cover
Contact Name
Fransisca Retno Asih
Contact Email
fransisca.ra@stikesbanyuwangi.ac.id
Phone
+6282139224020
Journal Mail Official
fransisca.ra@stikesbanyuwangi.ac.id
Editorial Address
Jalan Letkol Istiqlah No 109 Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
WOMB Midwifery Journal
ISSN : -     EISSN : 28307992     DOI : https://doi.org/10.54832/wombmidj.v2i1
Core Subject : Health,
WOMB Midwifery Journal (e-ISSN: 2830-7992) is an electronic journal published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi, Indonesia. WOMB Midwifery Journal is a peer reviewed and open acces journal that focuses on publication of midwifery research. The scope of Jurnal includes: preconception, pregnancy, childbirth, maternity, breastfeeding, family planning, reproduction health, adolescent health, maternal health, child health, and midwifery complementary.
Articles 59 Documents
Hubungan Frekuensi, Ketepatan ANC, dan Lama Waktu Istirahat dengan Kejadian Preeklampsia Fajar Sri Utami; Sri Handayani; Titik Wijayanti
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.832

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu gangguan hipertensi dalam kehamilan yang muncul setelah usia gestasi 20 minggu dengan karakteristik utama berupa hipertensi dan proteinuria yang berisiko tinggi memicu eklampsia serta komplikasi janin seperti prematuritas. Preeklampsia pada ibu hamil dapat dilakukan upaya preventif salah satunya melalui ketepatan dalam melakukan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan antara frekuensi, ketepatan ANC dan lama waktu istirahat dengan kejadian preeklampsia Januari hingga Maret 2026. Metode analisis data menggunakan uji chi square, sampel menggunakan rumus tekhnik proportional cluster sampling berjumlah 202 responden, penelitian dilakukan di Kabupaten Boyolali, alat ukur yang digunakan adalah buku KIA. Hasil penelitian ini menunjukkan frekuensi ANC selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia dengan nilai ρ value 0,003. Pada ketepatan ANC dengan kejadian preeklampsia dengan nilai ρ value 0,004 dan pada lama waktu istirahat dengan kejadian preeklampsia dengan nilai ρ value 0,03. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi, ketepatan ANC dan lama waktu istirahat. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi pentingnya ANC untuk mencegah terjadinya preeklampsia.
Nyeri Simfisis Pubis dan Kualitas Tidur pada Trimester Akhir Kehamilan: Studi Intervensi Modified Prenatal Yoga Yunita Laila Astuti; Vina Dwi Wahyunita; Fitrah Ivana Paisal; Masita; Abdullah Antaria
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.835

Abstract

Latar Belakang: Secara global, prevalensi insomnia trimester ketiga mencapai lebih dari 40% dan sering kali diperparah oleh keluhan nyeri simfisis pubis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intervensi modified prenatal yoga sebagai solusi non-farmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester akhir. Metode: Desain kuasi-eksperimental two-group pre-test/post-test with control group dilakukan pada Mei–November 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan. Melalui purposive sampling, terpilih 40 ibu hamil trimester ketiga yang dibagi rata ke dalam kelompok intervensi (n=20) dan kontrol (n=20). Kriteria inklusi meliputi domisili setempat, kehamilan fisiologis dengan nyeri simfisis pubis, bersedia mengikuti intervensi, dan mampu mengoperasikan smartphone, sedangkan kriteria eksklusi adalah drop-out selama penelitian. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) skala 0–10, sedangkan kualitas tidur dinilai dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Hasil uji Wilcoxon untuk kelompok intervensi menunjukkan Z = -2,714 dan tingkat signifikansi p = 0,007, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan pada skor skala nyeri sebelum dan sesudah mengikuti yoga prenatal. Namun, uji Mann-Whitney tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kualitas tidur antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,881). Kesimpulan: Intervensi modified prenatal yoga efektif menurunkan intensitas nyeri simfisis pubis pada ibu hamil trimester ketiga, namun belum berdampak signifikan terhadap kualitas tidur. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk memperpanjang durasi intervensi dan mengevaluasi faktor psikologis atau lingkungan yang memengaruhi tidur ibu.
Efek Pemberian Media SIPUTIH Terhadap Pengetahuan Keputihan Remaja Putri Arifandiah Nursyahputri; Azizatul Hamidiyah; Ifa Nurhasanah
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.836

