cover
Contact Name
Muhammad Fuad Anshori
Contact Email
ahsanyunus@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fuad.anshori@unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Budidaya Pertanian, Kampus UNHAS Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10, Makassar Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL AGRIVIGOR
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27985458     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRIVIGOR (JA) merupakan salah satu jurnal yang dimiliki oleh departemen budidaya pertanian, fakultas pertanian, Universitas Hasanuddin. Jurnal ini telah terbit pertama kali pada tahun 2001 hingga sekarang, walaupun dalam masa kepengurusan terdapat penundaan penerbitan. Jurnal agrivigor menghimpun seluruh penelitian di bidang agrokompleks yang meliputi agronomi, hortikultura, fisiologi, ekologi, benih, bioteknologi, dan pemuliaan tanaman ataupun bidang yang terkait dengan sistem pertanian secara kompleks. Jurnal ini terbit dua kali pada setiap tahunnya. Adapun, jenis jurnal yang diterima dapat berupa jurnal penelitian, jurnal review, dan short communication.
Articles 48 Documents
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kapas (Gossypium hirsutum L.) pada Aplikasi Konsorsium Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) dan Actinomycetes serta Pupuk NPK Sahur, Asmiaty; Kaimuddin; Ramadhani, A. Nur Afni
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 1, JUNI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i1.42956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari penggunaan konsorsium mikoriza vesikular arbuskular (MVA) dan Actinomycetes, serta pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kapas. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biosains dan Bioteknologi Tanaman dan di Plantation Nursery Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan 4 taraf petak utama dan 4 taraf anak petak. Petak utama, yaitu n1= NPK 100 kg ha-1 (2 g tanaman-1), n2= NPK 200 kg ha-1 (4 g tanaman-1), n3= NPK 300 kg ha-1 (6 g tanaman-1), dan n4= NPK 400 kg ha-1 (8 g tanaman-1), sedangkan anak petak, yaitu t0= tanpa mikoriza & Actinomycetes (kontrol), t1= mikoriza 15 g tanaman-1 + Actinomycetes 104 CFU ml-1, t2= mikoriza 30 g tanaman-1 + Actinomycetes 105 CFU ml-1, dan t3= mikoriza 45 g tanaman-1 + Actinomycetes 106 CFU ml-1. Penelitian ini terdiri dari 16 kombinasi perlakuan, setiap kombinasi terdiri dari 3 unit tanaman dan terdiri dari 3 ulangan sehingga diperoleh 144 unit tanaman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara pupuk NPK 100 kg ha-1 dan konsorsium mikoriza + Actinomycetes taraf 45 g tanaman-1 + 106 CFU ml-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap kadar klorofil a (283,17 µmol.m-2), klorofil b (118,20 µmol.m-2), klorofil total (406,45 µmol.m-2), dan panjang akar (35,08 cm). Konsorsium mikoriza 45 g + 106 CFU ml-1 Actinomycetes memberikan pengaruh terbaik terhadap infeksi mikoriza, infeksi Actinomycetes, umur berbunga (53,08 HST), dan jumlah bunga (24,96). Sedangkan pemberian pupuk NPK 400 kg ha-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap lingkar batang (4,60 cm). 
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) pada Aplikasi Kalium dan Pemangkasan Tunas Syam’un, Elkawakib; Iswoyo, Hari; Anwar, Adela Sulistya
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 1, JUNI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i1.42957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi antara dosis pupuk kalium dan pemangkasan tunas terhadap hasil tanaman melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan di Exfarm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan percobaan faktorial 2 faktor berdasarkan rancangan acak kelompok sebagai rancangan lingkungannya. Percobaan ini terdiri dari 2 faktor, faktor pertama yaitu dosis pupuk kalium yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa pupuk kalium (k0), pupuk kalium 85 kg/ha (k1), pupuk kalium 170 kg/ha (k2) dan pupuk kalium 255 kg/ha (k3). Faktor kedua terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pemangkasan tunas (p0), pemangkasan tunas sampai daun ke 3 (p1) dan pemangkasan tunas sampai daun ke 6 (p2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk kalium 255 kg/ha pemangkasan tunas sampai daun ke 6 memberikan hasil terbaik pada parameter indeks klorofil daun ke 9 dan 11 (44,23 dan 35,97), berat buah (1096, 58 g), lingkar buah (38,6 cm), diameter buah (116,27 mm), tebal daging buah (29,67 mm), bobot buah per plot (17,55 kg) dan hasil produksi per hektar (13 ton/ha). Perlakuan dosis pupuk kalium 255 kg/ha memberikan hasil terbaik pada parameter padatan terlarut (8,94 %brix). Sedangkan dosis pupuk kalium 170 kg/ha memberikan hasil terbaik pada jumlah bakal buah (4,55). Perlakuan pemangkasan tunas pada daun ke 6 memberikan hasil terbaik pada luas daun ke 7 umur 28 HST (159,15 cm), serta luas daun ke 7 dan 11 umur 42 HST (211,08 cm dan 243,4 cm).
Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) yang Diaplikasi dengan Biochar dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Sadli, Rahmat; Haring, Feranita; Ridwan, Ifayanti
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 1, JUNI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i1.42963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pemberian biochar, dosis pemberian FMA dan interaksi keduanya yang memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga November 2021 yang dilaksanakan dengan dua tahap. Tahap pertama yaitu pembuatan biochar dan penelitian lapangan yang dilaksanakan di Teaching Farm Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Adapun tahap kedua yaitu pengamatan infeksi akar dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor menggunakan Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungannya. Percobaan terdiri atas dua faktor, faktor pertama adalah biochar yang terdiri dari empat taraf, yaitu 0, 5, 10, dan 15 ton ha-1 sedangkan faktor kedua adalah FMA terdiri dari empat taraf, yaitu 0, 3, 6, dan 9 g per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar 10 ton ha-1 memberikan hasil terbaik terhadap produksi bawang merah pada parameter berat basah umbi yaitu 22,81 g dan berat kering umbi yaitu 17,68 g, sedangkan pemberian FMA 6 g per tanaman memberikan hasil terbaik terhadap parameter infeksi akar yaitu 85,55%. Terdapat interaksi antara biochar dan FMA yang memberikan hasil terbaik terhadap produksi bawang merah yaitu pada kombinasi perlakuan biochar 10 ton ha-1 dan FMA 6 g tanaman-1 pada parameter berat basah umbi per tanaman yaitu 35,13 g dan berat kering umbi per tanaman yaitu 29,95 g. Adapun potensi produksi bawang merah pada kombinasi perlakuan biochar 10 ton ha-1 dan FMA 6 g tanaman-1 yaitu 7,5 ton ha-1.
Pengaruh Kombinasi Perlakuan Pupuk NPK dan Konsentrasi ZPT NAA (Nepthalene Acetic Acid) Terhadap Pembungaan Tanaman Lada (Piper nigrum L.) Nasaruddin, Nasaruddin; Bahrun, Haris; Rahmi, Alfia
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 1, JUNI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i1.42964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh pemberian kombinasi NPK dan NAA terhadap pembungaan tanaman lada. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bere, Desa Mekkalak, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Terletak pada ketinggian 800 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor yang disusun berdasarkan pola rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah perlakuan NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pemberian NPK, NPK 750 g, dan NPK 1500 g. Sedangkan faktor kedua perlakuan zpt NAA yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa pemberian NAA, NAA 100 ppm (0,10 g/L), NAA 150 ppm (0,15 g/L), dan NAA 200 ppm (0,20 g/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan NPK dan NAA pada jumlah malai bunga, jumlah biji/malai, jumlah biji bertahan, klorofil a,b dan total. Faktor perlakuan NPK berpengaruh terhadap, jumlah malai bunga gugur, jumlah malai bunga bertahan, kerapatan stomata. Faktor perlakuan NAA mempengaruhi malai bunga gugur, jumlah malai bunga bertahan, biji gugur/malai terhadap pembungaan tanaman lada.
Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji Botani (True Shallot Seed) yang Diaplikasikan Paclobutrazol Ridwan, Ifayanti; Syam’un, Elkawakib; Asdar, Nurefriyani
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 1, JUNI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i1.42965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mempelajari varietas dan konsentrasi paclobutrazol yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah asal biji botani. Penelitian dilaksanakan pada Agustus sampai dengan November 2021 yang berlokasi di Kebun Percobaan Exfarm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian disusun dalam bentuk Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak Utama adalah varietas yang terdiri dari dua taraf yaitu varietas maserati dan varietas sanren, sedangkan Anak Petak adalah konsentrasi paclobutrazol yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa pemberian paclobutrazol (kontrol), pemberian paclobutrazol 100 mg/L, pemberian paclobutrazol 200 mg/L, dan pemberian paclobutrazol 300 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara varietas sanren dengan konsentrasi paclobutrazol 100 mg/L yang memberikan hasil terbaik terhadap brangkasan basah per tanaman (26,04 g), brangkasan basah per petak (1379,60 g), brangkasan kering per tanaman (19,23 g), brangkasan kering per petak (932,73 g), produksi umbi per petak (827,73 g), produksi umbi per hektar (3,45 ton). Varietas sanren memberikan pengaruh terbaik pada jumlah umbi (1,81 siung). Konsentrasi paclobutrazol 100 mg/L memberikan pengaruh terbaik pada tinggi tanaman (42,38 cm), jumlah daun (6,19 helai), jumlah umbi (1,78 siung), diameter umbi (24,95 mm).
