cover
Contact Name
T Saifullah
Contact Email
tsaifullah@unimal.ac.id
Phone
+6283899908686
Journal Mail Official
penerbitdarulhuda@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 1 Duson Bale Tunoeng, Cot Seurani, Muara Batu, Aceh Utara, 24355
Location
Kab. aceh utara,
Aceh
INDONESIA
Nanggroe: Journal of Scholarly Service
ISSN : -     EISSN : 29867002     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.8367597
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia merupakan jurnal ilmiah dibawah Yayasan Daarul Huda Krueng Mane yang memfokuskan pada hasil-hasil penelitian dan pengabdian akademisi pada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 837 Documents
Pelatihan Rekonsiliasi Fiskal Serta Pengisian SPT Tahunan PPH Badan Linawati L; Arifin A; Hidayatul Muarifin; Saenah S
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 5 (2023): Agustus (In progress)
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8234512

Abstract

Community service activities aim to provide training to understand fiscal reconciliation and filling out the Annual Corporate Income Tax Return. Community service is carried out at PT Vertikal Trimitra Selaras which is located in the South Jakarta area. Participants who attended this activity as many as 6 (six) people. The methods applied are the lecture method, tutorial practice, and discussion. The method used in this activity is giving lectures in the form of material related to corporate income tax, demonstrations and practice of preparing fiscal reconciliations and the last method is discussion related to the material presented and other tax issues. The result of this community service activity is that the enthusiasm of the participants is quite large as can be seen from the activeness of the participants to ask questions and the resource persons are quite responsive and communicative in providing solutions, thus adding insight to management, especially the accounting and tax departments as the par that manages company finances.
Penyuluhan Tentang Risiko Anemia Pada Remaja di Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang Faris Hamidi; Awaluddin Susanto; Dina Novita Kartika Sari
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8108453

Abstract

Adolescent girls are more susceptible to anemia because adolescents are in a growth period that requires higher levels of nutrients, including iron. The prevalence of anemia among children aged 5-12 in Indonesia is 26%, in women aged 13-18, it is 23%. In Riau Province, the prevalence of anemia is 25.1% and 19.4% are at the age of 15-24 years. The impact of anemia on young women is stunted growth, easy infection, resulting in reduced fitness or body fitness, decreased enthusiasm for learning or achievement. As for the results of examinations at the youth posyandu in Pandanwangi Village, the results of the Hb values in adolescents were still in the normal range.
Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kelurahan Cibodas Kota Tangerang Azizah Al Ashri Nainar; Eneng Wiliana
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 6 (2023): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8331789

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Selain faktor gizi, stunting disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat terutama ibu-ibu yang memiiki anak bayi dan balita tentang stunting. Metode pelaksanaan dalam program pengabdian kepada masyarakat melalui pemberian penyuluhan mengenai stunting kepada Ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita di Kelurahan Cibodas Kecamatan Cibodas Kota Tangerang-Banten..Tujuan dari adanya penyuluhan ini untuk memberikan informasi mengenai “Pentingnya Pola Asuh Anak yang Baik untuk dapat mnengenali, mencegah dan menangani Stunting”.
Pendampingan Pembuatan Media Flashcard dalam Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab Santri Bani Zawawi Kencong Jember Asni Furoidah; Umi Nurlaili
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8170647

