cover
Contact Name
Siska Amelia
Contact Email
planokrisna.unkris@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
planokrisna.unkris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kampus UNKRIS Jatiwaringin, Jakarta 13077 Gedung G (Fakultas Teknik) Lantai 2 Ruang Sekretariat Prodi Teknik PWK
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Plano Krisna
ISSN : 23029307     EISSN : 26226189     DOI : -
Jurnal Ilmiah Plano Krisna (P-ISSN: 2032-9307 dan E-ISSN: 2622-6189 ) merupakan jurnal akses terbuka yang berfokus pada karya ilmiah yang ditujukan untuk kajian permasalahan pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis untuk memajukan dan menyebarkan pengetahuan terkait pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan. Jurnal ini menekankan pada isu keberlanjutan dalam dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan mengenai pembangunan regional dan perkotaan di Indonesia dan dunia. Semua manuskrip termasuk penelitian asli, catatan penelitian, dan resensi buku diterima dalam Bahasa Indonesia.
Articles 116 Documents
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERMINAL BAYANGAN BULAK KAPAL DI BEKASI TIMUR Djunith, Nedwahesri; Izzati Anova, Moza
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No.1 | Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Bayangan Bulak Kapal sudah terkenal bagi masyarakat yang berdomisili di dekat Bulak Kapal sebagai tempat menunggu Bus/angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi permasalahan yang terjadi pada terminal bayangan bulak kapal lalu di analisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif.
PENGARUH KONVERSI LAHAN DAN LAHAN KRITIS TERHADAP PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN Th. Salean, Semuel
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No.1 | Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konversi lahan dan lahan kritis terhadap penurunan kualitas lingkungan. Metode penelitian menggunakan metode observasi dengan model penelitian eksploratif. Peneliti lebih banyak mencatat data dan mengkategorikannya. Dari kategori ini, peneliti mengembangkan konsep sesuai dengan keadaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Bawah prinsip dasar pengelolaan konversi lahan yaitu; prinsip keseimbangan dan kelestarian bila tidak diterapkan dengan baik dan benar, berdampak pada penurunan kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh (2) Jumlah lahan kritis yang bertambah setiap tahun, berdampak pada penurunan kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh, (3) Bahwa efektivitas dan efisiensi pengelolaan belum mepergunakan kaidah keseimbangan dan kelestarian yang berlaku yaitu; mempergunakan proses dan prosedure yang tepat, teknik atau tata cara menggunakan yang tidak benar dan metode/cara memilih teknik yang tidak tepat, (4) Bahwa pemahaman dan pemaknaan tentang nilai keseimbangan dan kelestarian terhadap penurunan kualitas lingkungan sangat kurang bahkan tidak memahami sama sekali, (5) Bahwa tujuan pengelolaan konservasi lahan dan lahan kritis tidak di pahami oleh manusia, (6) Bahwa pengaruh atau dampak dari konservasi lahan berlebihan dan adanya lahan kritis berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup.
ARAHAN OPTIMALISASI FUNGSI ZONA TAMAN KOTA DI KELURAHAN JATINEGARA KECAMATAN CAKUNG KOTA JAKARTA TIMUR BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT Tjandra Asih, Dyah
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No.1 | Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau khususnya di wilayah perkotaan memiliki fungsi yang penting diantaranya terkait aspek ekologi, estetika dan sosial. Adapun dalam penyediaannya harus memenuhi kriteria ruang publik yang ideal seperti lokasi yang mudah dijangkau, nyaman dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. Masih kurangnya ketersediaan jumlah RTH publik khususnya taman kota pada kawasan kota di Kelurahan Jarinegara Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur sedikit banyak mempengaruhi fungsi taman kota tersebut sebagai ruang terbuka hijau publik. Di samping itu kondisi existing taman kota dapat dikatakan banyak yang tidak terawat dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji fungsi dan kriteria penyediaan ruang terbuka hijau publik pada taman kota berdasarkan persepsi masyarakat. Jenis pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat deskriptif kualitatif dengan analisis data yang dilakukan berdasar fakta yang berhubungan dengan fenomena aktual di taman kota. Berdasarkan hasil analisis tersebut didapatkan bahwa masyarakat membutuhkan taman kota yang bisa berfungsi sebagai (a) sarana rekreasi; (b) sarana komunikasi; (c) sebagai paru-paru kota; (d) sebagai peredam bunyi/polusi udara; (e) bentuk fisik tanaman dan (f) bentuk tekstur tanaman. Hal tersebut dinilai mempunyai kondisi rendah sementara masyarakat menilai faktor tersebut mempunyai tingkat kepentingan yang tinggi.
