cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026" : 29 Documents clear
Hubungan pengetahuan orang tua dengan penanganan luka bakar pada anak Januar, Rostika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1569

Abstract

Background: Burns are one of the most difficult accidents to avoid in children due to their inability to face challenges and determine whether something is dangerous or not. This makes children highly vulnerable to accidents and injuries. Understanding how to treat burns in children quickly and appropriately is crucial for both the sufferer and their family. Parents are the primary support system for direct health care for children. Purpose: To determine the relationship between parental knowledge and burn treatment in children. Method: The study design was cross-sectional, with a population consisting of all mothers with children under 5 years of age, resulting in a total of 391 respondents in Hajimena village. The sample was calculated using the Slovin formula, resulting in a sample of 198 respondents using a purposive sampling technique. The measurement tool used was a questionnaire. Data analysis was performed using the chi-square statistical test. Results: The frequency distribution of knowledge showed that the majority of patients (52%) had good knowledge, and the frequency distribution of treatment indicated that the majority of patients (79.3%) had adequate knowledge out of the 198 respondents. The chi-square test results showed a p-value of 0.030 ≤ 0.05. Conclusion: There is a relationship between parental knowledge and burn treatment in children.   Keywords: Knowledge, Parents, Treatment, Burns.   Pendahuluan: Luka bakar merupakan salah satu kecelakaan yang sulit dihindari oleh anak-anak karena ketidakmampuan mereka untuk menghadapi tantangan dan menentukan apakah sesuatu itu berbahaya atau tidak. Hal ini membuat anak-anak sangat rentan terhadap kecelakaan atau cedera. Memahami cara mengobati luka bakar pada anak dengan cepat dan tepat sangat penting bagi penderita dan keluarganya. Orang tua merupakan sistem pendukung utama untuk perawatan kesehatan langsung bagi anak-anak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dan pengobatan luka bakar pada anak. Metode: Desain penelitian Cross-sectional dengan populasi yang terdiri dari seluruh ibu dengan anak di bawah usia 5 tahun, sehingga ditemukan sebanyak 391 orang di desa Hajimena. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin menghasilkan sampel sebanyak 198 responden menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Distribusi frekuensi pengetahuan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (52%) memiliki pengetahuan yang baik dan distribusi frekuensi pengobatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (79,3%) memiliki pengetahuan yang cukup dari 198 responden. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p 0.030 ≤ 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan orang tua dan pengobatan luka bakar pada anak.   Kata Kunci: Luka bakar; Orang Tua; Pengetahuan; Pengobatan.
Pengaruh fisioterapi dada terhadap perubahan respirasi rate pada pasien dengan gangguan pernafasan Prayoga, Andes; Furqoni, Prima Dian; Mz, Dennti Kurniasih
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1574

Abstract

Background: The prevalence of ARI in Lampung, according to the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), was 7.38%. The highest incidence rates were in West Lampung Regency (12.67%), East Lampung (12.02%), and North Lampung (10.31%). Meanwhile, at Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in 2024, there were 102 ARI cases between June and December. Purpose: To determine the effect of chest physiotherapy on changes in respiratory rate in patients with respiratory disorders. Method: This quantitative study used a pre-experimental research design with a one-group pretest-posttest approach. The sample size for respiratory disorders at Bintang Amin Husada Hospital in Bandar Lampung in 2025 was 20 respondents, using purposive sampling. Univariate and bivariate data analysis used t-tests. Results: The average respiratory rate in patients with respiratory disorders before receiving chest physiotherapy was 29.05, while after receiving chest physiotherapy, the mean was 21.25. Bivariate data analysis using a t-test yielded a p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: Chest physiotherapy has an effect on changes in respiratory rate in patients with respiratory disorders. Keywords: Chest Physiotherapy; Respiratory Disorders; Respiratory Rates. Pendahuluan: Prevalensi kejadian ISPA di Lampung menurut Riskesdas 2018 yaitu 7.38%. Daerah tertinggi kejadian ISPA ada di Kabupaten Lampung Barat (12.67%), Lampung Timur (12.02%), dan Lampung Utara (10.31%). Sedangkan di RS Bintang Amin Bandar Lampung than 2024, kejadian ISPA sebanyak 102 pasien pada periode Juni s.d Desember. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap perubahan respirasi rate pada pasien gangguan pernafasan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian metode Pra Eksperimental dengan pendekatan one group pretes-postes design. Sampel gangguan pernafasan di Rumah Sakit Bintang Amin Husada Bandar Lampung Tahun 2025 dengan jumlah sampel minimal sebesar 20 responden dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji t-test. Hasil: Rata-rata respirasi rate pada pasien gangguan pernafasan sebelum diberi fisioterapi dada di dengan mean 29.05 sesudah diberi fisioterapi dada dengan mean 21.25. Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-test didapat nilai p-value 0.000 < 0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh fisioterapi dada terhadap perubahan respirasi rate pada pasien gangguan pernafasan. Kata Kunci: Fisioterapi Dada; Gangguan Pernafasan; Respirasi Rates.      
Pengaruh terapi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien dengan gangguan rasa nyaman nyeri post op fraktur tangan Yusuf, Dody Iqbal; Chrisanto, Eka Yudha; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1583