Abstract

Kegiatan pendampingan ini dilakukan kepada sejumlah Santri Junior Madrasah Bani Zawawi yang bertempat di pondok pesantren Assunniyyah Al-Jauhari Kencong Jember. Untuk menjadikan sebuah pembelajaran itu mudah dan menyenangkan, maka dibutuhkan dengan kehadiran media pembelajaran. Salah satunya media pembelajaran disini adalah media flash card, yang akan menjadi penunjang pembelajaran dan juga mengasah kreatifitas peserta didik. Riset berupa pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada santri junior Madrasah Bani Zawawi dalam membuat media berupa flash card. Riset ini menggunakan metode community development dengan pengumpulan data melalui dokumentasi dan angket. Hasil pendampingan ini menunjukan prosentase yang tinggi dari angket yang telah diberikan kepada objek dampingan yaitu sebesar 90%. Maka dari itu hal ini menunjukkan bahwa program pendampingan ini dapat terbukti mampu menambah pengetahuan objek dampingan sekaligus mengasah kreatifitas peserta didik.
Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Arang untuk Menambah Pendapatan Masyarakat Kabupaten Lamongan Wiwik Prihartanti Prihartanti; Erlyna Hidyantari; Desak Gede Suasridewi; Agus R ahmanto; Ahmad Gamal
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 1, No 1 (2022): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan mengenai proses pembuatan briket arang kepada masyarakat. Kondisi saat ini ketersediaan bahan bakar minyak dan gas berkurang sedangkan kebutuhan konsumsi energi di masyarakat meningkat. Maka perlu mencari sumber energi alternatif untuk mengganti bahan bakar minyak dan gas. Kondisi daerah Desa Jubel Kidul adalah desa dengan area pertanian yang sangat luas, sehingga sekam padi mudah ditemui dan belum dimanfaatkan secara maksimal dan banyak yang hanya menjadi limbah. Sekam padi memiliki nilai kalor yang tinggi sebesar 3300-3600 kkal/kg, untuk itu pengelolaan sekam padi menjadi briket ini menjadi sangat penting. Dengan tingginya nilai kalor dari sekam padi tersebut, maka sekam padi dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bakar berupa briket arang. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melalui penyuluhan, pelatihan, serta diskusi dan evaluasi. Hasil yang didapat dari terselenggaranya pengabdian ini adalah meningkatnya kesadaran, pengetahuan, beserta keterampilan masyarakat Desa Jubel Kidul Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan dalam hal ini adalah petani terkait manfaat limbah sekam padi beserta proses pembuatan briket dari limbah sekam padi. Briket tersebut sangat potensial dijadikan peluang usaha dan guna meningkatkan pendapatan petani. Dari hasil pengabdian masyarakat didapatkan bahwa masyarakat memiliki ketertarikan yang besar mengenai proses produksi briket sekam padi, masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai cara memanfaatkan limbah sekam padi dan merubah sekam padi tersebut menjadi briket yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. 
Sosialisasi dan Pelatihan Digital Marketing Sebagai Upaya Pemasaran Produk UMKM di Desa Kebondalem Ida Bagus Anindya Hariwicaksana; Wahyu Fahrul Ridho
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8195162

Abstract

One of the villages in Bareng District, Jombang Regency, which has quite a lot of MSMEs, is Kebondalem Village. MSME actors in Kebondalem Village have even increased every year. Most small, micro and medium enterprises (MSMEs) have a similar problem, which is that it is difficult for them to promote their business to the wider community. The purpose of this socialization is to increase knowledge of marketing and advertising media to increase the number of customers and to be known more widely. The implementation of this student service involves MSME partners who experience several problems related to the management and management of promotional media which are considered less effective. One of the work programs implemented is the application of digital marketing as an effort to market MSME products. Coinciding with this activity, students provide assistance and training related to the application of digital marketing for these MSMEs.
Tipe Organisasi dan Manajemen Publik Pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang Ignatius Layola; Padmono Wibowo
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10005119

Abstract

Overcrowding, lack of space, security issues, inmate rehabilitation, and human resource management are just some of the problems plaguing correctional institutions in Indonesia. Malang Class I Prison has a residential capacity of 1,282, while in June 2021, there were 3,366 inmates, resulting in a lack of fulfillment of prisoners' rights. Therefore, the need for competent public management is essential to meet these challenges head-on. The aim of this research is to identify the type of organization and public management at Class I Malang Penitentiary. This research uses qualitative research methods with a case study of Malang Class I Prison as the subject. The research results reveal that public management in prisons is the key to achieving effectiveness, efficiency and accountability in the correctional system. However, there are many obstacles such as overcrowding, lack of resources, lack of competent staff, security problems, tension between inmates, regulatory uncertainty, and community stigma, which affect organizational management in Malang Class I prisons. Good public management can improve operational efficiency, quality public services, risk and security management, staff development, and accountability and transparency. Therefore, the role of public management in Malang Class I Prison is very important to achieve successful correctional goals and ensure the protection of prisoners' human rights.
Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Pelayanan Gereja Bagi Anggota Persekutuan Wanita GKI Petra Kehiran II Klasis Sentani Aleda Mawene; Meggy Merlin Mokay
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8414057

