cover
Contact Name
Edi Laukin
Contact Email
kultura@kolibi.org
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
kultura@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 29855624     DOI : -
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi). Kultura memuat hasil-hasil penelitian di bidang ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan tulisan-tulisan dalam bidang ilmu sosial dan humaniora yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Kultura menerima tulisan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif dari akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa yang relevan dengan topik ilmu sosial dan humaniora.
Articles 696 Documents
PERADABAN ISLAM PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN Darmawan, Andika; Arafat , Hanif Yusril; Negoro , Galih Satrio; Al Faruq , Umar
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang peradaban Islam pada masa khulafaur Rasyididn. Fokus penelitian ini membahas tentang Khulafaur Rasyidin, kepemimpinan pada masa khalifah Abu Bakar, Umar, Ustman, dan Ali, serta kontribusi masa Khulafaur Rasyidin dalam peradaban Muslim. Hasil dari penelitian ini antara lain: Pertama, Khulafa Rasyidin bermakna pengganti-pengganti Rasul yang cendekiawan. Penggagas nama Khulafa Rasyidin adalah orang-orang muslim yang paling dekat dengan Rasul setelah meninggalnya beliau. Empat tokoh sepeninggal Rasul itu merupakan orang yang selalu mendampingi Rasul ketika beliau menjadi pemimpin dan dalam menjalankan tugas. Kedua, dalam kepemimpinan Abu Bakar, ia melaksanakan kekuasaannya bersifat sentral; kekuasaan legislative, eksekutif, dan yudikatif terpusat di tangan Khalifah. Ia juga melaksanakan hukum, dan selalu mengajak sahabat-sahabat besarnya untuk bermusyawarah. Kepemimpinan Umar bin Khattab menerapkan prinsip demokratis dalam kekuasaan yaitu dengan menjamin hak yang sama bagi setiap warga Negara. Kepemimpinan Ustman membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota. Ia juga membangun jalan-jalan, jembatan-jembatan, masjid-masjid, dan memperluas masjid di Madinah. Prestasi yang terpenting masa Khalifah Ustman adalah menulis kembali al-Quran yang telah ditulis pada zaman Abu Bakar.
MAKKAH DAN MADINAH SEBAGAI PUSAT PERADABAN AWAL ISLAM: SEBUAH KAJIAN HISTORIS Ikhrom, Dalail Jalal; Hafizzi , Muhammad Faqih; Al-Faruq , Umar
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Makkah dan Madinah sebagai pusat peradaban awal Islam melalui pendekatan historis. Periode Makkah ditandai oleh awal dakwah Nabi Muhammad SAW yang menghadapi tantangan sosial, budaya, dan politik di tengah masyarakat Quraisy yang sarat tradisi jahiliyah. Dakwah pada fase ini berfokus pada pembentukan fondasi teologis dan spiritual yang menjadi dasar peradaban Islam. Sementara itu, periode Madinah mencerminkan transformasi signifikan dari dakwah menuju pembentukan komunitas politik dan sosial yang terorganisir. Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah tidak hanya menjadi titik balik strategis dalam penyebaran Islam, tetapi juga menandai awal munculnya negara Islam pertama yang berlandaskan hukum syariat. Studi ini menyoroti faktor-faktor utama yang berkontribusi pada keberhasilan transformasi ini, termasuk diplomasi, konsolidasi umat, dan penerapan Piagam Madinah. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis terhadap sumber-sumber sejarah utama, penelitian ini menunjukkan bahwa Makkah dan Madinah memiliki peran integral dalam membentuk peradaban Islam yang terus berpengaruh hingga saat ini. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya kedua kota suci tersebut dalam perspektif sejarah peradaban Islam.
