cover
Contact Name
Siska Amelia
Contact Email
planokrisna.unkris@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
planokrisna.unkris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kampus UNKRIS Jatiwaringin, Jakarta 13077 Gedung G (Fakultas Teknik) Lantai 2 Ruang Sekretariat Prodi Teknik PWK
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Plano Krisna
ISSN : 23029307     EISSN : 26226189     DOI : -
Jurnal Ilmiah Plano Krisna (P-ISSN: 2032-9307 dan E-ISSN: 2622-6189 ) merupakan jurnal akses terbuka yang berfokus pada karya ilmiah yang ditujukan untuk kajian permasalahan pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis untuk memajukan dan menyebarkan pengetahuan terkait pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan. Jurnal ini menekankan pada isu keberlanjutan dalam dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan mengenai pembangunan regional dan perkotaan di Indonesia dan dunia. Semua manuskrip termasuk penelitian asli, catatan penelitian, dan resensi buku diterima dalam Bahasa Indonesia.
Articles 116 Documents
ANALISIS PEMBATASAN KEGIATAN INDUSTRI DI KECAMATAN PENJARINGAN Open L Sinaga, Gud
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.1 | Juni 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara merupakan tempat bermuaranya 13 sungai dan dua kanal. Tepatnya dikelurahan Pluit yang berada di dataran rendah di bawah permukaan laut berupa dataran rawa dulunya. Daerah ini baru berkembang pada zaman Ali Sadikin memimpin Jakarta. Kini kawasan ini dikenal dengan perumahan mewahnya, yang hanya dapat dibeli oleh orang-orang yang benar-benar kaya. Di antaranya kawasan modern Pluit, Pulo Mas dan Pantai Mutiara. Pencemaran lingkungan akibat industri besar dapat merusak ekosistem lingkungan di Kecamatan penjaringan dimana lahan pemulihan dan pemelihanaan konservasi hutan lindung. Laju kenaikan muka air laut di Indonesia yang mencapai 20-100 cm dalam waktu 100 tahun (WWF dan IPCC, 1999), mengakibatkan semakin rentannya kota-kota besar di Indonesia terhadap dampak kenaikan muka air laut. Salah satu kota pesisir yang paling rentan ialah Kota Jakarta, karena fungsinya sebagai Ibu Kota negara yang merupakan pusat pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, pada penelitian ini diidentifikasi resiko dampak kenaikan muka air laut di Jakarta khususnya Jakarta Utara untuk memberikan alternatif adaptasi yang sesuai dengan karakter kerentanan Kota Jakarta khususnya daerah industri besar yang berada di wilayah Kecamatan Penjaringan, yang dalam penelitian ini menilai tingkat risiko kenaikan muka air laut di Jakarta khususnya Jakarta Utara yang 45,29% wilayahnya berada di ketinggian dibawah 1 meter. Untuk menilai tingkat risiko tersebut terlebih dahulu dilakukan dengan mengidentifikasi faktor kerentanan Kota Jakarta, Dari hasil analisa didapat hasil bahwa banyak industri yang akan tergenang dalam 10 sampai dengan 20 tahun ke depan untuk itu perlu diadakan relokasi industri besar yang berada di wilayah Kecamatan Penjaringan.
RESTORASI EKOSISTEM GAMBUT DI PROVINSI PAPUA Begawat Sari, Fauziyah
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.2 | Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerugian akibat kebakaran dan asap berdampak sangat luas terhadap kehidupan masyarakat, ekonomi Indonesia, dan bahkan lingkungan global. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menaksir kerugian finansial akibat bencana kebakaran lahan dan asap pada periode Juni-Oktober 2015 mencapai Rp. 221 Triliun. Angka ini lebih besar dibandingkan dengan kejadian serupa pada tahun 1997 di mana peristiwa kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 60 triliun. Dari 2,61 juta hektare lahan yang terbakar, terdapat 33 persen yang menimpa lahan gambut atau seluas 869.754 hektar. Sementara kebakaran di tanah mineral seluas 1.741.657 hektare atau 67 persennya (Republika, 2015). Untuk menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun 2015, pemerintah melakukan percepatan pemulihan kawasan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut akibat kebakaran hutan dan lahan secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh dengan membentuk Badan Restorasi Gambut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016. Untuk mengurangi risiko bencana terhadap gambut , dibutuhkan upaya penanganan gambut di Provinsi Papua untuk mewujudkan ruang yang aman dan berkelanjutan pada wilayah tersebut, yang mencakup arahan zonasi jangka panjang dan kelembagaan penanganan gambut.
