cover
Contact Name
Els Tineke
Contact Email
sosioagripapua@unipa.ac.id
Phone
+6282239838384
Journal Mail Official
sosioagripapua@unipa.ac.id
Editorial Address
Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat, Indonesia Telp. (0986)212998, HP: 0822 3983 8384, Email: sosioagripapua@unipa.ac.id
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Sosio-Agri Papua : Publikasi Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian
Published by Universitas Papua
ISSN : 20883684     EISSN : 26156482     DOI : 10.46549/sap
Sosio-Agri Papua : Publikasi Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian published by Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, Universitas Papua, is a journal that contains scientific articles on the results of studies to improve scientific communication, understanding and application of science and technology in the socio-economic field of agriculture and / or agribusiness. The scope of the journal includes scientific disciplines in the fields of agriculture and agricultural technology, including: socio-economic agriculture and agribusiness. Sosio-Agri Papua in collaboration with Association of Indonesian Agricultural Journals (AJPI) and PERHEPI.
Articles 136 Documents
PENGARUH BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) 7P TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN Kaunang, William; Muzendi, Agustina Mori; Ardha Puspita Sari
Sosio Agri Papua Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v11i2.303

Abstract

The scope of this research includes: (1) The study takes the case of a cafe business, namely Wilchof Cafe. The main product is coffee as processed from the coffee plant, (2) Marketing mix attributes are analyzed using the 7P mix reference, namely product, price, promotion, people, place, physical evidence and process, (3) The focus of this research is on consumer opinions/perceptions on the attributes of the marketing mix that is not limited to the period before and after the pandemic, (4) The selection of respondents uses 2 methods, offline and online. The research method uses quantitative methods with a survey approach. Sources of data used in this study are primary and secondary data. The sampling method used non-probability sampling method with accidental sampling and purposive sampling techniques. Respondents who were used as samples were 45 people. The results of data processing with Spearman Rank correlation analysis using SPSS obtained results between the 7P marketing mix and consumer satisfaction. The 7P marketing mix affects the level of consumer satisfaction at Wilchof Cafe, namely physical evidence (0.760) in a strong relationship, product (0.672) in a strong relationship, people (0.654) in a strong relationship, process (0.525) in a moderate relationship, promotion (0.467) in a moderate relationship, place (0.370) in a low relationship and price (-0.070) in a very low relationship. Almost all variables have a positive direction except price, because consumers who visit do not see it in terms of price, they will still buy the product.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI LADANG (Oryza Sativa L)DI KAMPUNG GUINTY DISTRIK WARMARE MANOKWARI PAPUA BARAT Istiqomah; Umi Yuminarti; Darmawanto Uria
Sosio Agri Papua Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v11i2.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani padi ladang, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi ladang. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Guintuy Distrik Warmare Manokwari Papua Barat dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan dengan metode purposive dengan 34 petani padi ladang sebagai responden. variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu produksi, umur, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, jumlah tangungan keluarga, luas lahan, modal, dan tenaga kerja. Analisis data yang digunakan yakni analisis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh masing-masing faktor produksi terhadap hasil produksi yang dihasilkan. Hasil penelitian menjelaskan karakteristik petani di Kampung Guintuy rata-rata umur petani berada pada usia produkti 15-55 sebesar 88%, tingkat pendidikan petani rata-rata hanya sampai Sekolah Dasar 58%, rata-rata petani memiliki pengalaman berusahatani >30 tahun, rata-rata jumlah tanggungan keluarga petani sebanyak 4-6 orang. Secara simultan umur, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, modal dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi padi ladang di Kampung Guituy. Secara parsial variabel umur, luas lahan dan modal berpengaruh signifikan terhadap produksi padi .
ANALISIS PRODUKSI JAGUNG DI DISTRIK ORANSBARI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN Meyga Putri Nofianingsih; Meky Sagrim; Darmawanto Uria
Sosio Agri Papua Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v11i2.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi produksi jagung di DistrikOransbari Kabupaten Manokwari Selatan. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara survey yaitu melakukanwawancara melalui kuesioner yang bersumber dari data primer yaitu petani jagung di Distrik Oransbari. Teknikpenentuan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling yaitu mengambil 30 responden dari jumlahpopulasi untuk dijadikan sebagai sampel. Variable yang diukur terdiri dari variable independen luas lahan, modal,tenaga kerja, umur, pengalaman Bertani, pendapatan, Pendidikan formal, non formal dan produksi sebagai variabledependen. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda untuk melihatpengaruh secara simultan dan analisis regresi sederhana untuk mengetahui masing masing dari faktor terhadapproduksi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa luas lahan, modal, tenaga kerja, umur petani, pengalaman bertani,pendapatan, Pendidikan formal dan non formal berpengaruh nyata secara simultan terhadap produksi jagung. Secaraparsial modal dan pendapatan berpengaruh nyata terhadap produksi jagung di Distrik Oransbari.
POLA PEMANFAATAN LAHAN UNTUK KEGIATAN USAHATANI DI KAMPUNG DINDEY DISTRIK WARMARE KABUPATEN MANOKWARI PAPUA BARAT Imer E H Marini; Michael A Baransano; Waromi, Josina
Sosio Agri Papua Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v11i2.311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pemanfaatan lahan di kegiatan usahatani petani Arfak denganmenggunakan pendekatan berdasarkan diagram cincin yang dikembangkan oleh Von Thunen. Penelitian ini menggunakanmetode deksriptif dengan pendekatan survey. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari petani sub suku Hatam dan Moile yangdiambil berdasarkan metode proporsi, 76,7% berasal dari Sub Suku Hatam dan 23,3% berasal dari sub Moile denganpertimbangan bahwa sub suku Hatam adalah pemilik hak ulayat di Kampung Dindey, sementara sub suku Moile adalahpendatang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan penelusuran studi pustaka. Analisis datamenggunakan metode kuantitatif yaitu tabulasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lahan yangdimanfaatkan oleh petani untuk berusahatani adalah lahan pekarangan, kebun dan lereng gunung.dengan mengusahakan 21jenis komoditi dengan pola tanam campuran dan teknik budidaya mulai dari penyiapan bibit sampai dengan pemasaran sertamemiliki luasan lahan yang berbeda-beda. Pemanfaatan lahan pekarangan digunakan untuk sebagai lahan konsumtifsementara pemanfaatan lahan kebun maupun lahan lereng gunung digunakan untuk sebagai lahan produktif
OPTIMALISASI FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI KAMPUNG BUMI RAYA DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE Bintoro, Bayu; Ludia T. Wambrauw; Kunto Wibowo
Sosio Agri Papua Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v11i2.312