TRADISI PERTUNJUKAN CALEMPONG OGOUNG SEBAGAI PENGIRING PENCAK SILAT DI PULAU BELIMBING, KABUPATEN KAMPAR Ma'rufa, Siti Nur; Pratiwi , Zahrah Ade; Wulandari , Aprilia Dwi; Rafli , Muthia; H , Hairunnisa.; Elmustian , Elmustian
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan berfokus pada pertunjukan musik calempong ogoung dalam pencak silat. Terbuat dari logam berbentuk gong kecil, calempong ogoung menghasilkan nada ritmis yang digunakan untuk mengiringi gerakan silat, menciptakan harmoni antara musik dan aksi. Dalam konteks silat, calempong ogoung tidak hanya berfungsi sebagai unsur hiburan, namun juga sebagai alat komunikasi yang menyampaikan pesan-pesan tertentu melalui pola pukulan. Tempat diadakannya calempong ogoung adalah di halaman atau gazebo. Ada 5 musisi dari calempong ogoung yang akan turut serta dalam penampilan tersebut. Penonton pertunjukan musik calempong ogoung di Pencak Silat terdiri dari anak-anak, orang tua, dan remaja. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana calempong ogoung dalam Pencak Silat di Pulau Berimbin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan permainan musik calempong ogoung dan pertunjukan Pencak Silat serta mengungkap dampaknya terhadap pelestarian budaya lokal. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Menurut hasil penelitian, pertunjukan musik calempong ogoung dalam Pencak Silat biasa dipentaskan pada acara pernikahan, niknik mamak, festival, dan lain-lain.
ANALYSIS OF SLANG LANGUAGE TYPES IN "THE WOLF OF WALL STREET (2013)" MOVIE Fahira, Ayuke Nurul; Sagala, Change Destiny; Siagian, Chyntia Riquella; Zahro, Liya Aminatu
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyelidiki penggunaan bahasa gaul dalam film The Wolf of Wall Street (2013) menggunakan klasifikasi jenis bahasa gaul Eric Partridge. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai istilah bahasa gaul yang digunakan oleh karakter-karakter dalam film untuk mencerminkan hierarki sosial, budaya anak muda, dan lingkungan persaingan profesi pialang saham. Melalui analisis kualitatif transkrip film, penelitian ini mengkategorikan bahasa gaul menjadi 11 jenis: Cockney, Public House, Workmen’s, Tradesmen’s, Art, Publicity, Theatre, Public School and University, Society, Medical, dan Soldier’s slang. Studi ini mengungkapkan bahwa bahasa gaul Society adalah yang paling umum, mewakili 17,07% dari total bahasa gaul yang digunakan, sementara bahasa gaul Tradesmen’s dan Public School and University adalah yang paling jarang, masing-masing mewakili 2,44%. Temuan ini menyoroti bagaimana bahasa gaul berfungsi sebagai alat sosiolinguistik, yang mencerminkan identitas profesional dan budaya dalam film tersebut.
MENGUAK KEJAYAAN ISLAM DI SPANYOL: KISAH DI BALIK KOTA CORDOBA YANG GEMILANG Malik, Muhammad Abdul; Barzanji , Akhmad Al; Al Faruq , Umar
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peradaban Islam di Andalusia, khususnya Kota Cordoba, pernah mencapai puncak kejayaannya. Namun, kegemilangan ini tidak berlangsung selamanya. Artikel ini akan mengupas secara mendalam faktor-faktor yang menyebabkan naik turunnya kekuasaan Islam di wilayah tersebut, mulai dari penaklukan awal hingga runtuhnya terakhir. Analisis akan difokuskan pada dampak perang saudara, intervensi kekuatan asing, dan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Andalusia. Selain itu, artikel ini juga akan membahas kontribusi peradaban Islam di Andalusia terhadap dunia, serta pelajaran berharga yang dapat diambil dari sejarahnya.