THE WAY OF COMUNICATION Yayi, Sri
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No.1 | Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The way of comunication toward students junior high school in Eas Jakarta. The purpose of this study was to investigation the effect vocab, listening , speaking , reading, stucture toward students in SMP Pelita Tiga east Jakarta. There is an effect which significant the poor vocab, listening senten structure and speaking skill dificult to comunication. Data were colected by instrument in the from of objective.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN TELUK NAGA KABUPATEN TANGERANG DITINJAU DARI ASPEK EKONOMI Begawat Sari, Fauziyah; Komarudin
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No.1 | Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap wilayah pada umumnya mempunyai potensi ekonomi yang beraneka ragam untuk dikembangkan guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan maupun pelaksanaan pembangunan daerah yang pada akhimya dapat mempengaruhi perkembangan suatu kota. Salah satu indikatomya adalah peningkatan pendapatan per kapita masyarakat, sedangkan untuk melihat pendapatan wilayah digambarkan dengan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu wilayah. Begitupun dengan Kawasan Teluk naga yang dapat mendorong pengembangan ekonomi secara lebih lanjut sehingga akan tercapai arahan pengembangan Kawasan Teluk Naga Kabupaten Tangerang khususnya pada sektor ekonomi secara optimal. Sasaranya ingin dicapai dalam studi ini adalah : Mengidentifikasi sektor unggulan yang dimiliki oleh suatu kawasan berdasarkan kajian teori yang ada,yaitu dengan menggunakan teknik perhitungan Location Quotient Model, teknik perhitungan Shift and share Analysis dan Sistem Informasi Geografis,serta mengkaji potensi dan kendala yang dimiliki oleh Kawasan Teluk Naga Kabupaten Tangerang dengan menggunakan analisis SWOT berdasarkan analisis kebijakan yang ada, analisis kondisi eksisting dan analisis sektor ekonomi unggulan, sehingga dapat disusun suatu strategi pengembangan sektor ekonomi unggulan yang mampu mendorong pengembangan Kawasan Teluk Naga Kabupaten Tangerang.
ADVISORY WORK : PENYIAPAN KONSEP TOD (TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT) : CASE STUDY : KAWASAN SENEN Sukmarini, Herlin
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No.1 | Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Transit Oriented Development (TOD) mulai berkembang sejak awal abad ke 20 dengan ciri utama sebagai pembangunan kawasan yang mempunyai struktur berpusat pada fasilitas transit (angkutan umum masal) dengan melakukan pembangunan beragam fungsi guna lahan di dekat stasiun system transit baik berupa kereta api maupun Bus Rapid Transit. Konsep ini pada pertengahan 1990-an di rekonstruksi menjadi sebuah teori perencanaan urban oleh Peter Calthrope melalui konsep Urban Smart Growth. Kebijakan yang menjadi landasan peraturan perundang-undangan dalam kajian advisory work plan Pembangunan TOD Kawasan Senen adalah mengacu sesuai dengan tata urutan perundangan yang berlaku, yaitu sesuai dengan UU No 12 tahun 2011 tentang tata urutan perundangan, dari hirarki yang tertinggi sampai terendah.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KORIDOR BANJIR KANAL TIMUR ( BKT ) JAKARTA TIMUR Savitri, Reny; Triwicaksono, Bayu
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No.1 | Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di koridor Banjir Kanal Timur ( BKT ) sesuai dengan standar pelayanan minimal dibidang pelayanan RTH. Pada dasarnya pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada koridor ini memiliki berbagai fungsi ekologis, sosial, estetika termasuk menjaga integrasi sebagai fungsi pengendalian banjir yang ada khususnya di Jakarta Timur. Penulisan ini mengidentifikasi pemanfaatan ruang Banjir Kanal Timur meliputi aspek Fisik, Ekonomi, Sosial-Budaya, dan kebijaksanaan pemerintah. Secara umum penulisan ini juga dimaksudkan supaya pihak-pihak terkait secara bersama-sama untuk dapat mengetahui bagaimana kebutuhan ruang terbuka hijau yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat perkotaan. Disamping untuk mengetahui seberapa besar pemanfaatan ruang terbuka hijau yang telah tercapai, dan berhasil dan harus perlu dibenahi dari sektor yang wajib harus dibenahi terutama pemanfaatan ruang banjir kanal timur yang diutamakan supaya terciptanya keseimbangan pemanfataan ruang yang sesuai standar pelayanan minimal dan juga kebutuhan masyarakat, dengan menggunakan analisis pembobotan diketahui seberapa besar dan penting yang wajib harus di benahi di sepanjang Banjir Kanal Timur ( BKT ).