Abstract

Background: Fractures are a common health problem caused by trauma, particularly traffic accidents. Post-operative hand fracture patients commonly experience pain, which, if not properly managed, can interfere with the healing process. Pain management still focuses largely on analgesic medications, while non-pharmacological therapies such as finger holds can be an alternative. Purpose: To determine the effect of finger hold therapy on reducing pain intensity in post-operative hand fracture patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental one-group pretest and posttest design. A sample of 30 respondents was selected using purposive sampling technique according to inclusion criteria. The research instruments used an observation sheet and a Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using univariate and bivariate methods using the dependent t-test. Results: The mean and SD of pain intensity before intervention was 6.17 ± 1.020, while after finger hold therapy it decreased to 3.70 ± 1.643. The dependent t-test showed a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in pain intensity before and after the intervention. Conclusion: Finger hold therapy is effective in reducing pain intensity in post-operative hand fracture patients. This study suggests that finger hold therapy may be applied as a non-pharmacological intervention alongside analgesics in hospital pain management. Results: The average pain intensity before finger-hold therapy was 6.17±1.020, and after the therapy, it decreased to 3.70±1.643. The dependent t-test yielded a p-value of 0.000<0.05, indicating a significant difference in pain intensity before and after the intervention. Conclusion: Finger-hold therapy is effective in reducing pain intensity in post-hand fracture surgery patients. Therefore, it is recommended that finger-hold therapy be used as a non-pharmacological intervention alongside analgesics in pain management in hospitals. Keywords: Finger-hold; Fracture; Pain Intensity; Post-Operative. Pendahuluan: Fraktur merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi akibat trauma, khususnya kecelakaan lalu lintas. Pasien post operasi fraktur tangan umumnya mengalami nyeri yang jika tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu proses penyembuhan. Penanganan nyeri masih banyak berfokus pada obat analgesik, sementara terapi non-farmakologis seperti finger hold dapat menjadi alternatif. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur tangan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest and posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji t-dependen. Hasil: Nilai rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan terapi finger hold adalah 6.17±1.020 dan setelah diberikan terapi menurun menjadi 3.70±1.643. Hasil uji t-dependen diperoleh p-value 0.000<0.05 yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan: Terapi finger hold berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur tangan sehingga disarankan agar terapi finger hold dapat dijadikan intervensi non-farmakologis pendamping analgesik dalam manajemen nyeri di rumah sakit. Kata Kunci : Fraktur; Finger Hold; Intensitas Nyeri; Post Operasi.      
Pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap perubahan pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat dalam pengendalian jentik nyamuk Putri, Riska Amalia Nasir; Novariana, Nana; Djamil, Achmad
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1597