PERLINDUNGAN WARTAWAN SEBAGAI PIHAK SIPIL DALAM KONFLIK BERSENJATA MENURUT HUKUM HUMANITER Putri, Maisa; Al-Qarany, Rian Rabbani
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan wartawan sebagai pihak sipil dalam konflik bersenjata menurut hukum humaniter. Melalui pendekatan normatif dan deskriptif analitis, penelitian ini mengeksplorasi aturan hukum internasional yang melindungi wartawan di zona konflik, serta pertanggungjawaban pidana terhadap pelanggaran hukum humaniter yang melibatkan pembunuhan dan penganiayaan wartawan. Analisis ini menyoroti perlindungan yang diberikan oleh Konvensi Den Haag 1907 dan Konvensi Jenewa 1949, serta peran Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dalam mengadili pelanggaran hukum humaniter.
ANALISIS YURIDIS PERAN TAMBANG TIMAH ILEGAL SEBAGAI SUMBER MATA PENCAHARIAN EKONOMI MASYARAKAT PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Kusumawati, Indah; Ramadani , Ramadani
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya tulisan ini akan menganalisis beberapa faktor yang merupakan peran pada relasi keterkaitan antar aktivitas penambangan timah ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salah satunya adalah faktor dari hukum lingkungan yang mana hukum lingkungan sangat berperan dalam kesejahteraan mengenai lingkungan pertambangan yang ada di wilayah Bangka Belitung ini yang dilakukan secara ilegal pada masyarakat setempat. Pertambangan sendiri sudah menjadi salah satu sektor utama dalam pertumbuhan ekonomi terutama di Indonesia dengan segala kontribusi yang sangat relevan terhadap produk-produk domestik bruto atau pendapatan negara kita sendiri. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi suatu daerah penghasil timah terbesar di Indonesia tetapi aktivitas penambangan telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan pada lingkungan tersebut peraturan perundang-undangan Nomor 32 Tahun 2009 khususnya pada pasal 3 yang mengatur mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup mewajibkan bahwa setiap industri pertambangan harus mematuhi standar lingkungan dan operasi mereka, peraturan ini biasanya berlaku dan mencakup beberapa aspek seperti perizinan pengelolaan limbah dan konservasi daya alam yang mana ada penerapan sanksi bagi pelanggarnya atau pengawasnya yang mana penelitian ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang sudah ditentukan penulis dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian secara normatif empiris yaitu mengkaji beberapa data-data literatur yang sudah ada dalam penelitian terdahulu. hasil penelitian sendiri menyimpulkan bahwasanya pemerintah bangga berhitung harus memberikan pembelajaran kepada masyarakat bahwa pengusaha industri pertambangan untuk selalu mengajukan izin pertambangan sebelum melakukan aktivitas pertambangan.
MENYIKAPI PERADABAN ISLAM DI ASIA TENGGARA Laila, Alfil; Elfakhira, Athiyah; Yuliza, Danish Rahma; Al-Faruq, Umar
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i11.4394

Abstract

Islam di Asia Tenggara memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak abad ke-13, ketika pedagang dan penyebar agama dari Timur Tengah, India, dan China membawa ajaran Islam ke wilayah ini. Proses penyebaran Islam di Asia Tenggara sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, politik, dan budaya setempat. Islam di Asia Tenggara berkembang melalui pendekatan yang sangat kontekstual dan adaptif, memadukan ajaran agama dengan tradisi lokal, sehingga menciptakan bentuk-bentuk Islam yang khas di berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, dan sebagian Filipina. Di Indonesia, misalnya, Islam tidak hanya diterima sebagai agama, tetapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan sosial dan politik, yang tercermin dalam berbagai praktik keagamaan, seni, dan budaya lokal. Meskipun ada perbedaan dalam cara beragama antara negara-negara di Asia Tenggara, umumnya terdapat kesamaan dalam prinsip dasar Islam, seperti tauhid, syariah, dan khilafah. Namun, faktor-faktor eksternal, seperti pengaruh kolonialisme Barat, serta tantangan modernitas dan globalisasi, turut membentuk dinamika perkembangan Islam di kawasan ini. Abstrak ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai perjalanan sejarah, perkembangan, dan kontribusi Islam dalam membentuk identitas sosial dan budaya di Asia Tenggara, serta tantangan dan peluang yang dihadapi umat Islam di era kontemporer.
