cover
Contact Name
Edi Laukin
Contact Email
kultura@kolibi.org
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
kultura@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 29855624     DOI : -
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi). Kultura memuat hasil-hasil penelitian di bidang ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan tulisan-tulisan dalam bidang ilmu sosial dan humaniora yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Kultura menerima tulisan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif dari akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa yang relevan dengan topik ilmu sosial dan humaniora.
Articles 696 Documents
TRADISI SEKUJANG SUKU SERAWAI DI AMBANG KEPUNAHAN Herera, Niken Penia
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekujang merupakan tradisi tahunan yang diadakan oleh masyarakat Suku Serawai di Kabupaten Seluma dan juga masyarakat di Kepahyang tradisi ini bertujuan untuk mendoakan jemo putus (orang yang putus silsilahnya, orang mati karena kecelakaan, orang yang mati namun tidak ditemukan mayatnya, dan lainnya). Tradisi sekujang dulunya dilaksanakan tidak kurang dari tujuh desa di Kabupaten Seluma dan Kepahyang. Penelitian ini merupakan hasil usaha dokumentasi Sekujang sebagai sastra lisan yang terancam punah. Data mengenai sejarah, asal usul, tata cara Sekujang, dan pergeseran nilai yang terjadi dalam sekujang diperoleh melalui sumber yang menyatakan dengan cara wawancara dengan teknik simak cakap dan juga mencari sumber yang memiliki pembahasan yang sama mengenai tradisi Sekujang. Selain itu observasi dan dokumentasi untuk merekam dan menunjukkan kondisi sebenarnya dalam ritual Sekujang. Hasil penelitian berhasil menemukan bahwa hilangnya adat Sekujang di beberapa desa salah satunya diakibatkan oleh meninggalnya ketua yang membawa pengetahuan tentang tradisi Sekujang sehinggatradisi sekujang jarang terlihat lagi. Tradisi Sekujang dilakukan dalam memaknai dari beberapa cerita leluhur yang memiliki nilai-nilai moral budaya lokal sehingga ditradisikan menjadi tradisi Sekujang.
KEINDAHAN ALAM DALAM TRADISI DAN ADAT JAWA TIMUR Mauludya, Dita; Rasmuin, Rasmuin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengakji hubungan antara keindahan alam Jawa Timur dengan tradisi, adat istiadat, seni dan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen alam seperti pegunungn, pantai, dan kawah vulkanik tidak hanya menjadi objek wisata tetapi juga menjadi inspirasi dalam kepercayaan, filosofi, dan pelestarian budaya lokal. Selain itu, artikel ini menganalisis pengaruh keindahan alam terhadap berbagai bentuk seni tradisional dn tradisi pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengkaji berbagai sumber pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen terkait. Analisis dilakukan dengan mngklasifikasi,menyusun, dan menginterpretasikan data untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur memandang alam sebagai entitas spiritual yang dihormati melalui berbagai tradisi, seperti Yadnya Kasada, sedekah bumi, dan nyandran. Keindahan alam juga menjadi inspirasi dalam seni tradisional seperti Reog Ponorogo dan musik gamelan. Selain itu, pelestarian alam yang dilakukan melalui adat istiadat tidak hanya menjaga keberlanjutan lingkungan tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam sebagai landasan keberlanjutan budaya dan lingkungan.
HARMONISASI PENGEMBANGAN USULAN STANDAR HALAL GLOBAL DI ERA 5.0 SOCIETY Magfiratun, Siti; Jamil , M. Mukhsin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Era 5.0 Society yang dipenuhi teknologi digital dan transformasi global, industri makanan dan produk halal menghadapi tantangan harmonisasi standar global yang semakin mendesak. Perbedaan signifikan dalam definisi halal, persyaratan sertifikasi, dan metode pengujian antar-negara telah menciptakan hambatan dalam perdagangan internasional dan memunculkan ketidakpastian bagi produsen serta konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Era 5.0 Society memengaruhi pentingnya harmonisasi standar halal global dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan menganalisis tren konsumen yang semakin cerdas dan eksigen terkait produk halal, penelitian ini akan mengidentifikasi peran teknologi, terutama blockchain, dalam memantau rantai pasokan dan memverifikasi status halal produk secara transparan. Harmonisasi standar halal di Era 5.0 Society bukan hanya masalah industri, tetapi juga isu sosial dan ekonomi yang relevan. Dalam konteks ini, penelitian akan mengulas potensi ekonomi dari industri halal dan bagaimana harmonisasi standar halal global dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terkait dengan pangan yang aman, berkualitas, dan kesehatan. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri makanan, dan lembaga sertifikasi, untuk mengatasi kompleksitas harmonisasi standar halal di Era 5.0 Society. Dengan fokus pada konsumen yang semakin cerdas dan eksigen, penelitian ini akan memberikan wawasan dan rekomendasi yang dapat digunakan untuk memajukan industri halal menuju masa depan yang lebih adil dan transparan.
