cover
Contact Name
Iswandi
Contact Email
wandii291@gmail.com
Phone
+6281363828971
Journal Mail Official
wandii291@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bundo Kanduang No. 142 Simpang Empat Pasaman Barat
Location
Kab. pasaman barat,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Al Kahfi : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27155730     EISSN : 26204312     DOI : -
Al-Kahfi adalah Jurnal Pendidikan Agama Islam dengan kajian pendidikan agama Islam, terbit dua kali dalam setahun (Edisi Januari-Juni dan Juli-Desember), yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI-YAPTIP Pasaman Barat.
Articles 74 Documents
Tanggungjawab Dosen Pada Perguruan Tinggi Sriwardona
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2022): July
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i2.14

Abstract

Dosen merupakan tombak keberhasilan mahasiswa dan tumpuan dalam rangka mencetak generasi guru yang professional. Dosen yang dimaksudkan mempunyai eksistensi yang penting pada perguruan tinggi dalam melaksanakan tanggungjawabnya secara professional. Dosen idealnya melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian secara berkala dan menyebarluaskannya melalui karya tulisnya. Karya tulis dosen yang terpublikasi cenderung berkaitan erat dengan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Pengaruh Zakat terhadap Pertumbuhan Ekonomi Islam Hilmi
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2022): July
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i2.15

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan zakat dalam perspektif ekonomi Islam. Zakat dalam ekonomi Islam mempunyai potensi yang signifikan, maka dari itu Pemerintah harus benar-benar memperhatikan bagaimana kondisi ekonomi masyarakat guna mencapai kesejahteraan hidup. Zakat dapat menjadi solusi utama yang dapat diterapkan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan memeratakan kesenjangan yang terjadi dalam masyarakat. Sehingga zakat tidak hanya dikatakan sebagai nilai agama yang wajib bagi umat Islam, akan tetapi zakat juga dapat dikatakan sebagai nilai yang mempunyai manfaat pada perekonomian dengan sangat signifikan.
Pengaruh Zakat terhadap Pertumbuhan Ekonomi Islam Novialdi; Agung Putra Arrahman
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2022): July
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i2.16

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan zakat dalam perspektif ekonomi Islam. Zakat dalam ekonomi Islam mempunyai potensi yang signifikan, maka dari itu Pemerintah harus benar-benar memperhatikan bagaimana kondisi ekonomi masyarakat guna mencapai kesejahteraan hidup. Zakat dapat menjadi solusi utama yang dapat diterapkan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan memeratakan kesenjangan yang terjadi dalam masyarakat. Sehingga zakat tidak hanya dikatakan sebagai nilai agama yang wajib bagi umat Islam, akan tetapi zakat juga dapat dikatakan sebagai nilai yang mempunyai manfaat pada perekonomian dengan sangat signifikan.
Nilai-Nilai Asas Pemilihan Umum dalam Islam Mita Fitria
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2022): July
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i2.17

Abstract

The intent and purpose of conducting this research is to understand how the principles of general elections, abbreviated as elections in Indonesia, are in accordance with Islamic teachings or values ​​or not and how their implementation in the field is fully in accordance with existing values ​​or in accordance with the hope that has been stated in the principles of general elections. This research is a form of library research as well as field or field research which is qualitative in nature and uses descriptive methods. As for the primary data, namely the public, books, articles about democracy or elections, as well as phenomena that exist in the field or that occur. The results found in the research on the principles of assessment are: the principles of elections are in accordance with existing Islamic values, be it direct, general, free, honest, secret, fair, then for implementation in the field there are still incompatible values which apply to implementation in the field, for example there is party verification that is not in accordance with regulations, the occurrence of money politics carried out by unscrupulous election organizers so that it becomes an election matter.
Penanaman Nilai-Nilai Toleransi Antar Umat Beragama Rahayu Eka Putri; Yulda Dina Septiana; Salman
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2022): July
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i2.25