Abstract

Background: Dengue is a mosquito-borne infectious disease that remains a serious health problem and threat worldwide. Mosquito nest control (PSN) is the process of eradicating the eggs, larvae, and pupae of dengue-transmitting mosquitoes in their breeding sites. Purpose: To determine the impact of educational videos on changes in public knowledge, attitudes, and behavior in mosquito larvae control efforts. Method: This quantitative study used an experimental design with a one-group pretest-posttest. The study was conducted in Sepang Jaya Village, within the Labuhan Ratu Community Health Center (Puskesmas) working area, with a population of 12,046. The sample size was 35 respondents, using purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analyses. The Wilcoxon test was used for bivariate analysis. Results: There was a significant effect before and after the video exposure on knowledge, attitudes, and behavior (p-value <0.05). Conclusion: Video education has an impact on changes in public knowledge, attitudes, and behavior regarding mosquito larvae control.   Keywords: Dengue Fever; Video Education; Mosquito Larva Control; Knowledge; Behavior; Attitude.   Pendahuluan: Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang ditularkan melalui nyamuk dan masih menjadi masalah kesehatan yang serius serta ancaman di dunia hingga saat ini. Pengendalian sarang nyamuk atau PSN adalah kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular demam berdarah dengue di tempat - tempat perkembangan biakannya. Tujuan: Untuk mengetahui edukasi yang menggunakan media video edukasi terhadap perubahan pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat dalam upaya pengendalian jentik nyamuk. Metode: Jenis penelitian kuantitatif melalui desain eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sepang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Ratu dengan populasi sebanyak 12.046 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan Adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Adanya pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video terhadap pengetahuan sikap dan perilaku  (p-value < 0.05). Simpulan: Terdapat pengaruh edukasi menggunakan video terhadap perubahan pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat dalam pengendalian jentik nyamuk.   Kata Kunci: DBD; Edukasi Video; Pengendalian Jentik Nyamuk; Pengetahuan; Perilaku; Sikap.
Pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan tb paru pada masyarakat Prischa, Milanda; Patria, Armen; Maritasari, Dwi Yulia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1598

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, which generally attacks the parenchymal tissue of the lungs. In 2024, the Labuhan Ratu Community Health Center (Puskesmas) had a case detection rate of 1,265 suspected cases of pulmonary TB, with a target of 935 cases (73.91%). Purpose: To determine the effect of health promotion using educational videos on knowledge and attitudes about pulmonary TB prevention in the community. Method: This quantitative study used an experimental design with a one-group pretest-posttest. The study was conducted in Sepang Jaya Village, within the Labuhan Ratu Community Health Center's working area. The population in this study was 12,046 residents of Sepang Jaya Village, with a sample size of 35 respondents using purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The bivariate analysis used the Wilcoxon test. Results: The bivariate test for the knowledge and attitude variables yielded a p-value of 0.000, indicating that health promotion using educational videos significantly impacts community knowledge and attitudes about pulmonary TB prevention. Conclusion: Health promotion using educational videos significantly impacts community knowledge and attitudes about pulmonary TB prevention. Keywords: Attitude; Educational Video; Knowledge; Pulmonary TB. Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksius yang dapat menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang jaringan parenkim pada paru-paru. Puskesmas Labuhan Ratu Tahun pada tahun 2024 memiliki angka cakupan penemuan kasus TB paru yaitu 1.265 (suspek) dengan capaian target 935 kasus (73,91%). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan tb paru pada masyarakat. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Tempat penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sepang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Ratu. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di kelurahan sepang jaya berjumlah 12.046 orang, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden dengan menggunakan purposive sampling.. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Uji bivariat pada variabel pengetahuan dan sikap adalah p-value = 0.000 yang berarti ada pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan TB Paru pada masyarakat. Simpulan: Ada pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan TB Paru pada masyarakat Kata Kunci::Pengetahuan; Sikap; TB Paru; Video Edukasi.      
Kepatuhan self-efficacy pasien dalam mengontrol kadar glukosa darah pada pasien DMT2: Literatur review Juraidah, Juraidah; Arofiati, Fitri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1831