Menjaga Warisan Budaya: Pelestarian Tradisi Lisan Baghandu Kabupaten Kampar di Era Globalisasi Julianah, Shella; Darniati, Lisna; Salsabila, Keisya Khansa; Ameliah, Arzety; Putri, Inke Novia; Elmustian, Elmustian
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Belimbing merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kebudayaan yang ada di Desa ini mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat yang tidak dapat dipisahkan. Di Desa ini juga diperlihatkan tradisi lisan yang ada di Kampar. Sastra lisan mengandung nilai yang berisi pesan untuk memperbaiki perilaku masyarkat terkait budi pekerti Salah satu sastra yang termasuk kedalam sastra lisan yaitu baghandu. Baghandu merupakan sebuah tradisi lisan khas masyarakat Kampar berupa nyanyian pengantar tidur untuk anak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian, yaitu metode observasi, metode wawancara, metode rekam, dan metode mencatat. Narasumber penelitian ini adalah Bapak Salman Aziz. Melalui penelitian ini, dapat kita ketahui bahwa masyarakat Kampar menjaga dan melestarikan Baghandu hingga saat ini dengan cara melantunkan Baghandu di setiap rumah. Pelestarian dapat berupa mengintegrasikan Baghandu dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya atau pendidikan yang melibatkan seni dan budaya lokal.
MENELUSURI ASAL-USUL NAMA DESA PULAU BELIMBING DAN FILOSOFI PERMAINAN TRADISIONAL ADU BUNGA Havizah, Talita Nur; Halawah, Hafidatul; Safira, Arini Putri; Avida, Martina Nur; Putri, Windy Anisa; Elmustian, Elmustian
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis mengenai asal-usul nama desa Pulau Belimbing dan mendalami filososfi salah satu permainan tradisionalnya yaitu adu bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah penamaan Pulau Belimbing, filosofi adu bunga, beberapa peninggalan yang ada di desa tersebut, serta bagaimana cara masyarakat melestarikan kekayaan budaya yang ada di desa tersebut. Teknik penulisan yang diambil adalah metode kualitatif yang berbasis data dengan melakukan wawancara dengan satu atau lebih narasumber dan data berdasarkan hasil dari penelitian terdahulu. Masyarakat desa memiliki kesadaran yang penuh dalam melestarikan budaya. Namun diperlukan upaya dari pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat memperluas jangkauan pelestarian budaya ke ranah yang lebih luas. Penelitian ini juga menyimpulkan bahw
Dampak TikTok Terhadap Perubahan Perilaku Sosial dan Nilai Kultural Generasi Z Syahri, Firdania Maulida; Nabila, Nabila; Maharani, Nisa Aulia; Ridho , Kholis
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok is changing generation Z's interactions, communications, and identity formation, influencing social behavior and cultural values ​​with both positive and negative impacts. (1) The development of digital technology has changed the way generation Z interacts, which is very dependent on social media such as TikTok. This application has become a global phenomenon with significant influence on social and cultural aspects. (2) This research aims to explore the impact of TikTok on changes in social behavior and cultural values ​​of generation Z, including positive and negative aspects. (3) The research used a descriptive qualitative method with a symbolic interactionism theory approach and cultivation theory, through questionnaires and structured interviews with 109 respondents. (4) TikTok makes it easier to access information and strengthens social values ​​such as empathy and diversity, but it also influences social interaction patterns and creates social pressure for users. This platform also changes the way we view local culture, with a tendency to adopt global trends. Conclusion: TikTok plays a role in shaping the social behavior and cultural values ​​of generation Z, but a balance is needed between freedom of expression and preserving local values ​​to mitigate its negative impact in the digital era.