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan reproduksi salah satunya keputihan masih banyak terjadi pada remaja putri disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang menyebabkan remaja tidak dapat membedakan antara keputihan normal dan keputihan tidak normal. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui efek media SIPUTIH terhadap pengetahuan keputihan remaja putri. Metode: Penelitian quasy eksperimental melalui desain pretest-posttest control group dengan membagi responden ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan 34 responden remaja usia 17-18 tahun di Asrama Nyai Nur Sari yang dilakukan pada Februari 2026. Sampel tersebut dipilih menggunakan teknik cluster sampling secara proporsional berdasarkan unit kamar, kemudian dibagi kedalam dua kelompok, yaitu 17 responden sebagai kelompok intervensi dan 17 responden kelompok kontrol. Prosedur meliputi pretest, pemberian edukasi (kelompok intervensi: media SIPUTIH, kelompok kontrol: PowerPoint) dan posttest. Pengetahuan diukur dengan kuesioner berjumlah 25 item (valid; α = 0,767). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan intervensi (P-value<0,05). Selain itu, berdasarkan uji Mann-Whitney, terdapat efek media SIPUTIH terhadap pengetahuan keputihan remaja putri (P-value<0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada efek media SIPUTIH terhadap pengetahuan keputihan remaja putri. Media SIPUTIH dapat digunakan sebagai opsi untuk mengoptimalkan edukasi kesehatan reproduksi khususnya tentang keputihan.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Remaja Putri Dewi Fajar Wati; Syarini Novita
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.837

Abstract

Latar Belakang: Penyebab remaja putri mengalami anemia, dikarenakan adanya beberapa faktor seperti mengalami menstruasi. Oleh karena itu, remaja putri membutuhkan asupan zat gizi yang cukup, terutama zat besi (Fe), untuk menggantikan zat besi yang hilang dan membantu pembentukan sel darah merah sehingga terhindar dari anemia. Berdasarkan data dari Desa Sidomulyo diketahui bahwa capaian pemberian tablet TTD pada remaja putri di tahun 2022 sebesar 90% namun hanya mencapai 58,9%. Tujuan penelitian diketahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja di Desa Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri sebanyak 673 remaja dengan sampel yang digunakan sebanyak 120 responden menggunakan Teknik purposive sampling. Penelitian telah dilakukan di Desa Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung pada bulan Mei – Agustus 2025. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariat (uji chi square). Hasil: Hasil uji chi square terdapat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe p-value = 0,000; OR = 24.980, dan adanya hubungan sikap dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe p-value = 0,000; OR = 20.182. Kesimpulan: Remaja yang memiliki pengetahuan kurang dan sikap negatif lebih berisiko >20x tidak patuh mengonsumsi tablet Fe, Untuk itu, memberikan penyuluhan tentang anemia pada remaja perlu dilakukan secara berkelanjutan agar remaja menyadari pentingnya mengkonsumsi tablet besi (Fe ) dengan patuh.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Periode Nifas Okta Zenita Siti Fatimah; Seventina Nurul Hidayah; Rosa Susanti
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.838

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi pada ibu nifas dan dapat memengaruhi proses pemulihan setelah persalinan. Anemia pada masa nifas dapat disebabkan oleh kehilangan darah saat persalinan, kurangnya asupan nutrisi, serta kondisi kesehatan ibu selama kehamilan. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu nifas meliputi usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, status gizi, dan pengetahuan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di Klinik Pratama Rawat Inap Cici Lian Kranggan Tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 85 ibu nifas. Variabel penelitian terdiri dari kejadian anemia (variabel terikat) serta umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, status gizi (LiLA), dan pengetahuan (variabel bebas). Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner untuk data pengetahuan dan sosiodemografi, lembar observasi rekam medis untuk umur dan paritas, serta pita LiLA untuk mengukur status gizi. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa umur ibu (p<0,002), pendidikan (p<0,028), paritas (p<0,034), pekerjaan (p<0,014), status gizi (p<0,004), dan pengetahuan (p<0,003) berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu nifas. Kesimpulan: Karakteristik sosiodemografi, biologis, dan perilaku berhubungan dengan kejadian anemia ibu nifas. Direkomendasikan bagi pihak klinik untuk menerapkan program pemantauan terpadu yang mencakup skrining Hb berkala pada kunjungan nifas, konseling pemenuhan gizi KEK, edukasi KB pascapersalinan untuk pembatasan paritas, serta penyediaan media KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) yang fleksibel bagi ibu nifas yang bekerja.
Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil: Studi Case-Control di RS JIH Yogyakarta Linda Okftarini; Yunri Merida; Riska Ismawati Hakim
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.843

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi obstetri utama yang berkontribusi terhadap 2–8% kehamilan dan lebih dari 46.000 kematian ibu setiap tahun secara global. Data RS JIH Yogyakarta menunjukkan peningkatan kasus dari 35 (2023), 40 (2024), menjadi 57 (2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko maternal yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia. Metode: Studi observasional analitik dengan desain case-control menggunakan data sekunder rekam medis ibu hamil periode 2023–2025 (populasi: 3.755). Sampel 264 responden terdiri dari kelompok kasus (n=132, total sampling) dan kontrol (n=132, simple random sampling). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (Chi-Square/Fisher’s Exact Test), uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), serta multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara usia (p=0,021), gravida (p=0,034), IMT (p=0,015), penambahan berat badan (p=0,000), dan riwayat hipertensi (p=0,029) dengan preeklampsia. Analisis multivariat menegaskan penambahan berat badan sebagai faktor dominan (Wald=25,418; p=0,000; Exp(B)=0,129; 95% CI: 0,058–0,286), dengan risiko 87,1% lebih rendah pada ibu dengan kenaikan sesuai rekomendasi. Kesimpulan: Usia, gravida, IMT, riwayat hipertensi, serta penambahan berat badan berhubungan signifikan dengan preeklampsia. Faktor dominan adalah pola penambahan berat badan selama kehamilan.
Dampak Stunting Terhadap Kemandirian Sosial Pada Balita di Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo, Indonesia Rahma Dewi Agustini; Nurhidayah; Rina Sulisthia Arbie
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.852

