisa dicapai bersama. Keuangan syariah juga menghadirkan solusi berupa konsep tolong menolong sesama manusia untuk bisa terarah menjalankan tujuan manusia untuk memperoleh falah oriented.
Eksistensi dan Perkembangan UMKM dalam Perspektif Ekonomi Islam: Studi Kasus Industri Tahu Bandarejo Agung Putra Arrahman; Fawza Rahmat; Fajar Budiman
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal At Tasyri'i Juli-Desember 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v8i2.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi dan perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) industri tahu Bandarejo serta mengkaji penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam aktivitas usaha tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peranan UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta besarnya kontribusi industri rumah tangga dalam penguatan ekonomi lokal. Di sisi lain, perkembangan UMKM juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kenaikan harga bahan baku, keterbatasan modal usaha, dan persaingan pasar yang semakin ketat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana UMKM industri tahu mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi dengan tetap menerapkan nilai-nilai ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik usaha, pekerja, dan masyarakat sekitar yang terlibat dalam aktivitas usaha Pabrik Tahu Bandarejo. Teknik analisis data menggunakan model analisis Miles, Huberman, dan Saldaña, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pabrik Tahu Bandarejo mampu mempertahankan eksistensinya sebagai UMKM industri rumah tangga yang berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar melalui penyediaan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Perkembangan usaha dipengaruhi oleh stabilitas permintaan pasar, kualitas produk, dan hubungan baik dengan pelanggan. Namun demikian, usaha ini juga menghadapi beberapa kendala, seperti kenaikan harga kedelai impor, keterbatasan modal usaha, dan persaingan antarprodusen tahu. Dalam perspektif ekonomi Islam, aktivitas usaha yang dijalankan telah mencerminkan beberapa prinsip ekonomi Islam, seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab sosial, dan keadilan terhadap pekerja maupun konsumen. Penerapan nilai-nilai tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha di tengah tantangan ekonomi yang ada. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi semata, tetapi juga dipengaruhi oleh penerapan nilai-nilai etika dan sosial sesuai prinsip ekonomi Islam. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pengembangan UMKM melalui akses permodalan, pelatihan usaha, dan penguatan pemasaran agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Analisis Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah pada Pembiayaan Murabahah (Studi Kasus di Cabang Bank Syariah di Pasar Padang Tujuh) Desnia Putri; Erik Afriyuda; Novi Susanti
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal At Tasyri'i Juli-Desember 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v8i2.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian pembiayaan bermasalah pada pembiayaan murabahah di salah satu cabang bank syariah di Pasar Padang Tujuh. Pembiayaan murabahah merupakan salah satu produk pembiayaan yang paling banyak digunakan dalam perbankan syariah karena memiliki sistem akad yang sederhana, transparan, dan memberikan kepastian jumlah angsuran kepada nasabah. Namun demikian, dalam pelaksanaannya pembiayaan murabahah juga menghadapi risiko pembiayaan bermasalah (non performing financing) yang dapat mempengaruhi stabilitas operasional bank syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pimpinan cabang, staf pembiayaan, account officer, dan nasabah pembiayaan murabahah. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab pembiayaan bermasalah pada pembiayaan murabahah adalah menurunnya pendapatan usaha nasabah, kerugian usaha, kondisi ekonomi yang tidak stabil, serta lemahnya pengelolaan keuangan nasabah. Sebagian besar nasabah yang mengalami pembiayaan bermasalah merupakan pelaku usaha mikro dan pedagang kecil dengan pendapatan yang tidak stabil. Dalam menyelesaikan pembiayaan bermasalah, pihak bank lebih mengutamakan pendekatan persuasif dan musyawarah melalui komunikasi langsung dengan nasabah. Bentuk penyelesaian yang paling sering dilakukan adalah restrukturisasi pembiayaan berupa rescheduling, reconditioning, dan restructuring agar nasabah tetap mampu menyelesaikan kewajibannya sesuai kemampuan ekonomi mereka. Selain melakukan penyelesaian pembiayaan bermasalah, pihak bank juga melakukan upaya pencegahan melalui analisis kelayakan pembiayaan yang lebih ketat, monitoring usaha nasabah, dan pembinaan kepada nasabah pembiayaan murabahah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelesaian pembiayaan bermasalah pada pembiayaan murabahah di cabang bank syariah di Pasar Padang Tujuh telah dilakukan sesuai prinsip syariah dengan mengedepankan nilai keadilan, musyawarah, dan pendekatan kekeluargaan.