Abstract

Pertambahan penduduk yang selalu meningkat akan menjadi konsekuensi meningkatnya kebutuhan pangan. Komoditiberas merupakan salah satu komoditi pangan utama yang terus mengalami peningkatan jumlah permintaannya.Peningkatan produksi padi perlu terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan beras yang terus bertambah.Memaksimalkan produksi padi sangat tergantung pada penggunaan factor produksi.Penggunaan faktor produksi danpenerapan teknologi yang kurang tepat menyebabkan produksi rendah. Faktor produksi harus digunakan secara efesienagar petani mendapatkan hasil optimal. Tujuan dari penelitian untuk menganalisa tingkat optimasi faktor produksiterhadap produki padi sawah di Kampung Bumi Raya dengan menggunakan metode survey dan teknik simple randomsampling untuk mendapatkan sampel. Analisis optimasi faktor produksi menggunakan pendekatan tingkat Optimasiyaitu rasio NPMxi dan Pxi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat optimasi penggunaan faktor produksi lahan, tenagakerja, modal, bibit, pupuk dan pestisida memiliki besaran nilai NPMxi < 1 maka dapat dikatakan bahwa penggunaanfaktor produksi masih kurang sehingga perlu ditambahkan untuk mencapai tingkat optimal.
KEDINAMISAN KELOMPOK TANI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA Cantika Nurtiara Putri; Matualage, Amestina; Agatha Wahyu Widati
Sosio Agri Papua Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v11i2.313

Abstract

Program pengembangan sektor pertanian di Indonesia mengharuskan pembentukan kelompok tani. Peraturan MenteriPertanian Nomor 82 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani danPeraturan Menteri Pertanian Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani menjadi dasar pembentukankelompok tani. Demikian pula dengan Program pengembangan sektor pertanian di Papua Barat mengharuskanpembentukan kelompok tani. Pembentukan kelompok tani juga menjadi syarat dalam mengakses bantuan Sarana ProduksiPertanian (Saprotan). Tetapi apakah pembentukan kelompok tani tepat untuk pembangunan pertanian di Papua.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kelompok tani pada kelompok tani Sayro di Kampung Sayro, DistrikManokwari Utara, Provinsi Papua Barat dan faktor-faktor yang berhubungan. Survei yang dilakukan terhadap semuaanggota kelompok tani Sayro dilakukan untuk menilai kedinamisa kelompok tani Sayro sebagai kasus. Metode analisisdeskriptif melalui tabulasi sederhana, yang dilanjutkan dengan analisis korelasi Spearman digunakan untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok tani Sayro tergolong kurangdinamis. Hal ini disebabkan karena dari kesembilan faktor yang menjadi unsur dinamika kelompok, hanya satu unsur yangtergolong dinamis, yaitu maksud tersembunyi. Dimana kelompok tani Sayro tidak memiliki maksud dan tujuantersembunyi selain untuk mencapai tujuan bersama yaitu meningkatkan produksi dan kesejahteraan anggota kelompok.
PROGNOSA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN BERAS DI PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2022 DALAM MENGHADAPI HARI BESAR KEAGAMAAN NASIONAL Valentino Umbu Sogar; Diana N Irbayanti; Ardha Puspita Sari
Sosio Agri Papua Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v11i2.314