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia dan berhubungan dengan berbagai gangguan perkembangan anak. Meskipun dampak stunting terhadap perkembangan kognitif dan bahasa telah banyak diteliti, bukti mengenai hubungannya dengan kemandirian sosial pada anak balita di wilayah Indonesia Timur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara stunting dan kemandirian sosial pada anak usia 6–60 bulan di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 223 anak usia 6–60 bulan yang dipilih melalui consecutive sampling. Status stunting ditentukan berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) menggunakan standar WHO. Kemandirian sosial dinilai menggunakan domain Kemandirian Sosial pada Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Prevalence Odds Ratio (POR) dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: Prevalensi stunting sebesar 31.8%. Sebanyak 32.3% anak menunjukkan kemandirian sosial yang tidak sesuai dengan usianya. Terdapat hubungan yang bermakna antara stunting dan kemandirian sosial (p=0.001). Anak stunting memiliki risiko 2.76 kali lebih tinggi mengalami gangguan kemandirian sosial dibandingkan anak dengan status tinggi badan normal (POR=2.76; 95% CI: 1.524–4.988). Hampir separuh anak stunting (47.9%) menunjukkan kemandirian sosial yang tidak sesuai, sedangkan pada anak normal hanya 25%. Kesimpulan: Stunting berhubungan secara signifikan dengan rendahnya kemandirian sosial pada anak balita. Intervensi yang mengintegrasikan perbaikan gizi dan stimulasi psikososial perlu diperkuat untuk mendukung perkembangan sosial dan kemampuan adaptif anak di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Optimalisasi Kadar Hemoglobin Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Melalui Intervensi Edukasi Poster Pada Ibu Hamil: Studi Quasi Eksperimen Rizki Dyah Haninggar; Abbas Mahmud; Yulianti Anwar; Ajeng Hayuning Tiyas
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.854

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan global. Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) berperan penting dalam pencegahan anemia, namun masih belum optimal. Edukasi melalui media poster diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD dan kadar hemoglobin ibu hamil. Metode: Penelitian quasi experimental dengan desain pre-post test control group melibatkan 60 ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas 30 responden kelompok intervensi (edukasi poster) dan 30 responden kelompok kontrol (edukasi lisan) di wilayah kerja Puskesmas Binanga dan Puskesmas Rangas, Kabupaten Mamuju selama enam minggu. Kepatuhan konsumsi TTD diukur menggunakan metode pill count dan kadar hemoglobin diperiksa menggunakan alat Hb digital. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test, Wilcoxon Signed Ranks Test, dan Mann–Whitney U Test. Hasil: Kadar Hb kelompok intervensi meningkat dari 12,25±1,12 g/dL menjadi 12,87±1,08 g/dL (p=0,001), sedangkan kelompok kontrol menurun dari 12,56±0,84 g/dL menjadi 12,14±1,09 g/dL (p=0,002). Kepatuhan konsumsi TTD meningkat dari 71,43% menjadi 80,56% (p=0,000) pada kelompok intervensi dan dari 72,14% menjadi 73,41% (p=0,112) pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan bermakna antarkelompok pada kadar hemoglobin (p=0,011) dan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,023). Kesimpulan: Edukasi berbasis poster lebih efektif dibandingkan edukasi lisan dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD dan kadar hemoglobin ibu hamil.
Perbedaan Antara Pemberian Skin Wrap Dan Pemberian Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Kejadian Hipotermia Pada Bayi Baru Lahir Annah Hubaedah; Susmiati Ningsih; Retno Setyo Iswati
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.865

Abstract

Latar Belakang: Bayi baru lahir mengalami kehilangan panas sekitar empat kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. Dalam 30 menit pertama setelah lahir, suhu tubuh bayi dapat menurun sebesar 3–4°C. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas Skin Wrap dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan two-group pretest–posttest yang terbagi kelompok Skin Wrap (n = 18) dan kelompok Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (n = 18). Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital, sedangkan data observasi dikumpulkan menggunakan lembar observasi terstandar. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, dan analisis perbedaan antar kelompok dilakukan menggunakan Independent Samples t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Result : Skin Wrap rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,64°C menjadi 36,91°C. IMD rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,66°C menjadi 36,68°C. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan berbedaan statistik dengan nilai intervensi (p = 0,021), yang menunjukkan bahwa Skin Wrap lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi baru lahir dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kesimpulan:. Skin Wrap secara signifikan lebih efektif dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, Skin Wrap dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi perawatan termal yang efektif untuk mengurangi risiko hipotermia neonatal.