Peranan Perbankan Syariah dalam Meningkatkan Kewirausahaan bagi Pengusaha Mikro di PT .Padang Distribusindo Raya Elvira Enjelika; Yossi Eriawati; Mutia Purwayanti
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal At Tasyri'i Juli-Desember 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v8i2.623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan perbankan syariah dalam meningkatkan kewirausahaan bagi pengusaha mikro di PT Padang Distribusindo Raya. Pengusaha mikro memiliki peranan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal usaha, rendahnya kemampuan manajerial, dan minimnya akses terhadap lembaga keuangan formal. Dalam kondisi tersebut, perbankan syariah hadir sebagai alternatif lembaga keuangan yang menyediakan pembiayaan usaha berbasis syariah serta memberikan dukungan pengembangan usaha bagi pengusaha mikro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak perbankan syariah, pengusaha mikro, dan pihak manajemen PT Padang Distribusindo Raya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki peranan yang cukup penting dalam meningkatkan kewirausahaan pengusaha mikro melalui penyediaan pembiayaan usaha, edukasi keuangan syariah, dan pendampingan usaha. Pembiayaan syariah membantu pengusaha mikro menambah modal usaha, meningkatkan stok barang dagangan, memperluas usaha, dan meningkatkan pendapatan usaha. Selain itu, penggunaan akad syariah memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengusaha mikro karena transaksi dilakukan secara transparan dan sesuai prinsip Islam. Perbankan syariah juga memberikan motivasi dan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu mengelola usaha dengan lebih baik. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti rendahnya pemahaman pengusaha mikro mengenai produk pembiayaan syariah, keterbatasan kemampuan pengelolaan usaha, dan ketidakstabilan pendapatan usaha. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi keuangan syariah, kemudahan akses pembiayaan, serta penguatan program pendampingan usaha agar peranan perbankan syariah dalam meningkatkan kewirausahaan pengusaha mikro dapat berjalan lebih optimal.
Peranan Perbankan Syariah dalam Meningkatkan Kewirausahaan bagi Pengusaha Mikro Di Pasaman Barat Ilhamdi; Sesra Budio; Muhammad Aminuddin
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal At Tasyri'i Juli-Desember 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v8i2.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan perbankan syariah dalam meningkatkan kewirausahaan bagi pengusaha mikro di Pasaman Barat. Perbankan syariah merupakan lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam seperti keadilan, bagi hasil, dan larangan riba. Kehadiran perbankan syariah diharapkan mampu membantu pengusaha mikro dalam memperoleh akses pembiayaan usaha serta meningkatkan perkembangan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Namun, dalam praktiknya masih terdapat beberapa kendala seperti rendahnya literasi keuangan syariah dan keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengusaha mikro, pihak perbankan syariah, dan tokoh masyarakat di Pasaman Barat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki peranan penting dalam meningkatkan kewirausahaan pengusaha mikro di Pasaman Barat. Pembiayaan syariah membantu masyarakat memperoleh tambahan modal usaha sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, jumlah produksi, dan pendapatan masyarakat. Selain itu, sistem pembiayaan berbasis bagi hasil dinilai lebih adil dan sesuai dengan kondisi usaha masyarakat kecil dibandingkan sistem bunga pada perbankan konvensional. Perbankan syariah juga memberikan pendampingan dan edukasi kepada pengusaha mikro sehingga membantu meningkatkan semangat kewirausahaan masyarakat. Namun demikian, peranan perbankan syariah dalam pengembangan usaha mikro masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat mengenai produk dan mekanisme pembiayaan syariah serta keterbatasan akses layanan perbankan syariah di masyarakat. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan kewirausahaan bagi pengusaha mikro di Pasaman Barat melalui pembiayaan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan usaha agar peranan perbankan syariah dalam mendukung perkembangan usaha mikro dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Pandangan Ekonomi Islam terhadap Minat Beli Melalui Online Shop di Pasaman Barat Imma Lailatunil Khoiroh; Syofrianisda; Mahamadaree Waeno
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal At Tasyri'i Juli-Desember 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v8i2.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan ekonomi Islam terhadap minat beli masyarakat melalui online shop di Kabupaten Pasaman Barat. Perkembangan teknologi digital dan internet telah membawa perubahan besar dalam aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam kegiatan jual beli secara daring (online shopping). Kemudahan akses, variasi produk, dan efisiensi transaksi menyebabkan minat masyarakat terhadap belanja online semakin meningkat. Namun demikian, dalam perspektif ekonomi Islam, aktivitas jual beli melalui online shop harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah, seperti kejujuran, keterbukaan informasi, kejelasan akad, serta terhindar dari unsur gharar, penipuan, dan praktik yang merugikan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas masyarakat pengguna online shop, pelaku usaha daring, serta tokoh masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat beli masyarakat melalui online shop di Pasaman Barat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kemudahan transaksi, harga produk yang lebih terjangkau, variasi produk yang lebih banyak, serta efisiensi waktu dan tenaga. Selain itu, promosi melalui media sosial dan layanan pembayaran digital juga menjadi faktor yang mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap belanja online. Dalam perspektif ekonomi Islam, aktivitas jual beli melalui online shop diperbolehkan selama memenuhi prinsip-prinsip syariah, seperti adanya kerelaan antara penjual dan pembeli, kejelasan produk, harga, dan sistem pembayaran, serta tidak mengandung unsur penipuan dan ketidakjelasan (gharar). Akan tetapi, hasil penelitian juga menunjukkan masih terdapat beberapa praktik yang belum sesuai dengan prinsip ekonomi Islam, seperti ketidaksesuaian barang dengan deskripsi produk, keterlambatan pengiriman, dan kurangnya transparansi informasi produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan online shop memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan minat beli masyarakat di Pasaman Barat. Namun demikian, pelaksanaan transaksi jual beli online perlu tetap memperhatikan nilai-nilai etika dan prinsip ekonomi Islam agar tercipta transaksi yang adil, aman, dan memberikan keberkahan bagi penjual maupun pembeli.