PERADABAN DUNIA SEBELUM ISLAM: ARAB JAHILIYAH, ROMAWI TIMUR DAN PERSIA Chaidar, Aly; Thoyyibah, Aisyah Firjatut; Maulidiyah, Abha Minha; Danannafsa, Nanda Maziyya; Al Faruq , Umar
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peradaban Arab Jahiliyah merujuk pada kondisi masyarakat Arab sebelum Islam, yang digambarkan sebagai masa kebodohan dan kesesatan. Pada periode ini, tatanan sosial kacau, dengan ketimpangan sosial, perang antar suku, dan kebiasaan buruk seperti perjudian, khamr, dan riba. Dalam Al-Qur'an, konsep jahiliyah dibagi dalam tiga aspek: ketuhanan, syariat, dan akhlak. Masyarakat saat itu tidak mengenal agama yang benar, dan kehidupan mereka didominasi oleh sistem kesukuan. Islam membawa perubahan besar dengan memperkenalkan tatanan sosial yang lebih adil.Di sisi lain, peradaban Romawi Timur (Bizantium), setelah pemisahan Kekaisaran Romawi pada 395 M, berperan penting dalam menjaga warisan Romawi dan menyebarkan agama Kristen Ortodoks. Masa kejayaannya terjadi pada pemerintahan Kaisar Yustinianus I, yang terkenal dengan "Corpus Juris Civilis." Kekaisaran ini bertahan meskipun diserang berbagai kelompok barbar, hingga jatuh pada 1453 M ke tangan Kesultanan Utsmaniyah.Peradaban Persia, di bawah Dinasti Sasanid, terus berperang dengan Romawi Timur, terutama pada masa pemerintahan Yustinianus. Masyarakat Persia menganut agama Zoroaster dengan fokus pada dualisme antara Tuhan baik dan jahat. Seni dan budaya Persia berkembang pesat, meninggalkan banyak warisan arsitektur dan seni. Ketiga peradaban ini, meskipun berbeda, menunjukkan perkembangan dunia kuno yang dipengaruhi agama dan budaya mereka, serta bagaimana mereka bertransformasi atau berakhir dengan kedatangan Islam.
EKSISTENSI HUKUM PERAN PEMERINTAH DALAM PERKEMBANGAN DESA EKOWISATA (STUDI KASUS DESA EKOWISATA KASEPUHAN CIBEDUG BANTEN) Azhar, Muhammad; Prakoso, Arta Usamah; Adhan, Achmad Maulana; Akbar, Raihan
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i11.4398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan ekowisata di Desa Kasepuhan Cibedug, serta untuk mengeksplorasi eksistensi peraturan hukum dalam mendukung perkembangan destinasi ekowisata. Desa Kasepuhan Cibedug, yang memiliki potensi besar dalam sektor ekowisata, menghadapi tantangan serius dalam hal pengelolaan dan pengembangan, terutama terkait dengan kurangnya peran aktif pemerintah dan infrastruktur yang terbatas. Penelitian ini mengidentifikasi dua masalah utama, yaitu (1) bagaimana peran pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan ekowisata di desa tersebut, dan (2) bagaimana peraturan hukum dapat mendukung perkembangan ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memiliki peran yang sangat minim, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang mendukung ekowisata. Meskipun masyarakat setempat aktif dalam menjaga lingkungan dan budaya, keterlibatan mereka dalam pengelolaan ekowisata masih terbatas. Selain itu, eksistensi peraturan hukum, seperti Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, memiliki peran penting dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, namun implementasinya di lapangan masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah yang lebih aktif dalam memperbaiki infrastruktur, memberikan pelatihan kepada masyarakat, dan mengimplementasikan peraturan yang ada untuk mengoptimalkan potensi ekowisata di Kasepuhan Cibedug.