cover
Contact Name
Ida Bagus Eka Suadnyana
Contact Email
pramana@stahnmpukuturan.ac.id
Phone
+6287862277494
Journal Mail Official
ibgparamita@gmail.com
Editorial Address
Kampus 1: Jalan P. Menjangan No. 27 Banyuning-Singaraja Kampus 2: Jl. Kresna Gg. III Singaraja. Kode Pos. 81112 Tlp. (0362) 21289.
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian
ISSN : -     EISSN : 28097556     DOI : https://doi.org/10.55115/jp
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian merupakan wadah publikasi hasil penelitian Agama Hindu yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Pramana: Jurnal Hasil Penelitian menerima artikel dari dosen dan para praktisi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. Pramana: Jurnal Hasil Penelitian terbit dua kali dalam satu tahun, Maret dan September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Kajian Aksiologi Hindu Dalam Satua Ni Tuwung Kuning Luh Putri Astini
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v3i1.3468

Abstract

Dalam kehidupan sejarah kesusastraan Bali di kenal adanya sastra Bali tradisional (kesusastraan Bali Purwa) dan kesusastraan bali modern (Kesusastraan Bali Anyar). Pembagian ini timbul sebagai akibat perkembangan dari kesusastraan budaya Bali. Sastra Bali tradisional dapat dibagi menjadi dua yakni, sastra Bali tradisional berbentuk tulisan dan sastra Bali tradisional berbentuk lisan. Dalam bentuk sastra tulis sebagian Geguritan. Sedangkan dalam bentuk sastra lisan dalam bahasa bali dinamakan satua. Di zaman modern seperti sekarang ini, kebudayaan mesatua sudah mulai ditinggalkan karena itu pengkajian serta pemahaman serta penghayatan terhadap nilai-nilai moral dan etika yang terdapat di dalam sastra-sastra lama hendaknya perlu digalakkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai ajaran Agama Hindu yang terkandung dalam satua Ni Tuwung Kuning. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah studi kepustakaan dengan obyek penelitiannya adalah buku karya tulis I Made Suastika yang berjudul “Tradisi Sastra Lisan (Satua) di Bali Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna” yang diterbitkan oleh Pustaka Larasan Denpasar. Analisis data yang digunakan adalah analisis interpretatif atau penasfsiran. Data yang perlu ditafsir yaitu data tentang nilai aksiologi Hindu yang terkandung dalam Satua Ni Tuwung Kuning.
Literasi Digital dan Pemberdayaan Mahasiswa dalam Menyikapi Pandemi Covid-19 I Komang Agus Widiantara
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v1i2.1887

Abstract

Melawan segala bentuk infodemik Covid-19 tentu dibutuhkan tingkat literasi yang baik, mumpuni dan komprehenship. Lembaga pendidikan tinggi menjadi domain strategis dalam membangun budaya (culture) literasi khususnya para mahasiswa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  tingkat literasi digital mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singarajadalam merespon beragam informasi seputar infodemik Covid-19. Serta upaya yang dilakukan oleh pendidikan tinggi dalam melakukan pemberdayaan literasi di tengah pandemi.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, penelusuran bahan online, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan kualitas literasi digital mahasiswa terbilang baik dalam merespon infodemik Covid-19.  Mahasiswa mampu  mencari dan mengonsumsi konten digital,  membuat konten digital  dan  mengomunikasikan konten digital dengan arif dan bijak. Kualitas literasi digital mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja juga sangat mendukung yang ditunjang dari  berbagai kegiatan literasi yang dilakukan dan difasilitasi oleh lembaga kampus seperti webinar, pelatihan pembuatan konten digital hingga keterlibatan mahasiswa dalam merancang konten seputar Covid-19.
Analisis Struktur Naratif Geguritan Bhiksuni Ni Wayan Yuni Astuti; Ida Bagus Putu Eka Suadnyana
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v2i2.2692

Abstract

One of the literary works that have very high educational values and is considered as something that can provide guidance or guidance in life is Geguritan. Geguritan Bhiksuni is one of the evidences for the Balinese people and as a mirror of traditional Balinese culture and the educational values contained in it. The values contained in it can be used as guidelines to be understood and internalized properly. The purpose of this study was to determinethe values of Hindu religious education contained in geguritan bhiksuni. This research is in the form of a descriptive qualitative design by examining the text. Data were collected using library techniques and critical reading techniques. After the data is collected then the data is analyzed through three stages, namely data reduction, and data presentation. based on the results of the study it was found that the value of Hindu religious education in the geguritan bhiksuni was ethical values and tawwa values.
Lontar Dharma Pamaculan Implementasi Eko-Religius Masyarakat Agraris Bali Komang Puteri Yadnya Diari
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v1i1.1850