PERAN KEPEMIMPINAN DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN KOTA DAN KESEIMBANGAN EKOSISTEM BERKELANJUTAN Th. Salean, Semuel
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.2 | Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki paradigma baru pembangunan dalam era globalisasi beberapa kota di Indonesia bergerak sangat pesat. Namun kepesatan pembangunan fisik kota tersebut pada umumnya tidak disertai oleh daya dukung (carrying capacity) lahan yang memadai, sehingga sering terjadi pemanfaatan lahan yang tidak semestinya. Misalnya, lahan pertanian di pinggir kota yang sebenarnya masih potensial untuk aktivitas usaha tani, terpaksa di gunakan untuk membangun kompleks perumahan, pertokoan, industri atau infrastuktur kehidupan kota lainnya. Padahal jika lahan pertanian beralih fungsi ke nonpertanian, implikasinya akan sangat kompleks. Dari perspektif ekologi manusia (human ecology) misalnya, alih fungsi lahan pertanian bisa menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistim pertanian. Peran Kepemimpinan dalam konteks pembangunan kota dan keseimbangan ekosistem berkelanjutan dapat efektif melalui tindakan nyata sebagai berikut bahwa kepemimpinan dalam pembangunan dapat berkelanjutan apabila tiga prinsip dasar dapat diterapkan dengan baik dan benar yaitu sosial kapital, paradigma shif, dan perkembangan organisasi. Kepemimpinan dalam pembangunan berkelanjutan dapat berhasil, maka perlu andanya reformasi organisasi atau reformasi birokrasi. Alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian sebagai akibat dari pesatnya pembangunan kota, membawa permasalahan yang sangat kompleks. Kompleksnya permasalahan alih fungsi lahan tersebut, antara lain bisa dijelaskan melalui perspektif ekologi manusia, yang mengembangkan proposisi teoritik adanya hubungan sistemik antara system sosial dengan ekosistem. Karena itu jika lahan pertanian beralih fungsi untuk aktivitas non pertanian, akan menyulitkan posisi petani dalam mentransformasikan energi, materi, dan informasi dari sistim sosial ke ekosistem dan begitu pula sebaliknya. Sektor industri atau sektor informal perkotaan tidak selalu mampu menampung luberan energi dari sektor pertanian, yang sebenarnya cukup tersedia. Karena itu jika penyaluran energi dipaksakan, kemungkinan justeru akan menimbulkan entropi energi.
KINERJA AUDITOR BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN: SURVEI PADA AUDITOR DI LINGKUNGAN BADAN PEMERIKA KEUANGAN JAKARTA (2017) Napitupulu, Hotman
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.2 | Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A positive correlation of Work motivation on environmentally sound of work productifity : A positive of healthy environment of healthy on environmentally sound of work productivity A : positive correlation of work ethic environmentally sound of work productivity .