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic disease whose prevalence continues to increase annually. Good blood glucose control is crucial in preventing complications and even death. The prevalence of diabetes mellitus cases in Indonesia in 2022 is very high, as evidenced by data showing reported cases of diabetes mellitus, with 463 million adults worldwide suffering from the disease. Purpose: To determine self-efficacy compliance for managing blood sugar in patients with type 2 DM. Method: This literature review study was conducted by searching various articles from various relevant sources. The literature was then categorized, analyzed, and summarized through journal screening. Results: Research articles were selected using various research methods related to self-efficacy and adherence in patients with type 2 diabetes. Ten articles were obtained: five using quantitative methods, one using qualitative methods, and three using descriptive methods. The details of the articles are summarized in one table. Conclusion: After analyzing several journals, the results showed that overall, self-efficacy has a very significant relationship with adherence in patients with type 2 diabetes. Keywords: Adherence; Self-efficacy. Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis yang populasinya terus meningkat untuk setiap tahunya. Pengendalian glukosa darah yang baik sangat penting dalam mencegah komplikasi hingga kematian. Prevalensi kasus diabetes mellitus di tahun 2022 di Indonesia sangat tinggi dilihat dari data yang menunjukan laporan kasus diabetes mellitus dengan jumlah 463 juta orang dewasa di seluruh dunia yang menderita diabetes mellitus. Tujuan: Untuk mengetahui kepatuhan self efficacy untuk mengatur gula darah pada pasien DM tipe 2. Metode: Penelitian studi literatur review yang dilakukan dengan cara menelusuri berbagai artikel dari berbagai sumber yang relevan kemudian literatur dikelompokkan, dianalisis, diringkas melalui tahap screening jurnal. Hasil: Artikel penelitian dipilih menggunakan berbagai metode penelitian yang berkaitan dengan kepatuhan keyakinan diri pasien dengan diabetes tipe 2 didapatkan 10 artikel 5 artikel dengan metode kuantitatif dan 1 metode kualitatif, 3 artikel dengan metode deskriptif dan rincian artikel dirangkum dalam 1 table Simpulan: Setelah melakukan analisis dari beberapa jurnal didapatkan hasil bahwa adanya secara keseluruhan bahwa self efficacy mempunyai keterkaitan yang sangat signifikan dengan kepatuhan self efficacy pada pasien DM tipe 2. Kata Kunci : Kepatuhan; Self efficacy.      
Perencanaan program ibu care posyandu turry melalui peer support group Ramadani, Nurul Ma'rifa; Makmur, Nindha Aulia; Faradiana, Dwi Nur; Gustia, Wanda; Anggraeni, Diva Nabilah; Rahmayanti, Desy Anugerah; Rahayu, Agustin Putri; Permana, Lies; Rohmah, Nur; Nurrachmawati, Annisa; Feriyanti, Alma; Fikri, Mohammad
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1911

Abstract

Background: Posyandu (Integrated Health Post) is a community-based health service that plays a crucial role in improving maternal and child health. However, at Posyandu Turry, there is still a lack of understanding and participation from mothers, which impacts the effectiveness of Posyandu services. Purpose: To identify problems at Posyandu Turry, prioritize problems using ultrasound methods, and plan an empowerment program that can increase community knowledge and participation in Posyandu activities on an ongoing basis. Method: This study identified problems at the Turry Integrated Health Post (Posyandu), determined priorities using the USG method, and developed an empowerment program using a qualitative case study approach and Participatory Action Research (PAR). Data were collected through interviews, focus group discussions (FGDs), observations, and document analysis. Results: The FGDs revealed that low community knowledge about the importance of Posyandu was the highest-scoring problem. This was due to limited access to information and a lack of engaging educational materials. Based on these findings, the "Ibu Care Posyandu" empowerment program was formulated to increase community knowledge and engagement through easier-to-understand education and consistent information delivery. Conclusions: Low community knowledge, minimal participation by mothers of toddlers, and limited skills of cadres contributed to the low effectiveness of the Turry Integrated Health Post (Posyandu) service. Through case studies and Participatory Action Research (PAR), these problems were collaboratively addressed through the development of a peer-support-based "Ibu Care Posyandu" program to increase community knowledge and engagement.   Keywords: Community Empowerment; Health Education; Maternal Health; Participation; Posyandu.   Pendahuluan: Posyandu adalah layanan kesehatan yang didasarkan pada komunitas dan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Namun di Posyandu Turry masih terdapat rendahnya pemahaman dan partisipasi dari ibu-ibu yang berdampak pada efektivitas pelayanan posyandu. Tujuan: Untuk mengidentifikasi permasalahan di Posyandu Turry, menetapkan prioritas masalah menggunakan metode USG, serta merencanakan program pemberdayaan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu secara berkelanjutan. Metode: Penelitian ini mengidentifikasi masalah di Posyandu Turry, menentukan prioritas dengan metode USG, dan menyusun program pemberdayaan melalui pendekatan kualitatif studi kasus, serta Participatory Action Research (PAR). Data dikumpulkan melalui wawancara, FGD, observasi, dan dokumen. Hasil: FGD menunjukkan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya posyandu menjadi masalah dengan skor tertinggi. Faktor penyebabnya adalah kurangnya akses informasi dan minimnya materi edukasi yang menarik. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan program pemberdayaan “Ibu Care Posyandu” untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat melalui edukasi yang lebih mudah dipahami dan penyampaian informasi yang konsisten. Simpulan: Rendahnya pengetahuan masyarakat, minimnya partisipasi ibu balita, dan keterbatasan keterampilan kader menyebabkan rendahnya efektivitas pelayanan Posyandu Turry. Melalui studi kasus dan Participatory Action Research (PAR), masalah tersebut diatasi secara kolaboratif melalui pengembangan program “Ibu Care Posyandu” berbasis dukungan sebaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat.   Kata Kunci: Edukasi Kesehatan; Kesehatan Ibu; Partisipasi; Pemberdayaan Masyarakat; Posyandu.
Korelasi interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki Muhammad, Zahra; Rohmawati, Zubaida; Rahmawati, Agustina
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1923