Abstract

Subak in Bali, which has been known internationally until it was designated as a cultural heritage by UNESCO, is a manifestation of the virtue and majesty of Balinese culture. In contrast to the reality, the agricultural tradition has experienced significant degradation, seen from the availability of increasingly eroded land and the limited number of new generations who want to study agriculture. As a functional text, the lontar dharma pamaculan is very important to be used as a reference in the development of agricultural science to prove the truth of traditional knowledge that has existed for a long time. In addition, these efforts can indirectly preserve and maintain the meaning, value and function contained therein. In this study, a qualitative approach with descriptive analytical method was used to determine the implementation of the ecoreligius aspects of Balinese palm-leaf agriculture in Balinese agrarian communities.
Benang Banten Sebagai Identitas Masyarakat Hindu Di Panti Jompo Tresna Werda Jara Mara Pati Putu Bratria Dama Dayanu
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v3i2.3782

Abstract

The purpose of this article is to get to know, understand, and understand more deeply about Banten Yarn as the identity of the Hindu community at the Tresna Werda Jara Mara Pati Nursing Home. The method used to find out about Banten Yarn as the identity of the Hindu community at the Tresna Werda Jara Mara Pati Nursing Home in this article is to use the literature review method. Banten yarn is categorized as a ceremonial material used by Hindus in religious traditions on the island of Bali. The discussion regarding the use of Banten thread on hands shows that: 1) the use of Banten thread on hands is a must in its use because it is believed to be the identity of the Balinese people, especially people who are Hindus; 2) the banten thread that is placed on the wrist is interpreted as a form of self-protection and self-control for the Hindu community in Bali; 3) the impact that will occur if the Banten Yarn is not interpreted as it should be, namely a shift in essence that begins as material for ceremonies.
Dosa Dan Kewajiban Agama Dalam Catur Yuga Menurut Parāśara Dharmaśāstra I Putu Ariyasa Darmawan
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v2i1.2683

Abstract

The Dharmaśāstra is considered the most important and interesting of the many śāstra books which contain the basic set of Hindu teachings and is known as one of the Vedaṅga books, namely the body part of the Vedas which cannot be separated from other Veda Śruti books. Dharmaśāstra is one of the Vedāṅgas and has the most important meaning and position in Hindu society. It consists of Śikṣa, Vyākaraṇa, Chanda, Nirukta, Jyotiṣa and Kalpa. The most important type of Vedāṅga and which has something to do with this Dharmaśāstra book is the Kalpa type. The origin of this Kalpa book is sourced from the Brāhmaṇa saṁhitā and is written in the form of a sūtra or śloka. Based on their usage, this group of Kalpa vedāṅga consists of four types according to their respective topics. The laws of Mānu were enacted during the time of Satya; the law of Gautama in the time of Tretā; the laws of Śaṅkha and Likhita during the time of Dvāpara; and the law of Parāśara in the Kaliyuga.Strict observance of penance (tapa) was a virtue during the Satyayuga; knowledge of the self (jñana) in the Tretāyuga; performing religious sacrifices (yajña) during the Dvāparayuga period, and performing almsgiving (dānam) during the Kaliyuga period. Kāliyuga means the age of strife marked by the fading of the spiritual life, because the world is fettered by material life. Human orientation is only on pleasure by satisfying sensual desire (Kāma) and if this continues to be followed, then lust is like a fire doused with kerosene or gasoline, it will not go out, but destroys the human being. The characteristics of the Kāli era (Kāliyuga) are increasingly evident in the era of globalization which is marked by the rapid flow of information, driven by technological developments with the content of the philosophy of Hedonism which is only material oriented and attempts to obtain mere pleasures
Menghayati Asta Aiswarya Sebagai Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi Ni Putu Ayudya Putri; Nitya Yuli Pratistha
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v3i2.3773

