Articles
270 Documents
Praktik Baik Berkarakter Siswa Berdasar pada Teori Michele Borba Dalam Membangun Kecerdasan Moral pada Aspek Pengetahuan Civic Knowledge di Sekolah
Ambarita, Maida Puspa Ristika;
Jamaludin, Jamaludin
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4875
Kecerdasan moral merupakan kemampuan memahami hal yang benar dan yang salah dimana artinya memiliki keyakinan etika yang kuat dan bertindak berdasarkan keyakinan tersebut, sehingga orang dapat bersikap benar dan terhormat. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karakter siswa dalam pengetahuan, sikap dan perilaku kecerdasan moral berdasarkan tujuh kebajikan utama berdasar pada teori Michele Borba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data yang diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PPKn dan siswa di UPTD SMP Negeri 3 Bandar Pasir Mandoge. Data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, dokumen resmi serta buku yang membahas tentang kajian teori Michele Borba. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian di UPTD SMP Negeri 3 Bandar Pasir Mandoge menunjukkan bahwa pengetahuan siswa sudah baik mengenai tujuh kebajikan utama dalam kecerdasan moral. Pemahaman ini tercermin dalam pengetahuan siswa untuk membedakan antara perilaku yang benar dan salah serta mengkaitkan nilai-nilai tersebut dengan situasi sosial sehari-hari. Sikap siswa di UPTD SMP Negeri 3 Bandar Pasir Mandoge mengalami peningkatan melalui berbagai kegiatan program Penguatan Pendidikan Karakter yang berkaitan pada kebajikan utama berdasar pada teori Michele Borba. Sikap-sikap seperti peduli, toleransi dan kesadaran akan pentingnya moralitas ditunjukkan siswa dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam kegiatan gotong royong dan musyawarah. Penerapan nilai-nilai ini membantu siswa membangun sikap yang lebih matang dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.
Integrasi Filsafat Pendidikan dan Budaya Global Menuju Pendidikan Berkelanjutan
Ristanti, Andi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4830
Integrasi filsafat pendidikan dan budaya global merupakan pendekatan strategis untuk mewujudkan pendidikan berkelanjutan yang relevan di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai lokal dapat dipadukan dengan budaya global untuk menciptakan kurikulum yang inklusif dan adaptif. Kajian dilakukan melalui metode analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini dapat memperkuat identitas lokal melalui pengajaran nilai-nilai kearifan tradisional seperti gotong royong, toleransi, dan pelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu global seperti keberlanjutan, keadilan sosial, dan hak asasi manusia. Teknologi pendidikan memainkan peran penting dalam memperluas akses pembelajaran dan memfasilitasi kolaborasi antarbudaya. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital dan ketidakseimbangan antara nilai lokal dan global memerlukan solusi berbasis kebijakan yang komprehensif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi filsafat pendidikan dan budaya global tidak hanya relevan dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tetapi juga penting untuk menciptakan generasi yang kompeten secara global dengan akar budaya yang kuat. Saran utama meliputi pengembangan kurikulum berbasis keberlanjutan, peningkatan kompetensi guru, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung implementasi pendidikan multikultural yang efektif.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing terhadap Peningkatan Kematangan Emosional Siswa SMAS YKPP Dumai
Fiza, Nur;
Umari, Tri;
Donal, Donal
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.2945
Kematangan emosional memainkan peran penting dalam kehidupan, maka penting diketahui bagaimana perkembangan dan pengaruh emosional terhadap penyesuaian pribadi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk meningkatkan kematangan emosional siswa SMAS YKPP Dumai. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Subjek penilitian ini dipilih secara purposive sampling, sampel diambil sebanyak 8 siswa yang memiliki kematangan emosional rendah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji analisis statistik non parametic uji wilcoxon dan n gain ternomalisasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai Asymp sig (2-tailed) sebesar 0,012 α (0,05) yaitu adanya pengaruh antara bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap kematangan emosional siswa. Hasil penelitian terdapat perbedaan hasil skor siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment. Dimana setelah diberikan treatment 86% siswa berada dalam kategori kematangan emosional tinggi dan 14% di kategori sedang.
Analisis Dugaan Pencemaran Badjideh oleh Nikita Mirzani: Kajian Linguistik Forensik Nama Baik Keluarga Vadel
Larasati, Adinda;
Asrina, Kiki;
Malau, Maharani Br;
Nasution, Rizka Hidayah;
Simanjuntak, Yessi Elfrida Br;
Samosir, Novita Dame;
Siregar, Mustika Wati;
Hadi, Wisman
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4797
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dugaan pencemaran nama baik dari kasus-kasus yang tertentu dengan kajian linguistik forensik. Kasus yang dianalisis dalam artikel ini adalah kasus yang melibatkan Nikita Mirzani dengan keluarga Vadel Badjideh. Analisis ini menggunakan pendekatan deskriptif- analisis. Teknik pengumpulan data adalah dengan menganalisis dan mencatat karakteristik berbahasa dari tuturan Nikita Mirzani yang menjadi dugaada pencemaran nama baik terhadap keluarga Vadel Badjideh. Sumber-sumber data pada penelitian ini berasal dari media sosial yang YouTube. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menemukan kebenaran dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Nikita Mirzani terhadap keluarga Vadel Badjideh, 2) mencsri dan menganalisa bukti-bukti yang yang ada untuk menentukan Nikita Mirzani pelaku atau bukan. Adapun hasil penelitian ini ditemukan ada 6 tuturan Nikita Mirzani dari beberapa sumber berbeda. Tuturan-tuturan tersebut adalah bukti kuat bahwa Nikita Mirzani memang terbukti melakukan pencemaran nama baik terhadap keluarga Vadel Badjideh.