Peran Hukum Kekayaan Intelektual dalam Mendukung Industri Kreatif Hakim, Muhammad Lukman; Ar Rafi, Haidar Danendra Febrian; Nugrahimsyah, Dimas Herdian; Azhar, Fakhri; Kurniawan, Fajar
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Kekayaan Intelektual (HKI) bertujuan untuk untuk melindungi karya-karya kreatif, memberikan penghargaan kepada para pencipta, serta mendorong terjadinya inovasi yang terus berkembang. Peningkatan pemahaman serta penegakan hukum terkait kekayaan intelektual memerlukan upaya kerja sama antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode normatif yang mengacu pada pendekatan analitis yang berfokus pada konsistensi peran hukum dengan prinsip hukum yang ada. HKI berkontribusi dalam melindungi hasil karya di industri kreatif dengan memberikan hak eksklusif kepada pencipta, membantu mencegah plagiarisme dan pembajakan, memberikan kepastian hukum, serta memastikan bahwa pencipta memperoleh kompensasi finansial yang layak atas karya mereka. Pengetahuan pelaku industri kreatif yang minim tentang hak cipta, hak paten, dan prosedur pendaftaran HKI menjadi kendala utama. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi pentingnya perlindungan HKI.
KEPEMIMPINAN KOLEKTIF DALAM SERIKAT TOLONG MENOLONG: STUDI PERAN PEMIMPIN DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS Damanik, A. Jaya; Girsang, Deddy Ray
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kepemimpinan kolektif dalam Organisasi Serikat Tolong Menolong (STM) IKHLAS, dengan fokus pada peran ketua, Nasrullah, dalam membangun solidaritas di antara anggota. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola kepemimpinan yang diterapkan, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang digunakan untuk memperkuat kerja sama antar anggota. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kepemimpinan kolektif berbasis nilai gotong royong berperan signifikan dalam menjaga solidaritas anggota. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola kepemimpinan kolektif yang mengutamakan partisipasi dan kebersamaan mampu meningkatkan kohesi kelompok dan memperkuat keberlanjutan organisasi. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengelolaan organisasi serupa yang bertumpu pada prinsip-prinsip gotong royong.
PELANGGARAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL DI PALESTINA: STUDI KASUS WARGA SIPIL DI RAFAH Sa’idah, Fiza Nabila; Azzurro , Maris Ahmed
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang signifikan Hukum Humaniter Internasional (HHI) sebagai bagian dari Hukum Internasional yang bertujuan untuk mengurangi dampak buruk dari konflik bersenjata, serta memastikan bahwa perang dilakukan dengan menghormati prinsip – prinsip kemanusiaan. HHI memberikan perlindungan kepada kombatan dan warga sipil yang tidak ikut serta secara langsung dalam pertempuran. Studi ini menerapkan pendekatan penelitian normatif dengan analisis kualitatif terhadap sumber data sekunder, termasuk Konvensi Jenewa 1949. Studi kasus tentang serangan Israel terhadap warga Palestina di Rafah mengungkapkan pelanggaran terhadap perlindungan sipil selama perang, sebagaimana diamanatkan oleh Konvensi Jenewa IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengungsi Palestina yang berada di Rafah harusnya dilindungi sebagai warga sipil sesuai dengan ketentuan HHI, dan tidak boleh menjadikan target serangan.
MENELAAH SEJARAH PERADABAN ISLAM PADA MASA DINASTI UMAYYAH Ridho, Mohamad Rasyid; Umar , Sayyid; Muttaqin , Asyharil; Al Faruq , Umar
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas sejarah peradaban Islam selama pemerintahan Dinasti Umayyah (661–750 M), periode penting dalam perkembangan Islam dan penyebaran budayanya. Sebagai kekhalifahan Islam pertama yang memerintah secara dinasti, Dinasti Umayyah memiliki pengaruh luas hingga Asia, Afrika, dan Eropa. Penelitian menggunakan pendekatan kajian literatur dengan mengumpulkan data dari sumber primer dan sekunder, seperti buku sejarah, artikel akademik, dan dokumen kuno. Analisis mencakup aspek pemerintahan, ekonomi, seni, dan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan Dinasti Umayyah menciptakan stabilitas politik dan ekonomi yang mendukung kemajuan budaya. Pencapaian ini tampak dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan, kota, dan masjid, serta dukungan terhadap ilmuwan dan seniman. Namun, dinasti ini juga menghadapi tantangan berupa konflik internal dan perubahan sosial yang pada akhirnya menyebabkan kemunculan Dinasti Abbasiyah. Kesimpulannya, Dinasti Umayyah berperan penting dalam membangun peradaban Islam yang kaya dan beragam, dengan warisan yang terus memengaruhi dunia modern. Memahami masa ini penting untuk mengevaluasi evolusi dan kontribusi peradaban Islam terhadap sejarah global, khususnya dalam bidang administrasi, arsitektur, dan pertukaran budaya.