Abstract

Aiswarya is the form and nature of Ida Sang Hyang Widhi Wasa's omnipotence, both temporal and noetic, consisting of eight kinds of power, so that Aiswarya is also called Asta Aiswarya. Etymologically, asta aiswarya comes from the word "asta" which means eight and "aiswarya" which means omnipotence. So asta aiswarya are eight attributes of the omnipotence of Ida Sang Hyang Widhi Wasa (God Almighty). In the book Wrhaspatittatwa sloka 66 there is information about the attributes of God's omnipotence, including Anima, which means God is the smallest, Laghima which means the greatest, Prapti which means reaching all places, Isitwa which means beyond everything, Prakamya which means absolute will, Wasitwa which means powerful, and Yatrakamawasaitwa which means natural or unchangeable. Apart from the Wrhaspatittatwa teachings of Asta Aiswarya, they are also found in Bhagavadgita X.20, Rg. Weda X.90.1, Lontar Bhuana Kosa II.17, and Atharva Weda IV.16.2. This article will discuss the efforts to live up to the omnipotence of Ida Sang Hyang Widhi (God) as Asta Aiswarya
Relevansi Geguritan Bhiksuni Dalam Dunia Pendidikan di Bali Ni Wayan Yuni Astuti
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v2i1.2189

Abstract

This study examines the form, function and meaning of the ngusaba dimel ceremony in the Batur Traditional Village which is an implementation unit related to carrying out ceremonies that are very unique and rarely found in other traditional villages. To study it, the author uses several theories, namely: (1) Symbol Theory (2) Religious Theory and (3) Structural Functional Theory. This study uses a qualitative approach with a location in the Batur Traditional Village. The type of data used is qualitative data with primary and secondary data sources. The ngusaba dimel ceremony in Batur Traditional Village, Kintamani District, Bangli Regency, from the process of implementing ngusabha dimel, found social functions with various meanings, namely magical religious meanings and sacred meanings.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kebiasaan Mencuci Tangan Menggunakan Sabun dan Air Mengalir pada PHBS di Tatanan Tempat Ibadah Ida Ayu Dwidyaniti Wira; I Wayan Septa Wijaya
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v3i1.3464

Abstract

Masalah kesehatan yang ada dimasyarakat sangatlah banyak dan beragam jenis Penyakit yang ditemui dikalangan masyarakat. Sebagian masyarakat ada yang menyadari bahwa ada masalah kesehatan yang sedang dialami dan sebagian masyarakat juga ada yang tidak menyadari bahwa terdapat masalah kesehatan yang dialami. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya untuk mengendalikan penyakit yang timbul akibat perilaku baik melalui individu, kelompok ataupun masyarakat. Dalam pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Indonesia kita ada lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga, tatanan institusi sekolah, tatanan tempat- tempat umum/ibadah, tatanan di institusi kesehatan dan tatanan di institusi tempat kerja. Setiap tatanan tersebut memiliki masingmasing indikator dalam pelaksanaan PHBS salah satu Indikator PHBS yang ada dan tetap diterapkan untuk disemua tatanan adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir/air bersih. Sehingga penerapan PHBS dengan indikator kebiasaan mencuci tangan dengan sabun merupakan hal yang efektif yang dapat dengan adanya pengetahuan maka hal ini perlahan akan dapat merubah perilaku individu yang nantinya akan menjadi kebiasaan. Salah satu tempat yang dapat dilaksanakan dan menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah ditatanan tempat Umum atau Ibadah. Di bali sendiri tempat Ibadah untuk umat Agama Hindu adalah Pura merupakan tempat yang sangat efektif dalam menerapkan kebersihan dan kebiasaan dalam mencuci tangan dengan sabun maupun air mengalir sebelum melaksanakan kegaitan persembhyangan. Hal tersebut juga hampir sama dengan konsep dalam Agama Hindu yaitu Tri Hita Karana.
Implikasi Ekologi Lontar Aji Janantaka Terhadap Masyarakat di Desa Marga, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali Ni Wayan Winiantari
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v1i2.1883

Abstract

Balinese literature is the result of the creativity and imagination of Balinese writers who have become a culture and preserved from generation to generation, which usually uses the Balinese language as a medium of communication and includes the social life of the Balinese people. Speech is one type of ancient Javanese literary work that contains philosophical, religious, and life values. Literary works in this type of speech besides containing the value of religious philosophy in it also reflect a local wisdom of the Balinese people which until now has been used as a way of life. This research is classified as a qualitative research, carried out in Marga village, Marga sub-district, Tabanan district, Bali. Primary data is Lontar Aji Janantaka, while secondary data in this study are data and informants who know and understand about Lontar Aji Janantaka and plants in Marga village, as well as books and journals related to Lontar Aji Janantaka and plants. The results of this study indicate that Aji Janantaka is a speech which basically describes the types of trees affected by Cukil Daki disease and various flower plants that receive the gift of cleansing. In utilizing plants in everyday life, the teachings or education contained in Aji Janantaka's lontar can have a positive impact on society in various fields. Lontar Aji Janantaka can be used as a reference for the Marga village community both in social life.