Strategi Edukasi Keuangan Syariah dalam Mencegah Masyarakat Terjerat Pinjaman Online Maisarah Leli; Yossi Eriawati; Novi Susanti
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v8i1.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi edukasi keuangan syariah dalam mencegah masyarakat terjerat pinjaman online. Perkembangan teknologi keuangan digital telah memudahkan masyarakat memperoleh akses pembiayaan secara cepat, praktis, dan tanpa jaminan. Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan risiko, terutama ketika masyarakat belum memahami bunga, biaya layanan, denda keterlambatan, risiko gagal bayar, serta perbedaan antara pinjaman online legal dan ilegal. Dalam perspektif keuangan syariah, pinjaman online berbasis bunga menjadi persoalan penting karena berkaitan dengan praktik riba, perilaku konsumtif, dan lemahnya pengelolaan keuangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat, pelaku UMKM, tokoh agama, akademisi ekonomi syariah, dan pihak lembaga keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat umumnya telah mengetahui keberadaan pinjaman online, tetapi pemahaman mereka terhadap risiko bunga, denda, penagihan, dan penyalahgunaan data pribadi masih terbatas. Edukasi keuangan syariah berperan penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar menghindari transaksi ribawi, mengelola keuangan secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memilih alternatif pembiayaan yang legal dan sesuai prinsip syariah. Strategi edukasi yang efektif dapat dilakukan melalui masjid, majelis taklim, sekolah, perguruan tinggi, media sosial, lembaga keuangan syariah, dan pendampingan UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi keuangan syariah memiliki fungsi preventif, korektif, dan solutif dalam mencegah masyarakat terjerat pinjaman online.
Analisis Unsur Riba dalam Praktik Kredit Motor Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Mutia Purwayanti; Erik Afriyuda; Riska Arya Rofa
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v8i1.631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur riba dalam praktik kredit motor berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah. Kredit motor merupakan salah satu bentuk pembiayaan yang banyak digunakan masyarakat karena memberikan kemudahan dalam memiliki kendaraan tanpa harus membayar secara tunai. Namun, praktik kredit motor perlu dikaji secara kritis karena di dalamnya terdapat tambahan pembayaran, perbedaan harga tunai dan harga kredit, denda keterlambatan, serta perjanjian pembiayaan yang belum sepenuhnya dipahami oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap konsumen kredit motor, pihak dealer, perusahaan pembiayaan, tokoh agama, dan akademisi hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kredit motor tidak secara otomatis dihukumi riba apabila dilakukan melalui akad jual beli angsuran yang jelas, harga disepakati sejak awal, margin transparan, dan tidak terdapat bunga berjalan. Namun, praktik kredit motor berpotensi mengandung unsur riba apabila tambahan pembayaran didasarkan pada bunga atas pinjaman uang, denda keterlambatan menjadi keuntungan perusahaan pembiayaan, serta terdapat ketidakjelasan akad antara konsumen, dealer, dan lembaga pembiayaan. Rendahnya pemahaman konsumen terhadap isi perjanjian juga menimbulkan potensi gharar karena konsumen sering hanya memperhatikan uang muka dan cicilan bulanan tanpa memahami total harga kredit, biaya tambahan, dan ketentuan denda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keabsahan kredit motor dalam hukum ekonomi syariah sangat bergantung pada substansi akad dan mekanisme pelaksanaannya. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan literasi hukum ekonomi syariah agar mampu membedakan antara jual beli angsuran yang dibolehkan dan pinjaman berbunga yang dilarang.