Abstract

Dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa : Penanaman nilai toleransi beragama siswa melalui budaya sekolah di SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama melalui 3 tahap, yaitu: Tahap Transfer nilai, pada tahap ini SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama mengintegrasikan pada kebijakan sekolah yaitu termuat dalam misi sekolah, peraturan sekolah yang termuat dalam tata tertib kelas, dan slogan, Tahap transaksi nilai, pada tahap ini SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama mengitegrasikan melalui kegiatan keteladanan, Tahap transinternalisasi nilai, pada tahap ini terlihat saat siswa SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama terlibat dalam kegiatan hari besar keagamaan serta hubungan antar teman. Kendala yang dialami oleh guru dalam menanamkan nilai toleransi beragama siswa melalui budaya sekolah ialah masih adanya siswa yang bersikap terlalu fanatik terhadap agama. Solusi untuk kendala tersebut adalah guru dan orang tua harus ekstra dalam mendidik dan memahamkan siswa/anak bahwa nilai toleransi beragama itu sangat penting. Faktor Pendorong Penanaman Nilai-Nilai Toleransi Antar Umat Beragama di SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama. Faktor pendorong terjadinya penanaman nilai nilai toleransi atar umat beragama karena siswa di SD S Anwar Karim III PT Agrowiratama terdiri dari berbagai agama, jadi perlu rasanya untuk menanamkan sikap toleransi agar terciptanya kerukunan dan kedamaian.
Peranan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Ar Rayhan dalam Pembinaan Akhlak Anak di Ranting Bamban Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Zainal Bahri; Lutfiyani
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2022): July
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i2.27

Abstract

Fakta anak-anak di Desa Ranting Bamban Jorong Sigunanti Kecamatan Kinali memiliki sikap kurang hormat kepada orangtua, guru maupun teman-temannya. Dan untuk mengatasinya pun dapat dilakukan dengan diberikannya pembinaan akhlak pada diri anak tersebut. Sedangkan dalam pembinaan akhlak ini tidak hanya dapat dilakukan oleh lembaga formal dan informal saja melainkan juga lembaga non formal yang ada di masyarakat, yaitu TPA. TPA adalah lembaga non formal yang selain mengajarkan Al-Qur’an juga mengajarkan ibadah, aqidah dan akhlak. Dan telah terbukti adanya perubahan sikap anak setelah mengikuti pendidikan di TPA tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan cara observasi, wawancara terhadap beberapa narasumber dan dokumentasi terkait Pembinaan Akhlak Anak di Ranting Bamban Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa TPA Ar Rayhan mempunyai peranan dalam pembinaan akhlak anak. Hal ini terlihat adanya perubahan sikap anak-anak yang lebih baik dari sebelumnya. Dan pembinaan akhlak anaknya dapat dilakukan melalui: mengajarkan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai tajwidnya, mengajarkan tata cara dan hafalan bacaan shalat serta diajarkannya materi tentang akhlak dengan menggunakan kitab Akhlaqul Banin. Adapun dalam membina akhlak anak dapat menggunakan beberapa metode, yaitu: metode ceramah, privat, klasikal, pembiasaan, keteladanan, dan pengawasan. Faktor pendorong pembinaan akhlak di TPA terdiri dari: dukungan orangtua, motivasi anak dan lingkungan masyarakat. Sedangkan faktor penghambat pembinaan akhlak anak terdiri dari: media massa khususnya media elektronik yaitu handphone dan televisi yang menjadikan anak kurang berakhlak serta salah dalam memilih teman untuk bergaul.
Pendidikan Ketakwaan Dalam Al-Qur’an Heri Surikno
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2021): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v6i1.32

Abstract

Kata takwa sudah lumrah dalam kehidupan pendidikan, khususnya di Indonesia. Takwa merupakan tujuan pendidikan nasional seperti yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Diserapnya kata takwa dari ajaran Islam menjadi bagian pendidikan nasional perlu dikaji dari perspektif al-Quran dan Hadis, sehingga dapat secara maksimal diterapkan dalam seluruh aktivitas pendidikan tersebut. Al-Qur’an mengambil kata takwa sebanyak 259 kali dengan beragam derivasi dan makna. Aspek kuantitas ini juga sebagai isyarat bahwa secara kualitas, takwa mesti dipahami secara utuh. Baik dari sisi definisi, sumbernya dari al-Qur’an dan Hadis, ragam perintah takwa dalam al-Qur’an, proses menuju takwa dan sifat orang yang bertakwa serta impilkasinya dalam pendidikan. Memahami pendidikan takwa dan implikasinya dalam pendidikan dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi ayat-ayat tentang takwa, membaginya berdasarkan tematik pembahasan dan memahami isi kandungannya dari perspektif tafsir dan mencari hubungan dan implikasinya dalam pendidikan.
Pelaksanaan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Yona Afnoria Fitri; Sriwardona; Novi Susanti
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2021): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v6i1.33