Pertumbuhan Microgreens Pakcoy (Brasicca rapa L.) pada Perlakuan Pupuk Organik Cair Tithonia diversifilolia di Berbagai Media Tanam Ulfa, Fachira; Padjung, Rusnadi; Epinorita, Gusni
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 2, DESEMBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i2.42966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh media tanam dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan microgreens pakcoy (Brassica rapa L.) Penelitian ini dilaksanakan Jl. Paccerakkang, Tamalanrea, Kota Makkassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Penelitian menggunakan merupakan percobaan faktorial dengan rancangan acak kelompok sebagai rancangan lingkungan. Faktor pertama media tanam yaitu, media tanah (m0), media rockwoll (m1), media cocopeat (m2), dan media sekam bakar (m3). Faktor kedua konsentrasi POC Tithonia diversifilolia 0 ml (tanpa POC), 5 ml POC, 10 ml POC dan 15 ml POC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media tanam sekam bakar dan POC Tithonia diversifolia 15 ml terhadap kandar klorofil a (107,55 μmol.m-2), klorofil b (59,49 μmol.m-2) dan klorofil total (167,65 μmol.m-2). Media tanam sekam bakar memiliki hasil tertinggi pada daya berkecambah (1,41 %), tinggi tanjuk 7 HST (5,43 cm) dan 14 HST (7,43 cm), panjang akar (3,92 cm), berat segar akar (15,33 g), berat basah (35,33 g), dan berat tajuk (20 g), sedangkan media rockwoll berpengaruh nyata terhadap indeks panen (0,73) dan kandungan senyawa flavonoid (120,36 ppm), vitamin C (75,27 ppm) dan serat kasar (0,94 ppm). Konsentrasi POC Tithonia diversifolia 5 ml yang dapat memberikan pertumbuhan terbaik pada kandungan klorofil a (88,24 μmol.m-2), klorofil b (55,48 μmol.m-2), dan klorofil total (142,79 μmol.m-2).
Pengaruh Perendaman Benih terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Pare Ambo pada Berbagai Jumlah Populasi dan Dosis Kompos Kaimuddin, Kaimuddin; Yassi, Amir; Iswoyo, Hari; Dermawan, Rahmansyah; Viligius, Viligius
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 2, DESEMBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i2.42967

Abstract

Pertanian masa kini tidak dapat dipungkiri bahwa telah ketergantungan akan penggunaan bahan-bahan agrokimia dibandingkan dengan pertanian yang bersifat organik. Hal ini dikarenakan karena banyak petani yang fokus akan tingginya produksi sehingga tidak memperhatikan akan dampak yang akan ditimbulkan, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan budidaya varietas padi lokal serta penerapan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh invigorasi benih, dosis kompos, serta jumlah populasi terhadap kualitas pertumbuhan dan produksi tanaman padi lokal Toraja. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja selama 5 bulan dari bulan Januari sampai bulan Mei 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan petak-petak terpisah dengan faktor pertama yaitu dosis kompos sebagai petak utama, faktor kedua yaitu jarak tanam sebagai anak petak, dan faktor ketiga yaitu priming POC sebagai anak-anak petak. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat pengaruh yang nyata jika dilakukan interaksi antara perendaman benih, dosis kompos dan jumlah populasi terhadap pertumbuhan dan produksi padi Pare Ambo, namun jika diberi masing-masing perlakuan menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi Pare Ambo. Perlakuan perendaman benih menghasilkan produksi tertinggi pada parameter jumlah gabah/malai sebesar 133,92 g, perlakuan jumlah populasi (35 x 35) menghasilkan produksi tertinggi pada parameter tinggi tanaman yakni 163,07 cm dan produksi per rumpun tertinggi yakni 66,74 g, dan perlakuan dosis kompos 6 ton/hektar menghasilkan pertumbuhan terbaik pada parameter tinggi tanaman yakni 163,07 cm dan pada parameter produksi/ petak yakni 11,15 kg.