Fungsi Karang Taruna Dalam Meningkatkan Kesadaran Moral Pemuda di Kampung Koto Ringin Kecamatan Mempura Kabupaten Siak
Rahmadani, Wahyu;
Jaiz, Muhammad;
Ayub, Daeng
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4580
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui fungsi karang taruna dalam meningkatkan kesadaran moral pemuda di kampung Koto Ringin. Subjek dalam penelitian ini ialah orang-orang yang terlibat langsung memberikan informasi kepada peneliti yaitu terdiri dari 5 orang. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada pedoman observasi, angket dan dibantu dengan wawancara serta dokumentasi pada kegiatan yang dilakukan oleh karang taruna Kampung Koto Ringin diperoleh hasil bahwa Terbukti dari kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna, hal tersebut cukup efektif untuk merubah beragam kebiasaan buruk manjadi lebih baik, menumbuhkan semangat bagi generasi muda, dan menjadi transformasi sosial yang baik bagi masyarakat di lingkungan tempat mereka berada. beberapa kendala juga menjadi hal yang perlu diperhatikan beberapa pemudanya sendiri banyak yang sudah kuliah, bekerja dan ada juga yang sudah berkeluarga. Jadi untuk menjalankan program kerja. melaksanakan kegiatan menjadi terhambat karena para pengurus sangat sulit membagi waktunya. Namun kendati demikian hal tersebut dapat diatasi dengan lebih banyak melibatkan pemuda yang tidak masuk dalam kepengurusan Karang Taruna Timbuseng agar mereka tidak merasa tersisihkan dan kegiatan Karang Taruna Tuah Pinang berjalan dengan baik.
Pandangan Islam Tentang Menyemir Rambut: Antara Tren dan Ketentuan Syari’at
Robi'ah, Robi'ah;
Ulfa, Novia;
Pratiwi, Nurasikin
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4957
Islam memiliki falsafah (keyakinan) yang sangat jelas tentang kesehatan dan keperawatan. Bersyukur dan berterima kasih terhadap Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah. Mewarnai rambut yang semakin tren pada abad ke 21 ini sebenarnya bukan merupakan hal baru. Akan tetapi di Indonesia sendiri baru membudaya pada tahun 1978. Hanya saja, sebagian melihat bahwa tren tersebut seolah menyalahi naturalisme warna rambut pemberian Allah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Yakni penelitian yang mengandalkan data-data dari bukubuku, majalah, atau dokumen lain, berupa hadiṡ-hadiṡ yang berkaitan tentang pandangan islam tentang menyemir rambut: antara tren dan ketentuan syari’at lebih lanjut mengenai hadiṡ tersebut. Maka berdasarkan konsep ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Masyarakat memiliki keinginan untuk selalu merubah dan mengikuti halhal yang baru. Berbagai barang yang menjadi simbol modernitas, hal itu berakibat pada gaya hidup masyarakat yang mana mengkonsumsi berbagai produk dan benda atau barang yang disebut modern. Salah satu cara mengukur gaya hidup yang modern di tandai dengan gaya berpakain dan gaya rambut. Meskipun pewarnaan rambut belum menjadi bagian gaya hidup kebanyakan masyarakat, faktanya semakin banyak masyarakat yang senang mewarnai rambut. Tampil beda memang menjadi tujuan utama pewarnaan rambut. Dengan beragam pilihan warna rambut, masyarakat punya lebih banyak pilihan gaya penampilan.
Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Perlindungan Sosial pada Masyarakat Lower Class di Kelurahan Tembilahan Hilir Kabupaten Indragiri Hilir
Kurnianti, Yessi;
Jalil, Ashaluddin
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4728
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin dan rentan untuk meningkatkan kesejahteraan. Bantuan ini diberikan kepada keluarga miskin dan rentan miskin dengan persyaratan tertentu di mana mereka terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). PKH merupakan salah satu upaya pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan secara khusus bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program Keluarga Harapan PKH diluncurkan di Indonesia pada tahun 2007, dan masuk ke kabupaten Indragiri Hilir pada tahun 2014. PKH telah berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan dan mendorong kemandirian penerima bantuan sosial, yang disebut sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1.) Program keluarga harapan (PKH) dalam memberikan perlindungan sosial, dan 2.) kendala dalam pelaksanaan program keluarga harapan (PKH) dalam perlindungan sosial pada masyarakat lower class. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori Kesejahteraan Sosial. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk menentukan subjek adalah purposive. Subjek penelitian ini sebanyak sebelas orang. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam memberikan perlindungan sosial di Kelurahan Tembilahan Hilir sudah memadai, program tersebut sangat berdampak positif kepada masyarakat lower class yang termasuk dalam kategori prasejahtera untuk memiliki kehidupan yang lebih layak, dapat dibuktikan dengan adanya Program Keluarga Harapan (PKH) telah memberikan perlindungan sosial melalui bidang pendidikan yaitu dapat menyekolahkan dan memenuhi kebutuhan sekolah anak ditingkat SD SMP SMA, dan bidang kesehatan dapat secara rutin memeriksakan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi balita, pemeriksaan kesehatan rutin bagi lansia dan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran bagi keluarga penerima manfaat. Sedangkan Kendala dalam pelaksanaan program keluarga harapan (PKH) ini adalah kurangnya kesadaran penerima manfaat tentang pentingnya mengikuti pertemuan PKH.
Perspektif Kristen Tentang Pergaulan yang Baik dan Sehat
Tarigan, Sry Nurliani Br;
Nainggolan, Mangido
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4518
Pergaulan adalah interaksi atau hubungan antara individu dalam kehidupannya sehari-hari. Ini mencakup berbagai aspek seperti komunikasi, kegiatan sosial, dan keterlibatan dalam lingkungan masyarakat untuk membangun hubungan interpersonal. Pergaulan memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian, nilai-nilai, dan norma sosial seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif kristen tentang pergaulan yang baik dan sehat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergaulan yang baik menurut alkitab adalah hubungan yang dibangun antara seseorang dengan orang lain yang mengenal Allah, kudus dan bijak sehingga dari pergaulan itu seseorang bisa mengenal teman yang bergaul dengan dan juga memperdalam pemahamannya dalam mengenal Allah. Persahabatan dapat didefenisikan sebagai hubungan yang timbal balik sederajat dengan kesatuan relasional antara mereka yang saling menghargai, menghormati dan terlibat dalam hidup mereka satu dengan yang lain dengan adanya ikatan suci yang menyatukan baik pribadi maupun masyarakat serta menawarkan tiga aspek yakni; kebajikan, keintiman, dan kegunaan. Konsep persahabatan dalam pengertian kekristenan adalah mewujudkan hubungan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari baik di keluarga, tempat kerja, maupun komunitas iman dan dimanapun terjadi perjumpaan antar sesama manusia.
The Correlation Between Self Efficacy and Reading Comprehension Ability at the Tenth Grade Students’ SMAN 8 Tanjabtim
Saputra, Deki;
Aruan, Rumiri Rotua;
Masyhur, Masyhur
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4853
The purpose of this research is to determine the relationship between self-efficacy and reading comprehension. This research uses correlational research with a quantitative design. The sample was 30 class E2 students at SMAN 8 Tanjung Jabung Timur. Data collection was carried out using two instruments: (1) a self-efficacy questionnaire which was used to measure students' reading self-efficacy and (2) a reading comprehension test which was used to determine students' reading comprehension. The correlation of the two variables is calculated using Pearson Product Moment in SPSS 15. The results show that the correlation coefficient has a value between 0.20 and 0.40, then the two variables have a low level of correlation. Therefore, the alternative hypothesis (Ha) is rejected and it can be stated that there is no significant correlation between Self Efficacy and Reading Comprehension Ability of the tenth grade students' SMA N 8 Tanjung Jabung Timur. The coefficient of determination is 0.0723, indicating that the self efficacy has a 7.23% influence on students' reading comprehension ability, while the remaining 93% is caused by other factors.
Penerapan Nilai Pancasila Melalui Program Makan Bergizi Gratis
Andin, Afifah;
Risti, Dina;
Latifah, Isnaini;
Panuntun, Maya;
Nur, Mutia;
Selviani, Ratna;
Saptatiningsih, Rosalia Indriyati
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4684
The free nutritious meal program is a plan to provide nutritious meals in schools or Islamic boarding schools to improve students' nutrition. Estimated number of beneficiaries (nationally) of the free nutritious meal program for 514 districts/cities with a total of 16,110,000 million school children. The aim of this research is to determine the application of Pancasila values through the free nutritious meal program. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method by identifying, reviewing, evaluating, and interpreting available research to be used as a data source. The aim of the free nutritious meal program launched by the government is closely related to the fifth principle of Pancasila, namely "Social Justice for All Indonesian People." Through this program, the government seeks to provide equal access to all students in Indonesia regardless of economic or social background. This program reflects the value of social justice because every individual is treated equally and gets the same benefits for the common good. This program is also expected to play a role in reducing social disparities. By providing free nutritious food, students from underprivileged families can have their nutritional needs met without having to be burdened with additional costs. Adequate dietary needs will help improve students' health and improve their learning abilities.