ANALISIS SEBARAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT Amelia, Siska; Taryat
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.2 | Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai infrastuktur pemadam kebakaran yang ada di Kota Administrasi Jakarta Pusat telah dibangun, namun jumlah kejadian kebakaran kurang sesuai dengan standar waktu tanggap bencana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran lokasi pos pemadam kebakaran di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Dalam penelitian ini menganalisis overlay ArcGIS pada peta potensi risiko rawan kebakaran di Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan peta jangkauan pelayanan pos pemadam kebakaran di Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk mengetahui area yang belum terjangkau pelayanan pos pemadam kebakaran dan memiliki potensi risiko tinggi akan bencana kebakaran Kota Adiministrasi Jakarta Pusat. Selanjutnya menentukan faktor dan kriteria penentuan lokasi pos pemadam kebakaran berdasarkan studi kebijakan dan kondisi eksisting. Arahan sebaran lokasi pos pemadam kebakaran dihasilkan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan pada kawasan potensi risiko kebakaran yang ada di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Hasil analisis menjelaskan bahwa sebaran pos pemadam kebakaran di Administrasi Jakarta Pusat telah memiliki nilai indeks yang baik sesuai cakupan pelayanannya dan berdasarkan rasio kependudukan pos pemadam membutuhkan 43 pos, kondisi eksisting hanya ada 19 pos, jadi kebutuhan pos yang harus di penuhi sampai dengan tahun 2017 sebanyak 24 pos yang tersebara di beberapa kecmatan kota Jakarta pusat. Faktor penentuan lokasi pos pemadam kebakaran di Kota Administrasi Jakarta Pusat adalah fungsi bangunan berdasarkan jenis penggunaan lahannya, kepadatan penduduk , kepadatan bangunan, jangkauan pelayanan pos pemadam kebakaran, radius jangkauan pasokan air, angka kejadian kebakaran, waktu tanggap bencana kebakaran, ketersediaan lahan, dan kelas jalan. Arahan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah penerapan manajemen proteksi gedung pada fungsi bangunan di perkotaan, pengadaan sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran untuk masyarakat, pengkoordinasian dengan instansi terkait untuk memudahkan jalur pencapaian lokasi, luas lahan minimal 200 m2,lebar jalan lingkungan 3,5m,jangkauan pelayanan 2,5Km,terletak dalam jangkauan 61 meter dari potensi sumber air, dan diharuskan mampu mengjangkau kawasan yang nilai tingkat bahaya kebakarannya tinggi.
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN SULTAN AGUNG KOTA BEKASI Savitri, Reny; Izzati Anova, Moza
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.2 | Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola jaringan jalan yang terdapat di Kota Bekasi adalah pola jaringan jalan linear dan radial dimana berpusat pada kawasan pusat bisnis koridor Jalan Ir. H. Juanda. Pola jaringan jalan yang terdapat di dalam Kota Bekasi tersebut berintegrasi dengan pola jaringan jalan regional Kota Bekasi. Pola jaringan jalan yang berpusat pada Jalan Juanda inilah yang menyebabkan masalah dalam sistem jaringan jalan Kota Bekasi, terutama pada zona CBD. Kota Bekasi sebagai kota penyangga yang menyebabkan akses penghubung antara jalan kota Bekasi dengan kota Jakarta padat ditambah dengan mixed area menyebabkan lalulintas padat. Jalan Sultan Agung melewati Stasiun Kranji sering mengalami kemacetan lalu lintas pada jam-jam sibuk yaitu pada pagi (pukul 06.00-08.00), siang (pukul 12.00-14.00), dan sore hari (pukul 16.00-18.00). Titik kemacetan disebabkan oleh penumpukan kegiatan. Kegiatan yang berada di Jalan Sultan Agung antara lain disebabkan angkutan umum mengambil penumpang dari stasiun, penyempitan Jalan Sultan Agung setelah flyover, kondisi existing yang dekat dengan pusat perdagangan Kranji, dan pengalihan fungsi badan jalan sebagai tempat untuk berdagang menimbulkan kemacetan lalulintas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 2 (dua) segmen yang ditentukan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kemacetan yaitu kondisi penggunaan lahan, bangkitan dan tarikan lalulintas, waktu tundaan, volume lalu lintas yang padat. Dan dari hasil analisis prioritas masalah untuk menangani masalah kemacetan lalu lintas tersebut bahwa segmen 2 (dua) memiliki masalah yang patut diutamakan penyelesaiannya.