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan beras saat HBKN, serta untukmengetahui perkiraan neraca domestik maupun neraca komulatif beras di Papua Barat. Metode penelitian yangdigunakan adalah deskriptif dan menggunakan data-data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisisketersediaan pangan. Ketersediaan beras di Provinsi Papua barat mengalami defisit atau kekurangan beras denganketersediaan beras sebesar 1.983,6 Ton/tahun. Kebutuhan pangan beras di Provinsi Papua Barat sebesar 8.981,2 Tonberas. Pada HBKN, kebutuhan beras meningkat sesuai dengan peningkatan angka konfersi. Kebutuhan beras palingtinggi adalah pada saat HBKN Idul Fitri. Perkiraan neraca domestik maupun neraca komulatif pada Provinsi PapuaBarat masih terhitung devisit pangan beras sebesar -6.997,6 Ton dan -5.014,0 Ton, dikarenakan keterbatsan data impordan pasokan luar daerah di BPS.
ANALISIS POLA KEMITRAAN PETANI KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN KOPERASI EBIER SUTH COKRAN DI DISTRIK RANSIKI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN Atmodjo, Ery; Gihon Michael Borswat Sinaga; Ardha Puspita Sari
Sosio Agri Papua Vol 12 No 1 (2023): Juni
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v12i1.327

Abstract

Upaya dalam meningkatkan pendapatan petani kakao di Kabupaten Manokwari Selatan adalah melalui kerjasama dalam bentuk kemitraan antara petani kakao dengan Koperasi Ebier Suth Cokran. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola kemitraan dan menganalisis tingkat efektivitas kemitraan yang dilaksanakan petani kakao dengan Koperasi Ebier Suth Cokran di Kabupaten Manokwari Selatan. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara tabulasi secara sederhana. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan secara sengaja (purposive) dengan teknik sensus kepada seluruh petani mitra dari dua kampung yaitu kampung Tobou dan Hamor. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian pola kemitraan yang terjadi antara petani kakao dengan Koperasi Ebier Suth Cokran cenderung mengarah pada pola dagang umum, efektivitas produktivitas petani disimpulkan cukup efektif, efektivitas pemasaran cukup efektif dan efektif dan efektivitas bantuan sarana produksi cukup efektif dan tidak efektif.
ANALISA EKONOMI USAHA PENGOLAHAN KOPI BUMKAM MANDAI DI DISTRIK KOSIWO KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN Wambrauw, Ludia; Soleman Imbiri
Sosio Agri Papua Vol 12 No 1 (2023): Juni
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v12i1.329

Abstract

Salah satu bentuk kelembagaan selain koperasi yang digunakan untuk membantu menggerakkan perekonomian adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes/BUMKAM). Terkait dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami aktivitas ekonomi usaha pengolahan kopi BUMKAM Mandai di Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, yang dilihat dari jenis usaha dan status kepemilikan usaha, struktur modal awal dan sumber modal, izin usaha, skala usaha, pengalaman usaha, tenaga kerja, produk, jumlah, pemasaran, penerimaan, biaya, keuntungan, kelayakan usaha, dan dan nilai tambah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis data secara kualitatif dilakukan untuk mengetahui karakteristik aktivitas ekonomi usaha pengolahan kopi BUMKAM Mandai, sedangkan secara kuantitatif untuk mengetahui besarnya penerimaan, biaya, keuntungan, rasio penerimaan terhadap biaya, dan nilai tambah yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi usaha pengolahan kopi BUMKAM Mandai telah ditunjang sarana dan prasarana produksi yang memadai dan juga PIRT. Usaha Kopi Ambaidiru menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 1.445.666/bulan atau 37 %, layak dilakukan karena memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,19, dan memberikan nilai tambah sebesar Rp.17.055/Kg atau 53 %. Selanjutnya peningkatan usaha pengolahan Kopi Ambaidiru dapat dilakukan melalui perluasan pasar dan kerja kolaborasi antar para pemangku kepentingan diantaranya untuk penyediaan sarana/prasarana produksi, pembinaan dan pendampingan, dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia pengelola usaha.
ANALISIS ELASTISITAS KESEMPATAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI PAPUA BARAT Simanungkalit, Saut
Sosio Agri Papua Vol 12 No 1 (2023): Juni
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v12i1.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja dan membahas tingkat laju pertumbuhan produksi dan elastisitas kesempatan kerja pada sector pertanian di Provinsi Papua Barat. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis elastisitas titik. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yaitu data runtutan waktu berupa data tahunan yang bersumber dari lembaga terkait seperti Badan Pusat Statistik, Dinas transmigrasi dan tenaga kerja serta dinas yang ada di Provinsi papua Barat yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Terdapat fonomena yang mengkhawatirkan dalam bidang kependudukan dan ketenaga kerjaan yaitu tingkat pendidikan yang relative rendaah dan keaahlian yang dimiliki kurang dapat memenuhi tuntutan teknologi sehingga pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja sector pertanian dalm PDRB Provinsi Papua Barat. Adapun nilai elastisitas kesempatan kerja sector pertanian sebesar 1.004 yang diikuti nilai rata rata produktivitas sector pertanian sebesar 4.252 miliar rupiah. Dari penelitian ini terdapat beberapa program yang nantinya akan direkomendasikan kepada pihak pihak yang membutuhkan, khususnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Page 9 of 14 | Total Record : 136