Pengaruh Jenis Media Tanam dan Konsentrasi Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Jatmiko, Galih; Dachlan, Amirullah; Ridwan, Ifayanti; Tambung, Astina
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 2, DESEMBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i2.42968

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dengan konsentrasi air kelapa muda terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di Mycotopia Farm, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian berlangsung mulai Februari-April 2022. Studi ini merupakan penelitian Faktorial 2 faktor dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap sebagai rancangan lingkungannya. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam yang terdiri atas 5 taraf, yaitu Jerami Padi 80% + Serbuk Kayu 0% + Bekatul 15% + Kapur 5%; Jerami Padi 60% + Serbuk Kayu 20% + Bekatul 15% + Kapur 5%; Jerami Padi 40% + Serbuk Kayu 40% + Bekatul 15% + Kapur 5%; Jerami Padi 20% + Serbuk Kayu 60% + Bekatul 15% + Kapur 5%; dan Jerami Padi 0% + Serbuk Kayu 80% + Bekatul 15% + Kapur 5%. Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi air kelapa yang terdiri dari atas 3 taraf, yaitu 0%, 25%, dan 50%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komposisi media Jerami Padi 0% + Serbuk Kayu 80% + Bekatul 15% + Kapur 5% memberikan pengaruh terbaik terhadap waktu munculnya miselium (3,92 hari) dan jumlah badan buah (11,41 buah), dan komposisi media Jerami Padi 40% + Serbuk Kayu 40% + Bekatul 15% + Kapur 5% memberikan pengaruh terbaik terhadap diameter tudung (33,39 cm). Perlakuan air kelapa dan interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap jamur tiram.
Aplikasi Actinomycetes dan Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Perkembangan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Sahur, Asmiaty; Bahrun, Abd. Haris; Achmad, Putri Ayuni
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 2, DESEMBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i2.42969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh aplikasi actinomycetes dan pupuk npk pada pertumbuhan dan perkembangan bibit tebu (Saccharum officinarum L). Penelitian ini dilaksanakan di Plantation Nursery dan Laboratorium Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf, yaitu tanpa pupuk (kontrol), pupuk NPK 2,5 gr / tanaman (200 kg/ha) dan pupuk NPK 5 gr / tanaman (400 kg/ha). Anak petak adalah pemberian Actinomycetes dengan 4 taraf yaitu, tanpa actinomycetes (Kontrol), Actinomycetes 104 CFU / ml / tanaman, actinomycetes 105 CFU / ml /tanaman dan actinomycetes 106 CFU / ml /tanaman. Koloni terbaik actinomycetes yang memberi pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu yaitu pada perlakuan a1 (104 CFU/ml actinomycetes) pada jumlah daun, tinggi tanaman dan diameter batang. Dosis pupuk NPK yang memberi pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu adalah 5 g/tanaman. Interaksi antara actinomycetes dan pupuk NPK yang memberi pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman tebu terbaik terdapat pada parameter berat basah batang tertinggi yaitu 22,01 g.
Respon Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) terhadap Perlakuan Ekoenzim dan Dosis Pupuk Kalium Nitrat Ridwan, Ifayanti; Padjung, Rusnadi; Gazali, Rahmat Hidayat
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 2, DESEMBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i2.42970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mempelajari pengaruh perlakuan ekoenzim pada berbagai konsentrasi dan dosis pupuk kalium nitrat terhadap pertumbuhan tanaman selada. Penelitian dilakukan dilakukan di Green House CoE Exfarm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, pada bulan Agustus – November 2022. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekoenzim yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (0 mL/L), 15 mL/L air, 20 mL/L air, dan 25 mL/L air. Faktor kedua adalah dosis pupuk kalium nitrat yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (0 g/kg tanah), 1,25 g/ 5 kg tanah, 2,50 g/ 5 kg tanah, dan 3,75 g/ 5kg tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara ekoenzim dan pupuk kalium nitrat tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Pemberian konsentrasi ekoenzim taraf 25 mL/L air memberikan hasil tertinggi pada pada pertambahan tinggi tanaman (28,07 cm), luas daun (261,07 cm2), diameter batang (8,93 mm), tebal daun (2,78 mm), klorofil a (5,34 μmol.m-2), klorofil b (3,06 μmol.m-2), dan klorofil total (5,34 μmol.m-2). Perlakuan dosis pupuk kalium nitrat tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.