Abstract

Background: Adolescence is a transitional period marked by physical, emotional, and social changes that can influence an individual's behavioral development. One behavior that emerges during this stage is smoking, which is generally influenced by social dynamics. In Cambahan Hamlet, Nogotirto, Gamping District, smoking habits among adolescents are relatively high, with adolescents starting to smoke due to peer pressure or group norms. This pattern suggests that peer interactions play a significant role in shaping risky behavior and can contribute to the emergence of unhealthy habits. Purpose: To determine the correlation between peer interactions and smoking behavior in adolescent boys. Method: Quantitative research with a descriptive correlation design using a cross-sectional approach. The study population was adolescents in Cambahan Hamlet. The sample was taken using the Total Sampling Technique, resulting in a sample size of 40 individuals. Data were collected using the Smoking Behavior and Peer Interaction Questionnaire to determine respondents' smoking behavior and peer interactions. Data analysis used the non-parametric Kendall-Tau test. Results: Statistical tests using the Kendall-Tau test showed a p-value <0.05 and a correlation coefficient of r = 0.466 for the test of smoking behavior and peer interactions. Conclusion: There is a significant correlation between peer interactions and smoking behavior in male adolescents. Keywords: Adolescents; Peer Interaction; Smoking Behavior. Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dapat mempengaruhi perkembangan perilaku individu. Salah satu perilaku yang muncul pada tahap ini adalah merokok, yang umumnya dipengaruhi oleh dinamika pergaulan, di Pedukuhan Cambahan, Nogotirto, Kecamatan Gamping, kebiasaan merokok pada remaja tergolong tinggi, dimana remaja mulai merokok dikarenakan ajakan teman sebaya atau norma kelompok. Pola ini menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku berisiko dan dapat berkontribusi munculnya kebiasaan yang tidak sehat. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Deskriptif korelasi menggunakan pendekatan Cross Sectional, Populasi penelitian merupakan Remaja di Padukuhan Cambahan, sampel diambil dengan Teknik Total Sampling sehingga jumlah sampelnya sebanyak 40 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Perilaku Merokok dan Interaksi Teman Sebaya untuk mengetahui perilaku merokok dan interaksi teman sebaya responden. Uji analisis data menggunakan uji non-parametrik Kendall - Tau. Hasil: Uji statistik menggunakan uji Kendall -Tau menunjukkan p-value <0.05 dan nilai koefisien korelasi r = 0.466 untuk uji perilaku merokok dengan interaksi teman sebaya. Simpulan: Ada Korelasi yang signifikan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki – laki. Kata Kunci : Interaksi Teman Sebaya; Perilaku Merokok; Remaja.      
Hubungan dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi Febriyani, Riskha; Harun, Sigit; Istiqomah, Istiqomah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1925