PEMETAAN DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( SIG) Zefri
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seringkali para peneliti dan atau para surveyor dalam melaksanakan pekerjaannyadihadapkan pada pertanyaan sederhana, seperti; di mana lokasi/letak sesuatu objek yangdiamati atau ditelitinya, atau berapa luas obyek yang akan disurvei, atau bagaimana bisamencapai objek tersebut. Sebagai peneliti dan atau surveyor sudah pasti telah memahami bagaimana cara awal dan cara mudah mendapatkan jawabannya, yaitu ada pada Peta. Dalam setiap kegiatan pengumpulan data lapangan, peta selalu digunakan sebagai bahan yang penting mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pelaporan kegiatan. Demikian pentingnya fungsi dan manfaat peta dalam pencapaian keberhasilan pelaksanaan pengumpulan data lapangan, maka pengetahuan dan pemahaman tentang pemetaan dan aplikasi sistim informasi geografi menjadi mutlak diperlukan bagi seorang surveyor dan atau peneliti. Kita umumnya mengenal peta sebagai gambar rupa muka bumi pada suatu lembar kertasdengan ukuran yang lebih kecil. Peta tersebut memberikan informasi-informasi mengenai permukaan bumi yang meliputi unsur-unsur alamiah dan unsur-unsur buatan manusia.Dalam perkembangannya sejalan dengan kemajuan teknologi yang berbasiskan komputer, peta telah berkembang tidak saja sebagai gambar pada lembar kertas, tetapi juga penyimpanan, pengolahan, analisa dan penyajiannya dalam bentuk digital terpadu antara gambar, citra dan teks. Gambaran rupa bumi yang ada dalam peta merupakan hasil-hasil pengukuran dan pengskalaan pada dan di antara titik-titik dipermukaan melalui pengukuran besaran-besaran seperti arah, sudut, jarak dan ketinggian.