Abstract

Model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan model yang digunakan guru Sejarah Kebudayaan Islam di MAN 1 Pasaman Barat yang dapat memberi motivasi dan keaktifan dalam proses pembelajaran terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga mendorong penulis untuk meneliti model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang dilakukan guru. Jenis penelitian ini field research atau penelitian lapangan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) diantaranya persiapan yang matang oleh guru Sejarah Kebudayaan Islam, pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) yang didukung oleh kemampuan guru sehingga siswa antusias mengikutinya. Faktor pendukung terlaksanya adalah guru Sejarah Kebudayaan Islam yang bagus dalam pengelolaan kelas, siswa kelas XI yang memiliki antusias yang tinggi, media yang mudah didapat dan diaplikasikan, serta sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya minat baca siswa, waktu pembelajaran yang singkat, serta media yang kurang memadai.
Pendidikan Karakter Berbasis Multikultural Di Pondok Pesantren Darussalam Pinagar Pasaman Barat Sriwardona; Abdul Wahid
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2021): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v6i1.34

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena peserta didik berasal dari berbagai budaya yang berbeda seperti Minang, Mandailing dan Jawa, keterbatasan pengetahuan santri/santiwati tentang karakter dan kebiasaan masing-masing suku yang berpeluang menimbulkan perpecahan, masalah yang cukup besar, dan untuk melihat pendidikan karakter yang diberikan kepada santri/santriwati di Pondok Pesantren Darussalam Pinagar Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, siswa,kepala sekolah,wakil kepala sekolah, buku dan dokumen. Untuk mencapai tujuan ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan data lapangan dan analisa penelitian, dapat dideskripsikan bahwa Dasar-dasar dikembangkannya Pendidikan Karakter Berbasis Multikultural di Pondok Pesantren Darussalam Pinagar (PPDP) adalah karena peserta didik berasal dari beragam suku, bahasa, kebiasaan dan tingkat pendidikan, dan PPDP merupakan lembaga pendidikan yang bertanggungjawab atas pendidikan karakter peserta didiknya.Tujuan Pendidikan Karakter Berbasis Multikultural di Pondok Pesantren Darussalam Pinagar adalah mengembangkan potensi kalbu/nurani afektif peserta didik sebagai manusia,mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai universal tentang religisitas, menanamkan kepemimpinan dan tanggungjawab, mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif dan berwawasan, dan mengembangkan lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar yang nyaman, jujur, penuh kreatifitas dan persahabatan dan kebangsaan yang tinggi.Metode Pendidikan Karakter Berbasis Multikultural di Pondok Pesantren Darussalam Pinagar adalah keteladanan, pembiasaan, memberi nasehat, motivasi dan intimidasi, kisah. Kompetensi tenaga pengajar dalam mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Multikultural adalah kompetensi kepribadian guru, kompetensi paedagogik guru, kompetensi social, kompetensi profesional guru.
Impementasi Pendidikan Nilai-Nilai Karakter di Sekolah Herina Yanti
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2021): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v6i1.35

Abstract

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab II pasal 3 dinyatakan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan pendidikan nasional tersebut tampak ideal dan jika dapat diwujudkan, maka akan dihasilkan manusia yang utuh, sempurna, terbina seluruh potensi jasmani, intelektual, emosional, sosial dan sebagainya. Sehingga ia dapat diserahkan tanggung jawab untuk mengemban tugas baik yang berkenaan dengan kepentingan pribadi, masyarakat dan bangsa. Namun dalam praktik, ternyata tujuan pendidikan nasional belum sepenuhnya tercapai. Hal itu mengakibatkan lulusan yang dihasilkan belum mencerminkan perilaku-perilaku yang diharapkan oleh tujuan nasional tersebut.