Abstract

Representasi fungsi bahasa dalam bidang agama dan kerohanian ditandai oleh  penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai bentuk pelayanan gereja. Hal itu berlaku pula pada  GKI di Tanah Papua, terutama dalam pelayanan (diakonia) gereja GKI di Tanah Papua. Persekutuan Wanita (PW) GKI Petra Kehiran II di Klasis Sentani merupakan anggota sidi jemaat tidak memiliki latar belakang pendidikan teologi. Dengan demikian, pemahaman mereka terhadap laras bahasa bidang teologi  serta pengetahuan tentang diksi  dan kalimat efektif  bahasa Indonesia juga masih kurang memadai. Oleh sebab itu, mereka perlu dilatih dalam hal penggunaan bahasa Indonesia  agar dapat melaksanakan tugas pelayanan dengan baik. Sasaran pelatihan yaitu anggota PW GKI Jemaat Petra Kehiran II Klasis Sentani sebanyak 23 orang. Pelatihan dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2020, bertempat di Ruang Serba Guna Jemaat Petra Kehiran II Klasis Sentani. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis kepada peserta pelatihan agar (1) memiliki pemahaman tentang  beragam diksi yang biasa digunakan di dalam kegiatan peribadahan; (2) memiliki pengetahuan tentang kalimat yang efektif dalam kegiatan peribadahan; (3) terlatih menggunakan beragam diksi dan kalimat efektif secara tepat di dalam kegiatan peribadahan, baik lisan maupun tulis. Pelatihan dirancang mengikuti model PAKEM dengan metode Inquiry serta didukung oleh teknik ceramah, brainstorming, latihan terbimbing, dan simulasi. Indikator keberhasilan tujuan ditandai oleh Kemampuan peserta pelatihan menemukan kesalahan-kesalahan penggunaan diksi dan kalimat efektif, kemampuan memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut, kekritisan menanggapi penjelasan fasilitator, dan kemampuaan melakukan simulasi penggunaan bahasa Indonesia dalam peribadahan. Kemampuan tersebut dinilai menggunakan tes pengetahuan secara lisan dan tes unjuk kerja dengan Kriteria Ketuntasan Minimal di atas nilai 75 bagi tes aspek pengetahuan dan di atas 80 bagi tes kemahiran berbahasa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa proses pelatihan berjalan baik dan lancar. Para partisipan sangat antusias mengikuti pelatihan. Terhitung ada 15 pertanyaan yang diajukan peserta selama pelatihan berlangsung dengan kualifikasi sebagai berikut: diksi  sebanyak 10 pertanyaan dan kalimat sebanyak 5 pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebanyak 80% berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia dalam pelayanan gereja dan 20% berkaitan dengan bahasa Indonesia dalam tata persuratan. Berdasarkan hasil refleksi, ditemukan 91 % dari peserta mengaku sangat tertarik dengan materi pelatihan dan berharap dapat dikembangkan pada unsur-unsur jemaat yang lain. Selain itu, ditemukan pula 26% (6 orang) dari 23 peserta sangat kritis dalam menanggapi masalah-masalah penggunaan bahasa Indonesia, terutama pilihan kata atau diksi, dalam pelayanan gereja. Pelatihan ini dinilai berhasil yang dibuktikan oleh nilai rata-rata  aspek pengetahuan sebesar 92  dan nilai rata-rata aspek kemahiran berbahasa sebesar 90. Sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, disimpulkan bahwa  para peserta pelatihan telah mencapai ketuntasan belajar pada   kegiatan Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia bagi Anggota PW GKI Petra Kehiran II Klasis Sentani.
Demonstrasi Pembuatan Makanan Tambahan Berbahan Pangan Local dari Puding Wortel untuk Kader Posyandu Desa Biting Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo Alfina Sofianawati; Ernika Saputri; Cindi Ameilia; Aryadea Reza Fahlevi; Yusuf Adam Hilman
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 6 (2023): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8379818