ANALISIS KEBUTUHAN SARANA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA BEKASI Sutaryo; Arumbi, Rusbianto
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.2 | Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di lakukan di Kota Bekasi dengan meneliti tentang kebutuhan sarana pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan memprediksi kedepan nya karena akibat perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang terus bertambah setiap tahun. Disisi lain Kota Bekasi berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan SMA semakin meningkat sehingga perlu di lakukan analisis terhadap kebutuhan sarana Pendidikan Sekolah Menengah Atas. Salah satu pendekatan analisis yang digunakan mencakup : analisis kebutuhan ruang pada Sekolah, dan analisis aksesibilitas. Selanjutnya untuk analisis kebutuhan ruang kelas dengan melihat dari parameter jumlah sekolah rombongan yang ada dan jumlah range umur 15-19 Tahun (SMA,SMK, MA), dan sarana penunjang dilihat pada sisi transportasi/rute angkutan untuk mengantar murid dari permukiman ke tempat sekolah yang telah tersebar di Kota Bekasi. Hasil analisis yang di lakukan peneliti terkait kebutuhan sarana pendidikan Sekolah Menengah Atas di Kota Bekasi adalah jumlah fasilitas sudah merata di Kota Bekasi, namun jumlah sekolah dan eksisiting tidak sama karena jumlahnya sudah melebihi dari jumlah fasilitas pendidikan yang dibutuhkan. Oleh karena itu jumlah fasilitas dengan jumlah murid tidak seimbang artinya bahwa jumlah murid lebih sedikit dari pada jumlah sekolah. Hal ini perlu ada upaya dengan melakukan pemerataan distribusi murid yang secara merata atau untuk sekolah yang di bawah ketentuan harus merger/kerjasama dengan sekolah lain untuk pemenuhan murid pembelajar yang ada.
ANALISIS KEBISINGAN KAWASAN KESELAMATAN OPERASIONAL PENERBANGAN HALIM PERDANAKUSUMA Zefri; Sucipto, Dwi
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.13 No.2 | Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan bandara yang tidak mengikuti pedoman operasional bandar udara dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan pesawat. Permukiman yang padat di sekitar bandar udara dapat menghalangi gelombang radio sehingga mengakibatkan tidak fungsinya alat navigasin dan radar. Pengembangan bandar udara halim perdanakusuma akibat dari kebutuhan masyarakat akan mobilitas yang tinggi. Pengembangan kawasan bandar udara meningbulkan beberapa dampak yang mempengaruhi aktivitas dan kehidupan penduduk sekitar dan sebaliknya aktifitas penduduk sekitar juga akan memperngaruhi operasional penrbangan. Penelitian ini dilakukan analisis melalui data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode overlay dan melakukan analisis dampak yang terjadi akibat perkembangan bandar udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang terjadi pada kawasan sekitar area pengembangan bandar udara halim perdanakusuma dan merumuskan strategi pengendalian kawasan keselamatan operasional penerbangan agar tidak mengganggu keselamatan penerbangan.
ANALISIS PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU YANG TERINTEGRASI DENGAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK DI KECAMATAN KEMBANGAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT Sutaryo; Mahrianto, Fazri
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.1 | Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah perkotaan memiliki fungsi yang penting diantaranya terkait aspek ekologi, estetika dan sosial. Adapun dalam penyediaannya harus memenuhi kriteria ruang publik yang ideal seperti lokasi yang mudah dijangkau, nyaman dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. Permasalahan masih kurangnya ketersediaan jumlah ruang terbuka hijau berupa taman kota maupun ruang terbuka hijau publik lainnya di Kecamatan Kembangan Kota Administrasi Jakarta Barat sedikit banyak mempengaruhi fungsi taman kota tersebut sebagai ruang terbuka hijau publik. Di samping itu pada saat ini taman kota dan ruang terbuka hijau publik dapat dikatakan banyak yang tidak terawat dengan baik sehingga menyebabkan peran dan fungsi sebagai taman kota dan ruang terbuka publik belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pemanfaatan ruang terbuka hijau yang terintegrasi dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat deskriptif kualitatif dengan analisis data yang dilakukan berdasar fakta yang berhubungan dengan fenomena aktual di lapangan. Berdasarkan hasil analisis tersebut didapatkan bahwa masyarakat membutuhkan taman kota dan ruang terbuka hijau publik yang bisa berfungsi sebagai (a) sarana rekreasi; (b) sarana komunikasi; (c) sebagai paru-paru kota; (d) sebagai peredam bunyi/polusi udara; (e) bentuk fisik tanaman dan (f) bentuk tekstur tanaman. Hal tersebut dinilai masyarakat mempunyai tingkat kepentingan yang tinggi. Selain itu juga perlu adanya pengawasan dan pengendalian terhadap pemanfaatan RPTRA secara intensif baik oleh pihak Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan masyarakat sehingga saling bersinergi mengelola dan/atau menyediakan sarana dan prasarana taman kota dan ruang terbuka publik lainnya yang dapat diintegrasi dengan RPTRA, baik secara kualitas maupun kuantitasnya.