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that has become a global health concern. Adherence to antihypertensive medication is crucial for blood pressure control and preventing complications. Family support and patient knowledge level are factors that can influence treatment adherence. Purpose: To determine the relationship between family support and knowledge level with medication adherence among hypertensive patients. Method: Quantitative research with cross-sectional design involving 70 hypertensive patients at Puskesmas Gamping 1. Sampling technique used purposive sampling. Research instruments included family support questionnaire (Nursalam), knowledge level questionnaire (HFQ), and medication adherence questionnaire (MMAS-8). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. Result: The majority of respondents (68.6%) received good family support and 91.4% had high knowledge levels. Medication adherence levels varied with 41.4% of respondents having moderate adherence, 31.4% high adherence, and 27.1% low adherence. Spearman Rank test showed a significant positive relationship between family support and medication adherence (p-value = 0.012; r = 0.298). However, the Spearman rank test showed no significant relationship between knowledge level and medication adherence (p-value = 0.329). Conclusion: There is a significant positive relationship between family support and medication adherence, but there is no significant relationship between knowledge level and medication adherence among hypertensive patients. Keywords: Family Support; Hypertension; Knowledge Level; Medication Adherence Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi perhatian kesehatan dunia. Kepatuhan minum obat antihipertensi sangat penting untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi. Dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan pasien merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 70 pasien hipertensi di Puskesmas Gamping 1. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga (Nursalam), kuesioner tingkat pengetahuan (HFQ), dan kuesioner kepatuhan minum obat (MMAS-8). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank Hasil: Mayoritas responden (68.6%) memperoleh dukungan keluarga yang baik dan 91.4% memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Tingkat kepatuhan minum obat bervariasi dengan 41,4% responden memiliki kepatuhan sedang, 31.4% kepatuhan tinggi, dan 27.1% kepatuhan rendah. Uji Rank Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0.012; r = 0.298). Namun, uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0.329). Simpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat. Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Hipertensi; Kepatuhan Minum Obat; Tingkat Pengetahuan.      
Hubungan kecanduan bermain game online dengan kualitas tidur pada remaja Bagus, Muhamad; Suryani, Suryani; Rohmawati, Zubaida
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1954

Abstract

Background: Online gaming addiction has become a growing concern among adolescents, potentially affecting various aspects of their lives including sleep quality. Poor sleep quality can significantly impact adolescent physical and mental health, academic performance, and overall well-being. Purpose: to determine the relationship between online gaming addiction and sleep quality among adolescents. Method : A quantitative study with cross-sectional design involving 85 male students aged 14-20 years. The instruments used were the Indonesian Online Game Addiction Questionnaire (IOGAQ) and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Results: The research findings indicated that the majority of respondents (62.4%) experienced moderate online gaming addiction and 65.9% had poor sleep quality. Kendall's Tau test showed a positive correlation (p=0.001) with a low correlation coefficient (r=0.268) between online gaming addiction and sleep quality. Conclusion: There is a positive relationship between online gaming addiction and sleep quality among adolescents. The higher the level of gaming addiction, the worse the sleep quality experienced. Keywords: Adolescents; Online Gaming Addiction; Sleep Quality; Students. Pendahuluan: Kecanduan bermain game online telah menjadi perhatian yang berkembang di kalangan remaja, berpotensi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka termasuk kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental remaja. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara kecanduan bermain game online dengan kualitas tidur pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, Teknik sampel menggunakan Total Sampling pada 85 siswa laki-laki usia 14-20 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Indonesian Online Game Addiction Questionnaire (IOGAQ) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: sebagian besar responden (62.4%) mengalami kecanduan game online sedang dan 65,9% memiliki kualitas tidur buruk. Uji Kendall's Tau menunjukkan korelasi positif (p=0.001) dengan nilai koefisien korelasi rendah (r=0.268) antara kecanduan game online dengan kualitas tidur. Simpulan: Terdapat hubungan positif antara kecanduan bermain game online dengan kualitas tidur pada remaja. Semakin tinggi tingkat kecanduan game online, semakin buruk kualitas tidur yang dialami. Kata Kunci: Kecanduan Game Online; Kualitas Tidur; Remaja; Siswa      

Page 1 of 3 | Total Record : 29