Abstract

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan program intervensi untuk anak-anak yang kurang gizi di mana saja untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan gizi anak agar tercapainya status gizi dan gizi yang sesuai dengan anak-anak tersebut. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu, keamanan pangan,dan mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Terobosan yang dilakukan untuk mengatasi hal ini yaitu dengan memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai bahan baku PMT. Pembuatan PMT dengan menggunakan bahan makanan lokal dapat menekan pengeluaran anggaran karena harganya yang lebih terjangkau. Kandungan gizinya pun tidak kalah bagus. Bahan pangan lokal merupakan bahan pangan yang sudah sangat lumrah di masyarakat. Pangan lokal adalah pangan yang diolah dan dikonsumsi berdasarkan tempat tinggal. Namun, di era globalisasi ini tidak ada perkembangan mengenai pengolahan bahan pangan lokal untuk balita. oleh sebab itu, diperlukan inovasi dari ibu-ibu balita agar pemanfaatan bahan pangan lokal bisa terkelola dengan baik dan bukan hanya untuk orang dewasa namun juga untuk balita. Sehingga, diperlukan PMT (pemberian makanan tambahan) pada balita yang berasal dari bahan pangan lokal. Selain itu, dengan adanya inovasi baru mengenai pengolahan bahan pangan local maka akan berdampak kepada peningkatan keterampilan pada ibu balita dan kemudian dengan sendirinya ini akan mendorong ibu balita untuk membuat usaha sehat yaitu pengolahan pangan lokal sebagai PMT bagi balita dengan kualitas gizi yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang teknologi tepat guna pengolahan pangan lokal sebagai pmt dan bernilai gizi tinggi pada balita.  Wortel merupakan salah satu bahan pangan lokal dengan harga yang terjangkau dan kandungan gizi yang apik. Manfaat wortel bagi anak-anak salah satu fungsi wortel adalah sebagai sumber beberapa vitamin dan mineral yang baik, khususnya vitamin A, biotin, vitamin K1, kalium, dan vitamin B6. Selain itu, wortel juga kaya akan beta-karoten. Karena itulah tidak heran apabila manfaat wortel dapat meningkatkan imunitas tubuh, terutama bagi balita dan anak-anak
Pelatihan Tanggap Bencana Kebakaran oleh Kelompok KKN 86 UNS di Desa Bangak, Boyolali, Jawa Tengah Fachrudin Nuur Fadlillah Alfauzi; Detri Viantika; Muhammad Chaerul Ichsan; Budi Waluyo
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10068901

Abstract

Pelatihan tanggap bencana dilakukan di Desa Bangak, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait bahaya kebakaran, meningkatkan kesiagaan terhadap bencana kebakaran, dan menciptakan budaya waspada terhadap bahaya kebakaran guna menjaga harta benda serta keluarga. Pelatihan dilaksanakan di pendopo dan lapangan Desa Bangak dengan diikuti relawan desa beserta perwakilan setiap RT. Demi mencapai tujuan secara maksimal pelatihan tanggap bencana dilakukan melalui dua kegiatan yaitu pemberian materi dan praktek simulasi pemadaman api. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai sumber-sumber yang dapat memicu kebakaran, kategori kebakaran, serta cara memadamkan api. Melalui pelatihan tanggap bencana diharapkan masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai bencana kebakaran sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat saat sewaktu-waktu terjadi kebakaran.