PENGAMALAN KEARIFAN LINGKUNGAN HIDUP OLEH MASYARAKAT JAKARTA SEBAGAI PANDUAN DALAM MENGHARGAI LINGKUNGAN HIDUP Th. Salean, Semuel
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengamalan kearifan lingkungan hidup oleh masyarakat Jakarta sebagai panduan dalam menghargai lingkungan hidup. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kausal. Karena penelitian itu tergolong penelitian eksploratif, maka model yang digunakan adalah model yang menekankan konteks. Peneliti lebih banyak mencatat data dan mengkategorikannya. Dari kategori ini, peneliti mengembangkan konsep sesuai dengan keadaan di lapangan melalui teknik wawancara dan studi kepustakaan. Total sampel sebanyak 60 responden, observasi dilakukan terhadap kondisi wilayah DKI Jakarta serta teknis analisis data dengan perspektif kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) sebagian besar masyarakat DKI Jakarta tidak mengenal dan tidak mengamalkan kearifan lingkungan hidup yang telah mengakar dalam masyarakat DKI Jakart tempo dulu; (2) sebagian besar masyarakat DKI Jakarta tidak bisa mengkonstruksikan kearifan lingkungan hidup tersebut ke dalam sistem makna yang mereka miliki dalam kehidupan sehari-hari dan (3) Sebagian besar masyarakat DKI Jakarta tidak memiliki pengetahuan cukup untuk mengaplikasikan kearifan lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS PENGEMBANGAN POTENSI OBYEK WISATA DI KABUPATEN KEBUMEN Amelia, Siska; Budi Utomo, Setyo
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.12 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kebumen memiliki Obyek wisata yang sudah dikembangkan sampai tahun 2015 sebanyak 12 obyek yaitu: Goa Jatijajar, Goa Petruk, Pantai Logending, Pantai Karangbolong, Pantai Petanahan, Pemandian Air Panas Krakal, Benteng Vander Wijck, Waduk Sempor, Waduk Wadaslintang, Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung, Pantai Suwuk serta Wisata Alam Jembangan. Dari 12 Objek Wisata tersebut secara fisik berbeda tetapi dari segi penyediaan fasilitas, maupun daya tarik fisiknya jenis fasilitasnya relatif sama. Hanya saja dari segi jumlah dan kualitas belum tentu sama. Perbedaan keadaan alam, pemanfaatan sarana dan prasarana wisata masing-masing objek wisata akhirnya menggambarkan perbedaan tingkat daya tarik tiap obyek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi obyek wisata di Kabupaten Kebumen serta menyusun alternative pengembangan wisata di Kabupaten Kebumen. Variabel yang digunakan adalah daya tarik wisata,aksesbilitas meliputi status jalan, jarak dari Ibukota Kabupaten dan ketersediaan angkutan umum, serta fasilitas penunjang meliputi sarana dan prasarana. Alat yang digunakan yaitu alat tulis, GPS (Geografis Position System) dan kamera. Bahan yang diperlukan adalah Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dari Dirjen PHKA (2003) yang telah dimodifikasi, Pengolahan data mengenai ODTWA di Kabupaten Kebumen diolah dengan menggunakan metode skoring yang selanjutnya diuraikan secara deskriptif. Dari hasil penelitian dapat dilihat obyek wisata dengan potensi yang tinggi dengan nilai skor 128 - 151 yang sangat potensial untuk dikembangkan, terdapat 5 obyek wisata yaitu Pantai Suwuk, Goa Jatijajar, Benteng Van der Wijck, Pantai Karangbolong, dan Pantai Logending. Faktor yang mendukung obyek wisata yang mempunyai potensi yang tinggi cenderung memiliki keunikan sumberdaya alam dan berbagai kegiatan wisata yang cukup beragam, selain itu aksebilitas yang memudahkan dan sarana prasaran yang memadai dalam rangka menunjang kegiatan wisata. Obyek wisata dengan potensi sedang terdapat dengan nilai skor 104 – 127 pada 2 lokasi yaitu Pantai Petanahan, Wisata Alam Jembangan. Obyek wisata dengan potensi sedang cenderung memiliki keterbatasan dalam kegiatan wisata yang dimiliki oleh obyek wisata tersebut. Selain itu sarana prasarana yang menunjang kegiatan wisata pada lokasi ini tergolong masih terbatas. Akses jalan yang cukup jauh dari pusat kota juga mempengaruhi. obyek wisata yang memiliki potensi rendah dengan nilai 80 – 103 yaitu obyek wisata Pemandian Air Panas Krakal, Balai Informasi dan Konservasi Kebumian, Goa Petruk, Waduk Sempor, Waduk Wadaslintang, selain minim keragaman kegiatan atau bahkan tidak ada yang. menjadi daya tarik wisata, akses jalan yang cukup jauh dari Ibukota Kabupaten, penyediaan sarana prasarana terlihat adanya keterbatasan baik dari jumlah maupun jenisnya.

Page 5 of 12 | Total Record : 116