ANALISIS SEBARAN LOKASI SEKTOR DAN POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR Amelia, Siska; Handoyo Putro, Resi
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.1 | Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana kebakaran merupakan bencana yang serius di perkotaan, hal ini dikarenakan berkaitan dengan jumlah korban maupun kerugian yang ditimbulkan akibat dari bencana tersebut. Penyebab terjadinya kebakaran umumnya kelalaian pemakaian barang-barang keseharian antara lain koseleting listrik atau kompor meleduk. Pada bangunan rumah yang terbakar akan cepat menjalar ke rumah-rumah disekitarnya karena peralatan rumah tangga yang mudah terbakar seperti mebel, kasur, dan jarak antar bangunan rumah sangat kecil bahkan nyaris tanpa jarak sertatiupan angin mengakibatkan tingginya kecepatan perambatan api. Perkembangann kejadian kebakaran di Kota Jakarta Timur sejak Tahun 2011 sebanyak 217, Tahun 2012 sebanyak 263, Tahun 2013 sebanyak 211, Tahun 2014 sebanyak 257 dan Tahun 2015 sebanyak 379. Mengingat potensi kebakaran yang semakin lama semakin signifikan, bahaya kebakaran ini harus segera diantisipasi dan dihadapi dengan berbagai upaya penanggulangan yang komprehensif, sistematik, efektif dan berkelanjutan. Berkaitan dengan sering kejadian kebakaran tersebut salah satu upaya pengendalian kebakaran adalah pengaturan sebaran lokasi sektor dan pospemadam kebakaran. Oleh sebab itu penelitian yang menjadi fokus penting dengan judul “ Analisis Sebaran Lokasi Sektor dan Pos Pemadam Kebakaran di Kota Administrasi Jakarta Timur”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis wilayah rawan kebakaran berdasarkan sebaran lokasi sector dan pos pemadam kebakaran. Berdasarkan hasil analisis sebaran lokasi sektor dan pos pemadam kebakaran tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Wilayah rawan kebakaran rawan belum terlayani (sektor dan pos pemadam kebakaran) terdapat di Kecamatan Ciracas meliputi Kelurahan Susukan, Kelapa Dua Wetan. Kecamatan Kramat Jati meliputi Kelurahan Cawang. Kecamatan Pulo Gadung meliputi Kelurahan Pulo Gadung dan Cipinang. Kecamatan Cakung meliputi Kelurahan Jatinegara, Wilayah rawan kebakaran sudah terlayani (sektor dan pos pemadam kebakaran) terdapat di Kecamatan Pulo Gadung meliputi Kelurahan Kayu Putih, Rawamangun. Kecamatan Cakung meliputi Kelurahan Penggilingan, Pulo Gebang. Kecamatan Jatinegara meliputi Kelurahan Cipinang Cempedak. Kecamatan Kramat Jati meliputi Kelurahan Batu Ampar. Kecamatan Makasar meliputi Kelurahan Lubang Buaya. Kecamatan Ciracas meliputi Kelurahan Ciracas. Kecamatan Duren Sawit meliputi Kelurahan Pondok Bambu.

Page 7 of 12 | Total Record : 116